
Bagaikan di sambar petir siang bolong, JJ Abrams mendapatkan kabar kekasihnya hilang bersama anak buah kepercayaannya itu. Mana mungkin mereka mengkhianati kepercayaannya, bertahun-tahun lama mengabdi kepadanya. Bukan anak buahnya saja, melainkan dokter Dartos juga ikutan hilang.
"Aaaarrgghh...!". menggenggam benda pipih di tangannya, ingin sekali dia menghempaskan ponsel tersebut. Secepatnya di urung niatnya, melihat wallpaper gambar Camelia tersenyum manis.
JJ Abrams, memerintahkan anak buahnya mencari kekasihnya itu. Dimana pun, sampai dapat.
"Hahahaha.... Hahahhaa...Kau lihat JJ Abrams,masih ada berpihak kepada kami. Sebentar lagi, kami akan bebas dari jeratan mu. Kau tidak bisa menolaknya,karena Camelia di tangan suruhan ku". Jhonny, tersenyum sumringah.
"Langit masih ada langit, Tuan JJ Abrams. Kami akan menyaksikan dirimu, bagaimana kehilangan sesosok wanita yang anda cintai. Hahahaha.... Hahahah...!". Sambung Jordan, akhirnya tersenyum merekah. "Kau akan mati rasa, melihat kekasih mu mati di tangan orang lain".
"Aku tak sabar menunggu momen,dimana aku memperlakukan Tuan JJ Abrams seperti binatang. Tunggu balas dendam ku, sebentar lagi anda menikmati minuman kotor dari toilet sekaligus". Jhonny, sudah merencanakan sesuatu untuk memberikan pelajaran kepada JJ Abrams.
"Atau menyaksikan kekasih mu,di gilir beberapa pria. Lalu, melihat aksi kami menguliti tubuhnya yang indah. Oh... Menyenangkan sekali, bagaimana pamanku?". Sahut Li Yun, terlihat jelas wajahnya puas mengejek pamannya itu.
Anak buahnya JJ Abrams, ingin menghukum mereka. Akan tetapi,dia langsung menghalanginya. Dia yakin sekali,Camelia bisa menyelamatkan diri.
"Kau pikir aku takut, begitu? Kalian lupa yah,siapa Camelia? Oh,dia bukan wanita sembarangan. Aku yakin sekali, Camelia bisa meloloskan diri dari musuhnya". Ucap JJ Abrams, dengan tegas. Membuat Jhonny dan Jordan, terdiam sejenak.
"Simpan kekuasaan mu JJ Abrams, Camelia kondisinya tengah tak sadarkan diri. Lalu, bagaimana dia menyelamatkan dirinya?". Sahut Li Yun, mengangkat kedua bahunya.
"Hahahaha... Bisa, melalui lewat mimpi". Ejek lainnya, disertai dengan tawa mereka.
__ADS_1
"Atau melakukan teleportasi". Sambung lainnya, cekikikan menahan tawanya.
JJ Abrams, sekuat tenaga menahan dirinya. Kalau tidak memikirkan Camelia, kemungkinan mereka habis di tangannya. Jujur saja,dia geram mendengar ucapan mereka. Benar-benar menguji kesabarannya, beruntung mengingat wajah kekasihnya yang mampu meredakan amarahnya.
JJ Abrams, meninggalkan penjara tak mau meladeni perkataan mereka karena permainan tak mau di akhiri tanpa sang kekasih.
"Hahahaha... Carilah Camelia, Tuan JJ Abrams jika kamu bisa menemukannya. Hahahaha...Aku yakin sekali, Camelia sudah tak bernyawa lagi. Carilah kemana pun kau mau, sampai mayat Camelia ketemu!". Teriak Jhonny, mengejek-ejek JJ Abrams.
"Hahahaha... Benar sekali,kau menangis kesegukan memandang jasad wanita yang kau cintai Tuan JJ Abrams". Sambung Jordan,puas rasanya mengatai JJ Abrams wajahnya marah padam sudah.
"Bukan hanya menangis kesegukan, tetapi meraung-raung di atas kuburan Camelia!" Teriak temannya Li Yun, mengeluarkan unek-uneknya.
"Kalau anak buah kita, beruntung sekali. Takutnya musuh JJ Abrams, otomatis kita tak bisa keluar dari sini". Jawab Jordan, kebingungan jadinya. "Hebat sekali, bisa menang melawan anak buahnya Tuan JJ Abrams".
"Heyy... Bocah-bocah,kalian tau masalah Camelia di culik oleh siapa?". Tanya Jhonny,kepada Li Yun dan teman-temannya.
"Tidak tau, semoga saja salah satu anak buah kita. Camelia, satu-satunya kelemahan JJ Abrams". Jawab Li Yun, sebenarnya dia merasa lega mendengar Camelia diculik. Berharap sekali,anak buahnya yang melakukan itu.
