
"Sangat cantik sekali,pantas saja JJ Abrams jatuh cinta dengan wanita ini". Ucap seorang pria, tengah memandang sebuah foto Camelia tersenyum manis.
"Dia sangat cantik Tuan, bahkan aku menginginkan dirinya sebagai menantuku . Tapi sayang, Camelia tidak mau dengan anakku Don. Lalu, aku berpikir untuk membalas dirinya". Kata Zara, tersenyum kecil dan membelai lembut dada bidang pria itu.
"Kami mendapatkan informasi tentang istri Tuan JJ Abrams, dari Ling Zhi. Jika istrinya tidak bisa bela diri, maupun memegang senjata api. Ini adalah kesempatan emas,Tuan". Kata Freng, menundukkan kepalanya.
"Hahahaha....Aku akan melakukannya nyonya Zara, wanita ini akan merintih di bawah Kungkungan ku. Jangan lupa,kau rekam adegan kamu dan kirim kepada JJ Abrams ".
"Benar sekali,dalam sekejap mata Camelia akan di benci oleh suaminya.Hahaha...Hahaha...!". Zara, tertawa terbahak-bahak tak sabar menunggu Camelia sengsara.
"Hahahaha.... Hahahaha... Bagus-bagus sekali, JJ Abrams akan kehilangan wanita yang di cintainya. Inilah waktunya dimana aku, mengalahkan JJ Abrams". Pria itu, menyunggingkan senyumnya. "Bawa istrinya kepadaku, Freng. Aku ingin melihat wajah JJ Abrams, menangis melihat istrinya mati di depan matanya sendiri".
"Baik,Tuan. Tapi,kita harus merencanakan sesuatu untuk bisa menangkap istrinya Tuan JJ Abrams. Jangan gegabah dalam urusan ini, bagaimana dengan rencana saya ini". Freng, membisikkan sesuatu di telinga bosnya itu
Sang bos besar tersenyum sumringah, karena ide anak buahnya memnag bagus tak akan di ragukan lagi.
"JJ Abrams,aku tidak sabar menantimu menangis darah. Lihatlah,aku bisa mengalahkan mu melalui orang yang kau cintai. Hahahaha.... Hahahhaa... Jangan remehkan seorang Carlen, meskipun kalah beberapa kali bertarung dengan mu. Aku menaruh dendam kepada mu, JJ Abrams karena mematahkan gigi dan sekarang mengenakan gigi palsu.Aaaargghh...Aku tidak akan pernah melupakan kejadian itu". Kata Carlen, mengepalkan kedua tangannya.
Carlen, seorang mafia pekerjaannya menyeludupkan senjata api dan benda haram. Musuh JJ Abrams,Ardan dan Markus.
*****************
Saat ini, Camelia menuju ke suatu tempat menemui kliennya. Dia tidak merasa curiga sedikitpun, karena rencana dari Carlen.
"Kita sudah sampai nona Camelia, Tuan Carlen menunggu anda di dalam". Ucap sang sopir.
Camelia dan Bunga,masuk kedalam sebuah Villa. Pemandangan kebun teh yang hijau, udaranya sangat segar dan hawanya dingin.
"Hmmmm... Udaranya sangat segar sekali, tidak seperti di kota". Gumam Camelia, merentangkan kedua tangannya.
__ADS_1
"Benar nona, udaranya sangat sejuk dan segar. Hhhmmm...". Sambung Bunga, tersenyum kecil. "Nona,ayo kita masuk".
Camelia, mengangguk pelan dan mengikuti langkah kaki sekertaris pribadinya itu.
Dua pria berpakaian hitam, menyambut kedatangan Camelia dan Bunga. "Tuan Carlen, sudah menunggu kedatangan anda nona".
Carlen, menyunggingkan senyumnya dan beranjak berdiri. Dia mendekati Camelia,lalu berjabat tangan. "Terimakasih,atas waktunya nona".
"Sama-sama Tuan Carlen, kebetulan sekali ada pekerjaan di dekat sini". Kata Camelia, langsung di persilahkan duduk.
"Halo,nona Camelia". Zara, melambaikan tangannya baru keluar dari persembunyiannya.
Camelia, menyipitkan matanya karena masih terkejut melihat Zara di sini. "Nyonya Zara,kau ada di sini rupanya".
Bunga, terdiam sejenak merasakan sesuatu di kepalanya. "Nona Camelia". Lirihnya pelan.Rupanya anak buah Carlen menodongkan pistol di kepala Bunga.
"Boaaammm...Kau tertipu nona Camelia". Carlen, menyunggingkan senyumnya dan Zara tertawa cekikikan saja.
Camelia, memberikan kode untuk mengikuti perkataan mereka dan jangan membantah sedikitpun. Hmmm...Kita lihat dulu, bagaimana menjalankan dramatis ini.Batinnya, tersenyum semanis mungkin.
