SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Cerai


__ADS_3

Dua porsi sate sudah di meja,siap untuk disantap mereka berdua. Mang Seto, ikutan duduk sambil menyantap kopi buatannya. Malam semakin larut, pelanggannya cuman Camelia dan Li Yun.


"Dua hari yang lalu, Clara membawa uangku dengan jumlah lumayan besar. Dia meminta talak kepadaku, sebagai suami tak pernah di hargai. Lelah dengan sikapnya,tak bisa memahami keadaan ku. Akhirnya mamang, menuruti kemauannya dan menceraikan demi kebebasannya. Jujur saja,mamang mencintai Clara apa adanya. Tidak memperdulikan, bagaimana dia memperlakukan mamang sebagai suami. Semoga Clara, baik-baik dan menemukan kebahagiaannya". Kata mang Seto, tatapannya masih memikirkan Clara.


Camelia dan Li Yun,merasa iba kepada mamang Seto. Sungguh keterlaluan sekali Clara, tidak tau berterimakasih kepada mang Seto.


"Terus, Ryan masih sama mamang?". Tanya Camelia,lagi.


"Ryan,masih bersama mamang. Dia anak yang baik, beberapa kali meminta maaf atas sikap kakaknya. Bagi mamang, Ryan tidak ada sangkut pautnya dengan masalah kakaknya. Mamang,masih beruntung sekali memiliki Ryan". Jawab mang Seto, tersenyum kecil.


Camelia, mengangguk pelan mendengar jawaban mang Seto. Ada dua pelanggan baru datang,mang Seto beranjak pergi untuk melayani pelanggannya.


"Aku curiga dengan Tante Clara,apa dia sedang menyusun rencana liciknya". Kata Camelia, kebingungan sambil menyantap sate di tangannya.


"Biar aku tebak yah,kata mang Seto bawa uang lumayan banyak. Bisa jadi mantan istrinya mang Seto, melakukan operasi plastik dan balas dendam kepada paman Jordan. Ayo,kalian harus berhati-hati loh". Kekehnya Li Yun, memainkan kedua alisnya.


"Tebakan kamu ada benarnya juga, pasti Tante Clara gak akan tinggal diam. Waspada ini,jangan sampai kecolongan dan rumah tangga paman Jordan dalam bahaya". Kata Camelia, langsung di angguki oleh Li Yun.


Sial, kenapa gak aku bunuh Clara? Dia sama saja, menambah masalah ke depannya nanti. Aaaarrgghh... Gerutu batinnya, Katrina.


"Kamu bilang tadi,ada sesuatu yang di bicarakan. Katakan apa itu?". Tanya Camelia, menyenggol lengan Li Yun.


"Ck, kirain lupa tadi". Kekehnya Li Yun,berdecik kecil. "Ada seseorang yang ingin membunuhku, lihatlah memar ini. Ini adalah buktinya Camelia,aku berkelahi dengan penjahat itu". Ucap Li Yun, dengan santainya.


"Kau jangan bercanda Li Yun,aku tidak percaya dengan ucapan mu". Camelia, tersenyum kecil.


"Astaga! Aku benar-benar serius Camelia,aku ingin meminta bantuan kepada mu. Coba kamu perhatikan gerak-gerik Olivia,aku takutnya di adalah dalang dan mengirim seseorang untuk membunuhku. Karena Olivia, sepupunya JJ Abrams yang mengincar kekayaannya juga. Takutnya Olivia, bekerjasama dengan Jhonny dan kau jadi umpan umpan JJ Abrams. Pliss... Percayalah kepadaku,jika benar Olivia pelakunya. Kau akan semakin lama, terjerat dalam dekapan JJ Abrams". Li Yun, menjelaskan dengan nada pelan.


Deggg...

__ADS_1


Camelia, menatap tajam ke arah Li Yun dan mencerna perkataannya itu.


"Camelia, seseorang melakukan apapun demi kekuasaan. Jika Jhonny dan Olivia, sifatnya tiba-tiba berubah menjadi lebih baik. Kau harus berhati-hati, takutnya mereka menyusun rencana untuk memanfaatkan dirimu". Li Yun, menyentuh pundak Camelia dengan tatapan lekat.


Camelia, mendengus dingin dan memijit pelipisnya. "Aku tidak tau, selesaikan makan kita dan antar aku pulang".


Li Yun, mengangguk patuh kepada Camelia dan menyodorkan sebotol kecil kepadanya.


"Apa ini?". Tanya Camelia, mengerutkan keningnya.


