
Pagi harinya, di meja makan untuk sarapan pagi. Semua orang tengah berkumpul dan duduk di kursi masing-masing.
"Nek, Camelia mau berangkat sekolah dulu. Sarapannya aku di kantin sekolah saja,gak mood makan karena Tante Clara menjijikkan sekali wajahnya". Ucap Camelia,tanpa ba-bi-bu lagi. Hahahaha.... Rasakan kau Clara,emang enak di ejek langsung. Tepat di hadapan dirimu dan semua orang, sudah pasti keluarga Allen berpihak kepadaku.
"Aku juga,ayo kita berangkat bersama-sama". Jhonny,juga ikut-ikutan beranjak berdiri dan menggandeng tangan keponakannya.
Sandra, mengulum senyumnya dan mengangguk pasrah.
Mendengar ucapan Camelia, Clara geram kepadanya. Awas kamu Camelia, sudah membuat ku kesal dengan mu. Jangan sampai aku, melakukan tindakan yang berlebihan.Gara-gara bocah itu,mamah Sandra langsung berubah masam wajahnya. Aaaarrgghh..Menyebalkan sekali wajah ini,pasti kamu Vanya sudah merusak wajahku agar di benci keluarga Allen.Batinnya Clara, mengepalkan tangannya.
"Maaf, permisi dulu Tante dan Jordan". Kini Liliana,juga ikut-ikutan.
"Maafkanku mah,aku sudah melakukan kesalahan". Kata Clara, menundukkan kepalanya. Duhhh....Berasa nyawa di ujung tanduk, pasti mamah Sandra marah kepadaku dan terlihat jelas dari raut wajah beliau.
"Kalau kamu tau,apa kesalahan mu? Seharusnya jangan ikutan sarapan pagi, tunggu kami selesai dulu. Baru kamu sarapan sendirian, pagi-pagi sudah bikin emosi kamu ini. Aku juga jijik dengan wajahmu, mengerikan sekali". Bentak Sandra, meninggalkan meja makan. Clara, pasrah dan menelan ludahnya sendiri.
"Jordan, kapan kamu membawaku keluar negeri untuk berobat wajah ini. Aku tidak sanggup mendengar hinaan mereka, hatiku sakit". Clara, sudah tak sanggup lagi membendung air matanya.
"Pergi saja sendirian,aku tidak perduli. Paham! Baguslah kamu merasa sakit hati, begitu juga perasaan ku dulu. Ketika aku kehilangan Liliana, gara-gara kamu!". Jordan,malah membentak keras istrinya dan pergi meninggalkannya begitu saja. Ck,kau kira ucapku benar-benar nyata? Kau salah Clara,kamu sebagai tameng untuk ku.
Clara, kesegukan meratapi nasibnya sendiri. Melihat sifat Jordan,yang berubah drastis. Rasa perhatian kepadanya, begitu penuh cinta dulu. Semua itu,cuman berpura-pura agar Clara masuk kedalam kandang singa.
Cup...
Jhonny, mencium kening keponakannya yang tersipu malu-malu.
"Berhati-hati di jalan raya,jangan ngebut-ngebut. Jika aku mengetahuinya, siap-siaplah mobil ini di sita". Ancam Jhonny, langsung di geleng keponakannya.
__ADS_1
Gawat darurat,jika Jhonny menyita mobilku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa,apa lagi melancarkan rencana balas dendam ku.Batinnya Camelia, tidak menyukai ancaman Jhonny. "Paman, aku selalu menuruti perintahmu. Jangan sita mobilku yah, keponakanmu yang imut dan lucu ini. Selalu menuruti perintah darimu,". Kekehnya Camelia, mengedipkan matanya.
"Ck, jangan harap aku luluh begitu saja. Ya sudah,ayo kita berangkat". Jhonny, lagi-lagi ingin mencium keponakan.
Tiba-tiba....
"Jhonny!". Liliana, memanggil namanya. Sontak Camelia, langsung mendorong tubuh pamannya itu.
Jhonny, langsung berubah wajahnya terlihat kesal. Kedatangan Liliana, mengganggu kesenangannya. Sedangkan Camelia, cekikikan menahan tawanya dan masuk kedalam mobil.
"Jhonny,aku ikut dengan mu yah? Ada yang aku bicarakan,". Pinta Liliana, tersenyum kecil. Mendengar ucapan Liliana, ada rasa bergemuruh padam di dada Camelia.
"Lain kali saja,aku sibuk". Jhonny, langsung masuk tanpa menoleh ke Liliana. Disitulah Camelia, tersenyum dan menyala mesin mobilnya.
