SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Dikejar Fans


__ADS_3

 Dua bulan kemudian.


Camelia, menginjak kakinya di kampus mengantar skripsi kepada dosen killer yang ditakuti oleh mahasiswa-mahasiswi lainnya.


Ryan, Kaizam dan Leo segera menemui Camelia yang tengah duduk santai di kantin. Mereka bertiga marah kepadanya,karena tidak diterima seperti anak-anak lainnya. Sama saja, Camelia mempermalukan mereka terang-terangan.


Kaizam dan Leo, terpaksa mencari pekerjaan sampingan karena kafe tidak seramai dulu lagi.


"Waw...Ada apa ini, datang-datang langsung ramai?". Tanya Camelia, menyilangkan kedua tangannya ke depan. Dia masih menunggu pesanan baksonya.


"Camelia,apa maksudnya menolak lamaran magang kami di perusahaan mu?". Tanya Kaizam, sedikit emosional.


"Mentang-mentang kamu pemilik perusahaan,terus seenaknya mengambil keputusan sendiri". Sambung Leo,yang geram juga.


"Padahal kakak iparku cukup lama bekerja di perusahaan mu,lalu kenapa aku ikutan ditolak? Tidak memiliki perasaan sedikitpun, kau tega sekali Camelia". Timpal Ryan, mengepalkan kedua tangannya.


 "Oh, apa kalian lupa hemmm? Bukankah kalian memiliki masalah besar terhadap ku, perlukah aku mengingatkannya. Lantas, apakah kalian pernah meminta maaf kepada ku?". Tanya Camelia, menyunggingkan senyumnya.


"Itu cuman masalah pribadi Camelia,mana mungkin di kaitkan dengan magang kami". Kaizam, langsung membantahnya.


"Loh, bukannya kalian pernah bilang kepadaku jika kalian tidak memerlukan bantuan ku? Ya sudah,aku katakan kepada yang lainnya jangan menerima kalian bertiga di perusahaan ku. Takutnya kalian menjilat air luda sendiri, memalukan sekali". Ejek Camelia,puas melihat raut wajah mereka masam.


"Egois,kamu benar-benar tidak memiliki perasaan sedikitpun!". Bentak Kaizam, tak mampu menahan dirinya.


"Ck, sok-sokan terhadap ku dan marah-marah tidak jelas karena aku tidak menyetujui permintaan magang kalian. Masih untunglah mendapatkan perusahaan lain,iyakan? Sudahlah,jangan mengusik ketenangan ku dan huss... Mendung kalian pergi dari hadapanku,jangan bikin mood makan hilang". Camelia, mengibas-ngibas tangannya untuk mengusir 3 benalu.


 Ada beberapa mahasiswa-mahasiswi lainnya, berterimakasih kepada Camelia karena sudah menerimanya surat magang mereka di perusahaannya.

__ADS_1


Jelaslah Ryan, Kaizam dan Leo iri hati terhadap Camelia yang pilih kasih dengan lainnya.


"Camelia, benar-benar pilih kasih terhadap anak lainnya". Gumam Leo, meninggalkan kantin dengan perasaan kesal.


********************


Camelia,tengah menikmati perjalanan pulang tak sabar bertemu sang buah hati.


Ciiiiiitttt....


Camelia, terkejut melihat mobil di depannya mendadak berhenti dan menghalangi jalannya. "Eits... Untung saja,aku sempat rem mobilku. Memangnya siapa sih?" Gumamnya pelan, enggan keluar dari mobil lebih dulu sekedar berjaga-jaga saja.


Seorang pria tengah keluar dari mobil, mendekati mobil Camelia dan mengetuk kaca mobilnya.


Camelia, langsung menurun kaca mobil karena mengenali siapa pria tersebut.


Down, melepaskan kacamata hitamnya. "Nona manisku, ikutlah denganku untuk makan siang. Masalah kejutan yang kamu berikan kepada ku itu,aku masih sanggup menunggunya. Tetapi,jangan menolak keinginan ku ini".


Sepertinya aku mencium sesuatu yang tidak beres, jangan harap bisa masuk kedalam perangkap mu Downy rentengan. Aku bisa membaca akal bulusmu begitu licik,apa tidak takut dengan amukan suamiku?.Camelia, mengulum senyumnya dan melirik sekilas ke arah Down. "Mr.Down aku tidak bisa ikut dengan anda,sebab ada anak-anak yang menunggu kepulangan ku. Belum lagi bayi besar merengek-rengek meminta ku pulang,kali ini aku menolak".


