
Ardan, tertawa terbahak-bahak melihat aksi keseruannya. Dimana anak buahnya Jubo,melawan JJ Abrams, Jhonny dan Li Yun.
Camelia, melihat mereka berkelahi dengan perasaan campur aduk. "Dasar bocil! Akan aku balas kau nanti". Gerutu Camelia, sudah membayangkan rencananya untuk membalas dendam.
"Aaaarrgghh....!". JJ Abrams, menahan kedua pundak Jubo sekuat tenaga. Cuman beda sedikit tubuhnya dengan tubuh Jubo yang besar. Sama-sama bertenaga kuat, terlihat jelas urat-urat dan otot keluar dan terpampang nyata
Buukkkk....
Jhonny, memukul Jubo dari belakang menggunakan sikunya. Jubo, hampir tersungkur di tanah dan bertumpu pada kedua lututnya.
"Aaaakkhh...!". JJ Abrams, merasakan sakit di bagian pergelangan tangannya.
Ini adalah kesempatan JJ Abrams, menendang dagu Jubo sampai terjungkal ke belakang dan mulutnya berdarah.
Bughhh....
Li Yun, mendapatkan kesempatan menampar wajah Jubo.
Bughhh...
Bughhh...
Mereka bertiga bersatu mengalahkan Jubo, sebelum mereka bertiga saling membunuh.
"Aaaaaa...! Teriak Camelia, tali disebelah kanan terlepas.
"Camelia!". Teriak istri-istrinya Ardan,bukan mereka saja yang panik melainkan mereka semua.
"Camelia!". Teriak JJ Abrams dan Jhonny,ini adalah kesempatan Jubo memukul mereka berdua menggunakan balok di tangannya.
Buughh
Bughhh
Li Yun, tersenyum sumringah karena dia memberikan kode kepada Jubo segera beraksi.
Camelia, melihat JJ Abrams dan Jhonny terkapar di tanah dan kepalanya mengeluarkan darah segar.
Krekkk...
"Aaaaaaaa....!". Teriak Camelia,lagi dan semakin membuat mereka cemas.
Papan tipis tempat dia berpijak mengeluarkan suara, berarti papannya sudah retak akan patah.
__ADS_1
"Bodoh! Ikat yang benar talinya, kerjakan perintah ku!". Teriak Ardan,dia juga panik melihat Camelia bertahan dengan satu lain.
Ketika anak buah Ardan, mendekati tebing. Tiba-tiba berhenti langsung, melihat tebing mulai retak dan tidak berani maju.
"Aaakkhh... Sssshhhttt... Camelia". JJ Abrams, bangkit merasakan kepalanya hampir pecah.
"Tolong!Tolong!". Teriak Camelia, ketakutan semakin menjadi-jadi tak berani melihat kebawah.
"Cepat! Ngapain kalian diam,ha?". Teriak Ardan, memarahi anak buahnya. "Jubo,stop!". Ardan, memerintahkan Jubo untuk tidak melakukan apapun kepada mereka.
"Bos,kami tidak bisa mendekati nona Camelia. Sepertinya tebing ini,akan runtuh". Kata mereka,mulai cemas melihat Camelia.
"Apa! Bagaimana bisa,menjauh dari tebing!". Teriak Ardan, mereka semua mulai menjauhi.
JJ Abrams, memerintahkan alat berat excavator menjauhi tebing juga. "Kalau terjadi apa-apa dengan Camelia,habis kau Ardan!". Teriak JJ Abrams, berpikir untuk menyelamatkan Camelia.
"Apa yang kamu lakukan,ha? Ingin membunuh Camelia, jangan egois kamu Li Yun". Beruntung Jhonny, menahan lengan Li Yun ingin mendekati tebing tersebut.
"Apakah ini akhir hayat aku, adakah kesempatan lagi untuk hidup". Gumam Camelia, hembusan angin semakin kencang. Tanah di tebing mulai retak dan runtuh jatuh ke bawah.
"Aku akan ke sana, ikat tali pada tubuhku ini". Perintah Ardan, bagaimana pun caranya akan menyelamatkan kekasih JJ Abrams.
Jangan di tanyakan lagi,anak buah mereka sama heboh nya dengan istri-istri Ardan. Berteriak keras memanggil Camelia, mencari cara untuk menyelamatkan nyawanya.
Camelia,berusaha melepaskan tali disebelah tangannya lagi. Mungkin bisa selamat,jika dirinya jatuh ke bawah. Berharap tidak ada bebatuan di bawah sana,dia bergidik ngeri melihat ombak lumayan besar menerkam tebing. "Aku akan melompat ke bawah". Teriak Camelia, meskipun dia tak percaya akan selamat.
Tibalah Ardan,mulai melangkah kakinya menuju Camelia. Dia sangat berhati-hati, jangan sampai tanahnya semakin retak.
Ardan, menghentikan langkah jantungnya berdegup kencang. Tanah di dekat kakinya mulai terpisah,menganga lebar dan tidak bisa loncat lagi.
