
Camelia, menahan dadanya berdegup kencang. Beruntung Jhonny, cepat menarik lengan Camelia dan bersembunyi.
"Terimakasih, hampir saja tadi ketahuan". Kata Camelia, ngos-ngosan mengatur nafasnya.
"Hussssttttt...Dasar tukang ceroboh". Gerutu Jhonny, menarik lengan Camelia masuk kedalam ruangan.
Deggg...
Camelia, terkejut melihat keadaan Olivia meringis kesakitan.
"Tante Olivia, bertahanlah sebentar yah. Kami akan membawamu ke rumah sakit,maaf kami datang terlambat". Camelia, menggenggam jemari Olivia yang menggeleng kepalanya.
"Dia terluka Camelia, Li Yun menembak bagian perutnya. Aku tidak tau, bagaimana nasib anak kami". Ucap Jhonny, menatap iba melihat istrinya.
"Bawa aku pergi Jhonny,aku tidak mau kenapa-kenapa dengan anak kita". Isak tangisnya Olivia, menahan perutnya di perban. "Sakit sekali,aku mohon Jhonny bawa aku pergi". Pintanya lagi,tak sanggup Camelia melihatnya.
"Kamu yang sabar yah, menunggu anak buahku ke sini. Bertahanlah Olivia,demi anak kita". Jhonny, menggenggam jemari tangan Olivia.
"Aku yakin sekali, Li Yun akan datang menemui Olivia. Aku harus mengambil perhatiannya,paman Jhonny bawalah Olivia pergi melalui pintu belakang villa ini". Sesekali Camelia, melirik ke arah luar pintu. Pasti Li Yun,merasa sesuatu yang tidak beres.
"Aaakkhh..Aku tidak tahan lagi, Jhonny". Wajah Olivia, sudah pucat pias banyak kehilangan darah.
"Ayo, kita harus bergerak cepat Jhonny. Anak buahmu kemana sih,gak sampai-sampai aja". Camelia, memberikan kode diluar aman tidak ada siapapun.
Jhonny,sigap mengangkat tubuh Olivia masih berlumuran darah. "Ayo,kita keluar dari sini". Kata Jhonny, langsung di angguki Camelia memimpin jalan.
Mengendap-endap mencari jalan keluar, villa Li Yun lumayan luas rupanya.Banyak lika-liku dan ruangan.
Sedangkan Li Yun,menggebrak meja dan marah padam. Olivia, sudah tiada di ruangan tersebut. "Aarrrghh... Kalian cari wanita itu, dia adalah peluang awal bisnis kita" perintah Li Yun,kepada temannya.
Li Yun dan teman-temannya, berpencar mencari keberadaan Olivia di setiap sudut. Tak lupa senjata tajam berasa di tanagn mereka masing-masing, tidak akan memberikan ampun.
Camelia dan Jhonny, mencari-cari pintu keluar selain di depan. Namun,tak kunjung juga dapat. Berusaha mencongkel jendela, sebelum ketahuan oleh mereka.
"Aaaakkhh... Jhonny!". Olivia,merasa sakit di bagian perutnya."Sssshhhttt....Sakit sekali,aku tidak sanggup lagi".
"Bertahanlah Olivia, bertahan!". Jhonny, berusaha membantu Camelia mencongkel jendela.
Krekkk...
__ADS_1
"Berhasil!". Kata Camelia, tersenyum manis. Dia cepat-cepat keluar lebih dulu, untuk membantu tubuh Olivia.
Jhonny, bergegas mengangkat tubuh Olivia membawanya keluar. "Camelia, pelan-pelan yah".
Camelia, berlahan-lahan menyambut tubuh Olivia yang sudah lemas tak berdaya."Iya, sedikit lagi".
"Aaaaaaa....!". Tiba-tiba saja,rambut Camelia di cengkram Li Yun dari belakang. Tangannya terlepas dari tubuh Olivia, akhirnya Olivia tersungkur di tanah.
"Camelia! Sial, lepaskan dia!". Teriak Jhonny, jendelanya ditahan oleh teman-temannya Li Yun. Akhirnya Jhonny, terkurung di dalam dan gelisah gusar.
"Hahahaha.... Hahahaha...Nyali kalian berdua,memang kuat yah. Aku tidak percaya apa yang aku lihat, Camelia berada di tanganku". Senyum smrik Li Yun,masih mencekram rambut Camelia.
"Ck, lepaskan aku Li Yun! Kau psikopat,iblis, lepaskan aku!". Teriak Camelia, meronta-ronta menahan rasa sakit di bagian tangannya sudah memar.
"Mana mungkin aku melepaskan mangsa yang lezat, Hahaha.... Hahahhaa...!". Li Yun dan teman-temannya, tertawa terbahak-bahak.
Dor!