"Ini adalah obat membuat seseorang tidak sadarkan diri, berikan beberapa tetes di minumannya JJ Abrams ketika di dalam kamarnya. Agar kamu bisa memasuki ruang rahasia itu,lalu mengambil berkas-berkas berharga milik JJ Abrams. Obat ini sangat ampuh, tidak bisa di kenali JJ Abrams. Kau tidak tau, bagaimana JJ Abrams yang tahan segala racun. Bahkan mengetahui minumannya, bercampur racun. Aku sudah lama meminta seseorang, membuatkan obat ini spesial untuk JJ Abrams. Kau harus bergerak cepat Camelia, sebelum terlambat dan lebih cepat lepas dari jeratan JJ Abrams". Ucap Li Yun, tersenyum kecil dan meletakkan botol kecil di tangan Camelia.


"Pasti,senang bekerjasama dengan mu". Camelia, tersenyum sumringah dan berjabat tangan.


selesai makan bersama, Li Yun membawa Camelia pulang ke mansion.


Lagi-lagi Jhonny, menunggu kepulangannya di ruang tamu. Beberapa kali memanggil Camelia,tapi tak di hiraukan nya.


Camelia, mengunci pintu kamar dan mengeluarkan botol kecil di dalam saku jaketnya. Memandang lekat ke arah botol kecil tersebut, pikirannya berkecamuk kemana-mana.


"Apa yang aku lakukan?". Gumam Camelia, meneteskan air matanya.


*****************


Esok harinya,acara pernikahan Jordan berjalan dengan lancar. Suasana mansion sangat ramai,para tamu undangan dari kalangan atas sudah berdatangan.


Camelia, sangat cantik mengenakan gaun berwarna navy di dan ada mahkota kecil di atas kepalanya. Dia menyambut kedatangan Cika dan Rika, langsung membawa mereka makan-makan.


"Camelia, selesai makan mau foto bareng sama pamanmu". Pinta Cika,yang di angguki Rika.

__ADS_1


Camelia, melirik ke arah pelaminan masih mengantri untuk bersalaman dengan kedua mempelai. Ada juga teman-temannya Jordan dan istrinya yang heboh berfoto bersama.


"Kayanya kita harus ngantri deh,noh panjang sekali". Jawab Camelia,dia belum ada berfoto bersama dengan pengantin.


"Gak papa, ikut-ikutan antri". Kekehnya Rika, mengerjapkan bola matanya.


"Baiklah, jika kalian memaksa". Camelia, mengangkat kedua bahunya.


Tak berselang lama mommy Dwi, mendekati Camelia dan memeluknya dari belakang. "Camelia,kamu sangat cantik sayang. Mommy, sampai pangling melihatnya".


Cika dan Rika, saling memandang karena terkejut dengan kedatangan mommy Dwi tiba-tiba. Bahkan Leo,juga ada bersama mommy nya.


"Terimakasih, mommy Dwi juga cantik banget". Kekehnya Camelia, tersenyum manis matanya tertuju pada Leo.


"Ee... Camelia,kamu cantik sekali yah. Cocok sama anaknya Dwi,juga tampan". Kata seorang wanita,temannya Dwi.


"Benar sekali,gimana cucunya nyonya Sandra di satukan dengan anaknya Dwi yang tampan". Sahut lainnya, membuat Camelia tak nyaman jadinya.


"Coba saja,ibu kandungnya Camelia masih hidup. Mana mungkin mau anaknya di jodohkan sama anak, Dwi". Sahut seorang wanita,baru datang dan berpenampilan glamor sekali.


"Jaga yah, omongan kamu Janeta". Sahut Dwi, dengan tatapan tajam.


"Oh,si manis Camelia apa kamu tidak tau yah? Masalah Dwi,sama ibumu". Wanita itu, mengangkat dagu Camelia.


Camelia, tersenyum manis dan menggelengkan kepalanya. Memang benar, Katrina tidak mencari tau apa masalahnya.


"Sayang sekali,kamu tidak tau. Mungkin saja, Dwi selalu perhatian kepada mu karena menyesal atau ada maksud lainnya". Janeta, tersenyum smrik ke arah Dwi.


"Camelia,jangan dengarkan perkataan Janeta. Dia cuman omong kosong belaka, ingin mempengaruhi pikiran mu dan menjauhkan kita". Dwi, membujuk Camelia dan wajahnya nampak gelisah gusar."Janeta,cukup! Itu cuman masa lalu, tidak ada sangkut pautnya dengan anak-anak kami".

__ADS_1


"Yakin, tidak ada sangkut pautnya dengan anak-anak. Atau kau yang melibatkan anakmu dan Camelia, ayolah aku tidak bisa di bohongi". Sahut Janeta, dengan santainya.


Akhirnya Katrina, penasaran dengan masa lalu orangtuanya Camelia dan Dwi. Satu-satunya cara adalah, bertanya kepada Janeta yang tidak menyukai Dwi.


__ADS_2