SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Pesta


__ADS_3

"Tetaplah bersamaku". Bisik JJ Abrams, sudah memasuki acara pesta megah di kediaman putri Eloisa.


Camelia, memasang wajah cemberutnya ketika mendengar bisikan sang suami. "Sayang,aku tidak masalah duduk manis di sana".


"Tidak. Aku tidak mempercayai ucapan mu,jika dirimu duduk manis di sana. Memang benar, kamu duduk manis dalam hitungan beberapa detik. Setelah itu, menghilang tidak tau kemana". JJ Abrams, semakin erat menggenggam jemari tangan istrinya. Beginilah jika memiliki seorang istri bar-bar, harus ekstra mengawasinya dan jangan sampai hilang dari pandanganku.


"JJ,jangan seperti ini. Mereka mengira aku tidak bisa jauh darimu,jangan seperti anak kecil". Bisik Camelia, terpaksa mengikuti langkah kaki suaminya di tempat duduk. Astaga! Aku tidak bisa bebas kemanapun, menyebalkan sekali.


JJ Abrams, memerintahkan anak buahnya untuk mengambil beberapa menu makanan terenak di pesta ini.


"Sekarang malah menyogok dengan makanan,agar aku tetap berada di sisinya". Gumam Camelia, matanya calingukan melihat sekeliling. Ngomong-ngomong kemana dua sejoli itu,lalu mana putri Eloisa? Batinnya, tersenyum manis memandang wajah suaminya.


Suasana pesta semakin ramai, membuat Camelia jenuh karena cukup lama di samping suaminya dan berkenalan dengan yang lain juga.


Gigi-gigi ku kering karena kelamaan nyengir kuda, mending duduk manis dan menikmati makanan di meja. Daripada bersama JJ Abrams,di sampingnya terus-menerus.Batin Camelia, menggerutu dalam hati.


JJ Abrams,enggan melepaskan jemari tangan istrinya takut jika ada seseorang yang ingin mencelakainya. Beberapa sepasang mata tengah mengawasi gerak-gerik istrinya, sudah pasti ada sesuatu yang tidak beres.


JJ Abrams, memerintahkan kepada anak buahnya jangan lengah sedikitpun untuk mengawasi sekitaran. Jangan sampai ada celah musuhnya melukai sang istri,atau sang istri kabur darinya.


"Tuan JJ Abrams,kau sangat gagah mengenakan setelan jas mu". Trevino, memujinya dan melirik ke arah samping JJ Abrams.


"Diam-diam seorang pria bisa memuji juga,yah". Kekehnya Camelia, tersenyum manis.


"Selamat malam, Trevino. Kau juga cocok dengan setelan pakaian mu". JJ Abrams, menepuk pundak Trevino. Semakin erat merangkul pinggang Camelia, sang empunya semakin kesal saja.


"Nona Camelia, sangat cantik sekali malam ini. Nona,bisa bergabung dengan Maira dan Laure nanti. Dengan senang hati menemani nona,jika jenuh sendirian". Kata Trevino, melirik sekilas ke arah JJ Abrams. Ck, wanita memang sama karena tidak akan bisa jauh dari seorang pria yang sempurna.

__ADS_1


Orang-orang sekitar nampak ramai,ketika putri Eloisa mulai menuruni anak tangga yang di dampingi oleh Maira dan Laure.


Malam ini, putri Eloisa nampak bersinar menjadi pusat perhatian para tamu undangannya. Berjalan dengan anggun, penuh dengan senyuman manis di sudut bibirnya.


"Putri Eloisa, sangat cantik malam ini". Kata Camelia, melirik ke arah suaminya.


"Sudah pasti nona,karena putri Eloisa ingin bertemu dengan seseorang yang di rindukannya. Tapi, tidak bisa memiliki karena milik orang lain". Sahut Trevino, mengedipkan matanya.


"Lalu, bagaimana dengan anda Trevino? Sepertinya terpesona dengan kecantikan putri Eloisa, tidak berniat untuk mengambil hatinya". Ucap Camelia, sontak membuat Trevino terkejut mendengarnya.


"Nona Camelia, aku tidak pantas untuk putri Eloisa. Bahkan lebih pantas Tuan JJ Abrams, bersama seorang putri Eloisa". Trevino, sengaja memancing reaksi Camelia.


"Tepat sekali, bagaimana suamiku?". Camelia, bergelut manja di lengan JJ Abrams. Tepat dimana putri Eloisa, mendekati mereka.


"Selamat malam Tuan JJ Abrams,lama tidak bertemu dengan mu". Putri Eloisa, sedikit membungkukkan badannya.