Beruntung anak buahnya Jhonny, sudah datang lumayan banyak. Mereka mengepung Li Yun dan teman-temannya.
"Berani macam-macam terhadap ku,akan aku bunuh dia". Ancam Li Yun, menyeringai tajam.
Jhonny, berhasil keluar dan lega anak buahnya juga datang. Memerintahkan untuk membawa istrinya, terlebih dahulu.
"Lepaskan Camelia,aku tidak main-main menembak mu". Jhonny, sudah menodongkan pistol ke arah Li Yun menahan Camelia.
"Yakin,mau menembak diriku". Teriak Li Yun, menyunggingkan senyumnya. "Maka leher Camelia,akan aku gorok". Ancam Li Yun, pisau sudah berada di leher Camelia. "Aku juga tidak main-main Jhonny,paham!".
"Lepaskan Camelia, Li Yun! Dia tidak tau apa-apa,kau mendapatkan berkas-berkas berharga milik JJ Abrams. Berikan Camelia, kepadaku dan kami tidak menginginkan harta kekayaan JJ Abrams". Jhonny,mulai melemahkan suaranya.
Camelia, memberikan kode kepada Jhonny untuk melancarkan aksinya. Aku punya ide,berkat menonton film action.Batinnya Camelia, berharap berhasil.
"Aaaaaaaa....!". Teriak Li Yun,ketika tangannya di gigit Camelia. Dia berhasil menjauhkan diri,dari dekapan Li Yun. "Sial,kurang ajar kau Camelia". Rupanya gigitan Camelia,cukup kuat sampai keluar darah. pisau ditangannya Li Yun,jatuh ke tanah hampir mengenai kakinya.
Dor!
Dor!
Dua tembakan mengenai kaki Li Yun, sehingga dia tak berkutik lagi.
__ADS_1
"Aaaarrgghh....Aku akan balas dendam kepada kalian, tidak akan membiarkan kalian bahagia!". Teriak Li Yun, menahan rasa sakit di bagian kakinya.
Camelia, memeluk erat tubuh Jhonny akhirnya terbebas dari Li Yun. Tubuhnya sudah lemas kehilangan tenaga, keringat membasahi wajahnya
"Kau akan membusuk di penjara, Li Yun. Kau pantas mendapatkan itu, dari kekejaman mu". Camelia, tersenyum kecil.
Li Yun,di bawa pergi oleh para anggota polisi. Dia akan mendapatkan hukuman yang setimpal,atas kekejamannya.
Para polisi juga berdatangan, villa sudah ramai dikunjungi orang-orang dan wartawan. Berita tersebar luas tentang Li Yun,menjual organ-organ tubuh manusia.
Camelia dan Jhonny, sudah meninggal villa dan pergi ke rumah sakit menyusul Olivia.
Di sepanjang perjalanan, Jhonny memeluk erat tubuh Camelia menenangkan hatinya.
Memerintahkan kepada Jecky,membawa ke sebuah rumah untuk membersihkan diri dulu. Tibalah mereka sampai di sana, Jhonny membawa Camelia ke dalam.
"Mandilah Camelia, bersihkan dirimu yah.
Semuanya sudah berakhir dengan baik-baik, tenanglah". Jhonny, mengusap lembut punggung Camelia.
"Terimakasih,aku akan membersihkan diri ku. Aku sudah mulai tenang kok,". Kata Camelia, tersenyum manis.
"Baiklah,aku akan ke kamar sebelah untuk membersihkan diri juga". Jhonny, beranjak berdiri dan keluar dari kamar.
Camelia, menatap kepergian Jhonny menghilang di balik pintu kamar. Barulah dia mengambil handuk, masuk kedalam kamar mandi.
"Aku akan menjenguk keadaan JJ Abrams, semoga dia tak kenapa-kenapa". Gumam Camelia,memutar kran shower dan membasahi seluruh tubuhnya.
Beberapa menit kemudian, Camelia keluar dari kamar dan sudah berpakaian rapi. Mengambil segelas air putih,lalu meminumnya sampai habis.
Jhonny, mendekati Camelia dan memeluknya dari belakang. "Jangan menolak Camelia,aku mohon. Ini cuma. Sebentar kok,aku mohon". Bisiknya pelan,masih tak rela melepaskan Camelia seutuhnya.
Cukup lama Jhonny, memeluk tubuh Camelia dan melerai pelukannya karena ada anak buahnya datang.
"Bukankah ini berkas-berkas berharga milik JJ Abrams? Camelia,kamu sudah mendapatkannya. Apakah kamu memikirkan sesuatu, dengan berkas ini kau bebas dari jeratan JJ Abrams". Jhonny, memandang lekat wajah Camelia.
Camelia,menghela nafas panjang. "Itu palsu". Katanya, tersenyum sumringah.
"Palsu!"
__ADS_1