
"Surat perceraian".Gumam Camelia, mengambil di meja makan. "Jadi paman, benar-benar bercerai dengan Tante Clara?" Tanya Camelia, seakan-akan tidak percaya.
"Hmmmm.... Untuk apa lagi,di pertahankan. Lebih baik berpisah,cari baru lagi". Kekehnya Jordan, mendapatkan tatapan tajam dari sandra.
"Jangan mengajari cucuku,yang bukan-bukan". Sahut Sandra, membuat Camelia cekikikan menahan tawanya.
"Keponakan paman, yang cantik ini. Apakah sudah punya pacar,hmmm?". Jordan,mencolek hidung mancungnya.
"Hehehehe...Gak ada paman,fokus belajar dulu. 1 tahun lagi lulus SMP,kami sudah ulangan kenaikan kelas. Doakan semoga naik kelas dan lulus,oke". Kekehnya Camelia, mengedipkan matanya. Jangankan punya pacar, dekat dengan pria lain saja. Jhonny, sudah kaya cacing kepanasan.
"Pastilah,paman akan mendoakan yang terbaik untuk keponakanku ini. Jika kamu mendapatkan juara kelas,ada hadiah spesial untuk mu". Kata Jordan, memainkan kedua alisnya.
Camelia, tersenyum sumringah mendengar hadiah dari Jordan. "Benarkah? Baik,aku akan berusaha untuk mendapatkan juara kelas. Awas loh,ingkar janji". Ancam Camelia, mengarahkan sendoknya ke Jordan.
"Hmmm...Kalau paman tidak ingat, tagih janji paman jangan malu-malu". Jordan, mencolek pinggang Camelia yang tengah sarapan pagi.
"Sudahlah, jangan mengganggu Camelia. Kapan kamu memberikan surat perceraian ini,biar urusannya cepat kelar?". Tanya Sandra,melirik sekilas ke arah Jordan.
"Hari ini mah, semoga Clara mau mendatangani surat perceraian ini. Aku muak dengan sikapnya, seringkali mengganggu dan masuk kedalam perusahaan. Teriak-teriak gak jelas,kaya orang gila". Kata Jordan, tersenyum kecil.
"Emang benar yah, keluarga mereka itu gak punya malu. Apa lagi ayahnya Clara,masa selingkuh dengan ibunya Rendy. Keluarga gak benar,". Sandra, bergidik geli.
Jhonny,baru datang dan menarik kursi di samping Camelia. "Apa yang kalian bicarakan, sepertinya seru?". Tanyanya, tersenyum ke arah Camelia.
"Membicarakan tentang paman Jordan,mau memberikan hadiah spesial untuk ku. Jika aku mendapatkan juara kelas,paman". Jawab Camelia, tersenyum sumringah.
"Oh,yah. Jika kamu bisa juara satu kelas, apapun yang kamu mau. Pasti paman kabulkan,". Jhonny, mencubit pipi keponakannya.
__ADS_1
"Benarkah, termasuk punya pacar". Kekehnya Camelia, cengir kuda dan ingin melihat reaksi Jhonny.
"Langsung di tolak,aku tidak setuju dengan permintaan mu itu". Jhonny, langsung menolak. Huuuff....Kenapa aku tidak rela, melihat Camelia dengan pria lain? Apakah benar,aku sudah jatuh cinta dengan bocah ini.
"Tenang saja,paman Jordan setuju kamu punya pacar. Cerita saja kepadaku, seperti apa pria itu?". Sahut Jordan, langsung.
"Jordan, jangan macam-macam dengan ucapan mu. Camelia, masih berstatus belajar dan usianya sangat muda. Jangan membiarkan dirinya,jatuh cinta dengan pria di usia sekarang". Tegas Jhonny, dengan tatapan tajam.
"Astaga! Tidak perlu di perdebatkan, Jhonny. Camelia, santai-santai saja dan berhak atas jatuh cinta dengan siapapun. Intinya kita bisa menjaga dia,jangan sampai terjerumus dalam pergaulan bebas". Sandra, menggeleng kepalanya. Apa lagi Jhonny, terus-menerus mengekang kebebasan Camelia.
"Paman Jhonny,aku tidak jatuh cinta dengan pria manapun. Bagaimana kalau aku,jatuh cinta dengan paman?". Ucap Camelia, memainkan kedua alisnya turun naik.
Uhukkk.... Uhukk.. Uhukk...
Jhonny, langsung terbatuk-batuk mendengar ucapan Camelia. Membuang muka ke arah lain, hatinya terasa tak karuan saja.
"Jangan berbicara macam-macam, Camelia. Kamu masih kecil, jangan memikirkan tentang percintaan". Jhonny,melap mulutnya dan beranjak berdiri. "Aku harus pergi dulu, Camelia jangan sembarangan berbicara. Paham!".
