SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Pergi


__ADS_3

Ciiittt....


"Aaaaaaaaaaa...!". Teriak Camelia dan Bunga, mereka terkejut sang sopir rem mobilnya mendadak. Di depan sudah ada mobil JJ Abrams,tengah menghalangi jalan mereka.


"Ha...Ha...Ha..Ha..!". Camelia dan Bunga, mengerjapkan bola matanya sambil menahan dadanya yang berdebar kencang.


"Nona, lebih baik selesaikan masalah kalian. Sampai kiamat pun Tuan JJ Abrams, tidak akan membiarkan nona pergi". Saran Bunga, sambil memperlihatkan jam tangan harus secepatnya karena ada pertemuan.


JJ Abrams,keluar dari mobil dan menggedor-gedor pintu mobil Camelia. "Keluar! Camelia,jika kamu tidak keluar aku pecahkan kaca mobil ini! Keluar aku mohon,sayang!". Berteriak-teriak di luar sana, memanggil sang kekasih di dalam mobil.


Bunga, memohon-mohon kepada Camelia agar menuruti perkataan JJ Abrams.


Camelia,memutar bola matanya terpaksa keluar dari mobil. "Puas! Aku sudah keluar, jelaskan semuanya".


"Ikut dengan ku!". JJ Abrams,menarik tangan Camelia dengan tatapan tajam. Wajahnya di dorong oleh Camelia,main nyosor duluan.


"Tidak. Aku tidak ada waktu pergi bersama mu,karena aku ada pekerjaan. Aku minta penjelasan mu,bukan nyosor-nyosor kaya bebek". Camelia,menarik tangannya akan tetapi tidak bisa lepas dari cengkalan sang kekasih.


"Oke,kita bahas sambil jalan. Aku mohon". Pinta JJ Abrams, dengan nada lemah.


Camelia, mengangguk pelan menghela nafas panjang dan mau menuruti perkataan sang kekasih.


JJ Abrams, tersenyum manis mempersilahkan Camelia masuk kedalam mobilnya.


"Kenapa diam? Apa lagi,yang kamu tunggu untuk memulai penjelasan mu itu". Ucap Camelia, mengubah posisi duduknya agar sedikit jauh.


JJ Abrams, bergeser agar lebih dekat dengan Camelia dan merangkul pinggangnya. "Aku minta ma....".


"Hussssttttt...Aku tidak mau mendengar kata maafmu lagi, jelaskan kenapa kamu bersama wanita itu?". Tanya Camelia, menyipitkan bola matanya


"Dia anak buahku sayang,jangan mengkhawatirkan soal itu. Namanya Ling Zhi, kakinya terluka adu tembak dengan musuh. Ada beberapa orang ingin merusak pertambangan emas di bagian timur,kami segera ke sana ketika mendapatkan informasi dari orang-orang kepercayaanku. Malam itu, aku tidak bisa datang ke restoran. Aku sengaja tidak memberikan kabar kepada mu,sebab aku ada masalah pekerjaan. Aku tidak mau merusak mood mu sayang,aku gagal fokus jika di dekatmu. Aku ingin fokus dalam masalah pekerjaan, bolak-balik ke mana-mana beberapa hari ini. Terserah kamu mau percaya atau tidak,maaf". JJ Abrams, memandang wajah Camelia terlihat kecewa dengannya.


"Setidaknya kamu kasih aku kabar, JJ. Apa susahnya mengirim pesan seperti biasa,jika dirimu sibuk ada pekerjaan yang harus di selesaikan. Apa pernah aku mempersalahkan dirimu,ketika sibuk dengan urusan mu? Kita sama-sama memiliki tanggung jawab besar,aku paham soal itu". Kata Camelia, menggenggam jemari tangan JJ Abrams.


"Maaf,aku salah. Maafkan aku, pikiranku tak terkontrol lagi". Lirih JJ Abrams, meletakkan kepalanya di pangkuan Camelia.

__ADS_1


Camelia,merasa kasian kepada JJ Abrams ada kesedihan di wajahnya. Tangan mungil mengelus pucuk kepala JJ Abrams, terdengar suara dengkuran halus.


"Kau sudah terlelap JJ, begitu berat kah masalah mu ini?". Kata Camelia, tersenyum manis.


"Nona, beberapa hari ini Tuan JJ Abrams tidak bisa tidur nyenyak seperti biasa. Kami mengalami kesulitan di pekerjaan, mohon bantuannya untuk menenangkan pikiran Tuan". Ucap Jecky, percaya jika Camelia bisa mengubah mood sang bos besar menjadi lebih baik lagi.


Cup...


Camelia, memberikan kecupan manis di kening sang kekasih. Namun ada bau anyir darah di bagian kepalanya,karena penasaran menyibakkan setiap helaian rambut JJ Abrams.


"Astaga! Kepalanya ada luka sedikit,apa JJ Abrams baku hantam dengan musuhnya? Pasti ada luka lain di tubuhnya, dia begitu nyenyak tidur". Camelia, memijit pelipisnya matanya tertuju pada Jecky ikutan terlelap tidur.


Derrttt... Derrttt....


Camelia, langsung mengambil ponselnya JJ Abrams di dalam saku celananya. Tertera nama Ling Zhi, di layar ponsel dan langsung di angkat panggilannya itu.


