SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Menghilang


__ADS_3

Bruaakkkkkkk....


JJ Abrams, menendang meja cukup keras untuk meluapkan amarahnya.


Orang-orang yang menyaksikan langsung terkejut, bahkan ketakutan tak berani berkata apapun lagi.


"Tuan JJ Abrams, ampunilah anakku putri Eloisa. Aku minta maaf sebesar-besarnya kepada mu,jangan lupa hubungan antara kita. Tuan JJ Abrams, kemungkinan anakku cemburu buta dan mencoba menyalahkan istri anda". Pak Xyil, memohon agar anaknya di berikan ampun.


Jecky, mengenakan sarung tangan bos besarnya. Itupun atas perintah JJ Abrams, untuk melakukan balas dendam sudah menyakiti hati sang istri.


Putri Eloisa, terdiam membisu dan tubuhnya gemeteran sudah. Berlahan-lahan mendongakkan kepalanya, menatap ke arah JJ Abrams yang mendekatinya. "Tuan JJ Abrams,aku tidak berbohong kepada mu. Istri mu memang bersalah, merusak wajahku ini. Pasti istrimu juga, melakukan benjolan di leher ku".


"Jika benar istri ku bersalah,dia tidak main-main dengan musuhnya kecuali musuhnya yang lebih dulu melakukan kesalahan kepadanya. Istriku memang biasa saja,akan tetapi mematikan terhadap musuhnya. Bahkan aku tidak berani macam-macam terhadap nona Camelia, meskipun dirinya milikku seutuhnya. Kau sudah lancang terhadapku putri Eloisa,aku tau siapa pelaku sebenarnya yang mengirim seseorang untuk membunuh istriku. Aku memang tenang,bukan berarti tidak tau apa-apa. Kau semena-mena terhadap istriku, sedangkan aku tidak tau soal dirinya". Ucap JJ Abrams,sontak membuat semua orang terkejut mendengarnya.


Plakkk....


JJ Abrams, melayangkan tamparan keras di wajahnya putri Eloisa. "Aku memang jarang menampar wajah seorang wanita,apa lagi seorang putri. Akan tetapi,aku tidak bisa tenang karena kau sudah menyakiti hati istriku".


Putri Eloisa, tersungkur di lantai dan sudut bibirnya mengeluarkan darah. Bahkan langsung tak sadarkan diri, begitu JJ Abrams diam-diam terkenal dengan kekejaman terhadap wanita. Tak segan-segan menampar wajah seorang wanita, apa lagi sudah lancang terhadapnya.


JJ Abrams, melempar sarung tangan ke sembarangan arah.Lalu, meninggalkan kediaman Trevino.


Pak Xyil,cuman terdiam di tempatnya tanpa sepatah katapun. Begitu juga dengan Trevino, tidak berani macam-macam takut terkena imbasnya.


"Bawa putri Eloisa,jangan ada yang tau apa yang terjadi". Perintah pak Xyil, sekarang nama baik keluarga besarnya buruk di mata masyarakat.


Kemungkinan besar, putri Eloisa akan di kurung sesuai peraturan keturunan kerjaan Zylan.

__ADS_1


*****************


Maira dan Laure, terkejut melihat kedatangan tamu spesial. Siapa lagi,kalau bukan Camelia untuk menjenguk dua kakak-beradik tengah mendapatkan masalah.


"Waw... Sungguh murah hati,nona Camelia menjenguk keadaan kami". Ucap Maira, tersenyum smrik dan wajahnya bentol-bentol tak karuan.


"Nona Camelia,kami mendengar berita jika putri Eloisa mengatakan kau merusak wajahnya. Tetapi, banyak yang tidak percaya karena bukti tidak ada. Di sisi lainnya,kami berdua percaya dengan putri Eloisa". Kata Laure, wajahnya sama dengan Maira juga.


"Oh... Bahkan aku memiliki bukti loh, dimana kalian berdua menaburi serbuk gatal di gaun pesta ku. Bagaimana, jika aku menyebarkan video itu?". Camelia, tersenyum sumringah mampu membuat raut wajah mereka berubah seketika.


"Hahahaha.... Hahahhaa... Astaga! Wajah kalian benar-benar rusak, itulah akibatnya mengusik ketenangan ku. Aku tidak melakukan apapun,jika seseorang tidak mengganggu ku. Kau tau, putri Eloisa akan di kurung di istana dan reputasinya sebagai putri hancur. Jelaslah sekali,dia akan di asingkan oleh keluarga Kerajaan. Ngomong-ngomong,apa kalian mau senasib dengannya?". Camelia, begitu santai duduk di sofa yang empuk.


Maira dan Laure,saling pandang satu sama lain. Mereka langsung ketakutan mendengarnya,jangan sampai Camelia menyebarkan video tersebut.


