SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Peta


__ADS_3

Camelia, menyerahkan kunci mobil kepada Rika untuk di antar ke mansion.


Dari kejauhan Cika dan Rika,tengah mengintip Camelia bertemu dengan seorang pria di persimpangan jalan.


Sedangkan Camelia,mulai berjalan mendekati Li Yun sudah menunggunya sejak tadi.


Maafkan aku, Cika, Rika,yang akan membuat kalian syok berat. melihat siapa pria yang mengajakku pergi, hehehehe...Waw...Li Yun, sudah menunggu ku yah.Batinnya Camelia, tersenyum kecil.


Cika dan Rika,menganga lebar karena mereka mengetahui siapa pria tersebut.


"Li Yun!". Pekik mereka berdua bersamaan, terperangah melihat kepergian Camelia bersama Li Yun.


Terlihat jelas Camelia, memeluk erat pinggang Li Yun. Melambaikan tangan sembunyi-sembunyi dan tersenyum sumringah. Hahahaha..Maaf, membuat kalian syok berat dan hampir jantungan.Batinya, tersenyum ke arah Cika dan Rika m


"Aaaaaaa... Astaga! Apa jangan-jangan Camelia, memiliki hubungan spesial dengan Li Yun". Kata Rika, menepuk kedua pipinya yang masih tak percaya. "Pegang dadaku, jantungku hampir copot loh. Gila! Camelia, menyimpan rahasia sebesar ini".


"Ini bukan mimpi Rika, benar-benar hebat Camelia bisa di bonceng Li Yun dan berpelukan erat. Aaaarrgghh...Aku juga pengen,tapi pacarku sibuk mulu". Ucap Cika, mengerucutkan bibirnya. "Pokoknya besok, Camelia harus memberikan penjelasan kepada kita. Dari awal pertama kali dekat, sampai sekarang". Sambungnya lagi


Beberapa kali Camelia, bertanya mau kemana. Namun tak ada jawaban yang keluar dari mulut,Li Yun. Menyebalkan sekali, tidak ada jawaban. Dasar bisu,kalau gak tuli ni orang.Batinnya, menggerutu dalam hati.


Beberapa menit kemudian, Li Yun berhenti di sebuah taman yang luas. Mengajak Camelia,di bawah pohon besar ada kursi santainya juga.

__ADS_1


"Hmmmm....Sejuk sekali". Gumam Camelia, menghirup udara segar."Sebenarnya kamu ngapain,bawa aku ke sini. Takutnya ada yang salah paham loh,kita kaya pacaran mojok di tempat sepi". Kekehnya Camelia, mengedipkan matanya. Kayanya lumayan ni,pulang nanti membuat Jhonny kalang kabut karena aku diantar cowok lain.


"Ck, tidak perlu sok kepedean. Buang pikiran mu yang aneh-aneh,aku membawamu ke sini ada sesuatu yang aku perlihatkan". Li Yun, nampak membuka tasnya. Huuuff..Kenapa jantung ku berdegup kencang,ketika dia menatapku dan memperlihatkan senyumnya yang manis itu.


"Apa itu?". Tanya Camelia, sangat penasaran ingin tau. Hmmmm...Macam tak betul bocah ini, ngajak ke taman cuman memperlihatkan sebuah kertas.


Li Yun, membuka lipatan kertas di tangannya. "Ini adalah peta tempat tinggal paman JJ,ada sebuah ruangan yang tidak boleh seorang pun masuk. Yah... Termasuk aku, mungkin kamu tidak tau soal ini".


"Oh,peta yah". Kekehnya Camelia, mengerjapkan bola matanya beberapa kali. Buset dah...Sebesar apa sih, kediaman JJ Abrams. Sampai ada peta juga,bikin kepalaku pusing ini. Li Yun,gak mungkin kan mencurigai aku karena belum pernah ke sana.


"Kenapa menatapku seperti itu,jangan bilang naksir yah? Aku bisa melihat wajah mu, sudah mulai jatuh cinta kepadaku. Apa kamu yakin, ingin menduakan cintamu kepadaku?" Bisik Li Yun, sekedar untuk memancing reaksi Camelia. Ini menarik sekali,sengaja menggoda Camelia. Pada akhirnya aku atau dia,yang mulai jatuh cinta.


Li Yun,mulai menjelaskan tentang kediaman JJ sangat besar dan luas bagaikan istana kerjaan.


