
Camelia, sengaja melempar satu jarum kecil untuk melumpuhkan lawannya tanpa racun. Kita lihat, bagaimana caranya aku mempermalukan Downy rentengan itu.Batin Camelia,yang geram sudah.
Tepat di kaki Down, yang kena dan merasakan sakit di bagian kakinya. "Aau...Sakit sekali, kenapa ini?". Pekik Down,oleng melewati jembatan papan dan jatuh ke lautan.
"Aaaaaaaaaaaa....!". Teriak Down,entah kesialan darimana mendapatkan kejutan yang fantastis.
"Mr, Down!". Pekik mereka bersamaan, melihat apa yang terjadi.
Byurrrrrr.....
"Hahahaha.... Hahahhaaha.... Hahahha...!". Suasana malam di tengah lautan, hening seketika dan cuman terdengar suara gelak tawa Camelia.
JJ Abrams dan lainnya, menengok ke bawah melihat kondisi Down yang basah kuyup berenang menuju kapal pesiarnya itu.
"Huuf...Hufff... Tolong aku,dingin!". Teriak Down, calingukan melihat sekeliling dimana kapal pesiar miliknya.
"Hahahaha...Mr.Downy apa yang kau lakukan? Malam-malam mandi tengah laut, apakah ingin melakukan penangkal kesialan?". Ledek Camelia, berhasil mempermalukan Down. Rasakan Downy rentengan sudah mengganggu kebahagiaan ku,lalu menebak kapal pesiar yang kamu tumpangi.
"Mr.Down kejutan yang ini sungguh menakjubkan sekali.Aku harap kamu tidak kena flu, malam-malam begini berenang di laut lepas". JJ Abrams, ikutan meledak juga. Luar biasa,kenapa bisa terjadi? Apa jangan-jangan ulahnya Camelia,mana mungkin bisa.
"Sialan! Aku akan membalas semua ini,aku tidak terima!". Teriak Down, dari bawah sana dan merasakan kedinginan air laut
Pasang suami-istri tengah tertawa lepas, bersama anak buahnya. Tidak memperdulikan keadaannya Down,yang gemeteran sudah.
Sedangkan anak buahnya Down, panik melihat bos besar sampai kecebur di tengah lautan lepas. Bergegas mengambil jubah tebal,serta handuk dan ganti pakaian.
Down, menggerutu dirinya sendiri bisa-bisanya mempermalukan dirinya di hadapan JJ Abrams dan Camelia. Raut wajahnya terlihat masam, kesal, perasaannya bercampur aduk.
Kapal pesiar Down, berlayar mulai menjauhi kapal pesiar JJ Abrams. Hari ini,gagal mengusik ketenangan mereka yang tengah bermadu kasih.
"Astaga, Mr.Down memang ada saja lucunya. Masa iya,mau nyebrang sampai jatuh ke lautan. Ckckck... Itulah karma yang sudah mengusik ketenangan kita, suamiku". Camelia, mengecup bibir suaminya.
"Benar sekali,dia ingin mengganggu kesenangan kita malam ini. Tetapi,gagal karena kebodohannya. Ayo, kita mulai permainan sayang". Bisik JJ Abrams,mulai melepas dress istrinya dan melempar sembarangan arah.
__ADS_1
Mencium seluruh lekuk tubuh istrinya, Camelia langsung mengubah posisi dan mendorong tubuh suaminya ke atas ranjang. Berlahan-lahan membuka resleting celananya JJ Abrams, lalu melorotkan celana sampai ke bawah.
Hawa semakin panas, meskipun angin berhembus kencang di tengah lautan.
Malam begitu indah, menumpahkan pada diri sendiri yang haus belaian satu sama lainnya. Mereka berdua sudah tidak mengenakkan sehelai benang pun, tidak ada yang di tutupi lagi.
Suara lenguhan panjang menggema di kamar tersebut, keringat membasahi tubuh mereka berdua. Ingin melanjutkan permainan semakin dalam, sampai mendapatkan keinginan masing-masing.
"Aau... Shhhhht...Sakit sekali". Lirih Camelia, merasakan sesuatu yang perih di bagian bawah sana.
JJ Abrams, mengontrol dirinya yang tersengal-sengal. "Maaf, sebaiknya kita tidak melanjutkan sayang. Mungkin dengan cara lain,gak papa. Kamu sepertinya sangat sakit, dibandingkan pecah perawan".
Namun, Camelia lagi-lagi menggoda suaminya dengan jari lentik dan lenguhan kecil.
JJ Abrams, terhipnotis dengan istrinya dan berusaha beberapa kali. Akhirnya berhasil masuk kesulitan,ada rasa lega dan tenang.
