SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
peringatan


__ADS_3

"1 tahun yang lalu, Jordan mabuk berat dan di bawa Clara ke apartemennya. Ketika itu, Jordan tengah patah hati kehilangan Liliana mantan kekasihnya. Inilah kesempatan Clara,dia berpose tanpa busana dengan Jordan. Clara, mengancam Jordan akan mengirim foto tersebut kepada Liliana masih di luar negeri. Karena tidak mau menyakiti perasaan Liliana, akhirnya Jordan mau menuruti perintahnya. Jordan, putus dengan Liliana karena ketahuan kencan dengan wanita lain. Liliana, tidak sanggup lagi menjadi kekasihnya dan memutus hubungan mereka. Setelah kepergian Liliana, barulah Jordan merasa kehilangan sesosok wanita yang benar-benar di cintainya". Jhonny, menceritakan semuanya kepada Camelia.


"Oh,terus kenapa paman Jordan diam saja? Dia bisakan, diam-diam mengambil foto tersebut". Kata Camelia, mengerutkan keningnya. Iye kah,apa yang di ceritakan Jhonny? Aahh...kenapa aku ragu dengan ucapan mereka.


"Jangan salah paham dulu, Jordan mana mungkin mencintai Clara. Menikahi Clara,salah satu untuk balas dendam. Lihatlah, bagaimana sifat Jordan. Ketika dia sudah menikahi Clara,ini sangat mengasikan sekali untuk di tonton". Kekehnya Jhonny, Clara menderita membuat keponakannya bahagia.


"Benarkah, bukannya paman Jordan mau membawa Tante Clara ke luar negeri untuk berobat wajahnya?". Tanya Camelia, memasang wajah polosnya.


"Hahahaha...Itu,cuman alibi Jordan saja. Asalkan kamu tau, Jordan masih menjalin hubungan diam-diam dengan Liliana. Putusnya hubungan mereka,karena Clara. Di situlah Jordan, berniat untuk membalas sakit hatinya Liliana". Jhonny,mulai mengelus-elus rambut panjang Camelia.


Wajahnya mulai mendekati leher Camelia,dia berlahan-lahan menciuminya. Camelia,merasa sensasi berbeda dan memejamkan matanya.


Tanpa sepatah katapun keluar, Jhonny sudah menguasai bibir keponakannya. Mereka berdua berciuman dengan mesra,di atas ranjang.


Jam dinding menunjukkan pukul 12 malam. Jhonny,keluar dari kamar keponakannya.


Rupanya Jordan,masih terjaga dengan pekerjaannya. Jhonny, langsung duduk di samping.


"Aku dengar-dengar perusahaan Sean, mau di ratakan dengan tanah. Apakah benar Jhonny,lalu untuk apa juga?". Tanya Jordan, menutup laptopnya.


"Kau merasa sesuatu atas perubahan, Camelia?". Kata Jhonny, langsung di angguki Jordan. "Camelia, meminta untuk meratakan perusahaan Sean. Lalu, di bangun apartemen yang di inginkannya. Pasti calon mertua mu, ingin perusahaan itu tetap berdiri kan? Dia ingin memimpinnya, termasuk Rendy. Benarkan yang aku katakan, Jordan?". Jhonny, sudah menebaknya dari awal.


"Benar sekali,pak Doni dan pak Rendy mereka berdua tidak memiliki pekerjaan. Rendy, mendatangi perusahaan Sharmila tetapi di tolak langsung. Ayahnya Clara,juga meminta pekerjaan kepadaku. Tetapi,dia ingin memimpin perusahaan Sean yang sudah kamu beli. Mereka belum tau, jika perusahaan Sean akan di ratakan". Kata Jordan, menoleh ke arah Jhonny.


"Ck, tentu saja wanita menjauhi Rendy. Sekarang Rendy, tidak memiliki apapun. Dulu,dia memang pemimpin perusahaan Sean. Banyak wanita diluar sana, tergila-gila kepadanya demi uang. Untuk saat ini, setan pun tidak mau mendekatinya". Jhonny, menyunggingkan senyumnya.


"Hahahaha.... Lihatlah tadi, orangtuanya Clara betapa senangnya mendapat menantu keluarga Allen. Nyatanya aku ingin balas dendam kepada Clara, berharap dia tidak sanggup bersamaku dan meminta cerai. Aku tidak sabar, melihat Clara menangis-nangis di hadapan Liliana".


"Sudahlah,aku ngantuk dan mau tidur. Semoga besok malam indah bersama Clara, semangat". Kekehnya Jhonny, menepuk pundak adiknya.

