
Plak!
Rika, memukul lengan Camelia dan sang empunya cuman meringis sakit.
"Gila! Main tapol aja nih,sakit tau". Kekehnya Cika, mengelus-elus lengan Camelia yang cemberut.
"Eee... Kapan kamu sadar,Camel!". Tanya Rika, penasaran sekali.
"Pagi tadi, emangnya kenapa?". Tanya balik Camelia,yang cengengesan.
"Gila! Benar-benar gila tau, JJ Abrams khawatir banget sama kamu Camel! Satu minggu kamu tak sadarkan diri, mondar-mandir gak karuan dia". Cika, menggeleng kepala atas sikap Camelia yang keterlaluan sekali.
"Bodo amat,aku suka sekali melihat dia gelisah gusar memikirkan keadaan ku. Hussssttttt...kalian jangan bilang-bilang sama siapapun, jika aku sudah siuman. Aku ingin membuat kejutan dengannya,awas loh!"Ancam Camelia,masih terasa sakit di bagian bahu belakang.
"Oke, tapi gak gratis loh". Kekehnya Rika, mengedipkan matanya.
"Wahhh....Cari kesempatan dalam kesempitan,yah". Camelia, mencubit lengan sahabatnya.
"Iya,dong". Sahut Cika, merangkul pundak Rika yang cekikikan menahan tawanya. Mereka bertiga waspada,takut ketahuan anak buahnya JJ Abrams.
"Aku dengar-dengar loh, pamanmu di tahan oleh JJ Abrams". Kata Rika,melirik ke arah pintu.
"Biarkan saja,aku ingin beristirahat total. JJ Abrams, kemana dia?". Tanya Camelia, merindukan sosok pria yang mencintainya itu.
"Oh,dia tadi pergi sebentar katanya. Bisa jadikan,dia liat pekerjaannya yang di tinggal lama. Jangan ngambek yah,tiap hari jagain kamu loh". Cika, mencolek dagu Camelia yang tersipu malu-malu.
"Camelia, asalkan kamu tahu. Nenekmu di rawat rumah sakit sama, berhalat 3 ruangan sama kamu. Nenekmu terkena stroke,marah sama kami. Sepertinya yah,Tuan JJ Abrams menemui nenekmu dan menceritakan sejujurnya". Ucap Rika,sontak membuat Camelia terkejut mendengarnya.
"Terus, bagaimana kondisi nenekku?". Tanya Camelia, merasakan sesuatu yang tidak beres. Pasti ada sesuatu yang terjadi, kenapa nenek Sandra masuk kerumah sakit.
"Keadaan....". Rika, memotong perkataannya mendengar pintu terbuka oleh seseorang.
"Huuu... Hampir saja" lirih Cika,pelan dan menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Waktu kalian sudah habis, silahkan keluar". Ucap seorang pria, melainkan dokter spesial merawat Camelia.
"Baiklah,dok. Kami permisi dulu". Kata Rika, tersenyum kecil dan mengangguk pelan. Begitu juga Cika, menggiring keluar juga.
Dokter tersebut mencek kondisi Camelia, tersenyum sumringah karena sudah membaik. "Baguslah, kondisi nona Camelia membaik. Selamat deh, kepalaku tak jadi di penggal". Gumamnya pelan, berlalu keluar dari ruangan..
Cika dan Rika,masih duduk di kursi. Mereka kompak tersenyum kecil, memandang ke arah dokter.
"Sepertinya dokter itu, tidak tau Camelia sadar". Bisik Rika, langsung di angguki Cika.
"Pulang yuk, tiba-tiba hawa dingin menjalar ke seluruh tubuh ku. Sumpah! Kalau bukan Camelia,di rawat di sini.Ogah banget aku,ke rumah sakit". Kekehnya Cika, terngiang-ngiang trauma di masa lalu.
"Siapa suruh main petak umpet di rumah sakit, ngumpet di kamar mayat lagi". Sahut Rika, berjalan menuju pintu luar.
"Gimana lagi, waktu itu usiaku masih 8 tahun. Kerjaannya cuman main doang,hehehe...!". Kekehnya Cika, bergelut manja di lengan Rika.
"Tunggu! Bukankah itu, Leo". Rika, langsung membawa Cika bersembunyi di tembok.
"Benar sekali,sama kak Kaizam. Ngapain yah, bukannya Tante Dwi di rawat luar negeri?". Tanya Cika, keheranan.
"Hussssttttt... Pulang aja lah,males cari masalah lagi. Kapok tau,cukup kemarin aja sampai nyawa taruhannya". Cika, menarik lengan Rika secara paksa.