"Kau bawa wanita itu,ke ruangan bawah tanah. Jangan sampai lolos,apa lagi menghubungi bos besarnya. Aku memerlukan wanita cantik ini, daripada dirinya". Perintah Carlen, kepada anak buahnya itu.
Bunga, ingin sekali melawan mereka akan tetapi Camelia melarangnya jangan gegabah melakukan apapun.
"Nona Camelia,kau sekarang sendirian tanpa ada yang tau bagaimana keadaan mu? Yah... Termasuk suamimu itu,yang tengah sibuk dengan pertambangan emas. Kau tahu,Ling Zhi sudah mengalihkan perhatian Tuan JJ Abrams". Ucap Zara,tepat di telinga Camelia menahan pundaknya dari belakang.
Camelia,masih duduk santai di sofa tanpa ada rasa takut sama sekali. "Oh, diam-diam ada musuh dalam selimut rupanya. Aku kagum dengan anda nyonya, bekerjasama dengan Tuan Carlen untuk menyingkirkan ku. Tidak, mungkin Tuan Carlen ada maksud lain?".
Carlen, menyunggingkan senyumnya dan mendekati Camelia. "Kau pintar sekali sayang,pantas JJ Abrams tergila-gila dengan mu. Aku sudah lama mencari kelemahan JJ Abrams, sekarang aku menemukannya".
__ADS_1
Camelia, langsung menepis tangan Carlen ketika menyentuh dagunya itu. "Asalkan kau tahu, JJ Abrams adalah kelemahan ku".
"Nona Camelia,coba kau tebak. Kenapa aku melakukan hal ini, kepadamu?". Tanya Zara,duduk santai di depan Camelia dan menyilangkan kakinya.
"Karena aku menolak menjadi menantu mu,nyonya. Bukan hanya itu,karena anda seorang pecundang,tukang selingkuh,bermain dengan beberapa pria dan suamimu anda menikah lagi". Kedip mata Camelia,sontak membuat Zara geram terhadapnya.
"Diam! Kau tidak pantas berkata seperti itu,nona Camelia! Jangan membuatku semakin murka,aku bisa merobek mulut mu itu!". Teriak Zara, rupanya Camelia mengetahui segalanya.
"Satu lagi,kau adalah seorang mafia pekerjaannya sama dengan 3 serangkai itu. Aku masih tidak percaya,kau kalah bertarung dengan suamiku dan gigimu patah dua. Haahahaha.... Hahahhaa....". Kini giliran Camelia, yang tertawa terbahak-bahak. "Bagaimana jadinya, seorang mafia ompong karena giginya patah bertarung dengan musuh. Kau lebih tampan sekali, jika tidak mengenakan gigi palsu mu itu".
"Wanita sialan,kau!". Carlen, melayangkan tamparan ke arah wajah Camelia. Namun sayang, Camelia mampu menahan tangannya itu.
Carlen, merasa cengkraman Camelia sangat kuat. Sorotan matanya yang tajam, mampu melemahkan dirinya.
Camelia, menghempas tangan Carlen dan tubuhnya tersungkur di lantai. "cucucup...Cuman segitu kekuatan mafia ompong? Pantesan aja, suamiku mampu menghilangkan dua gigi depanmu. Tunggu dulu,apa gigimu tidak copot?". Puas rasanya Camelia, meledek musuh suaminya itu.
"Rupanya kamu mengetahui rencana kami, lebih dulu, begitu nekadnya kau mengikuti permainan kami". Zara, terkejut melihat aksinya Camelia tak bisa di remehkan itu.
"Hmmmmm.... Sebenarnya, aku sudah lama tidak bermain-main dengan musuhku. Apa boleh buat sih,musuh suamiku tidak masalah". Kata Camelia, begitu santainya.
"Uhukkk.... Uhukk.... Uhukk... Aaaarrgghh...Le-leher ku...Sa-sa-kit..". Carlen, menahan lehernya yang terasa sakit sekali.
"Carlen, kau tidak apa-apa? Carlen,kenapa leher mu?". Zara,panik melihat kondisi Carlen yang tengah merintih kesakitan.
"Carlen,kenapa kamu merintih kesakitan seperti itu. Bukankah kamu ingin membuatku merintih keenakan, tepat di bawah Kungkungan mu. Hahahaha.... Hahahaha... Dasar pria mata keranjang, rasakan itu". Ucap Camelia, membuka bungkus coklat kecil dari sakunya tadi.
"Uhukkk.... Uhukk... Aarrrghh... Ssshhhhttt...". Carlen, memegang lehernya yang sakit.
"Camelia! Apa yang kamu lakukan, ha?". Teriak Zara, terus-terusan membantu Carlen yang tengah kesakitan bagian lehernya.
__ADS_1
"Oh...Kau sangat perduli dengan Tuan Carlen, nyonya. Apa dia selingkuh mu,bukan tapi pemuas ranjangmu". Camelia, tersenyum sumringah ke arah Zara.
Zara, langsung bangkit dan mendekati Camelia. Entah apa yang akan dia lakukan, mampukah Camelia menyingkirkan Zara.