
"Apa yang di katakan cucuku,memang benar Jhonny. Jangan lagi,ikut campur urusan Doni dan Rendy. Kita tidak ada sangkut pautnya, lama-kelamaan ngelunjak seperti sekarang. Mentang-mentang seringkali di bantu, sesuka hati mereka meminta bantuan lagi. Jangan mau, turuti perkataan mamah". Sahut Sandra, di ambang pintu kamar Camelia.
"Tepat sekali nek,jangan lagi membantu mereka. Apa kata orang luar paman? Masih membantu mereka, padahal banyak sekali yang lain. Mereka bisa berpikir kok,". Kata Camelia, tersenyum manis. Hahahaha.... Mampus kalian, tidak mendapatkan bantuan dari Jhonny.
"Kenapa mereka meminta bantuan kepada mu, Jhonny?". Tanya Sandra, langsung di geleng Jhonny. "Karena mereka mendapatkan pinjaman uang, lebih banyak dari yang lain. Gitu aja, bisa-bisanya kamu bodoh. Sudahlah,jangan membantu mereka lagi. Mamah,malu di tanyain terus sama teman-teman. Mereka sudah mempermalukan keluarga Allen,".
"Aku tau mah,tapi tanah kediaman Sean dulu memang luas. Bagus sekali, kalau di bangun apa. Mana mungkin juga, mereka bisa menebus uang yang di pinjam kepadaku. Tanahnya akan menjadi milikku,". Ucap Jhonny,ada benarnya juga perkataan sang ibu dan keponakannya.
"Terus, mereka nanti tidak bisa membayar dan menjual tanah itu. Mamah, sangat yakin sekali bahwa mereka akan menagih sisa uang penjualannya. Sudahlah,jangan meladeni mereka lagi. Muak melihat mereka, mondar-mandir ke sini". Bantah Sandra, memberikan tatapan tajam.
"Baiklah,aku tidak akan meminjam uang kepada mereka". Jhonny, pasrah dan menurut perkataan orang yang di cintainya.
Camelia, tersenyum karena Jhonny tidak akan meminjam uang kepada Doni dan Rendy.
Sudah pasti mereka berdua gelabakan jadinya,cuman Jhonny mau meminjamkan uang dengan jumlah banyak. Jika mereka meminjam uang kepada yang lain,mana mungkin tembus 1 M atau lebih.
"Jordan, sudah resmi bercerai dengan Clara. Mamah, sudah lega mendengarnya dan tidak memikirkan masalah ini". Kata Sandra,duduk di samping Camelia.
"Aku dengar-dengar orangtuanya Clara, berpisah. Tidak mau lagi, ibunya bersama pak Doni. Kok bisa yah, mereka selingkuh? Apakah mereka tinggal satu atap,lalu muncullah benih-benih cinta". Jhonny, keheranan jadinya.
Iya, seperti yang aku rasakan Jhonny. Seiring waktunya berjalan, selalu bersama dan tumbuhlah benih-benih cinta diantara Kita. Aku tidak tau, bagaimana menjelaskan semuanya tentang diriku. Akankah kamu membenciku, karena jiwa keponakan mu di ganti oleh ku.Batin Katrina, tertunduk sedih.
Jhonny, mengelus lembut rambut panjangnya Camelia. "Ada apa,hmmm?". Mengangkat dagu sang keponakan, terlihat murung itu.
"Paman,aku,aku sebenarnya....". Camelia, menggantung ucapannya dan ragu mengatakan semuanya. Kenapa aku ragu, seperti ini? Tidak mungkin kan,aku berbohong terus-terusan.
__ADS_1
"Sebenernya apa, Camelia? Jangan membuatku semakin penasaran, katakan jangan ragu". Jhonny, menatap lekat manik-manik mata keponakannya.
Jantung Camelia, berdegup kencang tak sanggup terus bertatap muka dengan Jhonny. Dia membuang muka ke arah lain, meremas ujung bajunya. "Sebenarnya,aku...Aku...Aku dan teman-teman besok mau jalan-jalan,yah jalan-jalan paman. Boleh yah,pliss..?". Alasannya Camelia, mengurungkan niatnya untuk membuka jati dirinya sendiri
"Jalan-jalan kemana? Lalu,ada pria lain gak?" Tanya Jhonny, menyipitkan bola matanya.
"Hahahaha...Aku, Cika dan Rika. Tidak ada pria manapun,paman. Mau ke gunung, pantai, rencananya sih!". Jawab Camelia,masih bingung tujuan liburan untuk besok.
Jhonny,menghela nafas panjang dan mengelus pipi mulus keponakannya. "Baiklah,paman izinkan kamu liburan. Tetapi,ada pak Ali menemani kalian liburan. Tidak masalah kan? takutnya kalian kenapa-kenapa,bisa minta bantuan juga dengan pak Ali".