Camelia, mengigit bibir bawahnya merasakan teramat perih dan mencekram lengan Suaminya. Rasa sakit,perih, seketika hilang dan keluar suara laknat dari mulutnya.
*************************
Cahaya matahari mulai meninggi masuk kedalam melalui celah-celah tirai, Camelia terbangun karena silau.
"Uughhh... Badanku terasa remuk sekali". Lirihnya pelan, berlahan-lahan membuka matanya dan meraba ke samping tidur. "Kemana JJ,dia tidak ada di samping ku?".
Camelia,mulai turun dari ranjang. Persendian kakinya masih lemah tak berdaya,mencoba berjalan menuju kamar mandi.
JJ Abrams,membuka pintu kamar dan membawa stroller makanan.Tidak membiarkan pelayan masuk, karena istrinya masih tak mengenakan pakaian.
"Camelia, sudah bangun rupanya". Gumam JJ Abrams, mendekati pintu kamar mandi. "Sayang, kamu di dalam? Bisa tidak, kalau tidak bisa nanti aku bantu". Teriak dari luar.
"Aku bisa kok, sebentar mau selesai". Jawab Camelia, terdengar suara gemericik air shower.
JJ Abrams, menunggu sang istri selesai mandi dan mengajak sarapan sebelum pulang. Sebagai seorang ayah, tidur tak karuan kepikiran sang buah hati yang di tinggalkan.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, Camelia sudah segar berbalut handuk yang melilit tubuhnya. "Hmmmm....Kapan pulang? Aku sudah memikirkan anak-anak".
"Selesaikan dulu makan kita,baru pulang sayang". Jawab JJ Abrams, langsung di angguki Camelia.
"Hmmmm...Kau begitu tega terhadap ku malam tadi,masih terasa sakit dan perih. Pulang nanti saja,aku istirahat". Dengan malas Camelia, memungut pakaiannya yang jatuh di lantai.
JJ Abrams, terkejut melihat aksi istrinya melempar baju ganti kepadanya. "Sayang,kenapa melempar pakaian ke arah ku?".
"Aku lagi malas sayang,masih ngantuk lagi. Pakaikan bajuku yah,plis...!". Rengeknya Camelia, mengedipkan matanya.
JJ Abrams,menghela nafas beratnya takut kebablasan. "Baiklah,duduk di samping ku sayang".
Camelia, tersenyum sumringah dan duduk di samping suaminya. Dengan telaten JJ Abrams, mengenakan pakaian dalam istrinya membuang muka ke arah lain. Baru mengenakan pakaian yang lainnya,ini adalah ujian berat pagi pria normal seperti dirinya itu.
"Hmmmm...Aku sudah lapar sejak tadi, tenagaku terkuras habis olehmu sayang". Camelia, mencomot satu kue di depannya. Membiarkan suaminya mengerikan rambutnya yang panjang,lalu mengikat rapi takut terganggu makan.
JJ Abrams, tersenyum sumringah melihat istrinya sangat lahap makan. "Pelan-pelan sayangku, tidak ada yang mengambil makanannya. Kaya seminggu gak makan aja, buru-buru amat". Mencubit pipi istrinya yang gembul berisi makanan.
"Sumpah! Aku benar-benar lapar sekali sayang,mana enak lagi makannya". Kekehnya Camelia, tersenyum manis.
Sesekali JJ Abrams,melap bibir istrinya yang celemotan makanan. "Camelia, terimakasih".
Camelia, mengerut keningnya mendengar ucapan sang suami. "Terimakasih, untuk apa sayang?".
"Malam tadi, sudah memberikan nafkah batin untuk ku. Meskipun menahan rasa sakit,takut,dan cemas kalau kenapa-kenapa sayang". JJ Abrams, mengelus lembut pipi istrinya.
"Sama-sama, bukankah kewajiban sebagai istri memberikan nafkah batin untuk suaminya.Suamiku, tidak perlu berterima kasih segala karena aku juga membutuhkan kehangatan mu dan belaianmu". Kedip mata Camelia, menyimpan rasa malu di depan suaminya.
"Kapan-kapan kita seperti ini lagi,yah? Camelia, terimakasih sudah menjadi istriku dan banyak bersabar menghadapi sikap ku ini". JJ Abrams, menggenggam jemari tangan istrinya dengan lembut.
"JJ, terimakasih atas semuanya juga. Aku beruntung memiliki suami seperti mu,aku harap kamu seperti ini selamanya". pinta Camelia, matanya mulai berkaca-kaca sekuat tenaga menahan air matanya.
Aku harap kamu adalah suamiku yang terakhir kalinya,maaf aku masih menyimpan beberapa rahasia. Aku harap kamu bisa memaafkan istri mu ini,yang nakal sekali.Batin Camelia, senyum-senyum manis memandang wajah suaminya.
__ADS_1