"Jordan,kenapa kamu bisa bekerjasama dengan bocah-bocah ini?". Tanya Jhonny, sebenernya dia sangat penasaran sekali.
"Berkat mereka aku memiliki banyak uang,hasil penjualan organ-organ tubuh manusia. Penghasilan dari perusahaan,cuman di gajih sesuai posisi ku. Ingin mencurangi perusahaan,mana bisa karena ketat penjagaan. Uangnya biasalah, hura-hura dengan wanita-wanita cantik. Bulshit kali,punya istri satu cuman main itu-itu saja". Jordan, menyunggingkan senyumnya dan dia tipe pria playboy. "Kalau kau mau,bisa bekerjasama dengan kami. Wajahmu tampan, gunakan untuk menarik wanita. Lalu,jadikan korban untuk menghasilkan uang. Kalau kamu tidak suka dengan Olivia, serahkan dia kepada kami". Jordan, mulai mempengaruhi pikiran Jhonny.
__ADS_1
"Ck,apa kamu tidak takut Jordan. Siapa tau aja, kamu mendapatkan penyakit menular. Aku tau betul,jika kamu seorang playboy. Kamu apakan mamah Sandra,masuk ke rumah sakit dan stroke?". Tanya Jhonny,lagi. "Kalau untuknya banyak,boleh juga. Takutnya kita ketahuan oleh pihak berwajib,bisa masuk penjara lagi".
"Aku merebut berkas-berkas berharga milik, Camelia. Mamah, mencoba mencegahnya dan aku dorong kuat-kuat. Semuanya bukan salahku sepenuhnya,karena kecerobohan mamah jadi seperti ini. Kenapa kamu bertanya terus,aku dan kamu sama memiliki tujuan. Termasuk Li Yun, ingin menguasai seluruh kekayaan JJ Abrams". Jordan, melirik ke arah Li Yun yang tegang mendengar pembicaraan mereka. "Masalah itu, gampang sekali kok. Mereka bisa mengurusnya, asalkan bermain dengan uang".
"Lalu, kau percaya berkas-berkas itu asli?". Tanya Jhonny,karena Camelia terbilang sangat licik melakukan rencananya. Pekerjaan ini, memang menarik dan menantang sih. Tetapi, apakah kami bisa mengurus perusahaan Malik dan Allen? Takutnya Camelia, sudah menggantikan posisi ku dengan seseorang kepercayaannya.
"Aku yakin sekali, berkas itu asli". Jawab Jordan, langsung. Emangnya bisa yah, bekas palsu di rubah persis dengan asli? kenapa aku tidak kepikiran dulu,sial.
"Bodoh! Berkas yang kau curi dari mamah semua itu, palsu. Camelia,cerdik memalsukan berkas-berkas berkat bantuan JJ Abrams. Memang benar,dalam sekilas kita mencek berkas itu terlihat asli dan nyatanya palsu". Jhonny, menggeleng kepalanya melihat kebodohan adik tirinya.
"Tunggu dulu! Apa jangan-jangan, berkas-berkas berharga milik JJ Abrams waktu itu". Li Yun, menggantung ucapannya melihat anggukan Jhonny.
"Benar sekali,kita di permainkan dua sepasang kekasih. Kita sebagai boneka, terus-menerus bermain sesuai keinginan mereka. Betapa bodohnya kita,lalu terperangkap di jebakan mereka. Sial,sial,sial". Jhonny, mengamuk-ngamuk di dalam jeruji besi.
"Berarti mereka tau rencana kita, Camelia langsung melancarkan aksinya. Bagaimana bisa,dia mengetahui kode brangkas mamah?". Jordan, kehabisan akal jadinya.
Jhonny,mulai memutar pikirannya lagi. Apa sebenarnya terjadi, apakah Camelia menekan Sandra untuk mendapatkan kode brangkas tersebut. "Sebentar dulu,aku berpikir. Camelia adalah Katrina,jika dia menginginkan warisan Malik dan Allen. Otomatis ada sesuatu yang tidak beres,tapi apa?".
"Orangtuanya Katrina,kau mengetahui sesuatu. Katamu Katrina, membalaskan dendam atas kematiannya.Apa jangan-jangan kita ita melewati sesuatu Jhonny,bisa jadi Katrina berniat untuk balas dendam kepada kita. Coba kau ingat-ingat dulu, adakah sesuatu yang kita lewatkan atau membuat masalah". Jordan, menggigit bibir dan memikirkan apa tujuan Katrina.
"Mungkin saja, Camelia balas dendam karena ingin membunuhnya". Sahut Rey, memainkan kedua alisnya. Li Yun, cekikikan menahan tawanya ketika mendengar ucapan Rey.
__ADS_1