SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Liburan


__ADS_3

 "Aaaaaaa... JJ, lepaskan aku! Turunkan aku, JJ! Aku ingin bermain dengan Morgan,aku ingin menantangnya". Camelia, meronta-ronta ketika JJ Abrams mengangkat tubuhnya dan membawa ke dalam kamar.


Brukk...


JJ Abrams,menghempas tubuh Camelia di atas ranjang.


"Auuukk...Kau kasar sekali, tidak ada lembutnya". Gerutu Camelia, memasang wajah cemberut.


JJ Abrams, melepaskan kemeja dan menerkam Camelia. "Hussssttttt.. Diamlah sayang,aku sangat lelah dan tidurlah. Jangan banyak bergerak, jangan banyak tanya kalau ingin selamat dari hantaman ku". Bisik JJ Abrams, mengigit bibir Camelia.


"Hmmmmm.. Menyebalkan sekali,geser ke samping JJ. Tubuhmu sangat berat,tak sanggup aku menahannya. Bisa mati aku di tindih tubuh mu yang besar ini,ayolah!" Camelia, memohon agar JJ Abrams berpindah dari atas tubuhnya.


"Istirahat sayang, malam ini ada beberapa yang tak boleh dilewatkan". JJ Abrams, berusaha mengontrol dirinya dan mengecup bibir sang kekasih dengan lembut.


 "Aaahh... Ssshhhhttt...Kau menyentuhnya sayang". JJ Abrams, membenamkan wajahnya di leher Camelia.


Glek


Camelia,tak sengaja menyentuh anaconda milik JJ Abrams. "Maaf,aku tidak sengaja tadi. Kamu sih, gak bisa diam tau". Sudah andalan Camelia, mencubit perut sixpack JJ Abrams.


"Ssshhhhttt...Jangan di cubit sayang,di belai-belai enak saja". Bisiknya, leluasa menguasai seluruh leher Camelia dan menciumnya dengan brutal.


"Aaahh...Jangan seperti ini, JJ tanganmu kemana? Jangan masuk JJ,hentikan". Camelia, berusaha mengontrol dirinya jangan sampai terbuai dengan sentuhan sang kekasih.


"Hussssttttt.... Rasakan saja,ini adalah hukuman sudah mengerjai ku waktu itu. Jangan pura-pura lupa sayang,aku masih ingat. Aaarghhh...Bisa gila aku,jika terus-terusan menyentuh mu". Tangan JJ Abrams,mulai masuk kedalam baju Camelia dan mengelus-elus tubuhnya.


Camelia, berusaha menutup mulut jangan sampai suara laknat keluar mampu membuat dirinya malu. Jujur saja, ingin lebih dan lebih dari sentuhan semata.


Camelia, ngos-ngosan mengatur nafasnya dan mulai tenang ketika JJ Abrams menghentikan aksinya.


"Kali ini,kau masih selamat sayang". JJ Abrams, mendaratkan sebuah kecupan di keningnya.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, dengkuran halus terdengar oleh Camelia.


"Tidurlah yang nyenyak sayangku". Lirih Camelia, mengecup kening JJ Abrams dan bangkit dari ranjang.


Membuka pintu balkon kamarnya, hembusan angin masuk kedalam. Sungguh pemandangan begitu indah,di sore hari tepat di tengah laut.


Camelia, mengambil beberapa gambar dan pemandangan. Tak lupa mengunggah di sosmed, sekedar untuk memperlihatkan kepada seseorang.


[Menyenangkan sekali liburan kali ini, menikmati pemandangan di tengah laut tepat di sore hari. Apa lagi, kalau liburannya bersama orang yang kita sayang]


Camelia, langsung mengunggah statusnya di WhatsApp.Tak lupa mengunggah foto-foto kebersamaannya, dengan istri-istri Ardan tadi.


Sedangkan di tempat lain, Cika dan Rika melihat status sosmed Camelia yang tengah berlibur.


Ada rasa iri hati terhadap Camelia, rupanya dia berlibur dengan beberapa temannya. Membuat Cika dan Rika,merasa menyesali perbuatannya.


"Pantesan saja, Camelia tidak memperdulikan kita. Lihatlah,dia ada teman selain kita Cik. Lalu, bagaimana dengan nasib kita ini? Sudah beberapa hari ini,kita tidak bertemu dengannya". Rika, bersandar pada tembok kampus.


"Aku punya ide Cika,kita minta bantuan kepada ibu kita dan membuat skenario". Kata Rika, tersenyum sumringah dan Cika langsung mengangguk kepala.