Keadaan semakin tegang, Ardan tidak maju ke depan lagi. Alat berat excavator,tak mampu menjangkau lebih dekat tebing lagi. Tempat mereka menginjakkan kaki, sudah mulai retak karena banyak muatan. Mereka semua mengundurkan langkahnya, JJ Abrams masih berdiri di tempatnya.
"Bos, sepertinya tanah akan longsor kita harus bergegas mencari tempat yang aman". Teriak anak buah mereka,mulai menjauhkan diri.
Groakk...Gromm...Keekkk...Groomm...
Alat berat excavator, sudah mulai sedikit bergerak karena tanahnya longsor sedikit demi sedikit. Beruntung istri-istrinya Ardan, sudah di bebaskan dan di tempat aman.
Bruaakkkkkkk....
"Aaaakkhh....!" Teriak Camelia, memejamkan matanya dan jantungnya berdegup kencang. Susah payah meneguk air liurnya,bisa jadi ini adalah terakhir kalinya di berikan kesempatan hidup.
Alat besi menggantung Camelia,mulai turun dan papan tipis sudah patah. Semua orang-orang sekitar,panik melihat Camelia yang bergantung bebas cuman satu tali masih terikat pada tangannya.
__ADS_1
Air bening mengalir di kedua pipinya, merasakan tangannya sudah sakit dan keluar tangan.
Tanpa ba-bi-bu lagi, JJ Abrams berlari sekencang mungkin ke arah Camelia. Pinggiran tebing sudah runtuh, pemandangan begitu mengerikan.
"Camelia, bertahan lah!". Teriak JJ Abrams, berusaha untuk menyelamatkan Camelia. Dia meloncat lumayan jauh, beruntung tangannya memegang tali dan naik ke atas."Aku harus bisa". Kata JJ Abrams,tak membiarkan sang kekasih jatuh sendirian apa lagi terluka.
Jhonny, terduduk lemas menyaksikan secara langsung. Menyeka air matanya, salut dengan JJ Abrams yang berani.
Ardan, memeluk istri-istrinya tak kuasa melihat JJ Abrams menyelamatkan sang kekasih.
Akhirnya JJ Abrams, berlahan-lahan menaiki besi tersebut dan menarik Camelia segera naik ke atas. Tak mudah baginya, lagi-lagi tanah mulai condong ke bawah.
"Bertahanlah Camelia, sedikit lagi sampai". akhirnya JJ Abrams, menarik tangan Camelia ke atas. Tanpa ba-bi-bu lagi,dia langsung memeluk tubuh sesosok wanita yang di cintainya.
"JJ, bagaimana kita ke sana?". Tanya Camelia, tanah sudah membelah lebar. "Kita akan jatuh ke bawah,aku takut". Camelia, langsung berpegangan pada JJ Abrams.
JJ Abrams, merasakan tubuh Camelia bergetar hebat dalam pelukannya. "Tidak ada cara lain,kita harus melompat Camelia".
Glekkkk...
"Jangan takut,ada aku. lihatlah aku Camelia,dalam hitungan ketiga. Kita harus lompat,oke!". JJ Abrams, menangkup wajahnya Camelia.
Sepenuh hatinya mempercayai ucapan JJ Abrams,dia mengangguk pelan.
"Camelia, percayalah kepadaku. Jika kau takut, pejamkan matamu dan bayangkan kita di suatu tempat yang indah". JJ Abrams, menatap lekat manik-manik mata Camelia.
Camelia,berlahan memejamkan matanya dan memeluk erat tubuh JJ Abrams. "Satu...Dua...Tiga...!".
JJ Abrams, langsung membawa tubuh Camelia lompat dari jurang yang curam ke bawah.
"Aaaaaaaaaaaaa....!". Teriak Camelia, sekencang mungkin dan JJ Abrams memeluk erat tubuhnya.
Byuurrrrr....
Mereka berdua jatuh ke bawah, bersamaan dengan longsornya tebing jurang tersebut.
Ardan, memejamkan matanya dan tak sanggup apa yang terjadi. Istri-istrinya menangis kesegukan, bagaimana dengan mereka berdua.
Li Yun, tersenyum sumringah karena menang dan pamannya berharap mati saja. Sebuah drone camera,yang di mainkan Olivia dari kejauhan mampu mengambil berkas-berkas berharga milik JJ Abrams.
Jhonny, terlihat murung memikirkan keadaan Camelia selamat atau tidak. Padahal dia memang menginginkan Camelia,mati saja. Entah kenapa, melihat adegan dramatis tadi menyentuh hatinya. Teringat masa-masa indah bersama Camelia, mengikat janji untuk bersama. Demi kehausan kekuasaan, mengingkari semuanya.
Jangankan anak buah JJ Abrams yang bersedih,anak buah Ardan ikut bersedih dan menangis juga. Melebihi bos mereka,satu harapan mereka semoga baik-baik saja.
__ADS_1
"Kalian cepat,cari Tuan JJ Abrams dan nona Camelia! Apa yang kalian pikirkan, bodoh!". Perintah Ardan, sontak membuat anak buah JJ Abrams dan anai buahnya bergegas melaksanakan tugas tersebut.
"Kau wanita kuat Camelia, tidak mungkin mati cuman jatuh dari tebing jurang ini". Gumam Ardan, menghela nafas beratnya.