SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Tidur Bersama


__ADS_3

Camelia, mengaduk-aduk susu untuk dua bayi besar. Tak lupa mencampurkan obat tidur,dia terkejut mendengar permintaan Jordan.


"Seminggu lagi,paman akan menikah. Bolehkah paman,tidur bersama mu selama seminggu?". Ucap Jordan, membuat sang keponakan terperangah mendengarnya.


Walaupun di kamarnya ada Jhonny, tidak masalah bagi Jordan. Dia langsung masuk dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang, membuat Jhonny bertanya-tanya.


"Keluarrrr....!". Jhonny,mengusir Jordan dengan suara kerasnya. Namanya Jordan,malah terkekeh geli mendengarnya.


"Oh, tidak bisa Jhonny. Aku mendapatkan izin dari, Camelia". kekehnya Jordan, tersenyum sumringah.


Sedikit keributan antara mereka berdua, Camelia langsung melerai dan memberikan saran.Alhasil, dirinya di tengah dan di himpit dua paman-pamannya.


Untungnya Katrina, memiliki ide cemerlang untuk mengerjai Jhonny dan Jordan. "Lihatlah apa yang terjadi pagi hari besok?". Gumamnya pelan,masuk kedalam kamarnya.


"Terimakasih, keponakan paman yang cantik dan manis". Jordan,memuji Camelia dan menghirup segelas susu buatan sang keponakannya.


"Terimakasih,jarang sekali aku di buatkan susu. Pasti buatan Keponakannya paman, sangat enak dan tidak tertandingi". Jhonny,malah memberikan hadiah sebuah kecupan manis di pipi Camelia.


Tentu saja paman,susu buatan ku memang beda. Bahkan kalian tertidur pulas,tanpa merasakan apapun.Batin Katrina, tersenyum sumringah. "Habiskan yah, bayi-bayi besarku". Kekehnya Camelia,tak sabar menunggu reaksi obat tidurnya.


Di sertai mencubit kedua pipi Johnny dan Jordan. Sangat beruntung Katrina,di kelilingi pria tampan dan kaya raya. Walaupun status sebagai keponakan, itupun tidak masalah baginya.


Jhonny dan Jordan,saling menatap sinis. Entah mereka berdua,kenapa? Apakah bertengkar tadi, ketika Camelia ke bawah.


Di atas ranjang ada tiga nyawa, Katrina merasakan jantungnya berdegup kencang. Saling menepis tangan masing-masing,tak rela Jhonny melihat Jordan menyentuh Camelia. Begitu juga sebaliknya, mereka berdua bertengkar lagi.


Jhonny dan Jordan,menarik selimut dan saling menghimpit tubuh Keponakannya. Saling mendorong satu sama lain,tak mau kalah.


"Dekat-dekat sini,biar aku peluk". Bisik Jordan, tetapi langsung di tepis Jhonny.


"Diam! Jangan memeluk tubuh Camelia, nanti sesak nafas dia". Kata Jhonny,yang sudah memeluk erat Camelia.

__ADS_1


"Ck, ngatain orang. Sedangkan kamu apa, sudah memeluk Camelia dari tadi". Jordan, langsung memeluk keponakannya. Tidak memperdulikan Jhonny, memberikan tatapan tajam. Malah menjulurkan lidahnya, Jhonny tak kalah menarik tubuh Camelia.


"Paman,ayolah jangan memelukku terlalu kencang. Mati di peluk nanti aku,". Camelia, kesal dengan kelakuan pamannya. Astaga! Mereka berdua ini,kenapa sih?.


Akhirnya Jhonny dan Jordan, melerai pelukannya dan berhenti saling mukul. Camelia, langsung mencubit Perut mereka dan memulasnya. Agar berhenti merebutkan dirinya sendiri.


Jam dinding terus berjalan,detik,menit, akhirnya terdengar suara dengkuran halus.


"Akhirnya mereka berdua sudah tertidur pulas, waktunya beraksi". Camelia, cekikikan tertawa dan tersenyum lebar.


Satu persatu pakaian Jhonny,di lepas. Bagian terakhirnya adalah boxer, susah payah Katrina menelan ludahnya. Dia bergidik ngeri, melihat aset pribadinya Jhonny yang menakjubkan.


"Pegang boleh gak yah? Hihihihi.... Mesumnya aku,colek sedikit aja deh". Gumamnya pelan,benda tumpul berurat masih lemas dan terpampang jelas di hadapannya.


Camelia, memandang ke arah Jordan. Waktunya girian dia, untuk di telanjang bulat. Sat set begitu mudah melepas semuanya, mereka berdua sama-sama telanjang bulat tanpa sehelai benang pun.


