
"Camelia,apa kamu tau berita tentang Arsen?". Tanya Ryan, mendekati Camelia di parkiran ingin pulang. Aku yakin sekali, antara Camelia atau pamannya yang membuat Arsen koma dan babak belur.
"Tau, emangnya kenapa?". Tanya Camelia, mengerutkan keningnya. Ckckck... Pasti kemakan omongan dua minion itu.
"Kata Yumna dan Putri,kamu penyebabnya Arsen. Apa itu,memang benar Camelia?". Tanya Ryan, penasaran sekali.
"Terus,kamu percaya begitu dengan omongan mereka? Jika benar,aku pelakunya memang kenapa? Aku tidak melakukan kejahatan apapun,kecuali orang itu mulai duluan". Kata Camelia,tak menyukai pertanyaan Ryan.
"Camelia,jika benar kamu melakukannya. Kau memang jahat sekali, Arsen koma dan belum tentu sembuh. Seharusnya,kamu pikir panjang jangan mentang-mentang pamanmu yang berkuasa". Ryan, menatap tajam ke arahnya.
"Ryan,jangan sok menasehati ku. Paham! Kenapa tidak menasehati keluarga mu saja,atau kamu ingin jadi pahlawan Arsen. Atau jangan-jangan, keluarganya melakukan sayembara siapa pelakunya. Terus,kamu ingin menangkap ku dan mendapatkan uang? Mikir dulu Ryan, Yumna dan Putri emangnya punya bukti? Aku bisa kok, melaporkan kasus ini kepada pihak berwajib. Sama saja, mereka menyebar fitnah dan mencoreng nama baik ku". Camelia, menyunggingkan senyumnya. Sudah pasti Ryan,mencari tau kebenarannya.
"Ak,aku tidak bermaksud apa-apa. Cuman menjaga mu Camelia, siapa tau Yumna dan Putri melakukan sesuatu yang tidak baik. Percayalah kepadaku,sama sekali tidak mempercayai ucapan mereka". Kata Ryan,dia mencari aman dulu.
"Ck, aku tau siapa dirimu Ryan. Demi uang apapun yang kamu lakukan, intinya jangan pernah menyinggung perasaan ku. Jika itu terjadi,kamu siap-siap mendapatkan hadiah yang tak kau duga". Ancam Camelia, penuh penekanan pada katanya.
"Ryan,kamu di sini". Ucap seseorang mendekati mereka berdua.
"Kak Clara,gawat". Gumam Ryan,masih terdengar oleh Camelia.
"Eee..Ada Tante Clara, apa kabar?". Tanya Camelia, basa-basi. Wajah Clara,masih beruntusan tak semulus dulu.
Clara, mengatur nafasnya yang ngos-ngosan. Meskipun wajahnya di tutup menggunakan masker, masih jelas wajahnya rusak.
"Camelia,kamu sama Ryan. Kabar Tante baik kok,gimana kabar paman mu Jordan?" Tanya Clara, menahan tangan adiknya jangan sampai kabur.
__ADS_1
"Baik kok,kabar paman Jordan". Jawab Camelia, tersenyum manis.
"Baguslah,apa kamu bisa membawa Tante bertemu dengan paman Jordan? Tante, sangat susah menemu inya dan terus di usir. Tante mohon Camelia,plis... Ada yang Tante bicarakan dengan paman mu, penting sekali". Rengeknya Clara, memohon kepadanya. Yah... satu-satunya harapan bertemu dengan Jordan, bersama Keponakannya. Semoga Camelia,mau menuruti perkataan ku.
"Lepas kak,aku mau kerja". Kata Ryan,yang kesal dengan kakaknya.
"Kamu jangan kemana-mana,aku ingin berbicara penting kepadamu". Bentak Clara,cukup keras.
"Ngapain juga sih,kak Clara kesini? Bikin kesal aja". Sungutnya Ryan, dengan perasaan dongkol.
"Aku ke sini mau minta uang sama kamu,mana uangnya?". Clara, mencekram lengan adiknya.
"Apaan sih,gak jelas banget. Aku tidak perduli dengan kak Clara dan ibu, bukankah kalian yang mengusir ku. Ingat itu kak,jadi aku tidak mau berurusan dengan kalian lagi". Ryan,merasa malu dengan Camelia yang tersenyum kecil.
"Kamu harus memberikan uang kepada ku,mamah meminjam uang sebesar 20 juta sama rentenir. Kamu harus melunasi hutang mamah,beliau sudah melahirkan mu. Jangan lupa dengan jasa mamah,kalau tidak dilunasi. Apartemen ku bakalan di sita,aku tidak mau". Clara, menceritakan tentang ibunya yang berhutang.
