SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Bulan Madu


__ADS_3

"Hai...Para tamu undangan,apa kalian pernah jatuh cinta?" Teriak Morgan, melalui mic.


"Pernah!". Jawab para tamu undangan berteriak keras.


"Apa kalian pernah patah hati?". Teriak Morgan lagi, dengan tersenyum kecil.


"Pernah!". Jawab para tamu undangan serentak.


"Baiklah,jika pernah patah hati karena seseorang. Untuk hari ini, kita harus bergembira atas dua mempelai pengantin yang tengah bucin-bucinnya". Kata Morgan, melirik ke arah Camelia dan JJ Abrams.


"Ayo,kita berpesta malam ini!". Teriak Markus, meminta DJ memulai musiknya.


Camelia, menggeleng pelan suaminya mampu mengadakan pesta pernikahan dalam waktu beberapa jam. Orang-orang penting berdatangan dari mana pun,terutama para pebisnis besar lainnya.


Acara mulai siang hari sampai malam, semakin meriah saja. Dua mempelai pengantin, diam-diam melarikan diri dari pesta tersebut.


JJ Abrams, sudah membawa Camelia keluar dari gerbang dan menuju ke pelabuhan. Berencana untuk menghabiskan waktu bersama di sebuah pulau, tanpa ada seorang pun yang menggangu.


"Dasar aneh, kita meninggalkan acara pesta. Pasti mereka kebingungan mencari pengantinnya, sudah tidak ada lagi". Camelia, bersandar di bahu suaminya.


"Tidak apa, semakin cepat pergi maka semakin baik sayang". JJ Abrams, mengelus lembut rambut panjangnya Camelia.


"Kita kemana malam-malam begini?". Tanya Camelia, mendongakkan kepalanya.


Cup...


JJ Abrams, sempat-sempatnya mencium bibir Camelia yang tengah menyetir mobilnya. "Kau akan tahu nanti, sebentar lagi akan sampai ke pelabuhan".


"Pelabuhan? Jadi kamu membawaku ke kapal pesiar, iyakan?". Tanya Camelia, memandang lekat wajah suaminya.


"Tidak. Ini kejutan sayang, pasti kamu senang sekali". JJ Abrams, menggeleng pelan dan menarik tengkuk leher Camelia agar lebih dekat.


"Fokus menyetir mobil saja, jangan aneh-aneh deh. Ee..kenapa berhenti?". Camelia, terkejut aksi JJ Abrams menepikan mobilnya.

__ADS_1


"Aku tidak sabar lagi, mencicipi bibir ini". JJ Abrams, langsung membungkam mulut Camelia dengan mulutnya.


Cukup lama mereka berciuman dengan mesra, akhir JJ Abrams memutuskan untuk menunda sekarang. Dia semakin tak sabar untuk sampai ke tempat tujuan,di bagian bawah meronta-ronta ingin keluar dari sarang.


Hampir satu jam perjalanan sudah sampai di pelabuhan,menuju pulau memerlukan 30 menit.


JJ Abrams, mengangkat tubuh Camelia yang sudah tertidur pulas masuk kedalam kapalnya.


Beberapa anak buahnya JJ Abrams, menyambut kedatangannya yang sudah menyiapkan segala keperluan sang bos.


"Tertidur pulas lah sayang,jika sudah sampai di pulau nanti. Aku akan membuat dirimu tak bisa tidur". Kata JJ Abrams,keluar dari kamar meninggalkan Camelia sendirian.


"Bos,ada beberapa data yang mencurigakan dan anda harus melihatnya". Salah satu anak buahnya, memperlihatkan data di laptop.


JJ Abrams, meminta minuman sambil meneliti setiap data yang di kirim dari seseorang.


Secepatnya harus di selesaikan, sebelum sampai ke pulau. Kemungkinan beberapa hari, menyingkir pekerjaannya demi menikmati kebersamaan dengan istri tercinta.


****************


Mereka berdua sudah sampai di pulau, kini berada di dalam kamar sebuah villa terletak di pulau indah ini.


JJ Abrams, tersenyum smrik menjahili sang istri agar bangun dari tidurnya.


Camelia,berlahan membuka matanya merasakan sentuhan lembut pada bagian perutnya. "Aaaaaaa....!". Pekiknya keras, segera menutupi seluruh tubuhnya yang polos. "Kamu...!". Pekiknya lagi.