"Kenapa tubuh mereka berdua, sangat menggoda sih? Akhirnya aku bisa memegang sixpack perut mereka berdua, uhuyy...!". Camelia, kesenangan dan meraba-raba sixpack perut mereka berdua. Dia leluasa melakukan apapun terhadap Jhonny dan Jordan. Karena sudah tertidur pulas,efek obat tidur tadi.


Camelia, menari-nari merasa senang karena mengerjai mereka berdua. Setelahnya dia bersusah payah, membuat adegan mereka berpelukan dan mengabdikan beberapa gambar.


Tak lupa membawa keperluan sekolahnya,dia berniat untuk tidur di kamar sebelah. Pagi-pagi sekali, harus secepatnya kabur dari mansion. Jangan sampai mereka berdua, bangun lebih awal. Bisa gawat nantinya,takut di gantung.


*****************


"Aaaaaaaaa...!!". Jhonny dan Jordan, langsung berteriak histeris.Bagaimana tidak berteriak, melihat keadaan sama-sama polos dan saling berpelukan.


"Sialan,kenapa kamu bertelanjang bulat? Apa yang kamu lakukan,ha?". Bentak Jhonny, menutup aset pribadinya menggunakan bantal.


"Ck,kau kira aku belok haluan begitu?". Jordan,tak kalah nyaringnya. Menutupi seluruh tubuhnya, menggunakan selimut.


"Awas kau, jangan katakan oleh siapapun!". Jhonny, menatap tajam ke arah Jordan.

__ADS_1


"Ck, pasti gara-gara Camelia. Dia sudah mengerjai kita, sudah aku bilang kan. Jangan ikut tidur bersama,ini akibatnya". Jordan,turun dari ranjang dan memungut pakaiannya.


"Camelia,awas kamu!". Jhonny, menggeretakkan giginya dengan keras. Tangannya mengepal kuat,tak sabar memberikan hukuman terhadap Keponakannya.


Sedangkan Camelia, menggeleng kepalanya di jalan. Pasti mereka berdua,akan balas dendam kepadanya. "Makanya jangan sok-sokan dulu,mau tidur bareng aku. Hahahaha... Rasakan kalian berdua". Ucap Camelia, sambil tertawa terbahak-bahak.


Camelia, memasuki gerbang sekolah dan memarkirkan mobilnya. Matanya tertuju kepada Cika dan Rika, mereka sudah menunggu kedatangan Camelia.


Pagi-pagi Camelia, meminta Cika dan Rika datang sekolah. Semua itu, melancarkan aksinya untuk membongkar siapa pelaku sebenarnya.


Aula sekolah sudah di pasang layar lebar, nantinya untuk menjelaskan tentang pelajaran. Tetapi, Camelia dan temannya untuk mengubahnya.


Rika, memiliki kemampuan lumayan bagus. "Aku sudah memasangnya, awalnya akan menampilkan informasi tentang pelajaran. Berjalan 10 menit,akan berubah video ini". Ucap Rika, langsung di angguki Camelia.


"Baguslah,kita pergi sekarang juga. Takutnya ada yang melihat kita,jangan sampai gagal. Aku sudah muak melihat mereka,yang tidak ada niat mengakui perbuatannya". Gerutu Camelia,mendengus dingin.


"Bagaimana,kita ke kantin dulu? Laper ni". Rengeknya Cika, langsung di angguki Camelia dan Rika.


***************


Seiring berjalannya waktu, murid-murid sekolah sudah berdatangan. Gladis dan teman-temannya,tiba di ruangan. Mereka semua menunggu kedatangan Ryan, apakah Ryan berhasil mencuri bukti-bukti tersebut.


Gladis, sudah keluar dari rumah sakit. Lukanya tidak terlalu parah,itu semua cuman akal-akalan untuk mencari simpati dari Arsen.


"Sialan,kemana Ryan? Nomornya tidak aktif-aktif dari malam tadi". Gerutunya Gladis, sorotan matanya memerah manahan amarahnya. Semoga Ryan, berhasil mencuri bukti-bukti itu. Lumayanlah Ryan,bisa aku memanfaatkan.


"Apa jangan-jangan Ryan, tertangkap?". Kata Delima, sontak membuat yang lainya tercengang.


"Kau,jangan membuat kita gelisah!". Bentak Yumna, langsung.


"Apa salahnya sih,mengakui semuanya. Jika Ryan,gagal dalam mencuri bukti-bukti itu. Bukan 1 orang yang dapat masalah, tetapi kita semua dan orangtuaku kita". Sahut putri, sebenarnya dia tidak tenang pertama kali mendengar ancamnya Camelia.

__ADS_1


Plakkkk....


Putri, langsung mendapatkan tamparan keras. Yang lainya terbalalak, semakin bungkam tak berani perkata apapun.


__ADS_2