"Kamu harus masuk kedalam kamar paman JJ,di sana ada sebuah ruangan rahasia. Benda apapun di sana,kamu pegang dan tarik atau dorong. Pasti ruangan terbuka lebar karena itu, kuncinya. Kamu harus bisa masuk kedalam kamar paman JJ, buat dia luluh. Aku yakin sekali, berkas-berkas berharga ada di dalam sana. Kita bisa memanfaatkan untuk melumpuhkannya,kamu juga bebas dari jeratan pamanku". Li Yun, menjelaskan semuanya.


"Gimana kalau dia,malah mencurigai ku. Pasti pamanmu tau lah, kita berduaan di bawah pohon ini". Kata Camelia, tersenyum kecil. Darimana dia tau, ada sebuah ruangan rahasia di kamar JJ. Sedangkan dia, tidak boleh masuk. Kalau iya,dia masuk secara diam-diam. Lalu, kenapa tau ada ruangan di sana?.


"Jangan khawatir masalah itu, pamanku sangat mempercayai tentang kita. Kamu cantik Camelia, pantesan paman JJ memajang foto mu di kamarnya. Aku sempat melihat, karena tak sengaja". Li Yun, menyelipkan rambut Camelia ke telinganya.


"Apa! Mas sih, JJ Abrams segitunya cinta sama kamu. Jangan pegang-pegang, apapun yang kamu lakukan yah. Hatiku tak akan goyah,jangan menaruh harapan pada ku. Takutnya kamu nyungsep ke bawah,gak bisa bangkit lagi". Kata Camelia, mampu membuat Li Yun terdiam seketika.

__ADS_1


"Maaf,aku kagum kepadamu Camelia. Kamu memang berbeda dengan perempuan lain, ingin sekali aku memilikimu". Li Yun, menatap lekat ke arah Camelia yang sibuk melihat peta di tangannya.


"Urungkan niatnya Li Yun,aku tidak menyukai mu paham! Kita cuman sebatas rekan kerja,gak lebih. Oke,jadi jangan terbawa perasaan yah". Camelia, menepuk pundak Li Yun yang memasang wajah datar.


"Yakin, tidak terbawa perasaan hemm...? Lambat laun berjalan, cinta akan tumbuh nantinya. Bahkan kita seringkali bertemu, seperti sekarang ini. Camelia, berhati-hati dengan ucapan mu itu". Li Yun, mendelik ke arah Camelia yang tersenyum mengejek.


"Aku bukan perempuan lain, begitu mudah jatuh cinta. Li Yun,jangan besar kepala yah. Kita sebatas rekan kerja tidak lebih,kau harus ingat itu. Ayo,kita cari makan sekarang". Camelia, sudah beranjak berdiri.


"Kenapa buru-buru Camelia,kita bisa bersantai sebentar lagi. Kamu takut yah, terbawa suasana dan mengkhianati hubungan mu dan paman JJ. Tenang saja,aku bisa menyimpan rahasia loh". Li Yun, menyentuh kedua pundak Camelia dari belakang.


Lagi-lagi Camelia, langsung menepis dan tersenyum smrik. "Aku tau, cepat atau lambatnya. Kamu diam-diam memperlihatkan hubungan antara kita,itu adalah kesempatan untuk menyakiti hati pamanmu. Tapi sayang,aku bukan tipe perempuan pengkhianat dalam urusan cinta". Tegas Camelia, sambil menggelengkan jarinya tepat di depan Li Yun.


Li Yun, semakin merapatkan tubuhnya dan mengangkat dagu Camelia. Wajahnya semakin dekat, matanya tertuju pada bibir mungil Camelia. "Ini yang aku suka denganmu, Camelia. Perkataan mu itu,sama saja untuk menantang niatku".


Camelia, langsung memalingkan wajahnya. Ketika Li Yun, ingin mendaratkan bibir di bibirnya. "Jaga sikapmu Li Yun, bersikaplah sewajarnya saja".


Li Yun, membiarkan Camelia menjauhkan dirinya. "Camelia,aku semakin bersemangat untuk merebut mu di tangan paman JJ. Bukankah cinta harus di perjuangkan kan?".


"Hahahaha...Konyol sekali,ayo kita cari makan. Jangan ngomong aneh-aneh lagi,aku tidak suka dengan dramamu". Camelia, sudah menuju motor sport Li Yun.


Li Yun, menyukai sikap Camelia yang tenang menghadapi sikapnya itu. Coba saja kalau perempuan lain,beda cerita dan pastinya luluh dengan ucapannya itu.

__ADS_1


__ADS_2