***************
Sedangkan di tempat lain, JJ Abrams menjenguk calon paman-pamannya. Tengah di kurung di jeruji besi, keadaannya sangat memperihatinkan.
Apa lagi Jordan, wajahnya berbalut dengan perban. Akibat Cika dan Rika,memukul wajahnya menggunakan batu.
Jhonny, bersandar di dinding tak mampu menopang tubuhnya. Anak buah JJ Abrams, menembak di kedua kalinya.
Begitu juga Li Yun dan teman-temannya,terluka parah bisa berbaring di lantai tanpa alas apapun.
JJ Abrams, memasukkan tangannya di saku celana dan tersenyum smrik. "Aku mendapatkan informasi dari dokter kepercayaan ku, kondisi Camelia sudah membaik dan melewati masa komanya. Kemungkinan besar, beberapa hari lagi akan bangun. Kalian satu-persatu siap-siap untuk mendapatkan hukuman dari kekasihku, Camelia". JJ Abrams,duduk santai dan kaki ke atas.
__ADS_1
"Aaarghhh.... Ayo,kita membuat kesepakatan Tuan JJ Abrams". Kata Jhonny, berlahan-lahan mendekati jeruji besi.
"Tidak ada kesepakatan dalam kampusku,kau sudah mau membunuh Camelia. Seorang paman berkhianat di belakangnya, pantas mati". JJ Abrams, menyeringai tajam.
"Cukup! Dia bukan Camelia, melainkan jiwa orang lain". Teriak Jhonny, membuat Jordan dan Li Yun kebingungan.
"Maksudnya apa, Jhonny? Jiwa orang lain,katakan Jhonny!". Teriak Jordan,di sebelah. Li Yun,cuman diam dan menyaksikan pertikaian mereka.
"Iya, Camelia sudah mati Jordan. Tetapi, jiwanya di rasuki Katrina. Kau masih ingat dengan keluarga Doni dan Rendy, semuanya pada mati dan mereka mendapatkan kejadian aneh-aneh. Semua itu, Camelia alias Katrina yang melakukannya. Benar sekali, Katrina di bunuh oleh Doni dan Rendy demi mengambil hartanya. Entah keajaiban darimana, jiwanya malah masuk ke tubuh Camelia". Jhonny, menceritakan semuanya kepada Jordan.
"Apa! Pantesan saja, Camelia sangat berbeda sekali. Aku sudah lama mencurigai Camelia tetapi, tidak mendapatkan bukti apapun". Jordan, memijit kepalanya terasa sakit.
"Camelia, benar-benar menghancurkan keluarga Doni dan Rendy. Sekarang kita ingin mengambil harta kekayaan Malik dan Allen, itu tak mudah. Makanya aku menembak, agar dia mati. Tapi sayang, semuanya terlambat karena aku terlambat". Jhonny, mengacak-acak rambutnya dengan kasar.
"Jangan bilang, Tuan JJ Abrams mengetahui semuanya". Jordan, menoleh ke arah JJ Abrams yang diam saja.
Apa!Siapa sebenarnya Camelia,masa iya katrina? Bagaimana bisa, jiwanya masuk kedalam tubuh seseorang. pantesan saja, Camelia benar-benar hebat merencanakan sesuatu.Batin Li Yun, semuanya sudah terlambat.
"Hussssttttt...Apa yang mereka katakan benar? Aku sampai tak percaya,kok bisa Camelia bukan dia". Rey, berbisik mendekati Li Yun.
"Ini namanya kelahiran kembali, setelah melewati kematian. Tetapi, dia bangun di tubuh orang lain. Hebat sekali, Tuhan begitu adil kepadanya". Sahut teman Li Yun, menoleh ke arah JJ Abrams.
Prok!
Prok!
"Intinya aku tidak perduli siapa Camelia, maupun Katrina. Dia adalah wanita yang aku cintai, meskipun beracun melebihi ular". Kata JJ Abrams, melempar satu roti ke jeruji besi Li Yun keponakan sendiri. JJ Abrams,puas memperlakukan mereka seperti hewan.
Mau tak mau, mereka mengambil makanan kotor karena debu. Demi menghilangkan rasa lapar mereka, untuk bertahan hidup. Sebisa mungkin mereka semua mengatur rencana, bagaikan caranya kabur dari penjara JJ Abrams.
Ponsel JJ Abrams, berdering di saku celananya. Tertera nama dokter Dartos,dia segera mengangkat panggilannya.
(Bos, nona Camelia dan para penjaga rumah sakit hilang. Kami cek cctv, tiba-tiba cctv eror).
__ADS_1
"Apa!". Teriak JJ Abrams, suaranya menggelegar seisi ruangan.