
Hari ini, Camelia benar-benar full menangis di kelas. Cika dan Rika, berusaha membujuk dan menenangkannya.
Bahkan Leo, menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Setiap bertanya kenapa, selalu mendapatkan bentakan Camelia.
"Huaaaaa.... Dia jahat Leo,jahat sekali". Camelia, mencekram baju seragam Leo sampai kumal dan acak-acakan.
"Iya,tapi siapa yang jahat. Bertahun-tahun lamanya, baru ini aku liat kamu menangis kaya anak TK. Sudahlah,jangan menangis lagi. Apa kamu tidak malu, di liat anak-anak lainnya". Leo, menahan lengan Camelia. Takutnya sobek seragam,yang di tarik-tarik cengkraman Camelia. "Ayolah, jangan seperti ini. Apa kamu tidak kasian,jika bajuku sobek kamu tarik-tarik".
Cika dan Rika, mencoba melepaskan cengkraman Camelia pada baju Leo.
"Camelia,sini duduk yah. Cup...Cup...Jangan nangis lagi yah,itu baksonya datang". Bujuk Cika, sambil mengelus pundaknya.
"Makasih Vera, sudah membelikan baksonya. Tenaga ku terkuras habis, menangis sejak tadi". Gumam Camelia, langsung menyantap bakso di meja.
Yang lainnya terperangah melihat sikap Camelia, langsung berhenti menangis dan menikmati basko.
"Kenapa dia, pasti taukan?". Tanya Leo, mendelik ke arah Cika dan Rika.
Namun Cika dan Rika, mengangkat kedua bahunya secara bersamaan. Leo, menghembuskan nafas beratnya mengetahui jawaban dua sahabat Camelia.
"Ya sudah, cukup kalian yang tau. Aku ke kantin dulu,jaga tuh bocah". Leo, pergi menyusul temannya ke kantin. Ada apa dengan Camelia? Seperti patah hati, tapi sama siapa yah? Kenapa aku cemburu, begini.
Selesai menghabiskan bakso, Camelia menangis kesegukan meratapi nasibnya yang gagal dalam cinta. Sebenarnya dia, sudah curhat dengan kedua sahabatnya.
"Terus,apa kamu siap bertemu dengannya?". Tanya Cika, penasaran.
"Hmmmm...Iya,tapi aku tidak tau Cik. Bagaimana, sikapku yang selalu manja ini?". Jawab Camelia, tertunduk sedih.
"Gak kebayang deh, sakitnya kek gimana? Bertahun-tahun lamanya tidak bertemu,sekali bertemu bawa istri. Gila! Kamu yang sabar Camelia,jangan melakukan kebodohan yang tidak masuk akal. Apa lagi kamu menghabisi nyawa wanita itu, mending balas dengan elegan". Kekehnya Rika, mengerjapkan bola matanya.
__ADS_1
"Benar sekali Camelia,jangan sampai kamu khilaf dan nyesal nantinya". Sahut Cika , langsung di angguki Camelia yang menghapus air matanya.
"Lebih baik yah,kamu sikap biasa aja. Jangan heboh, senyum-senyum gitulah. Biar pamanmu semakin was-was, atas perubahan mu. Percayalah, kamu bisa mendapatkan cinta yang hilang. Bahkan di gantikan yang lebih mencintaimu,apa perlu kami bantu?" Tawar Rika, tersenyum getir.
"Doakan saja, aku bisa melewati cobaan ini. Hiks...Hiks...Huaaa...Huaaa...!". Tangis Camelia, pecah di pelukan Rika.
"Jadi melow deh,aku gak tau gimana di posisi kamu Camel". Akhirnya Cika,malah ikut-ikutan memeluk dua sahabatnya itu.
*************
Sepulang sekolah, Camelia berjalan dengan langkah gontai terhayung ke belakang. Beruntung sekali, Leo sigap menahan tubuhnya yang berada di belakang.
"Kamu baik-baik saja, Camel? Wajah mu terlihat pucat, apa perlu aku antar kamu pulang?". Leo, menawarkan dirinya. Ini adalah salah satu trik yang di rencanakan, Cika dan Rika. "Bahaya loh, nyetir mobil sendiri. Kalau kenapa-kenapa yah,aku juga yang kena imbasnya dari mommy".
Gimana ini,di ambil gak yah? Leo, sudah masuk kedalam perangkap sih. Tapi, pintunya belum di kunci karena aku belum menjawab pertanyaan.Batin Camelia, sempat berpikir lagi. "Ssshhhhttt... Aku cuman sakit kepala aja,tapi gak ngerepotin kamu? Aku bisa minta bantuan loh,sama Cika dan Rika".
