
Camelia, mengerjapkan bola mata dan menoleh ke samping. Terlihat jelas wajah tampan Jhonny, dihadapannya.
Mereka berdua sudah dua hari,berada di hotel dan menghabiskan waktu bersama.
"Terimakasih, Jhonny". Camelia, mencium kening Jhonny yang masih memejamkan matanya.Dia menurunkan kakinya dari ranjang,berjalan ke kamar mandi.
Gemercik air shower, terdengar oleh Jhonny yang membangunkan tidurnya.
Beberapa menit kemudian, Camelia keluar dari kamar mandi dan sudah berpakaian rapi.
Ada senyuman manis di sudut bibir, Jhonny. Begitu Camelia, membalas senyumannya.
"Besok aku sudah turun sekolah,paman. Hari ini kita pulang ke mansion,yah". Kata Camelia,duduk di tepi ranjang.
"Hmmmm... Terserah kamu,sayang. Aku ikuti apa katamu". Jawab Jhonny,duduk dan memeluk erat dari belakang."kalau kita berduaan,jangan sebut kata paman. Karena kamu bukan, Camelia". Bisik Jhonny, di telinga Camelia.
"Gak papa,paman. Nanti,takut kecoplosan loh. Yang penting cari aman dulu,ingat jangan beritahu siapapun tentang aku sebenernya. Janji yah". Camelia, mengacungkan jari kelingkingnya.
Jhonny, tersenyum dan melingkari jari kelingkingnya. "Janji,sayang".
Cup...
Jhonny, memberikan kecupan hangat di pipinya. "Aahh...Aku mandi dulu, setelah ini kita sarapan sama-sama".
Camelia, mengangguk pelan dan menatap kepergian Jhonny yang bertelanjang dada saja.
"Huuff.... Sampai kapan seperti ini,". Gumam Camelia, merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
Dia kebingungan dengan jalan hidupnya sekarang, terjerat dalam dekapan Jhonny. Meskipun Jhonny, membebaskan apa yang di inginkan.
"Aku harus memikirkan sesuatu, setidaknya ada jarak antara aku dan Jhonny". Gumamnya pelan, mendengar suara desa-han di dalam kamar mandi sama. "Menyebalkan sekali,dia melakukan itu. Bahkan suara desa-han nya, begitu keras". Gerutu Camelia, menutup kedua telinganya menggunakan bantal.
__ADS_1
Selama mereka berdua,dalam satu kamar. Sekedar berpelukan dan ciuman saja, tidak lebih dari itu.
Jhonny, sekuat tenaga menahan hasratnya jangan sampai kebablasan sekarang. Jika tidak menahan diri, pasti ke kamar mandi untuk menuntaskan hasratnya.
Beberapa kali Camelia, mendengar suara desa-han Jhonny sangat menggoda baginya.
Camelia, menjalani kehidupan seperti biasa. Seakan-akan tidak ada terjadi apapun, tidak memikirkan kematian Doni dan Rendy.
************
Camelia, menghirup udara segar di bawah pohon.
Jhonny,membawa Camelia ke suatu tempat untuk sarapan pagi mereka. Pemandangan sangat menyejukkan,di pinggir danau.
"Aku sengaja membawamu ke sini,ada sesuatu yang aku bicarakan tentang hubungan kita". Kata Jhonny, memandang wajah cantik keponakannya yang jiwanya adalah Katrina.
Camelia, mengerutkan keningnya. "Ceritakan semuanya paman,aku siap untuk melakukan apapun. Demi kebaikan bersama,jika itu tujuannya".
"Hmmmm... Aku tau, apa yang harus dilakukan. Aku tidak mau,ada orang lain mengetahui siapa aku sebenarnya. Cukup aku dan kamu,yang tau. Atau,anak buahnya saja". Kekeh Camelia, mencicipi makanan di hadapannya.
"Aku ingin membuat perjanjian dengan mu, bagaimana Katrina?". Bisik Jhonny,di telinganya.
Degggg...
Jantungnya berdegup kencang,merasa hembusan nafas Jhonny terasa di telinganya."Sebuah perjanjian,aku tidak paham sama sekali. Jelaskan semuanya,paman".
