
"Uughhh.... Pinggangku sakit sekali". Gumamnya Camelia, sudah terbangun dari tidurnya. Jam dinding menunjukkan pukul 7 pagi,masih teringat malam tadi penuh dengan gairah melepaskan kehangatan.
"Astaga! Ini sangat memalukan sekali,aku begitu agresif malam tadi". Camelia, menepuk keningnya dan menoleh ke samping dang suami sudah pergi karena ada urusan mendadak. "Uugh...Lelah sekali, enaknya ngapain yah?". Memejamkan matanya sekilas. "Kemana JJ Abrams? Apa ke mansion Trevino, atau ke istana pak Xyil yang tidak tau malu itu. Ingin sekali aku ikut,tapi badanku terasa remuk sekali". Gerutunya.
Camelia, mengizinkan suaminya pergi tanpa mengekang kebebasan suaminya itu. Asalkan kepergiannya harus jelas,mau kemana dan harus masalah pekerjaan.
"Hmmm...Aku segera membersihkan diri,lalu sarapan pagi. Perutku keroncongan sejak malam tadi, tenagaku benar-benar terkuras habis". Camelia,turun dari ranjang tanpa sehelai benang pun. Dia menuju ke kamar mandi, membersihkan diri terasa lengket berkeringat akibat olahraga malam.
Beberapa menit kemudian, Camelia sudah selesai mandinya dan berisap-siap mengenakan pakaiannya.
Prang!
Camelia, melonjak terkejut mendengar sesuatu yang jatuh dan pecah. Dia segera keluar dari kamar,namun perasaannya ada sesuatu yang aneh. "Ada sesuatu yang ingin bermain dengan ku. Baiklah,kita ikut dengan permainannya. Uuh.. Pagi-pagi sudah semangat diriku". Senyum-senyum sendiri.
Matanya calingukan melihat sekeliling, bahkan menatap ke arah bawah. Camelia, merasakan ada seseorang yang diam-diam masuk kedalam villa.
Bahkan Camelia, semakin curiga ada kemoceng berbulu jatuh di lantai. Namun, tidak ada pelayan di sekitar tersebut. Dia berusaha untuk santai, seakan-akan tidak apapun. "Satu jejak di tinggalkan,hmmm... Sepertinya dia bukan seseorang profesional dalam menjalankan misinya. Belum apa-apa, sudah meninggal jejak". Memutar bola matanya memelas.
Benar sekali,ada seseorang di sini dan mencelakai pelayan villa. Tetapi,siapa pelaku yang menyuruh seseorang untuk mencelakai? Oh, sangat berani main secara belakangan. Baiklah,akan aku tunjukkan siapa sebenernya aku.Batin Camelia, menuruni anak tangga dan berhati-hati dengan sekitar.
Sesampai di dapur tidak ada pelayan satupun, bahkan makanan sudah dingin di meja makan."Sepertinya sudah lama dia berada di villa,lalu menjalankan misi dan menyingkirkan beberapa pelayan". Gumam Camelia, mengundurkan langkahnya agar tidak terlihat oleh seseorang yang diam-diam mengintainya.
Seseorang muncul di balik tembok, mengenakan pakaian hitam dan samurai di belakangnya. Dari lekukkan tubuh sangat jelas seorang wanita,akan tetapi dari gayanya hebat dalam bela diri.
__ADS_1
Seseorang tersebut calingukan melihat sekeliling mencari Camelia,yang tiba-tiba menghilang begitu saja.
"Kemana dia? Bukankah tadi di dapur,mana mungkin menghilang dalam sekejap mata". Katanya pelan, mencari-cari Camelia yang tidak di temukannya.
Diam-diam Camelia, mengambil gambar wanita tersebut. Beruntung sekali, wajahnya terllihat jelas tanpa penutup wajah.Sangat mudah untuk mengenali,siapa dirinya sebenarnya. "Ayo,kita cari tau siapa dia? Hmmm... Perlu beberapa menit mengetahuinya, baiklah kita mengundurkan waktu".
Seseorang tersebut, mengendap-endap keluar dari arah dapur dan mencari keberadaan Camelia.
Teng...Teng... Teng...
Camelia, sengaja menjatuhkan alat panci dari tangga atas dan jatuh ke bawah untuk memancing seseorang tersebut. "Makan tuh, panci". Gumamnya pelan, bersembunyi dibalik lemari.
Seseorang tersebut, terkejut mendengar suara dari tangga dan bergegas menuju ke sana dengan mengendap-endap. Bukan Camelia yang ketakutan, melainkan seseorang yang ingin berbuat jahat kepadanya yang ketakutan.
