
Camelia, keluar dari taksi dan menuju warung mang Seto. Dia tak membawa mobil sendiri, takut ada seseorang yang mengikutinya.
"Mang Seto,satu porsi sate ayamnya". Pinta Camelia, tersenyum manis.
"Ee... Neng Camelia, silahkan di tunggu dulu". Terlihat jelas mang Seto,nampak bahagia tak seperti biasanya.
Camelia, mengangguk dan mencari tempat duduknya. Kebetulan sekali, tidak ada pelanggan yang makan di tempat.
Beberapa menit kemudian, pesanan Camelia sudah datang. "Makasih,mang. Cukup lama tidak ke sini,kangen sama sate mang Seto". Kekehnya pelan.
"Iya, neng sama temannya Li Yun lama gak ke sini. kangen melihat kalian berdua bercanda sambil makan bersama, sepenuhnya tidak percaya dengan kelakuannya. Mang Seto, sangat kecewa ketika mendengar berita tersebut". Kata mang Seto, tertunduk sedih. "Gimana kabar nak Li Yun? Walaupun dia melakukan kesalahan, mang Seto gak tega aja".
Camelia, mengulum senyumnya mendengar perkataan mang Seto. Mana mungkin juga, dia mengatakan sebenarnya.
"Mungkin Li Yun, sudah mendapatkan keadaan yang di dapatkannya mang. Aku juga tidak menyangka bahwa dia berbuat keji, beruntung aku tidak kenapa-kenapa". Kata Camelia, sambil menikmati makanannya.
"Benar sekali,nak Li Yun memang salah besar. Mang Seto,jadi takut jika bertemu dengannya". Mang Seto, bergidik ngerinya.
"Mang Seto, Ryan masih tinggal bersama mamang? Kebetulan sekali,kami satu kampus". Ucap Camelia, penasaran dengan jawabannya mang Seto.
Mang Seto,menghela nafas panjang dan tersenyum kecil. "Sudah lama neng, Ryan gak lagi tinggal sama mamang. Ada seorang wanita yang menjemputnya, pasti taulah sama kakaknya. Sekarang Clara, bertambah cantik tak seperti dulu. Walaupun wajahnya Clara,yang ini beda dari yang dulu".
Benar sekali dugaan ku,dia adalah Clara mengubah wajahnya operasi. Kasian sekali mang Seto, di manfaatkan oleh mereka.Batin Camelia, menggeleng pelan. "Kalau gak salah mang, Clara mengubah namanya menjadi Laras. Salah satu menjadi dosen,di kampus kami".
"Seriusan neng, Clara mengubah namanya. Sebenarnya, mang Seto iseng mencari informasi terkait Ryan dan kakaknya. Setelah tau, Clara menikah dengan seorang pria pengusaha kata satpam penjaga rumah. Mang Seto,cuman mengkhawatirkan keadaan mereka neng". Jelasnya mang Seto, matanya tak bisa berbohong jika masih mencintai mantan istrinya itu.Sebelum Camelia pergi,dia menanyakan alamat rumah suaminya Clara.
Dia memandang rumah lumayan besar,pagar besinya menjulang tinggi.
Camelia, mencari-cari informasi tentang suaminya Clara. Beberapa menit kemudian,dia mendapatkan data lengkap.
__ADS_1
"Jordi Alba,benar sekali. Dia adalah anak dari, Maryam adik kandungnya nenek Sandra. Waw...Hebat juga, Clara mencari calon suami dan masih menyangkut keluarga Malik dan Allen. Tunggu dulu, bukankah itu Ryan. Mau kemana dia? Pak, ikuti mobil itu". Perintah Camelia, menyunggingkan senyumnya.
Camelia, tau jalan yang di lewatinya. Rupanya Ryan, berhenti di kafe Flower milik Leo.
"Pak, tunggu sebentar". Kata Camelia,kepada sang sopir taksi. Dia mengendap-endap mengintip di dalam kafe, rupanya tengah mengadakan acara pesta ulangtahun.
Deg!
Camelia, tersenyum kecut melihat Cika dan Rika ada di dalam. Ingin sekali dia tertawa lepas sekarang juga,namun di urungkan niatnya.
"Benar sekali,kalian sibuk tengah merayakan ulangtahun Kaizam". Gumamnya pelan, meninggalkan kafe Flower milik Leo.
Air bening mengalir di kedua pipinya, beberapa kali di hapusnya. Hatinya terasa teriris-iris, mengetahui kedua sahabatnya berbohong.
"Menjijikkan sekali,orang terdekat kita bisa berubah sewaktu-waktu menjadi ular". Kekehnya Camelia, menggeleng pelan.