"Hmmmm...Paham paman Jhonny,jangan jatuh cinta dengan pria lain. Tapi, dengan paman Jhonny boleh kan". Kekehnya Camelia,lagi.
"Astaga!". Jhonny, menepuk keningnya karena mendengar ucapannya.
"Hahahahha.... Hahahaha....!". Camelia dan Jordan, tertawa terbahak-bahak selepas kepergian Jhonny.
Sedangkan Jhonny, senyum-senyum sendiri. Wajahnya merah merona, walaupun bagi Camelia sebuah candaan semata. Namun baginya, bisa membuat dirinya senang sekali.
"Tuan Jecky, bangunan perusahaan Sean sudah di robohkan. Sesuai keinginan nona Camelia, sedang proses dibangun apartemen". Kata Jecky, memberikan sebuah maps biru di tangannya. "Tuan Jhonny,kemarin malam pak Rendy dan pak Doni menghubungi saya. Mereka berdua, ingin meminjam uang dan jaminannya tanah kediaman Sean dulu. Bagaimana Tuan,terima atau tidak?".
__ADS_1
"Aku bicarakan tentang ini, kepada Camelia. Aku yakin sekali, Camelia memiliki rencana lain". Jawab Jhonny, langsung di angguki Jecky.
"Ada lagi, Tuan. Pak Rendy dan pak Doni, mereka membutuhkan pekerjaan secepatnya. Tetap,kita tidak memiliki lowongan pekerjaan di perusahaan. Apa lagi kinerja mereka berdua, sangat meragukan sekali. Takutnya ada sesuatu yang tidak beres nanti, membahayakan perusahaan kita". Kata Jecky, menjelaskan semuanya.
"Oke,kita bicarakan masalah ini dengan Camelia. Siapa tau, dia memiliki ide". Ucap Jhonny, menyunggingkan senyumnya.
Jecky, mengerutkan kening mendengar ucapan sang bos. Dia tidak bisa berbuat apa-apa,hanya menurut saja.
***************
Sedangkan di tempat lain,di apartemen Clara.
Clara, memandang ibunya yang murung. Sudah beberapa hari ini, tidak bertemu dengan ayahnya.
"Ryan,kamu gak sekolah? Jangan malas,semua perlengkapan sekolah sudah siap. Jangan malas-malasan,kamu satu-satunya harapan kita". Tegur Clara, melihat adiknya enggan untuk pergi sekolah.
"Aku malu kak, pasti mereka mengataiku anak tukang selingkuh. Aku tidak mau sekolah lagi". Jawab Ryan, mereka bertiga mengurung diri di apartemen.
"Astaga!Jangan memikirkan masalah itu, Ryan. Cepat sana, siap-siap sekolah. Jangan malas seperti papah,jangan mengecewakan perasaan mamah". Bentak Clara, matanya sudah berkaca-kaca sekuat tenaga menahan air matanya.
Ryan, mengangguk pelan dan masuk kedalam kamar. Sebenarnya Clara, tidak tega melihat adiknya diejek-ejek orang lain.
"Mamah, jangan diam saja. Lupakanlah papah,dia bukan milik kita lagi". Clara, mengelus lembut pundak sang ibu.
"Mamah, memikirkan keadaan kita Clara. Tanpa ayahmu, bagaimana kehidupan kita selanjutnya. Tabunganmu berlahan-lahan menipis,kamu tidak bisa bekerja karena wajahmu. Adikmu masih sekolah, tidak ada yang mau memperkerjakan wanita tua seperti mamah. Apa perlu kita memaafkan papahmu, setidaknya membantu perekonomian kita. Tidak masalah nak,mamah menanggung rasa sakit ini. Asalkan kalian berdua, tidak kekurangan apapun. Apa lagi Jessica, tidak bisa di harapkan lagi". Kata Linda, panjang lebar dan masih memikirkan keadaan anaknya.
"Hussssttttt...Jangan memikirkan macam-macam,mah. Pasti kita bisa bangkit lagi, percayalah kepada ku. Clara,akan mencari pekerjaan apapun. Demi kehidupan kita, berharap wajah ini kembali seperti semula". Clara, menggenggam erat jemari sang ibu. Mereka berdua saling berpelukan dengan mesra, menguatkan saat sama lainnya.
__ADS_1
Ryan, bersandar pada dinding mendengar ucapan ibu dan kakaknya. "Aku harus mencari pekerjaan, sepulang sekolah bisa bekerja. Yah..Aku tidak lemah, seorang pria jangan cengeng. Aku harus menahan rasa malu,jangan dengarkan perkataan orang lain". Gumam Ryan,nekad untuk membuktikan kepada ayahnya mampu tanpa dirinya.