(Tuan JJ,aku mendapatkan informasi tentang seseorang yang sudah berani mengusik pertambangan emasmu. Kua harus pulang sekarang, banyak yang kita bahas. Tuan JJ Abrams,kau dengar aku?)


Camelia, menyunggingkan senyumnya mendengar ucapan Ling Zhi melalui panggilan telpon. "JJ Abrams, bersamaku sekarang dan dia tertidur pulas di pangkuan ku".


"Oh, tidak bisa sayangku. Saat ini, JJ Abrams hakku tidak boleh di ganggu gugat oleh siapapun dan termasuk kamu". Camelia, cekikikan menahan tawanya.


(Kalau kamu tidak membangun Tuan JJ Abrams,sama saja kamu seorang pengganggu dalam pekerjaannya. Jangan mentang-mentang kamu adalah calon istrinya,sok berkuasa atau mengatur kehidupan Tuan JJ Abrams. Apa kamu lupa, tanggung jawabnya sangat besar dan harus tegas jika ada masalahnya).


"Calon suamiku bukan robot,dia membutuhkan istirahat sejenak untuk menenangkan pikirannya. Aku tahu,jika dirinya memiliki tanggung jawab besar. Aku pun sama memiliki tanggung jawab,tapi lihat kondisi diri sendiri dulu. Jangan sampai memikirkan orang lain,tapi diri sendiri drop". Ucap Camelia, begitu santainya.


 (Ck, siap-siaplah untuk mendapatkan amarah dari Tuan JJ Abrams karena tidak menyukai sifat seperti mu ini)


Camelia, tersenyum smrik menatap layar ponsel sang kekasih. Ling Zhi,yang geram dengan sikap Camelia tak mau membangun JJ Abrams dan memutuskan panggilan telponnya.


"Pak sopir,berhenti sekarang juga. Bawa mereka pulang, lihatlah mereka nampak kelelahan sekali. Aku jamin semuanya akan baik-baik saja, perjalanan ku masih jauh". Pinta Camelia, kepada sang sopir yang langsung setuju meskipun ragu dan ketakutan.


Maafkan aku JJ,kita selesaikan masalah masing-masing. Mungkin beberapa hari ini,kita tidak akan bertemu dulu. Bukan menjauh diri atau apalah,aku cuman menenangkan pikiran ku dan memutuskan apa yang aku pilih. Bersama ku penuh dengan kesabaran,atau mengakhiri hubungan kita yang sudah berjalan sejauh ini.Batin Camelia,berlahan meletakkan kepala JJ Abrams di atas boneka.


Barulah dia masuk kedalam mobilnya, melanjutkan perjalanan ke pertemuan itu.

__ADS_1


 "Nona,aku sudah memesan tiket keluar negeri. Malam nanti,anda berangkat bersama dengan Pak Sanju". Kata Bunga, menoleh ke arah Camelia wajahnya nampak murung.


********************


Sepanjang acara pertemuan antara pebisnis besar lainnya, Camelia nampak tak bersemangat dan sering melamun. Menanggapi cuman sedikit tak seperti biasanya, selalu berbelit-belit dan menambah tegang suasana.


Acara pertemuan sudah selesai, Camelia dan rekan bisnis bernama Sanju masuk kedalam mobil yang sama. Mereka berdua menuju bandara untuk pergi keluar negeri, sepanjang perjalanan tidak ada pembicaraan antara mereka.


Sanju,kagum dengan sesosok Camelia masih muda dan pikirannya sangat cerdas dalam berbisnis.


Ciiittt....


"Ada apa?". Tanya Camelia, terkejut sang sopir rem mobilnya mendadak.


Sanju, repleks terkejut karena dia baru terlelap tidur. "Ha...Ada apa?". Sanju, sepertinya orang linglung melihat sekitar.


 Deg!


Terlihat jelas JJ Abrams, bersama anak buahnya menjaga di tengah jalan.


Camelia,turun dari mobil dan menemui sang kekasih.


JJ Abrams, mendekati Camelia dan memeluknya erat. "Kenapa meninggalkan ku?". Tanyanya dengan nada manja, membenamkan wajahnya di leher Camelia.


"Aku ada pekerjaan yang harus aku selesaikan,JJ. Aku juga mau keluar negeri bersama pak Sanju, kebetulan satu tujuan juga". Jawab Camelia, ingin melerai pelukannya karena tak nyaman di lihat Sanju rekan bisnisnya itu.


"Terus,kamu pergi bersama pria lain ke luar negeri? Jahat sekali kamu sayang,melukai di sini". Kata JJ, menaruh tangan Camelia tepat di dadanya.


Sanju, menggaruk-garuk kepalanya karena takut terlambat berangkat. "Nona,kita harus cepat pergi jangan sampai telat".


JJ Abrams, menggeleng pelan dan semakin mempererat pelukannya. "Jangan pergi bersamanya, bawa aku". Ucapnya dengan nada manja.


"Apa! Jangan aneh-aneh Tuan JJ Abrams,apa lupa dengan masalah kita?". Sahut Ling Zhi, rupanya dia ada juga di sini.


Glek!

__ADS_1


JJ Abrams,susah payah meneguk air liurnya mendapatkan tatapan tajam dari Camelia.


__ADS_2