"Hahahaha.... Hahahhaa...!Sayang, kenapa kamu terkejut melihat ku? Hai,kita sudah resmi menjadi suami-istri dan jangan tutupi keindahan mu ini". JJ Abrams, mendekati Camelia agar melepaskan selimut yang menutupi dirinya


"Kapan kamu melepaskan pakaian ku? JJ, jauhkan tanganmu ini jangan di melepas selimutnya. Ak-aku malu di lihat kamu". Kata Camelia, menundukkan kepalanya.


"Hussssttttt... Kita sepasang suami-isteri sayang, untuk apa malu? Hemmm... Lihatlah wajahku ini, turuti perkataan ku". JJ Abrams, berlahan-lahan meluluhkan hati Camelia.


Bagaikan terhipnotis oleh kata-kata JJ Abrams, Camelia mengangguk pelan dan merasakan kecupan lembut JJ dari suaminya.

__ADS_1


JJ Abrams, menguasai seluruh mulut Camelia yang sudah pasrah mulai membalas . Berlahan tapi pasti, selimut yang menutupi istrinya telah terlempar ke lantai.


 "Jangan di lihat aku malu,jangan!". Pinta Camelia, menutup mata JJ Terjadilah tarik menarik antara selimut yang melekat pada tubuhnya, Camelia.


JJ Abrams, cekikikan menahan tawanya karena gemas dengan kelakuan sang istri. Mereka berdua tertawa lepas,tanpa ada beban sedikitpun. Saling bercanda, tawa, berpelukan dengan mesra.


Camelia, mengigit bibirnya menahan sesuatu yang aneh pada dirinya. Mengacak-acak rambutnya JJ Abrams.


Astaga! Aku tidak sanggup lagi, menahan suara laknat itu.. Batin Camelia, mendongakkan kepalanya agar leluasa sang suami menciumnya.


Aku tidak sanggup lagi, menahan ini. Sangat memalukan sekali, pasti JJ Abrams merasa senang sudah menaklukkan lawannya.Batinnya Camelia.


"Waw....Kau masih virgin sayang. Bagaimana sayang,apa kita melanjutkan permainannya lagi". Bisik JJ Abrams, menyeringai tajam.


Membungkam mulut Camelia,yang terus-terusan mengeluarkan suara indah itu.


Kepalanya ke kanan dan ke kiri, merasakan sesuatu yang ingin meledak dalam dirinya.


Nafasnya tersengal-sengal, tubuhnya melemas sudah. Menghapus keringat membasahi keningnya itu, matanya terpejam sementara.


"Aduh,sayangku....Kau sudah cuman menggunakan.... Bagaimana jadinya...". JJ Abrams,puas melihat Camelia lemas seketika. Dia memberiku ciuman bertubi-tubi pada wajah istrinya.


"Ha...Ha...Ha.. Hentikan,jangan berkata-kata apapun lagi. Itu sangat memalukan sekali, JJ". Kata Camelia,masih memejamkan matanya. Astaga! Aku belum pernah merasakan ini, sungguh luar biasa dan aku tidak bisa menjelaskan bagaimana enaknya.


 Glek!


Camelia, membulatkan matanya sempurna karena melihat sesuatu yang tegak di depan matanya. Tadi masih terlindung dari handuk yang melilit pinggang sang suami,kini handuknya entah kemana.


"Katrina, katakan yang sejujurnya kepadaku. Besaran mana dari mantan suamimu, dengan ini? Nilai saja, perkasa aku atau mantan suamimu yang mati itu". Kekehnya JJ Abrams, mencolek hidung mancung istrinya.


Omong kosong,kenapa JJ Abrams membahas tentang itu? Huufff..Aku tidak sudi mengingat dirinya,pria yang bodoh itu.Batin Katrina, mengambil tisu untuk melap keringatnya. "Ayolah,jangan bercanda lagi. Kau benar-benar membuat ku sangat malu,itu cuman masa lalu yang buruk".


"Apa ini,bisa masuk?". lirih Camelia, memandang wajah suaminya itu. Huff... Semoga,bisa menahan rasa sakit sebentar. Tenang Camelia,jangan panik dan tegang. Ini cuman sementara kok, tidak akan lama.

__ADS_1


"Di jamin sayang, tapi kamu harus menahan rasa sakit sebentar saja. Setelah itu,kamu akan terus-terusan bahkan meminta lagi". Jawab JJ Abrams, mengecup kening Camelia. "Kau sangat manis sekali, terimakasih atas semuanya sayang".


Ini adalah kedua kalinya,bagaimana rasa pecah keperawanan? Semoga saja, aku bisa menahan sebentar.Batin Camelia, susah payah meneguk salivanya.


__ADS_2