SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Dinner Pagi Hari


__ADS_3

Cling....


Camelia dan JJ Abrams, menikmati dinner pagi hari di balkon kamar Morgan.


Morgan,membawa menu makanan yang di masaknya tadi. Mengenakan pakaian ala koki, memasang wajah cemberutnya.


Tidak bisakah makannya jangan di balkon kamarku,di hiasi sok romantis juga.Batinnya, meletakkan satu-persatu menu makanan di meja makan.


Camelia dan JJ Abrams,tak sabar mencicipi masakan Morgan.


"Silahkan, dinikmati Tuan dan nyonya". Ucap Morgan,silih berganti memandang wajah dua pasutri ini.


"Terimakasih, aromanya harum sekali. Semoga rasanya enak,kalau tidak enak akan aku beri hadiah spesial". Kedip kata Camelia, tersenyum.


"Tentu enak,mana mungkin tidak enak untuk tamu spesial ku ini". Kekehnya Morgan. Iya, tamu menyusahkan orang di pagi hari.


"Tidak perlu memasang wajah masam, Morgan. Jarang-jarang aku meminta masakan untuk mu, bersyukur karena langka". Sahut JJ Abrams, menyunggingkan senyumnya.


"Terimakasih,Tuan JJ Abrams". Kata Morgan, mengundurkan diri. Ck,dia bilang aku harus bersyukur? Astaga,seumur hidup aku tidak mau memasak makanan untuk kalian. Tidak di masak salah,di masak gak enak salah juga.


 "Hmmmm...Sumpah, makanan mu enak banget". Camelia,memuji masakan Morgan sambil memejamkan matanya.


"Lumayanlah,buat mengobati laparku". Kata JJ Abrams, mendelik ke arah Morgan.


"Ck, mengobati rasa lapar katanya? Lihatlah, piringnya full dengan nasi,ikan dan sayur-sayurannya. Pembohong belaka,tak ingin memuji masakan ku". Gerutu Morgan, membuang muka ke arah lain.


"Sabar, percuma berbicara apapun.Tuan JJ Abrams, tidak akan mengubah pikirannya. Mendingan diam saja,mencari aman jauh lebih baik". Bisik Jecky, merangkul pundak Morgan.


"Berapa usia kehamilan nona Camelia?". Tanya Morgan, penasaran sekali.


"10 mingguan katanya, twins loh. Tuan JJ Abrams, langsung doble cetak kecebongnya. Mantap banget kan,kalah sama dengan mu". Kekehnya Jecky.


"Gila! Langsung dua sekaligus,gak kebayang gimana menghadap sikap anak si kembar nanti. Kehidupan kita bakalan sengsara,belum lahir sudah menyusahkan kita". Bisik Morgan, menggeleng pelan.


"Benar sekali,kemarin Tuan menginginkan buah mangga yang ada tawonnya. Pokoknya harus dapat buah mangga itu,gak kebayang kami kocar-kacir melarikan diri dari kejaran tawon". Jecky dan Morgan, bergidik ngeri.


 Dua pasutri tengah asyik menikmati makanan mereka,saling pandang dan bercanda tawa.

__ADS_1


Di balik kebahagiaan Tuannya,ada anak buah yang berjuang keras.


Demi keturunan bos besarnya,rela melakukan apapun yang tak masuk akal.


Camelia, terkadang kebingungan dengan sikap suaminya itu. Dia harus menggosok tubuhnya dengan minyak kayu putih, kalau tidak JJ Abrams muntah-muntah dan tak mau mendekatinya.


Sebagai wanita hamil, Camelia seringkali sensitif terhadap apapun dan merajuk dengan suaminya.


JJ Abrams, bersandar sudah kekenyangan menyantap makanan yang lezat. "Hoaaamm... Sayang,aku ngantuk sekali". Pol


"Ayo,kita pulang saja. Aku ada meeting di perusahaan pagi ini,kuliah masuk siang". Ucap Camelia, menoleh ke arah Morgan yang terlelap tidur di sofa.


Tanpa membangun Morgan, mereka meninggalkan kediamannya tanpa pamit dulu dengan tuan rumah.


Bagaimana tidak ngantuk, melayani tamu besar di hari? Daripada menunggu sepasang suami-isteri, lebih baik tinggalkan tidur saja.


****************


****************


Di parkiran mobil kampus, Camelia bertemu dengan Rika yang sudah mengurus pindah kuliahnya.


"Kamu yang sabar yah, semoga mendapat kebahagiaan jauh lebih baik lagi. Jangan trauma dalam pernikahan, maupun percintaan. Aku senang sekali,kamu berubah Rik". Camelia, menepuk pundak Rika.