Astaga! Kenapa aku merasa senang, mendengar Jhonny menolak Liliana? Apakah aku benar-benar,jatuh cinta dengannya. Lalu, bagaimana nanti jika Jhonny mengetahui siapa aku sebenarnya? Akankah aku kehilangan Jhonny,ya Tuhan aku bingung harus berbuat apa?. Batinnya Camelia, menyeka air matanya dan meninggalkan mansion Allen.
**************
Baru saja keluar dari mobil, Camelia sudah di jaga oleh anggota OSIS. Matanya tertuju kepada Leo,dan lainnya.
"Hehehehe...Ada apa kak? Bukankah hukuman sudah selesai,pas 1 minggu penuh". Camelia,melirik ke arah seorang perempuan di samping Leo. Nampaknya dia tidak suka, Leo berbicara dengannya.
"Lain kali jangan melakukan kesalahan apapun, hukumannya jauh lebih berat dari kemarin. Aku cuman memperingati mu, Camelia. Karena aku tidak perduli, siapa kamu". Tegas Leo, langsung meninggalkannya.
"Kami, kebetulan lewat saja". Sambung Anya, tersenyum smrik. "Aku harap kamu tidak menaruh rasa suka kepada Leo,karena kamu bukan tipenya". Bisik Anya, berlalu pergi.
"Elehh...Modal ganteng doang,gak ngaruh sama aku. Karena aku sudah memiliki Jhonny,serba guna dan menguntungkan bagiku". Gumam Camelia, bergidik geli jika dirinya menyukai Leo.
__ADS_1
Camelia, berlalu pergi menuju kantin. Parutnya sudah keroncongan,karena belum sarapan pagi.
Selesai memesan makanan,dia duduk santai sambil menunggu pesanannya. Tak berselang lama, Ryan duduk di samping.
"Hussssttttt... Pergi sana!". Camelia, langsung mengusirnya. Ngapain sih,dia duduk di samping ku. Enek melihat wajahnya, gak kakak gak adek bikin mood hilang.
"Berhati-hati pulang dari sekolah, Arsen dan lainnya merencanakan sesuatu". Kata Ryan, langsung beranjak pergi. Setelah dia selesai berbicara, Camelia mengerut keningnya dan bodo amat.
Jika Arsen, Yumna dan putri berniat untuk melakukan sesuatu dengan ku. Maka mereka bukan tandingan ku, bocah-bocah ingusan.Batin Katrina, menyibakkan rambutnya ke belakang. Matanya berbinar seketika, melihat bakso berukuran jumbo sudah di hadapannya.
"Pantesan aja, di tunggu di kelas gak datang-datang. Rupanya sudah duluan ke kantin,". Kata Rika,datang bersama Cika.
"Eee... Sorry,aku sudah lapar banget. Belum sarapan pagi,karena ada yang membuatku jijik". Jawab Camelia, setengah berbisik.
Cika dan Rika, memesan makanan mereka berdua dan duduk bersama Camelia.
"Camelia,aku tidak habis pikir dengan pilihan pamanmu itu. Kok bisa sih,mau menikahi kakaknya Ryan?". Bisik Rika, penasaran.
"Nah itu,aku juga penasaran loh. Masa paman mu Jordan,mau menikahi wanita yang wajahnya rusak? Apakah pamanmu, sangat mencintai kakaknya Ryan. Hati-hati loh, kakaknya Ryan menggunakan pelet dari dukun". Sambung Cika, mendengar ucapan temannya cuman menggeleng kepala.
"Soal itu,aku tidak tau loh. Karena aku di larang untuk ikut campur dalam urusan orang dewasa, semoga saja pamanku cepat sadar". Jawab Camelia, menyembunyikan yang sebenernya.
Anggota OSIS, memasuki kantin. Mata para murid-murid lainnya, tertuju kepada mereka semua. Memang benar penampilan Leo,tak di ragukan lagi dan berwajah tampan. Banyak murid perempuan, mendekati dan tak segan-segan mengatakan cintanya.
"Camelia,kamu adalah seorang murid yang paling beruntung. Mendapatkan hukuman di perpustakaan,di awasi ketua OSIS kita Leo. Seorang murid lelaki,paling tampan di sekolah ini. Uuuhh...Aku pengen juga!". Rengeknya Cika, mengedipkan matanya.
Camelia, memutar bola matanya mendengar ucapan temannya. "Elehh... Untuk darimana? Yang ada dapat musibah, badanku capek banget. Mana rak buku tinggi-tinggi lagi,harus naik turun tangga". Baru saja selesai berbicara, namun Camelia mendapatkan tatapan tajam dari Leo.
__ADS_1