
"Aaah....Auuk.. Ssshhhhttt... Sakiiitttt...!". Camelia, meringis kesakitan jatuh di lantai dan menyunggingkan senyumnya ke arah Helen. Lihatlah apa yang aku lakukan, kebetulan ada wartawan tengah meliput aksi kalian.
Helen dan Trisna, terkejut melihat aktingnya begitu nekad. Helen,cuman mendorong pelan tapi sampai jatuh ke lantai. Namun, Camelia sengaja menjatuhkan dirinya agar menjadi pusat perhatian orang-orang sekitar.
"Aaah.... Kakiku Sakiiitttt.... Ssshhhhttt...!". Camelia, berakting sebaik mungkin.
"Camelia,kamu benar-benar licik! Aku tidak mendorong mu sampai jatuh,bangun kamu! Jangan mempermalukan diri ku,bangun!". Bentak Helen, mengepalkan kedua tangannya.
"Ssshhhhttt....Kakiku sakit sekali,hiks....Hiks...!".
"Gila! Malah nangis segala,jangan macam-macam kamu yah!". Bentak Trisna, calingukan melihat sekeliling sudah khawatir dengan wartawan.
Plak!
Plak!
Morgan, langsung menampar wajah Helen dan Trisna tanpa ba-bi-bu lagi.
"Morgan!". Pekik Helen dan Trisna, terkejut dengan sikapnya langsung menampar wajah mereka berdua.
"Apa yang kalian lakukan,ha?" Teriak Morgan, dengan sorotan mata tajam. Tak berselang lama, JJ Abrams datang mendekati kekasihnya.
"Auuuk.... JJ, kakiku sangat sakit sekali. Helen, mendorong tubuh ku dan jatuh". Rengeknya Camelia, meringis kesakitan di bagian kakinya. Astaga! Kenapa mereka datang secepat ini, aktingku belum selesai dong. Aaaarrgghh... Mengganggu saja, pasti mereka berpikir sok berani karena ada JJ Abrams.
"Tuan JJ Abrams,aku memang mendorong tubuhnya tapi tidak jatuh ke lantai. Dia sengaja menjatuhkan dirinya sendiri,agar aku di salahkan mu". Helen, segera membantah perkataan Camelia.
"Tidak!Dia berbohong kepada ku sayang, aku jatuh di dorongnya". Camelia, menggeleng pelan. Terpaksa dengan rencana seadanya, tidak sampai ke puncaknya.
__ADS_1
"Tuan, percayalah dengan ucapan Helen. Memang benar, Helen mendorong tubuhnya tapi tidak jatuh". Trisna,membela Helen langsung.
"Trisno,membentak ku tadi sayang. Katanya aku wanita licik, memanfaatkan kebaikan mu. Aku seperti tidak pantas bersama mu, mereka berpikir aku berhubungan karena mendapatkan keuntungan besar. Hiks....Hiks...Hiks...Aku tidak pernah berpikiran seperti itu, sangat tulus mencintai mu". Lagi-lagi Camelia, bersandiwara untuk menyalahkan Trisna.
"Namaku Trisna,bukan Trisno! Kau benar-benar wanita licik seperti ular,kau mengada-ada segala Camelia!". Teriak Trisna, terkejut mendengar fitnah yang di katakannya.
"Tidak! Dia berbohong kepada kalian,kami tidak berkata seperti itu". Bantah Helen, sudah ketakutan setengah mati.
"Sayang, kau dengar sendiri bukan? Dia berani membentak ku,apa lagi tidak ada kamu dan mereka menyakiti perasaan ku. Hiks...Hiks...!". Camelia, membenamkan wajahnya di dada bidang JJ Abrams. "Mereka mencoba mengelak perkataan ku, karena aku tidak ada bukti apapun".
"Tuan, jangan percaya dengan ucapannya karena apa yang dikatakannya tidak benar. Kami tidak mengatakan apapun, percayalah. Bahkan Morgan, menyaksikan langsung kan?". Helen, menoleh ke arah Morgan meminta pembelaan.
"Tidak. Aku cuman melihat nona Camelia,jatuh ke lantai dan meringis kesakitan". Jawab Morgan, lebih baik mencari aman saja. Meskipun nona Camelia berbohong kepada mereka berdua,aku tetap mendukungnya dari pada membela kalian. Batinnya, tersenyum smrik.
"Morgan,kamu!". Helen, menunjukkan jarinya ke arah Morgan karena geram tidak mengatakan sebenarnya.
