SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Kembang Api


__ADS_3

Suara tembakan menjadi-jadi, orang-orang pontang-panting menyelamatkan diri dan berlarian ke sembarangan arah.


"Sepertinya musuh Mr.Down, tiba-tiba menyerang kediamannya. Kamu pergilah menyelamatkan diri,masuk di sana sangat luas dan bersembunyi sampai aman. Satu lagi, jangan lakukan kecerobohan apapun. Kalau kamu tidak menuruti perkataan ku, siap-siap tubuhmu menjadi bayarannya". Tegas JJ Abrams, menatap nyalang ke arah kekasihnya itu.


Camelia, bergidik ngeri mendengar ancaman sang kekasih. Cuman mengangguk kepala saja,demi menyelamatkan tubuhnya dari santapan binatang buas di depannya. "Kata-kata mutiara mu lucu juga, JJ Abrams". kata Camelia, menatap ke arah kekasihnya.


"Nona Camelia, ikut aku!". Terak Zara, berlarian ke arah mereka dan langsung menarik lengan Camelia.


"Eee...!". Camelia, berlarian membiarkan Zara menyeret paksa tangannya. Matanya masih tertuju pada JJ Abrams, berjalan dengan lain arah. Ada rasa kekhawatiran di hatinya,


Cukup jauh Zara,membawa Camelia dan masuk beberapa pintu yang di lewati.


"Ada apa sebenarnya?" Tanya Camelia,masih dalam kebingungan. Ee.. Ngapain nanya segala, padahal tau sendiri apa yang terjadi. Aduh... Otakku ngelak ini,efek ciuman dari my honey.


Zara, melepaskan gaun melempemnya sembarang arah. "Musuh suamiku tiba-tiba menyerang, mungkin kesempatan karena kami mengadakan pesta pernikahan ini". Jawabnya,sambil membuka peti mengeluarkan senjata api. Camelia,kagum dengan lekukan tubuh Zara masih terlihat muda. pakaian hitam melekat ketat di tubuhnya,auranya semakin menjadi-jadi.


"Oh, tarus mana yang lainnya?" Tanya Camelia, mendekati peti dan mulutnya ternganga lebar. Nah, otakku sudah tak berfungsi. Jelaslah mereka melawan atau sembunyi mass diam dan menyerahkan diri.


"Mereka masih saling menembak,kita berjaga-jaga di sini. Kau ambil senjata yang kamu mau,terus kita keluar dari ruangan buntu ini. Kamu bisa menembakkan?" Tanya Zara, rupanya dia ahli menebak persis dengan suaminya.


Camelia, menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Sebenarnya dia memang bisa menembak,tapi tidak selihai yang di pikirkan orang. "Yah.. Lumayan bisa sih". Jawab Camelia, masih memilih senjata yang nyaman di bawa.


"Kau adalah calon mantuku, harus bisa bagaimana menembak? Itu semua untuk berjaga-jaga,apa lagi kamu masuk kedalam keluarga pebisnis besar". Zara, tersenyum sumringah dan memasukkan peluru di senapan.


 Ceklekk...


"Aai.... Ini kami". Ucap Markus dan Morgan, mereka tiba-tiba datang menyelonong masuk kedalam.


Camelia, bukan menodongkan pistol malah ikutan angkat tangan. Cuman Zara, langsung siap menodongkan senjata ke arah mereka.


"Permisi,kami memerlukan senjata". Ucap Markus, langsung di beritahu Zara dimana senjatanya.


"Morgan,dimana JJ Abrams?" Tanya Camelia, mendekatinya. Astaga! Kenapa aku menanyakan dia sana, takutnya Zara curiga nanti. Batinnya, cengengesan melirik Morgan. "Maksudnya yang lain,Mr.Down".. Sambungnya langsung.

__ADS_1


Morgan, langsung menjaga jarak takut terkena sial. "Jangan kamu khawatir dengan keadaan Tuan JJ Abrams,dia jauh lebih aman di bandingkan dirimu".


"Seharusnya,kamu menodongkan senjata kepada musuhmu bukan ikutan angkat juga". Sahut Markus, mengambil senjata di dalam peti.


"Yee...Aku repleks aja,". Kekehnya Camelia,dia enggan mengambil senjata terlalu besar."Yang kecil lebih enak dan ringan". Gumamnya pelan.


Zara, memberikan kode segar keluar dari ruangan tersebut. Namun sayang, Camelia tiba-tiba terkunci di dalam tak bisa keluar.


"Wouy..Aku di tinggalin nih! Buka pintunya,wouy!". Camelia, menggedor-gedor pintunya.


Sedangkan yang lainnya,malah berlarian tidak menengok ke belakang lagi. Percuma saja, Camelia berteriak-teriak memanggil mereka di luar.


"Aaaarrgghh... Sekarang aku di sini sendirian,tidak! Aku harus keluar dari ruangan ini". Kata Camelia, bergegas mencari jalan siapa tau ada jalan lainnya.