"Panci". Gumamnya pelan, bergegas mencari persembunyian yang aman. "Kenapa aku deg-degan, karena ingin membunuhnya? Tidak. Aku tidak akan takut,ini adalah pekerjaan yang mudah untuk dilakukan".
Prang!
Wanita itu, tercengang mendengar suara benda jatuh dan pecah. Berlari menuju benda jatuh tersebut,di persimpangan gaun Camelia terlihat sedikit. Raut wajahnya terlihat marah,karena di kerjai Camelia lagi dan lagi.
Pembunuh bayaran tersebut, mengejar Camelia dan sayang hilang di balik tembok.
"Aaarghhh..Kau berani sekali, mempermainkan diriku! Aku akan membunuhmu nona Camelia,akan aku bawa kepalamu di hadapan sang bos besar!". Teriak wanita itu, sebagai pembunuh bayaran.
__ADS_1
Camelia,lelah main petak umpet dan sudah waktunya menampakkan diri.
"Hahahaha....Nama Zhu,terkenal sebagai pembunuh bayaran. Waw...Kau datang kepadaku,karena ingin membunuhku? Astaga,aku sangat ketakutan sekali suamiku!" Teriak Camelia, menyunggingkan senyumnya. "Tapi, bo'ong. Hahahaha.... Hahahaha.... Kerap di panggil dengan sebutan Zhu,atau Zoya yah".
Wanita itu,syok berat mendengar ucapan Camelia yang mengetahui namanya. Bagaimana mungkin,dia mengetahui siapa aku sebenarnya? Bukankah dia wanita biasa saja, tidak ada kelebihan apapun.Batinnya
"Baguslah, kalau kamu tau siapa aku? Yah...Aku memang Zhu, seorang wanita pembunuh bayaran dan mencabut nyawa mu. Akan aku berikan kepalamu kepada bos besar,biar tau pekerjaan ku sangat baik".
Camelia, tersenyum sumringah. "Zhu,Zhu,kau sangat percaya diri sekali. Bagaimana jika dirimu,yang akan kehilangan nyawamu?".
Zhu, tersenyum merekah dan mulai mendekati Camelia. "kau ingin menghilangkan nyawaku,yang benar saja nona Camelia. Aku yang mencabut nyawamu terlebih dahulu,lalu berpesta atas keberhasilan sudah membunuh mu".
Wah...Wah...Lawan yang sebanding dengan ku,tapi aku tidak akan terkalahkan oleh siapapun. maafkan aku yang sombong ini,maaf wahai penggemar ku.Batin Camelia, cengengesan tidak karuan. "Hahahaha.... Hahahaha..Zhu,kau sangat lucu dan pantas menjadi pelawak. Jangan percaya diri dulu,jika menangkap ku belum tentu bisa". Ucap Camelia, tersenyum manis dan mengelus rambutnya.
"Jangan remehkan aku,nona Camelia. Aku bisa melakukan apapun, dalam sekejap mata kau habis di tanganku dengan samuraiku". Zhu, mengambil samurai di belakangnya.
Namun, Camelia tidak takut sama sekali dan duduk manis saja. "Samurai mu sangat indah, persis dengan wajahmu yang mulus. Bagaimana jadilah,jika samurai di tanganmu melukai wajah mu itu?".
"Nona Camelia,kau sangat lucu rupanya. Belum pernah ada seseorang yang bisa menghindari samurai ku ini, bahkan mati sekalipun". Sahut Zhu, tersenyum merekah. Dirinya benar-benar merendahkan kemampuan, Camelia.
"Sama dong, tidak ada yang pernah mengalahkan diriku. Ngomong-ngomong,siapa bosmu? Berani sekali, memberikan perintah untuk membunuhku?". Tanya Camelia, sangat penasaran sekali.
Zhu, menyunggingkan senyumnya dan menggerakkan samurai begitu tajam dan mengkilat. "Kau tidak perlu tau sekarang,siapa memberikan perintah kepada ku untuk membunuhmu nona. Yang jelas seseorang sangat membenci mu, ingin melenyapkan dirimu dari dunia ini". Tegas Zhu, mendekati Camelia secara berlahan-lahan.
__ADS_1
"Benarkah,aku memiliki teka-teki untuk mu Zhu. Ini adalah sebuah permainan sangat menarik sekali, bahkan kau bisa bermohon-mohon. Apa jangan-jangan kamu bersimpuh di kaki ku ini". Camelia, duduk santai dan menyilangkan kakinya.
Zhu, merasa keheranan melihat sikap Camelia yang mengajaknya bermain-main tanpa ada rasa takut sedikitpun.