"Suamiku, aku dengar-dengar ada sesuatu yang kalian bahas. Bisakah aku pergi ke sana, aku ingin berjalan-jalan keliling". Kekehnya Camelia, membujuk suaminya untuk melepaskan diri.


"Tidak,aku tidak mau kau kemana istriku. Sayangku, kenalkan dia adalah putri Eloisa. Putri Eloisa, kenalkan dia adalah istriku". JJ Abrams, memperkenalkan mereka berdua.


Camelia, mengulurkan tangannya di depan putri Eloisa. Namun, putri Eloisa mengabaikan begitu saja. Itupun menjadi pusat perhatian orang-orang sekitar, Camelia menarik tangannya kembali.


JJ Abrams, menggeleng pelan dan sudah menyinggung perasaannya. "Putri Eloisa, terimakasih sudah mengundang ku ke pesta mu".


"Suatu kehormatan bagi ku, atas kedatangan Tuan JJ Abrams. Kebetulan sekali,aku ingin mengundang besok untuk minum teh bersama. Bagaimana, Tuan dengan tawaran ku?". Tanya putri Eloisa, tersenyum semanis mungkin.


JJ Abrams, sudah tersinggung perasaannya karena putri Eloisa mengabaikan tangan sang istri. "Maaf, besok pagi harus bersama dengan istri tercintaku. Ada sesuatu yang aku tunjukkan kepadanya, mumpung masih berada di Goa". Tolaknya langsung.

__ADS_1


Sebagai seorang putri,merasa malu mendengar penolakan dari seorang pria yang sudah beristri. Putri Eloisa, memandang lekat ke arah Camelia yang bergelut manja di lengan JJ Abrams.


"Nona Camelia, bisakah ikut dengan kita?". Kata Maira, memberikan kode ke suatu tempat.


"Aku tidak mengizinkan kamu kemana, istriku. Cukup di samping ku,jangan kemanapun tanpa aku". JJ Abrams, semakin erat menggenggam tangan Camelia.


"Tuan JJ Abrams,kami ingin memperlihatkan sesuatu kepada nona Camelia. Bisakah kami membawanya ke suatu tempat?". Laure, meminta izin terlebih dahulu.


"Tidak. Aku tidak mengizinkan istriku kemanapun, mengerti!". Tegas JJ Abrams, dengan raut wajah datar.


"Tuan JJ Abrams,anda memang posesif terhadap istri. Nona Camelia, bersama adik-adik ku dan aman sekali. Tidak ada yang berani menyentuh nona Camelia, pasti Maira dan Laure menjagamu". Sahut Trevino,sengaja ikut-ikutan untuk memisahkan JJ Abrams dan istrinya.


"Aku memang posesif terhadap istriku, karena takut kehilangannya. Sebab istriku jauh berbeda dengan wanita lain, bahkan tidak ada seperti dirinya. Bukan sekedar seorang istri, melainkan ibu dari anak-anakku". Ucap JJ Abrams, menyunggingkan senyumnya.


Putri Eloisa,semakin terbakar api cemburu mendengar JJ Abrams memuji-muji istrinya itu. "Waw... Nona Camelia,anda memang hebat bisa mendapatkan hati Tuan JJ Abrams".


"Bukan Camelia yang hebat bisa meluluhkan hati ku, melainkan aku yang bersusah payah mendapatkan hatinya". JJ Abrams, mencium punggung tangan istrinya.


Camelia, cuman cengengesan mendengar ucapan sang suami. Berusaha menahan rasa malu, mendapatkan perhatian spesial dari JJ Abrams dan di tempat umum lagi.


"JJ Abrams, tidak bisakah kamu jangan seperti ini?". Pinta Camelia, memainkan kedua alisnya.


"Hahahaha.... Hahahaha... Tuan JJ Abrams, begitu susahnya kah mendapatkan hati nona Camelia? Aku penasaran sekali,apa spesialnya dirimu nona?". Kata Trevino, menyipitkan bola matanya.


Camelia, tersenyum smrik dan menatap tajam ke arah Trevino yang berani meremehkan dirinya. "Trevino, jangan remehkan seseorang yang belum tau bagaimana sifat aslinya? Bisa jadi seseorang itu, mampu membunuh mu dalam hitungan detik". Ucap Camelia, dengan nada manjanya.


Trevino, memandang Camelia dengan tatapan aneh. Bahkan yang lainnya juga, ikutan tercengang mendengar ucapan Camelia.

__ADS_1


Tiba-tiba saja, Trevino merasakan bulu kuduk seketika berdiri merasakan sesuatu yang berbeda.


__ADS_2