"Hehehehe... Sudah ku duga ada jalan lain". Akhirnya Camelia,keluar dari ruangan tersebut. Namun,dia kebingungan harus kemana baru pertama kali ke sini.


"Kanan apa kiri yah?". Camelia,menghela nafas beratnya karena bingung jalan mana yang di tuju. "Oke,ambil kanan saja". Mengendap-endap berjalan,takut di tangkap musuh Mr.Down.


"Menara?". Gumam Camelia pelan,dia berniat ke atas menara dan bisa menyaksikan apa yang terjadi di bawah.


Camelia, meminum air yang di temukannya masih bersegel rapat. Melirik ke arah bawah, sungguh pemandangan menakjubkan sekali.


Rupanya JJ Abrams, Down dan musuh nya tengah membicarakan sesuatu. Di sisi lainnya,ada Ardan, Markus dan Morgan juga.


Camelia, kebingungan apa yang mereka katakan karena jauh dari mereka.


"Begini kah jika aku menikah dengan JJ Abrams, pasti menghadapi maut setiap saatnya. Tunggu dulu,apa mereka membutuhkan bantuanku? Tapi, bagaimana caranya yah?". Camelia, memikirkan sejenak dan tertuju pada petasan kembang api di depannya.


"Petasan kembang api ini, lumayan banyak dan bisa membubarkan mereka yang tengah berdiskusi tanpa aku". Kekehnya Camelia, mengambil korek api cukup untuknya.


"Lihatlah, kemampuan kekasih mu JJ Abrams. Aku akan menolong kalian, saling menodongkan pistol itu". Petasan kembang api itu, langsung ke arahkan mereka di bawah.


Ciiiiiiuuutttssss....

__ADS_1


Duaaarrrr....


Duuuaaaaarrrrr.....


Jangan di tanyakan lagi, bagaimana keadaan dibawah yang tiba-tiba mendapat petasan kembang api. Berbondong-bondong menyelamatkan diri, berhamburan ke sana kemari.


Mereka bersembunyi mencari aman,ini adalah kesempatan JJ Abrams dan Down mengalahkan musuh-musuhnya.


"Sialan, pasti nona Camelia yang melakukan tindak masuk akal ini". Teriak Ardan, rupanya bersembunyi bersama Morgan.


"Benar sekali,dia menyalakan petasan kembang api dan mengarahkan kepada kita. Bukan hanya musuh pontang-panting menyelamatkan diri, bahkan kita juga.Nona Camelia, jauh lebih berbahaya daripada musuh. Bahkan ada kekasihnya juga, ingin membunuh bersama musuhnya". Ucap Morgan, rambutnya sedikit kebakar kena petasan kembang api.


Ardan, mematikan api di bagian bajunya. Mereka menggerutu Camelia, tidak pandang bulu menghabisi nyawa siapapun.


JJ Abrams dan Down,sibuk mematikan api di baju mereka.


"Siapa yang melakukan ini? Dia di pihak siapa,kita atau Luk? Huufff.... Lenganku terbakar sepertinya". Kata down, lengannya melepuh.


JJ Abrams,melirik tajam ke arah menara berada di atas. "Aku yakin sekali,dia yang melakukannya. Apa maksudnya ingin mencelakai ku juga,dasar tidak mempunyai perasaan". Gerutu JJ Abrams, keadaan mulai tenang.


"Memangnya siapa?". Tanya Down, sangat penasaran siapa pelakunya.


"Nona Camelia". Jawab JJ Abrams, menggeleng kepalanya. Down,malah tertawa terbahak-bahak mendengarnya.


Camelia,merasa mereka sudah bubar dan menghentakkan aksinya. Sesekali dia melihat ke belakang, takut ada seseorang yang naik.


Matanya melirik ke arah bawah, beruntung ada teropong untuk memudahkannya melihat dimana mereka sembunyi. "Tuhan, selalu berpihak kepada ku". Gumamnya, mencari mangsa sebagai sasaran petasannya.


"Ketahuan dimana kamu bersembunyi, sesekali mengerjai 3 serangkai dan musuh tak di undang itu". Camelia,mulai menyalakan petasan kembang apinya.


Dari atas menara Camelia, cekikikan menahan tawa melihat mereka pontang-panting menyelamatkan diri.


Sesekali mengarahkan anak tangga menara,takut ada seseorang yang mengendap-endap naik. "Aku sudah merusak kediaman Mr.Down,belum lagi menghadapi JJ Abrams. Matilah aku,ya Tuhan bantulah diriku yang malang ini".

__ADS_1


"Nona Camelia! Ini aku calon ibu mertua mu!". Teriak Zara,naik ke atas menara menyusul Camelia.


Mendengar suara istrinya Down, Camelia menyunggingkan senyumnya sudah memiliki rencana licik.


__ADS_2