JJ Abrams, menatap tajam ke arah ke arah Helen dan Trisna. Akan tetapi, Camelia menahan lengan kekasihnya dan tersenyum manis.
JJ Abrams,menghela nafas panjang dan mengangguk pelan. "Kali ini, kalian saya akan memaafkannya tetapi lain kali tidak". Tegasnya, langsung menggendong Camelia.
"Terimakasih,Tuan JJ Abrams". Ucap Helen dan Trisna, menundukkan kepalanya.
"Lain kali,jangan menyinggung perasaan nona Camelia kalau tidak mendapatkan hukuman setimpal. Kalian tau sendiri, berhadapan dengan siapa? Mengerti". Morgan, memberikan peringatan kepada mereka berdua.
Dari kejauhan Camelia, menjulurkan lidahnya ke arah Helen dan Trisna.
Helen dan Trisna, menghentak-hentakkan kakinya karena kesal. Tak pernah menyangka jika Camelia, benar-benar hebat membuat skenarionya.
__ADS_1
"Apa-apaan ini?". Helen dan Trisna, gelabakan karena wartawan langsung mengerumuni mereka berdua.
***************
Camelia, senyum-senyum sendiri mengingat aktingnya barhasil menjebak Helen dan Trisna.
"Camelia, aku tahu kau berpura-pura jatuh ke lantai demi menjebak mereka dan di nilai buruk oleh orang luar. Satu saranku untukmu, mereka memang tidak bisa berkutik apapun karena ada aku di sisi mu. Aku minta kepadamu,jangan melakukan apapun yang tidak masuk akal demi kebaikan mu". JJ Abrams, tersenyum manis dan mengelus lembut rambut Camelia.
Camelia, menoleh ke arah JJ Abrams dengan tatapan tajam. "Oh, jadi aku melakukan apapun yang aku mau karena kau ada di sisiku begitu. Ck,kau kira aku memanfaatkan dirimu untuk melawan mereka. Asalkan kau tau JJ,aku tidak butuh namamu untuk melindungi ku. Aku memberikan pelajaran kepada orang-orang yang sudah berani menyinggung ku, semua itu hakku. Makanya aku meminta hubungan kita di sembunyikan,agar kau tidak salah menilai ku". Tegas Camelia, menepis kasar tangan kekasihnya.
"Tanpa kamu di sisi ku, apapun bisa aku lakukan sendiri. Berhenti! Aku ingin turun, berhenti!". Teriak Camelia,kepada sang sopir tengah menyetir. "Aku harap kau dan lainnya tidak menolong ku tadi,karena belum berhasil mengerjai mereka yang licik itu".
"Camelia,aku tidak bermaksud membuatmu salah paham sayang. Aku tidak mau kau kenapa-kenapa di kemudian hari,di saat aku tidak ada. Hey,jangan seperti ini dan kita selesaikan secara baik-baik". JJ Abrams,mencekal lengan Camelia dan memeluknya dari belakang.
Mereka bertengkar di pinggir jalan, Camelia meronta melepaskan pelukan kekasihnya itu.
"Kau sudah menyinggung perasaan ku, JJ. Aku mana pernah memanfaatkan namamu, untuk melakukan apapun. Aku bisa melakukan sendiri,tanpa kau. Lepaskan! Jangan sampai membuat ku semakin marah,ingat itu!". Ancam Camelia, merasakan pelukannya melonggar. Segera memanggil taksi,masuk kedalam mobil dan meninggalkan JJ Abrams di pinggir jalan.
JJ Abrams,menghela nafas panjang masih menatap kepergian sang kekasihnya. "Astaga, bagaimana aku membujuk dirinya". Gumamnya pelan memijit pelipis.
"Tuan". Jecky, memanggil bosnya yang sudah membukakan pintu mobil.
JJ Abrams, mengangguk pelan dan masuk kedalam mobil.
"Tuan, apakah menyusul nona Camelia?". Tanya Jecky, dengan perasaan takut.
"Tidak perlu, biarkanlah kami sama-sama menenangkan pikiran dan perasaan kami". Jawab JJ Abrams, memejamkan matanya.
__ADS_1
Jecky, mengangguk pelan meskipun tidak setuju dengan keputusan sang bos."Tuan, urusan wanita memang sulit,jika kita tidak membujuknya akan menjadi masalah besar. Lebih baik Tuan,temui nona dan selesaikan secara langsung jangan di tunda". Jecky, mencoba memberikan saran kepada sang bos.
"Maaf, aku cuman memberikan saran saja". Kekehnya Jecky, masih tidak ada tanggapan apapun dari JJ Abrams.