"Maaf,aku pamit dulu". Kata Camelia,tak ingin ikut campur dalam urusan mereka.
"Tunggu,jangan tinggalkan Tante. Katanya mau bantu Tante, bertemu dengan pamanmu Jordan". Clara, langsung menahan lengan Camelia. "Ryan, bukankah kamu memiliki bos kaya raya. Apa susahnya meminjam uang dulu,setiap kamu gajihan di cicil".
"Aku tidak mau kak,jual saja apartemen kakak dan beli rumah kecil. Sampai kapan pun,aku tidak mau mengeluarkan uang kepada kalian. Sudahlah,aku pergi dan kembali bekerja. Kak Clara,jangan sesekali mengganggu ku lagi". Ryan, mendelik ke arah kakaknya dan berlalu melangkah kakinya.
Clara, menoleh ke arah Camelia yang mau masuk kedalam mobil. Dia cepat-cepat menyusul,jangan sampai kehilangannya.
"Camelia,jangan tinggalkan Tante?". Pinta Clara, memasang wajah sedihnya.
__ADS_1
"Aku tidak bisa membantu Tante, bertemu dengan paman. Tante Clara taukan,paman tidak mau bertemu denganmu" kata Camelia, memasang wajah datar.
"Camelia,cuman kamu harapan satu-satunya. Plis... Tante, mau membongkar rahasia Liliana dan ini sangat penting sekali". Pintanya Clara,lagi.
"Tante, paman Jordan mengetahui semuanya. Tante Liliana, di usir dari mansion oleh paman. Jadi tidak perlu lagi,apa yang di bicarakan dengan paman. Aku tau,jika Tante ingin meminjam uang kan? Keliatan loh,dari raut wajah Tante". Ucap Camelia, sontak membuat Clara semakin gelisah karena ketahuan idenya.
"Camelia, apa kamu tidak mendengar semuanya. Kami lagi kesusahan,jika tidak secepatnya di bayar. Otomatis tempat tinggal kami bakalan di ambil, pasti kami memiliki uang 20 juta kan? Pinjamkan uang itu,kepada Tante dulu". Pinta Clara,tanpa tau malu.
"Lalu, bagaimana Tante melunasi uang itu kepadaku? Aku tidak semurah hati loh,uang adalah segalanya". Ucap Camelia, tersenyum smrik.
"Uang 20 juta, bagimu sangat kecil. Janji akan mencicil hutang Tante,atau tidak tagih sama Ryan. Kalau Tante,punya pekerjaan gak ada. Mana ada orang mau memperkerjakan Tante, lihatlah wajahku yang rusak ini. Ayolah, bantu Tante yah". Pinta Clara, dengan mengiba..
"Bagaimana jaminan apartemen Tante,kalau gak bisa bayar dalam 5 bulan. Otomatis apartemen itu, bakalan jadi milikku. Mau gak?". Tanya Camelia, memberikan pilihan sulit.
"Camelia,kamu jangan gila yah! Apartemen itu, satu-satunya harta Tante loh. Kok kamu tega,dasar yah orang kaya gak punya hati". Bentak Clara, matanya tertuju pada tas di dalam mobil. Melihat Camelia, yang lengah sedikit. Dia bergegas mengambil tas itu, tetapi ketahuan oleh sang empunya.
"Aduhh...!". Clara, tersungkur di pasir karena Camelia menghalangi langkahnya mau kabur membawa tas.
"Waw....Tante ingin mencuri tasku yah, kasian sekali ketahuan". Kekehnya Camelia,penuh senyuman.
"Gila! Kamu jahat Camelia, aku benar-benar salah menilai mu. Kamu dan pamanmu, memang jahat dan tidak mempunyai hati. Kalian sudah membuat ku hancur, bahkan membuangku seperti sampah". Kata Clara, cukup keras dan beruntung parkiran masih sepi.
Para pengunjung kafe, kebingungan dengan teriakan seseorang. Begitu Ryan, bergegas keluar kafe dan takut terjadi sesuatu.
Melihat Ryan,keluar kafe dalam tergesa-gesa. Leo, secepatnya menyusul ke luar dan benar sekali. Di luar ada Camelia dan seorang wanita merintih kesakitan.
__ADS_1
Ryan, langsung mendorong tubuh Camelia lumayan keras. Leo,sigap membantu Camelia dan menangkap tubuhnya jangan jatuh.