SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Pelakunya


__ADS_3

 "Jawab,kau yang menghamili Kiki? Jawab, Leo!" Bentak Gito,mencekal lengannya.


"Nak Leo, katakan yang sebenarnya kepada kami. Apa benar kamu menghamili, Kiki?" Riri, bertanya dengan lemah lembut kepada Leo.


Leo, menatap wajah orangtuanya Kiki. "Maaf,aku tidak pernah menyentuh Kiki. Percayalah Om, Tante, aku benar-benar serius menjaga Kiki".


"Bohong! Kamu berbohong, Leo! Kau adalah kekasih Kiki,kau pelakunya" Gito, menunjuk-nunjuk jarinya ke wajah Leo penuh dengan amarah.


"Kalau bukan Leo,yang menghamili Kiki. Jalan satu-satunya adalah bertanya kepada Kiki,siapa pelakunya?" Sahut Camelia, tersenyum sumringah.


Mereka langsung menoleh ke Camelia, selain mendekat saja.


Glek!


Gito, sudah pucat pias melihat Camelia yang mengetahui aib keluarganya. "Nona Camelia, kebetulan sekali anda di sini. Nona, bisakah merahasiakan semuanya dari publik. Anda tau sendirilah,jika rekan bisnis mengetahui aib keluarga ini".


"Pak Gito, kebetulan sekali kami satu kampus. Saya ke sini cuman lewat saja, tidak perlu khawatir dengan itu. Sebab,itu adalah masalah keluarga kalian. Satu lagi,jangan sampai perut anak pak Gito membesar dan belum menikah. Itu bisa merusak reputasi keluarga pak Gito, secepatnya mereka harus menikah. Cuman itu,usul dariku karena sedikit terlambat akan mengalami masalah besar. Saya permisi dulu,pak Gito" Camelia, langsung melenggang pergi begitu saja.


Gito, mengangguk kepala dan menundukkan kepalanya. Dia harus bersikap hormat kepada, Camelia. "Terimakasih,atas sarannya nona Camelia. Silahkan, hati-hati nona".


"Kau dengar apa kata nona Camelia, kau harus menikah dengan Kiki secepatnya. Ini adalah aib keluarga Leo,jangan sampai merusak reputasi keluarga kami". Kata Riri, menatap tajam ke arah Leo.


"Tapi,aku bukan pelakunya Tante. Aku tidak pernah menyentuh Kiki,sumpah!" Leo,terus membantah perkataan ibu kandung Kiki.


Bagaimana bisa, Kiki tiba-tiba hamil? Bahkan aku tidak pernah menyentuh Kiki, aaaarrgghh...! Batin Leo, mengacak-acak rambutnya.

__ADS_1


"Mungkin saja, ketika berlibur di pantai dan kalian mabuk. Terus, tidak sadar melakukan hal itu". Sahut Rika,ini adalah kesempatan untuk balas dendam.


"Diam! Kau jangan ikut campur". Bentak Kaizam, langsung. Dia tak akan membiarkan Leo, menikah dengan Kiki karena bukan anaknya.Dia tau,jika adiknya berkata jujur dan tidak mengada-ada.


"Kau dengar Leo,dia mengatakan bahwa kau pelakunya. Apapun yang terjadi,kau harus menikahi Kiki. Kalau tidak, aku akan membuat perhitungan terhadap keluarga mu. Ingat itu!" Ancam Gito, menyunggingkan senyumnya.


"Bagaimana bisa,aku bertanggung jawab kehamilan Kiki? Sedangkan aku tidak pernah menyentuhnya, kejadian mabuk kami tidak melakukan apapun. Kak Kaizam, percaya sama aku tidak melakukan hal itu". Leo, memohon kepada kakaknya meminta pembelaan.


"Kau meminta bantuan kepada kakak mu, jelas-jelas kakakmu bajingan juga" Sahut Rika, tersenyum smrik puas melihat kakak beradik ini melakukan kesalahan sama.


"Diam! Jangan ikut campur urusan kami, Rika!" Bentak Leo, emosinya menggebu-gebu disaat ini juga.


Dokter, mendekati mereka dan memberitahu jika Kiki sudah sadar di bawa ke ruangan VIP.


 Leo,masih syok berat mendengar kehamilan Kiki. Dia yakin sekali, tidak ada sangkut pautnya dengan kehamilan Kiki.


"Tenangkan dirimu,kita temui Kiki dan mencari tau kebenarannya. Takutnya Kiki,ada main hati dengan pria lain dan memanfaatkan dirimu. Rika, lebih baik kamu pulang karena ini bukan urusanmu. Kau ada di sini,bukan menjadi penenang tapi malah merusak segalanya". Kaizam, langsung mengusir kekasihnya itu.