"Huuu... Sudahlah,aku permisi dulu. Satu lagi, nikmatilah gatal-gatal pada wajah kalian. Itulah akibatnya mengusik ketenangan ku, jangan lakukan kecerobohan apapun lagi. Kalau tidak mau menjadi penyesalan, seperti putri Eloisa dan kalian tidak mau senasib kan?". Kata Camelia, melambaikan tangannya dan pergi dari kamar tersebut.


"Sepertinya kita tidak bisa berbuat apa-apa,aku tidak mau senasib dengan putri Eloisa". Kata Maira, memijit pelipisnya.


"Berarti kita kalah dengan nona Camelia,huu... Kita belum apa-apa, sudah kalah duluan dan dia bukan tandingan kita. Nona Camelia, sungguh mengerikan sekali kalau marah. Wajahnya berubah drastis, begitu menyeramkan dan masih bersikap santai". Laure, sempat bergidik ngeri melihat seringai tajam Camelia.


"Kita fokus dengan kesembuhan wajah ini,aku benar-benar sakit hati melihat wajah ku tak secantik dulu. Aarrrghh... Kita sudah kalah dengan nona Camelia,mana mendapatkan wajah bentol-bentol tak karuan ini". Gerutu Maira, berdecak kesal dan masih merasa gatal di wajahnya.


Sedangkan Camelia, berjalan di sekitaran mansion Trevino. Tak sengaja bertemu dengan pemiliknya langsung,ini sebuah keberuntungan sekali bagi Trevino.


"Nona Camelia, sungguh manis tapi begitu licik. Kau wanita pertama yang aku temui, ingin ikut dengan ku?". Kedip mata Trevino, diam-diam mampu menaklukkan hati wanita manapun.


Camelia, memiringkan kepalanya dan menatap intens ke arah Trevino. "Ngomong-ngomong mau ajak kemana,hemm?".

__ADS_1


"Nona,aku ingin bertemu dengan seseorang yang penting. Ini adalah salah satu musuh Tuan JJ Abrams, mereka berdua saling bermusuhan". Trevino, menyunggingkan senyumnya.


"Hehehehe.... Rupanya Tuan Trevino, tidak takut membawa istri orang lain. Bahkan berani sekali, terang-terangan mengajak ke suatu tempat. Tuan Trevino,aku tidak tertarik sama sekali dan masih banyak yang aku urus. Terimakasih,atas tawarannya". Kedip mata Camelia, melenggang pergi begitu saja.


"Nona Camelia, setidaknya kamu membutuhkan pengawal untuk menjagamu. Jangan sampai ada seseorang mendapatkan kesempatan,lalu membawamu pergi. Tidak mau kan, Tuan JJ Abrams kalang kabut menyelamatkan diri mu?". Kata Trevino, tiba-tiba mengikuti langkah kaki Camelia.


Camelia, terus berjalan dan menghilang di persimpangan jalan.


Trevino dan anak buahnya, calingukan mencari keberadaan Camelia dalam sekejap mata menghilang.


"Ee.. Kemana dia? Mana mungkin menghilang dalam waktu beberapa detik, bukankah dia belok ke sini?". Kata Trevino, mengusap wajahnya dengan kasar.


Matanya tertuju pada ruangan tertutup, memerintahkan anak buahnya untuk memeriksa ke dalam.


"Kami sudah menggeledah ruangannya bos,tapi tidak ada siapapun di dalam".


"Menarik sekali, begitu cepat menghilangkannya". Gumam Trevino, mengelus dagunya dengan pelan.


*************************


Putri Eloisa, meringsut di lantai mendapatkan hukuman setimpal. Bahkan dirinya akan kehilangan gelaran seorang putri. Masih dalam proses antara kerjaan, bagaimana keputusan yang diambil.


"Ckckck... Meratapi nasib di jeruji besi bawah tanah,akan kehilangan gelaran seorang putri Eloisa. Menjadi Eloisa, namanya buruk dimata orang lain". Ucap Camelia, dengan nada bernyanyi-nyanyi.


Putri Eloisa, bangkit dari tempat dan mendekati jeruji besi. Benar sekali, Camelia membuka jubah hitamnya dan terlihat senyum merekah. "Kau menang nona Camelia,atas kelicikan mu menjatuhkan diri ku".


"Cup...Cup...Siapa suruh mengusik kehidupan ku, itulah akibatnya sayangku. Nikmatilah proses kesengsaraan mu ini, jangan harap bisa melakukan balas dendam lagi. Kali ini,aku masih memaafkan dirimu. Akan tetapi,jika terulang kembali dan siap-siap kehilangan nyawamu. Selamat tinggal, Eloisa". Camelia, mengundurkan langkahnya dan menghilang di balik kegelapan.

__ADS_1


"Aaaaaaaaaaaaaa.....!" Putri Eloisa, berteriak-teriak histeris dan meronta-ronta di jeruji besi.


__ADS_2