__ADS_1


"Sialan,mana sudi aku. Bersama wanita buruk rupa, idihhhh...!". Jordan, bergidik geli membayang wajahnya Clara.


Di sudut lainnya, Camelia tengah mendengar pembicaraan mereka berdua. Betapa senang hatinya, rupanya Clara tidak di cintai Jordan.


**************


Besok harinya, keluarga Allen sudah datang di kediaman Sean. Acara akad nikah, segera di mulai.


Camelia,yang diam-diam meninggal pamannya yang tengah berbincang dengan lainnya.


"Tunggu! Ikut aku". Ryan,menarik lengan Camelia membawanya ke ruang baca.


"Kenapa,kamu membawaku ke sini? Takutnya paman Jhonny,marah membawaku". Camelia, langsung menepis tangan Ryan.


"Ini sebuah peringatan untuk mu,aku mendengar pembicaraan Arsen, Yumna dan putri. Mereka diam-diam mengikuti kamu,merasa kamu bukan Camelia". Ryan, langsung memberitahu rencana licik mereka bertiga.


"Aku cuman membantu mu saja, anggap sebagai terimakasih atas pamanmu mau menikah kakakku. Tanpa kalian,kami bukan apa-apa. Sebentar lagi,kita akan menjadi keluarga Camelia. Tidak masalahkan,kita saling menolong dan membantu". Kata Ryan, membuat Camelia semakin mencurigai rencana liciknya.


"Hahahaha..Kau benar sekali, Ryan". Sahut Camelia, langsung. Kita keluarga,cuih! Hanya sementara Ryan, sepenuhnya nanti kalian akan di tendang.


Setelah selesai berbicara di ruang baca, Camelia dan Ryan ke ruang akad nikah. Jhonny, langsung menarik lengan keponakannya agar menjauhi Ryan.


"Sudah aku peringatkan tadi,jangan dekat-dekat dengan Ryan. Baru sebentar saja,kamu sudah menghilang". Bentak Jhonny, berbisik.


"Hussssttttt....!". Camelia,yang kesal mengarahkan telunjuknya ke arah bibir Jhonny.


Sahhh...!


Sahhh!

__ADS_1


Akad nikah berjalan dengan lancar,namun keluarga Rendy tidak menyukainya.


Clara,turun ke bawah mengenakan gaun pengantin berwarna putih. Wajahnya di tutup cadar, untuk menutupi wajahnya yang rusak.


"Menjijikkan sekali". Lirih Vanya, dengan geram.


Clara,duduk di samping Jordan dan mencium punggung tangannya yang sudah sah menjadi suaminya.


Namun, Jordan tidak mau mencium kening Clara. Malah membuang muka ke arah lain, sontak menjadi sorotan mata orang lain.


"Jordan,cium keningku jangaj buat malu". Bisik Clara, sedikit kecewa dengan sikap suaminya.


"Kapan-kapan saja,". Jawab Jordan, membuat Camelia menahan tawanya. Namun, mendapatkan cubitan kecil dari Jhonny.


"Aduduhh....Gak dapat ciuman, wajarlah tidak dapat. Mana mungkin mencium yang buruk rupa,". Kata Vanya, tersenyum smrik.


"Yah....Gagal deh,dapat Tante cantik". Sahut Camelia, langsung. Dia sangat mengatakan hal itu,agar Clara sakit hati.


Vanya dan ibunya, sangat mendengar ucapan Camelia."Hahahah...Benar sekali, nona Camelia yang kami katakan". Vanya, semakin bersemangat untuk mengolok-olok Clara.


"Sudah,cukup! Jangan merendahkan harga diri anakku,awas kamu Vanya". Linda,tak tahan lagi dengan perkataan Vanya.


"Eee... Linda, apa yang di katakan anakku memang benar. Itulah karma kesombongan anakmu, selalu memuji menjadi istri Jordan". Lena, tidak akan tinggal diam.


"Hussssttttt....Jangan membuat keributan, tidak enak dipandang keluarga Allen. Sudahlah mah,jangan buat keributan. Maafkan istriku nyonya Sandra,maaf". Doni, menggaruk kepalanya. Dia sangat malu terhadap keluarga Allen,apa lagi membuat keributan.


"Sudahlah mah,jangan lupa di hadapan kita keluarga Allen". Bisik Rendy, sudah gelisah gusar.


Clara, langsung masuk kedalam kamar. Hatinya terasa teriris-iris mendengar ucapan mereka,itu semua ada akting belaka. Berharap Jordan,mau menyusul ke dalam kamar. supaya semua orang tau,dia adalah wanita yang di cintai Jordan.

__ADS_1


__ADS_2