"Nona, silahkan ikut dengan ku secara baik-baik atau secara kasar". Ancam Down, memperlihatkan kanan dan kiri anak buahnya mengepung mobil Camelia. "Lihatlah di sekitar mu nona manis ku, banyak anak-anak ku sudah mengepung dan kamu cuman sendirian.Cuman makan siang bersama, tidak ada yang lain". Kedip mata nakal, membuat Camelia bergidik geli.


"Baiklah, aku akan mengikuti mobil anda Mr". Jawab Camelia,mau tidak mau mengikuti perkataannya. Huufff.. Setidaknya aku tidak ikut mobil yang sama dengan Downy rentengan ini,aku bisa mengatur rencana lain agar bisa bebas darinya.


Down, kembali memasang kacamata hitamnya dan pergi meninggalkan mobil Camelia. Akhirnya,aku bisa membawa Camelia bersamaku dan tidak sabar apa yang aku lakukan kepada istrimu JJ Abrams. Siap-siaplah menangisi istrimu, berada di pelukan ku ini.Batinnya Down, menyunggingkan senyumnya.


"Downy rentengan,kau kira bisa membawaku pergi dan mengikuti kemauan mu. Ayolah,jangan remehkan mamah muda seperti ku". Kata Camelia, mulai menghidupi mesin mobilnya.

__ADS_1


Down, segera menelpon seseorang untuk menjebak Camelia dan bagaimana reaksi JJ Abrams jika istrinya berkencan dengan dirinya.


Di depan mobil Down ada anak buahnya juga. Sedangkan di belakang mobil Camelia, beberapa mobil anak buahnya Down berjaga-jaga.


"Hmmmm....Ayo,kita bermain-main Downy rentengan". Camelia, banting setir mobilnya ke samping dan mengambil jalan tikus. Sontak membuat Down dan anak buahnya gelabakan melihat Camelia lepas dari mereka.


 "SIALAN!kejar Camelia, jangan sampai lolos". Perintah Down,ini adalah kesempatan untuk menangkap Camelia karena tidak bersama JJ Abrams.


Anak buahnya Down, segera menyusul Camelia yang sudah jauh dari pandangan mereka. Panik melihat beberapa belokan,entah Camelia pergi jalur dimana.


Camelia, cekikikan menahan tawanya karena berhasil lepas dari jeratan Down. Sudah pasti anak buahnya kebingungan,karena banyak jalur tikus dan beberapa rumah penduduk lainnya. "Hahahaha.. Hahahaha.. Dasar bodoh! Kalian bukan tandingan ku,ingat itu". Teriak Camelia,puas mengerjai mereka semua.


Down, berdecak kesal karena keinginannya tidak terpenuhi sekarang. "Aaarghhh.... Lagi-lagi Camelia,lolos dari kejaran ku". Raut wajah Down, benar-benar marah kepada anak buahnya gagal menangkap Camelia.


Down, mengerutkan keningnya seseorang menelpon menggunakan nomor baru. Dia segera mengangkat panggilannya tersebut, hatinya memanas suara yang di kenalnya.


(Downy rentengan,jangan harap bisa menangkap diriku ini. Ayolah,jangan main-main dengan ku)


Down, menggenggam benda pipih di tangannya itu. "Aku tidak akan pernah menyerah Camelia, sampai akhirnya aku memiliki mu. Aku bisa melakukan apapun, terutama suamimu dan anak-anak mu". Ancamnya,di iringi oleh cekikikan tertawa.


(Silahkan, lakukan sesukamu Downy rentengan. Tetapi, jangan mengkhayal terlalu tinggi takutnya nyungsep ke bawah dan terguling-guling kesakitan. Mr.Downy akhir-akhir ini anda memang lancang terhadap ku. Ketahuilah aku bisa kehabisan kesabaran,jangan salahkan aku nanti).


Camellia, langsung memutuskan panggilan telponnya. Down, semakin marah dan menghempaskan ponsel di tangannya itu.


"Aaarghhh.... Pokoknya Camelia, harus bisa aku miliki. Cuman ini satu-satunya mengalahkan JJ Abrams,aku bisa menguasai pertambangan emas dan membunuhnya. Camelia,kau benar-benar menguji kesabaran ku". Down, mengusap wajahnya dengan kasar.


Sedangkan Camelia, merasa lega karena sudah sampai di kediaman sang suami. Kebetulan sekali, JJ Abrams tidak ada di kediaman ada masalah kecil di pertambangan katanya tadi.

__ADS_1


__ADS_2