Rika, menghentakkan kakinya dan pergi meninggalkan Kaizam dan Leo. "Menyebalkan sekali, tapi kok bisa Kiki hamil? Masa iya, Leo bukan pelakunya? Hmmm.." Sebenarnya dia masih penasaran dengan masalah mereka,namun apalah daya Kaizam mengusirnya.


Leo dan Kaizam,masuk kedalam ruang VIP dimana Kiki berbaring lemah di ranjang pasien.


Gito,masih marah besar terhadap Leo yang sudah menghancurkan kepercayaannya. Riri, nampak kecewa dengan Leo juga yang ingkar janjinya.


Kiki, menangis kesegukan meratapi nasibnya dan mengelus perutnya masih rata. Sebagai orangtuanya tak sanggup melihat anaknya seperti ini, ingin sekali menghajar Leo habis-habisan.

__ADS_1


"Katakan Ki,siapa pelakunya sudah menghamili mu? Jika aku pelakunya, dimana kita melakukan itu?" Leo, langsung menanyakan tanpa memikirkan perasaan sang kekasih.


"Kau pelakunya Leo,kau yang sudah menghamili ku ketika liburan di pantai. Kamu memang lupa kejadian itu,karena kamu mabuk berat dan aku sama". Jawab Kiki, dalam isak tangisnya.


Leo, menoleh ke arah Kaizam ada sesuatu yang mereka rencanakan. "Jujur Ki,aku tidak merasakan apapun waktu itu. Mana mungkin bisa,kita melakukan itu. Mau bagaimana lagi,aku tidak memiliki bukti dan secepatnya kita menikah".


Mendengar ucapan Leo, kedua orangtuanya tersenyum kecil dan langsung memasang wajah datarnya lagi.


"Baik,aku pegang ucapan mu Leo. Besok kalian berdua harus menikah secepatnya,jangan lupa berikan mahar yang besar. Meskipun Kiki,hamil duluan karena Dirimu. Acara pernikahan harus di adakan mewah dan megah,jangan mempermalukan keluarga kami. Berani berbuat terhadap anak orang lain, harus berani mengambil resikonya". Ucap Gito, sontak membuat Leo dan Kaizam terkejut mendengarnya.


"Tunggu dulu,Om. Jangan mengambil keputusan sendiri,masih untung adikku mau bertanggungjawab atas kehamilan Kiki. Tetapi,kami perlu waktu dalam seminggu untuk menyiapkan segalanya. Kalau tidak mau,kami akan menyelidiki kasus ini. Sebab, Leo masih tidak percaya sepenuhnya anak di dalam kandungan Kiki adalah anaknya atau bukan". Kaizam,menaruh rasa curiga dengan keluarga Kiki jangan sampai mereka masuk kedalam perangkap.


"Benar sekali,aku tidak setiap waktu bersama Kiki. Dia seringkali pergi bersama teman-temannya, tanpa memberikan kabar kepadaku. Meskipun pernikahan itu terjadi,jangan harap ada pesta pernikahan segala. Aku ingin pernikahan ini,secara kekeluargaan karena aku belum siap menikah". Sambung Leo,entah kenapa tiba-tiba jijik dengan Kiki.


"Leo,kamu ngomong apa sih? Bukankah,kamu mencintaiku dan ingin aku menjadikan istrimu. Lalu,kenapa kamu berkata seperti itu?" Kiki,syok mendengar ucapan kekasihnya.


"Sialan,kalian jangan pernah lolos dari masalah ini. Mau tak mau,kau harus bertanggungjawab Leo. Semua orang tau,kamu adalah kekasih anakku dan pasti kamulah pelakunya" Gito, mencekram kuat kerah baju Leo.


"Tante, kecewa berat dengan mu Leo. Apa kamu tidak memperdulikan perasaan Kiki? Aku adalah ibu kandungnya, betapa sakit hatinya mendengar ucapan ini. Aku akan menghubungi ibumu, mengatakan yang sebenarnya" Ucap Riri, mengelus lembut tangan anaknya.


Kiki, semakin meraung-raung menangis. "kau jahat Leo,aku sudah memberikan segalanya dan kamu mencurigai aku. Kau harus bertanggungjawab, kalau tidak aku sebarkan kehamilan ini". Ancam Kiki, matanya menatap tajam ke Leo yang pucat pias sudah.


Deg!


Leo, terduduk lemas mendengar ucapan Kiki. Jika Kiki, menyebarkan kehamilannya sudah pasti kehidupannya ikutan hancur.

__ADS_1


Kaizam,yang kebingungan karena masalah sang adik dan dirinya sama. Dimana harus bertanggungjawab atas perbuatannya sendiri, tidak ada yang membantu mereka.


__ADS_2