"Usiamu sangat muda, sekolah SMP lagi. Meskipun aku tau,kau adalah Katrina yang sudah dewasa. Aku ingin menjaga jarak antara kita,aku takut pada diriku sendiri yang tidak bisa manahan diri. Setidaknya menunggu kamu,lulus sekolah atau kuliah. Aku ingin tinggal di luar negeri, menjauhkan diri ku darimu selama 4 tahun. Aku tidak bisa menahan diri, terlalu lama katrina. Apa kamu paham,aku membebaskan diri mu. Kita bisa bertemu, ketika aku datang untuk menemui. Meskipun itu, sangat jarang sekali. Selaman 4 tahun berjalan , terserah kamu melakukan apapun. Jalan-jalan kemana, dengan siapa atau pria lain. Aku tidak masalah,agar kamu tidak bosan menunggu selama 4 tahun. Jika kamu, melupakan cinta kita. Aku siap, beritahu kepadaku dan membiarkan kamu memiliki orang yang kamu cintai". Jhonny, menggenggam erat tangan Camelia.
Camelia, memandang lekat wajah Jhonny. "Kamu yakin, Jhonny? Aku takut sekali,jika kamu berubah dan tidak mencintai ku. Apa lagi, kamu jauh dari pandanganku. Kau benar, usiaku sangat muda. Begitu juga kamu, sebagai pria normal aku paham sekali". Camelia, menahan diri agar air matanya jangan jatuh.
"Maaf,hari ini aku pamit pergi. Jika kita berjodoh, pasti akan bersatu. Kapan-kapan,aku akan menemanimu dan menumpahkan rasa rindu ini. Jangan pernah berubah,aku harap perasaanmu tetap sama dengan ku". Jhonny, mengecup kening Camelia.
__ADS_1
Ada senyuman kecil di sudut bibirnya, Camelia. Rasa sesak di dadanya, perasaan itu bisa saja berubah kapanpun. Untuk saat ini,dia tidak mempercayai ucapan Jhonny. Karena dia tau, dengan sikap Jhonny yang berubah-ubah sesuai keinginannya.
Selesai sarapan pagi, mereka kembali ke hotel. Semenjak Jhonny, mengatakan bahwa dirinya pergi. Sejak itulah, moodnya sudah berubah dan berusaha tersenyum menyimpan rasa kesedihannya.
**************
Jam dinding menunjukkan pukul 5 sore, Camelia bangkit dari tidur dan menoleh ke arah samping.
Degggg...
Jhonny, sudah tidak ada di sampingnya. Dua jam lalu, Jhonny mengajaknya tidur bersama dan saling berpelukan. Kantuk beratnya, tiba-tiba datang dan terlelap tidur. Bahkan Camelia,tidak mengetahui kapan Jhonny pergi?.
Camelia, memeluk erat lututnya dan menangis kesegukan. Pelukan hangat dari Jhonny,masih terasa dalam tubuhnya. Aroma parfum di samping tidur,masih tercium.
"Kau meninggalkanku, Jhonny. Sanggupkah aku menahan rindu ini,atau perasaan mu berubah dan berpaling dari wanita lain". Kata Camelia, dalam isak tangisnya.
Turun dari ranjang, bersiap-siap untuk meninggalkan hotel. Meskipun Jhonny tidak ada, pasti anak buahnya berkeliaran dimana-mana.
"Kau tau Jhonny,detik ini juga. Aku tidak percaya sepenuhnya,jika kamu pergi keluar negeri. Tetapi, masih berkeliaran di kota ini. Aku tau,kau merasa tidak pantas bersanding dengan ku karena usia jauh berbeda. Aku tidak tau,apa yang kamu rencanakan? Apa benar,kamu menemui ku setelah 4 tahun lagi. Atau kau kembali sebelum 4 tahun, bersama wanita lain. Jika itu benar,kau pria pengecut dan sama saja tidak punya hati. Aaaargghhh....!". Katrina, kecewa dengan sikap Jhonny meninggalkan dengan alasan tak bisa menahan diri terlalu lama.
Camelia,menyeka air matanya dan keluar dari hotel. Di depan hotel,sang sopir sudah menunggu kedatangannya.
Ketika masuk kedalam mobil, seseorang memanggil namanya dan membalikkan badan.
"Ngapain kamu di hotel ini?". Tanya Yumna, mendekati Camelia tatapannya yang tajam.
"Ini adalah hotel keluarga Allen,aku tengah menghabiskan berlibur ke sini bersama dengan pamanku. Lantas,kau ngapain ke sini? Atau jangan-jangan, bertemu dengan seseorang. Jangan sampai ketahuan, seperti Gladis". Bisik Camelia, menyeringai tajam.
Yumna,jadi salah tingkah mendengar ucapannya. "Aku sama, berlibur dan jalan-jalan. Sudahlah,aku mau pergi".
Camelia, memandang kepergian Yumna yang tergesa-gesa pergi. Mungkin takut jika ketahuan sesuatu oleh,Camelia.
__ADS_1