SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Benda Setrum Listrik


__ADS_3

"Lepas!". Camelia, menepis tangan Jhonny yang mencekram dagunya."Keluarrrrr..!". Teriak Camelia, matanya melotot sempurna.


"Sebelum aku menghapus jejek JJ Abrams,di bibirmu itu. Aku tak akan keluar dari kamar ini,paham!". Bentak Jhonny, dengan lantangnya. Dengan sigap menangkap tubuh mungil Camelia,yang memberontak.


"Jhonny! Lepaskan aku,lepas!". Teriak Camelia, tubuhnya di himpit di atas ranjang. Mencoba menghindari kelakuan Jhonny,memasak untuk mencium bibirnya.


"Diam! Jangan sampai aku melakukan kekerasan, Camelia! Diam,kau paham!". Teriak Jhonny, sudah berusaha untuk mengalahkan Camelia.


"Lepas! Jangan sentuh aku, Jhonny. Aku jijik dengan mu,aku tidak mencintaimu lagi! Menjauhlah dariku!". Teriak Camelia, nafasnya ngos-ngosan sudah. Dia teringat dengan alat setrum listrik,yang di berikan oleh JJ tadi.


"Apa ini?". Tanya Camelia, memandang wajah JJ yang tersenyum.


"Alat setrum listrik, arahkan saja benda ini ke tubuh seseorang. Lalu,tekan di sini dan orang itu merasakan tubuhnya sakit tersetrum. Untuk mu sayang,jaga diri baik-baik ketika aku jauh". Kata JJ, mengecup pipi mulusnya Camelia.


Ada senyuman smrik di sudut bibirnya, Camelia. Dia langsung mengarahkan benda setrum tersebut,tepat di leher Jhonny.


Drrrrrttttttr....


"Aaaaaaaaa....!". Teriak Jhonny, sampai jatuh dari atas ranjang. Dia merasakan tubuhnya sakit tersetrum, bahkan tak kuat berdiri. "Camelia! Apa yang kamu lakukan, darimana kamu mendapatkan benda itu?".


"Aku sudah memperingatkan dirimu, Jhonny. Jangan mendekati ku,apa lagi menyentuh tubuhku! Tentu saja, kekasihku yang peka memberikan benda ini untuk ku. Aku tidak main-main dengan ucapan ku,keluar dari kamarku! Keluarrrrr...!". Teriak Camelia, dadanya kembang kempes menahan diri.


Jhonny, berdiri tegak dan menatap tajam ke arah Camelia. "Kau ingin bermain-main dengan ku, baiklah. Akan aku tunjukkan, bagaimana sifat asliku. Dengar baik-baik Camelia,aku akan membongkar siapa dirimu? Akan aku beritahu seluruh dunia,aku sebar luaskan. Jika Camelia,di hadapan mereka adalah Katrina. Jiwanya adalah Katrina,bukan Camelia keponakan ku. Aku akan memberitahu juga,jika kamu penyebab kematian kelurga Doni dan Rendy. Bagaimana Katrina, menarik bukan?". Jhonny, tersenyum smrik karena berhasil menakuti Camelia.


Prok!


prok!


prok!

__ADS_1


Camelia, bertepuk tangan sambil tertawa terbahak-bahak.


"Hahahahha....Hahaha.."!


Sontak membuat Jhonny, kebingungan dengan sikap Camelia tenang-tenang saja.


"Silahkan,kamu bongkar semuanya. Apakah ada bukti kuat? Ada tidak,hmmm? Aku tebak yah,pasti tidak ada bukan. Astaga, cuman orang gila yang percaya dengan omongan itu". Ucap Camelia,serta tangannya yang bergaya. Seakan-akan mengejek-ejek Jhonny, sudah menggeretakkan giginya.


"Haaa...Kenapa diam, Jhonny? Makanya jangan sok-sokan terhadap ku, ingin membongkar jati diri ku ini. Nyatanya tidak memiliki bukti apapun,kasian sekali". Ejek Camelia, menyunggingkan senyumnya.


Jhonny, mengusap wajahnya dengan kasar." Camelia,aku benar-benar mencintaimu. Jika kita sama-sama terbebas dari jeratan JJ Abrams,aku akan menceraikan Olivia. Apa salahnya menyandang status duda,lalu kita bersama lagi. Banyak cerita-cerita tentang seorang duda, menikah dengan perempuan jauh lebih muda. Ayolah, jangan seperti ini". Akhirnya Jhonny, menenangkan hati Camelia yang bergemuruh amarahnya.


"Benar sekali Jhonny,banyak cerita-cerita seorang pria berstatus duda dan menikah dengan perempuan muda. Tapi sayang,aku bukan perempuan muda itu. Mau menikah dengan pria duda, yang pengecut dan tidak memiliki rencana apapun. Sama seperti mu,pria bodoh dan mengambil keputusan sendiri. Tanpa memikirkan perasaan ku,atau jujur terlebih dahulu". Camelia, menggeleng kepalanya.