"Ee..Iya,aku pamit dulu. Mau jemput keponakan di rumah imar,dahh...Maaf,gak bisa antar kamu Camelia". Kini Rika,juga bergegas ke luar kelas.
Mata Camelia, tertuju kepada Leo memainkan kedua alisnya.
"Kebetulan sekali, aku gak bawa mobil tadi. Nebeng sama Indra, berangkat sekolah nanti gampang kok. Bisa pesan ojek online,ayo!" Kata Leo, membuyarkan lamunannya Camelia.
"Ee...Iya, makasih banyak Leo. Aku duluan aja,jangan barengan jalannya. Takut ada mata-mata yang gak suka, kamu bisa kan diam-diam masuk dalam mobilku. Pliss.. Aku gak mau loh, di gosipin sama anak-anak lainnya". Cicit Camelia,mimik wajahnya sangat imut. Huuuff.... Semoga berhasil rencana pertama,demi membalas dendam ku kepada Jhonny.
Glekkkk...
Leo,malah fokus dengan bibir Camelia sangat menggoda."Iy-iya,aku ngerti". Jawab Leo,ketika Camelia menggoyangkan lengannya. Astaga! Kenapa aku malah fokus ke bibirnya? Aaakkhh.. Ada-ada aja, pikiran ku kemana-mana.
"Bisa-bisanya ngelamun dulu, emangnya liat apa sih?". Gumam Camelia, keluar dari kelas berjalan seperti biasanya. Sedangkan Leo, menahan dadanya yang berdebar kencang.
__ADS_1
Tiba di parkiran, Camelia calingukan melihat dimana Leo. Cukup lama menunggu, parkiran nampak sepi sudah.
Leo, mengetuk pintu mobil dan di buka oleh Camelia. "Lama banget sih,kemana aja?". Tanya Camelia, sudah bosan menunggu.
"Yah... Nunggu parkiran sepi, katanya gak mau di liat sama anak-anak lain". Jawab Leo, dengan santainya.
"Oh, kirain kemana gitu". Kekehnya Camelia, mobilnya sudah keluar dari gerbang sekolah.
Keadaan jalan raya nampak ramai,banyak motor dan mobil lalu lalang.
Sesekali Leo, melirik ke Camelia yang memijit pelipisnya. "Kamu kenapa, tadi sekolah nangis? Terus,mijit-mijit pelipis emangnya sakit kepala?". Tanya Leo, membuat Camelia jadi salah tingkah.
"Kepo, kepalaku cuman nyut-nyutan aja. Udahlah,gak papa kok". Jawab Camelia, cengengesan. Gimana gak nyut-nyutan, pikiranku banyak. Tidur malam tadi pun,tak nyenyak.
"Yakin gak papa,kita bisa berhenti di apotik beli obat untukmu". Kata Leo,jiwa perhatiannya tiba-tiba muncul. Semoga saja, Camelia tidak tersinggung dengan perhatian ku ini. Takutnya dia marah besar terhadap ku,maaf aku lancang.
"Eee..Gak papa kok,kita pulang aja. Loh,loh kenapa berhenti Leo? Ini kuburan loh,gak ada apotik. Kamu gak salah liatkan". Tanya Camelia, kebingungan.
"Kamu gak liat apa, mobilmu tiba-tiba mogok begini. Nah,gak bisa di hidupkan. Sebentar yah,aku cek dulu". Leo,membuka pintu mobil dan menuju ke depan.
"Emangnya kamu bisa memperbaiki mobil rusak?". Tanya Camelia, sedikit berteriak. Leo, memberikan isyarat mengangkat kedua bahunya. Mendengar jawaban Leo, menepuk keningnya dan ikutan turun.
"Ngapain turun segala,masuk kedalam yah. Katanya sakit kepala,nanti tambah sakit loh". Kata Leo,menarik lengan Camelia.
"Sudahlah,gak papa Leo. Di bawah sini, adem dan pas di bawah pohon besar". Camelia, menahan lengan Leo dan mereka saling pandang.
Suara motor terdengar dari kejauhan,lalu berhenti di samping Leo. Seorang laki-laki melepas helmnya, menatap ke arah Leo. "kalian pacaran?". Tanya Li Yun,turun dari motor sportnya.
Camelia dan Leo, terkejut mendengar perkataan Li Yun yang tak masuk akal itu. Masih memasang wajah santai,silih berganti memandang mereka berdua.
__ADS_1