"Nona Camelia,umur anda beranjak 20 tahun. Sudah waktunya mempelajari tentang perusahaan, tidak mungkin selama-lamanya orang luar mengurus. Anda adalah pewaris tunggal, sudah waktunya turun tangan".
Camelia, mengangguk pelan dan mengerti maksudnya apa.
"Setelah pulang dari kampus,anda harus pergi ke perusahaan mempelajari beberapa berkas-berkas". Pengacara Andrew, menyodorkan satu kertas jadwal kerja Camelia.
Bagi Camelia, ini adalah sangat mudah karena jiwanya Katrina. Masalah perusahaan, berbisnis, bekerjasama dengan lainnya. Sudah mendalami hal itu,dia langsung menyetujui apa perkataan pengacaranya.
Seseorang baru datang, membuat Camelia terkejut.
"Kenalkan nona Camelia,dia adalah pak Jordi Alba. Masih terkait keluarga marga Malik dan Allen. Dia anak dari nyonya Maryam, adik kandungnya nyonya Sandra. Pak Jordi,akan membantu nona Camelia mempelajari tentang berkas-berkas perusahaan". Kata Andrew, membuat Camelia terperangah mendengarnya.
Mana mungkin bisa, pengacaranya mempercayai kepada Jordi Alba jelas-jelas ibu kandungnya ingin menikmati warisan Malik dan Allen.
__ADS_1
Di sisi lainnya, Camelia penasaran apa tujuan mereka. Untuk saat ini, Camelia seakan-akan tidak tau apa-apa saja.
"Jordi Alba,senang berkenalan dengan anda nona Camelia". Jordi, mengulurkan tangannya ke depan Camelia.
"Baiklah, terimakasih untuk bimbingan belajar ke depannya". Camelia, menyambut uluran tangan Jordi.
pengacara Andrew, menjelaskan tentang keahlian Jordi. Camelia, sesekali melirik pengacara Andrew untuk mencari sesuatu yang mencurigakan.
Aku harus waspada dengan pengacara Andrew,dia serba tau tentang keluarga Malik dan Allen. Dia lumayan cukup bahaya,jika merusak dua keluarga ini. Takutnya dia malah bekerjasama dengan Maryam, dengan iming-iming pastinya.Batin Camelia, manggut-manggut mendengarnya.
Tibalah mereka pamit undur diri dulu, sudah cukup menjelaskan semuanya kepada Camelia. Setelah kepergian mereka, Camelia tengah kebingungan mencari sesuatu.
"Aku harus meminta bantuan kepada JJ Abrams, mana mungkin aku sendirian. Sialan,aku malah banyak pekerjaan lagi. Mana kuliah,terus memimpin dua perusahaan besar lagi. Aku yakin sekali, JJ Abrams pasti marah mendengar pembimbing Jordi Alba seorang pria". Kata Camelia, menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Non, bolehkah saya berbicara". kepala pelayan mansion, mendekati Camelia.
"Silahkan pak,apa yang di bicarakan?". Camelia, menyuruh kepala pelayan duduk.
"Nona Camelia, sudah di nobatkan sebagai ahli waris Malik dan Allen. Berarti nona Camelia,siap menjalani tugas-tugas dan beban semakin banyak. Nona,kami harap dua keluarga Malik dan Allen tetap bersatu. Jangan sampai terpecah belah,atau jatuh ke tangan orang yang salah. Kami memercayai nona Camelia, memimpin segalanya. Satu hal lagi, berhati-hati dengan pengacara Andrew dan pak Jordi Alba. Nona,mana mungkin tidak tau bukan?".
Camelia, mengangguk pelan dan mencerna perkataan kepala pelayan mansion.
"Saya permisi dulu,nona Camelia". Kepala pelayan mansion,pamit undur diri.
Kepalanya sudah nyut-nyutan, rupanya banyak beban pikiran yang akan datang. Dengan langkah gontai, Camelia menaiki anak tangga sampai ke dalam kamarnya.
"Aaaaaarrrgghhh... Tidak enak juga, menjadi ahli waris Malik dan Allen". Gerutu Katrina,tak sebebas dulu."Coba saja, Jhonny dan Jordan masin hidup tidak serakah. Mungkin saja,aku enak-enak kuliah doang dan tidak memikirkan berkas-berkas lagi. Mana punya dua sahabat laknat lagi, tega mengkhianati kesetiaan ku. Apa jangan-jangan yah, mereka balas dendam kepada ku. ketika SMP dulu, Camelia pernah mengkhianati mereka dan meninggalkan. Aaah... Sahabat kaya anjing, awas kalian berdua".
Katrina, menghempaskan tubuhnya di atas ranjang. Matanya sangat ngantuk sudah,jam dinding menunjukkan pukul 9 malam.
__ADS_1