"Camelia, tidak bisakah kamu memandang pengorbanan ku sekali saja. Aku tidak bisa berpikir jernih, ketika masalah itu terkait tentang mu. Ini adalah bukti bahwa aku sangat mencintaimu,jangan tinggalkan aku". Jhonny, memohon di hadapan Camelia.


Camelia,berbalik badan dan menghapus air matanya luruh. "Aku tidak bisa Jhonny, Olivia sangat mencintaimu. Dia tidak akan melepaskan mu begitu saja,jangan sampai kamu menyesal. Aku mohon Jhonny, bahagiakan Olivia demi aku". Pinta Camelia,dalam isak tangisnya.


Mereka berdua sama-sama menangis, inikah takdir harus di jalani dan memisahkan cinta mereka berdua.


Camelia, meleraikan pelukannya dan membawa Jho keluar dari kamar. Terpaksa Jhonny, menuruti perkataannya sampai pintu kamar tertutup dan di kunci.


******************


Hari demi hari berlalu,sikap Jhonny mulai menjauh dari Camelia. Mereka berdua saling diam, sama-sama dingin.


suasana mansion Allen sangat ramai, mansion tampak cantik di hiasi bunga-bunga. Dua hari lagi,acara pernikahan Jordan.


Terlihat jelas Sandra, tengah sibuk mengatur orang-orang mansion. Jangan sampai acara pernikahan anaknya,kurang sedikitpun.

__ADS_1


"Nenek, duduklah dengan tenang di sini. Mulai pagi sampai siang,nenek tidak diam sama sekali. Selalu sibuk,mengurus orang lain. Mereka tau kok,mana yang di kerjakan". Camelia, membujuk Sandra untuk beristirahat sejenak.


"Sayang,nenek tidak mau loh ada kurang. Ini adalah pernikahan pamanmu,jangan di sia-siakan". Sandra, mengibas tangannya.


Camelia,menghela nafas dan menggelengkan kepalanya. "Nek,kita keruang tamu sekarang. Ada sesuatu yang ingin di sampaikan".


Akhirnya Sandra,menurut perkataan Camelia yang menarik tangannya menuju ruang tamu.


Di ruang tamu sudah di tunggu Jhonny, Jordan dan Olivia. Mereka duduk semua, termasuk Camelia dan neneknya.


"Apa ada sesuatu yang tidak beres? Jangan bilang kamu Jhonny,mau pergi keluar negeri. lalu, tidak hadir di pernikahan adikmu Jordan. Mamah, tidak akan mengizinkan kalian pergi". Sandra, langsung menebak pikiran Jhonny.


"Mamah,jangan berpikir aneh-aneh tentang kum Olivia, ingin memberitahu sesuatu". Sahut Jhonny, tersenyum kecil.


"Ini adalah kado seperti untuk mamah, tolong di buka dan beritahu pada yang lainnya". Olivia, memberikan satu kotak kado yang di hiasi pita di atasnya.


Kado apa itu? Apa Jhonny, mengetahuinya.Batin Camelia, penasaran apa yang di beri Olivia kepada neneknya.


"Aduh...Mamah, jadi deg-degan ini". Kekehnya Sandra,mulai membuka kado dan matanya berbinar-binar melihat apa isinya. "Aaaaa...Ini kamu benaran, Olivia?". Tanya Sandra, menutup mulutnya dan memperlihatkan sebuah gambar USG.


"Benar mah,aku hamil dan usianya baru 12 mingguan". Jawab Olivia, tersenyum sumringah karena mertuanya gembira karena dirinya hamil.


Degggg...


Camelia, menyunggingkan senyumnya ke arah Jhonny. Matanya sudah berkaca-kaca, sekuat tenaga menahan air mata. "Selamat yah, Tante. Akhirnya aku punya adek". Camelia, bertepuk tangan dan senang mendapatkan berita kehamilan istri pamannya itu.


Jhonny, tersandar pada sofa dan memijit pelipisnya. Dia benar-benar tidak tahu menahu, tentang kehamilan istrinya itu.


"Akhirnya aku punya cucu bayi lagi, Camelia tak terasa mansion ini ada tangisan bayi lagi". Sandra, memeluk erat tubuh Camelia di sampingnya itu."Sayang,jaga baik-baik cucu mamah yah. Kamu jangan sampai kecapean,paham!". Sandra,mengelus pipi Olivia.

__ADS_1


Jordan, mengetahui sikap Jhonny yang frustrasi atas kehamilan istrinya. Dia benar-benar kehilangan Camelia, selamanya dan cinta mereka berdua pupus sudah.


__ADS_2