Camelia, mengangguk kepalanya dan memeluk erat tubuh Jhonny. "Terimakasih yah,paman. Gak masalah kok,ada yang jagain kami. Hore! Dapat izin liburan,yeyeyeh...!". Camelia, terlihat sangat senang sekali.
Jhonny, menggeleng kepalanya melihat sikap Camelia joget-joget tak karuan.
"katakan saja,apa itu". Jawab Jhonny, tersenyum manis.
"Paman,akan marah kepadaku jika melakukan kesalahan fatal?". Tanyanya lagi, sebenarnya Katrina ingin tau reaksi Jhonny.
"Tergantung kesalahan fatal, seperti apa dulu? Apa coba contohnya,biar aku mempertimbangkannya". Kekehnya Jhonny, mendengus dingin.
"Misalnya,aku membunuh seseorang karena balas dendam. Marah tidak paman?". Tanya Camelia, tangannya sudah panas dingin.
"Hmmmm...Jika orang itu, melakukan kesalahan besar kepadamu dan kamu bunuh. Aku tidak masalah,malah senang karena keponakannya paman bisa menjaga diri". Jawab Jhonny, tersenyum kecil. Kenapa dia tiba-tiba berbicara seperti ini? Apa ada sangkut pautnya,antara dia dan Katrina. Hmmmm... Menarik sekali, membuatku semakin penasaran jadinya.
Camelia, tersenyum kecil dan menarik napas dalam-dalam. "Bagaimana jika aku bukan keponakannya,paman? Apa yang paman, lakukan kepadaku. Apakah paman, membenciku dan marah besar?".
__ADS_1
Degggg...
Jhonny, menatap intens ke arah keponakannya. Lalu, beranjak berdiri dan memikirkan sesuatu. "Jangan berbicara macam-macam, Camelia. Aku tidak suka dengan pertanyaan mu itu,paham! Ini terakhir kalinya,kamu bertanya tentang itu. Kamu adalah Keponakannya paman, tidak mungkin orang lain". Tegas Jhonny, membelakangi Camelia.
"Bagaimana jika jiwa di tubuh Keponakannya paman,orang lain? Apakah paman Jhonny,tetap marah dan membencinya?". Kata Camelia, dadanya naik turun mengontrol diri.
Jhonny,berbalik badan dan melangkah maju ke Camelia. Sontak membuat Camelia, terkejut dan mengundurkan langkahnya."Siapa kamu?".
"Ha!". Camelia, terduduk di tepi ranjang sangat ketakutan melihat amarah Jhonny terpancar dari wajahnya. "Aarggh...Paman,kamu!". Tiba-tiba saja, Jhonny langsung mencekram lehernya dan masih longgar. Air matanya lolos sudah, mengalir di kedua pipinya.
"Aku sudah lama sekali, ingin mendengar ucapan ini. Asal kamu tau,aku merasakan sesuatu yang tidak beres. Pertama kali aku melihat mu,lalu memeluk di rumah sakit. Akan tetapi,aku diam dan diam sampai detik ini. Aku tau,apa yang terjadi di kediaman Sean dan dirimu. Aku paham dengan mu,ada sangkut pautnya dengan Katrina. Aku beri waktu 3 hari, ceritakan semuanya kepadaku jangan ada yang kamu tutupi. Atau aku memindahkan makan orangtua mu dan orangtuanya Katrina. Sampai kapan pun, kau tidak pernah melihat makan mereka lagi!". Ancam Jhonny, menyunggingkan senyumnya dan melepaskan cengkraman tangan di leher Camelia
Camelia,yang gelabakan dan gugup harus berkata apa lagi. "Aku,aku....!". Mulutnya kelu tidak bisa berkata apa-apa, ingin berbohong kepada Jhonny tidak mungkin. Karena Jhonny, sudah mengetahuinya sejauh ini.
"Beri aku waktu,akan aku jelaskan semuanya". Kata Camelia, menunduk kepalanya dan memegang lehernya yang masih terasa di cengkram Jhonny.
"Besok aku keluar negeri,selama 2 dan pulang. Setelah pulang nanti,aku ceritakan semuanya kepadaku. Paham!". Ancam Jhonny, mendelik tajam ke arah Camelia yang sudah ketakutan.
Jhonny, langsung meninggalkan kamar Camelia.
Brakkk..!
Begitu keras Jhonny, menutup pintu kamar keponakannya. Sedangkan Camelia,naik ke atas ranjang dan menangis kesegukan meratapi nasibnya. Dia masih belum siap, menceritakan semuanya kepada Jhonn Takut kehilangan Jhonny, selalu perhatian dan penuh kasih sayang kepadanya.
Jhonny, masuk kedalam kamar mengusap wajahnya dengan kasar. Merebahkan tubuhnya diatas ranjang,menyesal sudah membentak keras kepada Keponakannya itu.
__ADS_1