***************


Malam harinya, Camelia mendapatkan beberapa pesan dari seseorang yang mengaku sebagai ibu kandungnya Cika dan Rika.


[Nak Camelia, Tante dengar kamu dan Cika dan Rika ada masalah yah? Maafkan anak Tante,yah. Namaku juga sama-sama remaja,gak papa kalau punya masalah dan saling menatap. Sekarang kamu dimana sayang? Kami gak kangen sama Cika dan Rika? Sebenarnya,ada sesuatu yang Tante katakan kepadamu. Beberapa hari ini, Cika dan Rika mengurungkan diri di dalam kamar. Mungkin sakit hati, mereka baru putus dengan pacarnya masing-masing. Tante mohon sama kamu,bisa gak membujuk mereka berdua keluar dari kamar dan sarapan. Tante,takut mereka kenapa-kenapa nak Camelia. Mau yah, bantuin Tante?]


Camelia, cekikikan menahan tawanya ketika membaca pesan tersebut. Sudah pasti dirinya,tak akan percaya semudah itu saja.


Beberapa panggilan yang di abaikan Camelia, baginya bodo amat dan bukan urusannya lagi. Lagi-lagi Cika dan Rika gagal dan gagal membujuk Camelia.


JJ Abrams, sudah berpakaian rapi dan keluar dari kamar bersama Camelia. Malam semakin ramai, alunan musik menggema di ruangan yang mereka lewati.

__ADS_1


JJ Abrams,membawa Camelia untuk makan malam bersama di sebuah restoran di kapal pesiar ini.


Tak mereka berdua saja, melainkan Ardan dan istri-istrinya makan malam bersama. Tempat duduknya bersebelahan,kini semakin ramai jadinya.


Niat JJ Abrams, ingin melakukan romantis makan berdua. Akan tetapi, rencananya gagal total. Melihat kelakuan sang kekasih dan istri-istri Ardan satu frekuensi.


"Selamat malam para tamu istimewa ku, silahkan nikmati makan malam di restoran kami. Untuk tamu istimewa ku,Tuan JJ Abrams dan kekasihnya. Semoga kalian senang atas hidangan yang kami sajikan, terimakasih!". Morgan, tersenyum dan para tamu bertepuk tangan.


"Ck,manis sekali perkataannya itu. Morgan, mengatakan kita adalah tamu istimewanya. Jelas-jelas menyambut kedatangan kita sebagai musuhnya, menyebalkan sekali". Gerutu Ardan, berbisik pada JJ Abrams.


"Dia seperti mencari perhatian kepada seseorang, wajahnya sungguh menyebalkan dari biasanya". JJ Abrams, ikut-ikutan menggosip Morgan tengah berdiri di atas panggung sambil memegang mic


Morgan,turun dari panggung dan mendekati meja JJ Abrams dan Ardan. Sedari tadi,dia merasakan sesuatu yang tidak beres. "Aku merasa penasaran sekali,apa yang kalian bisikkan. Bisakah berbagi dengan ku?"


JJ Abrams dan Ardan, langsung memasang wajah datar dan sama-sama menggeleng kepalanya.


Morgan, beranjak pergi dan mendekati Camelia dan istri-istri Ardan lagi. Dia tersenyum sumringah, melihat wajah cantik-cantik di hadapannya.


"Nona manis,apa kamu tidak takut jika berduaan dengan kekasih mu yang bertubuh besar itu?". Bisik Morgan,namun wajah menahan rasa sakit. "Aaaarrgghh....sakit sekali! Aukkk..Aukk...!"


Bagaimana tidak sakit, Camelia menginjak kaki Morgan dengan heels tingginya.


"Sialan,kau benar-benar keterlaluan sekali". Akhirnya Morgan, meninggalkan para wanita itu. Melihat wajah Camelia,yang nampak santai saja.


"Bagaimana Morgan, hadiah yang di berikan oleh nona manis?" Bisik Ardan, berdiri di tempat duduknya agar sampai menjangkau telinga Morgan.


"E'ehmmm....Biasa saja,itu hal kecil". Jawab Morgan, dengan sombongnya.


Alunan musik dansa sudah di mulai, JJ Abrams berniat untuk mengajak Camelia berdansa. Lagi-lagi di urung niatnya, melihat Camelia menikmati makanan favoritnya baru datang.


"Huuuff..... Kepalaku pusing memikirkan, bagaimana bisa membawa Camelia berdansa?". Gumam JJ Abrams, memandang ke arah Camelia.

__ADS_1


"Sepertinya bos kumat lagi". Bisik anak buahnya, berbisik satu sama lain.


__ADS_2