Rika, mendongakkan kepalanya dan memeluk erat tubuh Camelia. "Terimakasih,aku sangat bersalah dengan mu Camel. Semoga kamu selalu bahagia, aku mendoakan mu. Jangan menunggu lama lagi, semoga kamu cepat-cepat hamil".


"Terimakasih,aku sedang hamil". Bisik Camelia, tersenyum manis.


Rika, menutup mulutnya mendengar bisikan Camelia. "Benarkah! Wah... Selamat Camelia,aku senang sekali mendengarnya".


"Twins lagi," sambung Camelia, semakin kegirangan Rika mendengarnya.


"Camelia,jaga kehamilan mu yah.Lebih baik kamu menyembunyikan kehamilan ini, berhati-hati dengan Kaizam dan Leo". Rika, memperingati Camelia.


Camelia, mengangguk pelan karena harus berhati-hati dengan dua makhluk astral itu.


"Aku harap keputusan bercerai dengan ku,kau jangan menyesalinya Rika". Tiba-tiba Kaizam, dan Leo datang. Dengan sombongnya Kaizam, menggandeng seorang wanita di sampingnya.

__ADS_1


"Aku sudah memilih keputusan yang terbaik,mana mungkin aku menyesalinya. Satu penyesalan ku adalah menerima cintamu yang bodoh itu, menghancurkan persahabatan ku". Ucap Rika, menyunggingkan senyumnya.


"Lihatlah, wanita di samping ku ini. Pasti kamu mengenali anak kelas sebelah,aku sudah berhubungan sebelum kita bercerai". Kaizam, tersenyum mengejek ke arah mantan istrinya itu.


"Ck, sedikitpun aku tidak cemburu apa lagi iri. Malah aku senang sekali, melihat wanita mau sama kamu yang sangat perihatin itu. Aku tahu,jika salah satu kafe yang baru di bangun nyatanya tanah sengketa dan di gusur. Sabar yah,karma akan menghampiri mu". Rika,tak ingin kalah dengan mantan suaminya itu.


"Kalian di sini,mommy sudah menunggu loh". Ucap Dwi, tumbenan menjemput anak-anaknya di kampus.


Camelia, menoleh ke arah Dwi yang dulu sangat dekat sekarang tidak lagi.


"Mommy, ngapain ke kampus?". Tanya Leo, mendelik ke arah Camelia dan Rika.


"Biasalah,mau jemput kalian. Memangnya gak boleh,hmmm...". Alibi Dwi, mendekati Camelia dan tersenyum manis. "Ada Camelia, Rika,kalian apa kabar?".


"Baik,". Jawab Camelia,namun Rika diam saja.


"Selamat yah,atas pernikahan mu dengan pria kaya raya itu. Camelia,mommy minta maaf atas masalah di masa lalu".


"Mommy, ngapain minta maaf sama dia? Aku tidak mau, dia sudah keterlaluan sama kita". Leo, keberatan dengan mommy nya memperbaiki hubungan dengan Camelia.


"Tante Dwi,kami permisi mau pulang. Lihatlah, suamiku sudah menjemput pulang". Ucap Camelia, melenggang pergi begitu dengan Rika.


Deg!


Bukan JJ Abrams,yang menjemput dirinya pulang. Melainkan Down, membukakan pintu mobil untuk Camelia.


Semua orang-orang sekitar memandang arah Camelia, seseorang pria yang berumur tua menjemput dirinya pulang.


"Camelia, sopir suamimu yah?". Tanya salah satu teman kelasnya.


Down, berusaha mengontrol dirinya ketika seseorang menyebut dirinya seorang sopir. Camelia, menutup mulutnya dan cekikikan menahan tawa.


"Mr.Down,apa kabar?". Dwi, tergopoh-gopoh menghampiri Down di dekat mobilnya.


"Ee..Nyonya Dwi,lama tidak bertemu". Kata Down,cukup mengenal Dwi karena suaminya dulu teman bisnis. "Nona Camelia,aku ingin berbicara denganmu. Silahkan masuk kedalam mobil, lebih dulu".


Dwi, melirik ke arah Camelia yang di perlakukan spesial oleh Down. Kenapa Mr. Down, begitu ramah terhadap Camelia? Pasti ada sesuatu di antara mereka, jangan-jangan Camelia memang suka menggoda pria kaya.Batinnya Dwi.

__ADS_1


"Maaf, Mr.Downy aku tidak bisa ikut dengan anda. Sopir ku sudah datang, takutnya suamiku mencari keberadaan ku. Selamat sore.Mr". Camelia, tersenyum kecil dan masuk kedalam mobilnya.


Down, menatap kepergian Camelia gagal membawanya pergi gara-gara Dwi. Tanpa ba-bi-bu lagi, Down tidak memperdulikan perkataan Dwi dan langsung meninggalkannya.


__ADS_2