
"Ayam jantan! Ayam jantan! Ayam jantan!".
Emangnya beneran itu, ayam jantan? Siapa tau aja,ayam banci. Dasar penjual sok tau segala,biar cepat laku tapi asal-asalan.Batin Camelia, melirik sekilas ke kandang ayam di samping sang penjual.
"Marmut! Marmut! Banyak jenis marmut!".
"Ular!Ular!Ular! Banyak sekali jenis-jenis Ular,ayo di beli! Dibeli!".
"Kucing!Kucing! Kucing! Banyak jenis-jenis kucing,ayo di beli! Di beli!".
Saat ini, Camelia memasuki pasar tradisional banyak yang menjual bermacam-macam jenis hewan. Mulai yang jinak, sampai yang liar,dari yang tidak berbisa sampai berbisa mematikan sekalipun.
"Halo, nona manis. Lihatlah,hamster ini sangat imut dan menggemaskan sekali. Persis seperti nona,yang manis dan menggemaskan". Ucap seorang penjual hamster memuji Camelia.
"Oh,kau mengatai imut dan menggemaskan? Sama saja,kau menyamakan ku dengan hamster ini. Aku bisa melaporkan bahwa kamu sudah menghina ku,pak tua!". Tegas Camelia, hatinya di landa tak karuan dan ingin emosi saja.
Penjual hewan itu,cuman meminta maaf dan menggaruk kepalanya saja. Niat ingin bercanda,tapi salah paham lagi.
Prok!
Prok!
Prok!
Camelia, menepuk tangannya suasana hening seketika dan dirinya menjadi pusat perhatian orang-orang sekitar. "Perhatian semuanya! Aku menginginkan tikus-tikus dengan jumlah yang banyak,aku bayar mahal. Aku membutuhkan tikus-tikus tersebut, untuk ajang lomba di sekolah. Bapak-bapak bisa memenuhi keinginan ku?". Tanya Camelia, tersenyum manis. Tidak apa kan aku sedikit berbohong,demi memberikan pelajaran kepada Lili.
Bapak-bapak yang menjual itu, linglung karena permintaan Camelia yang aneh. Tapi, melihat jumlah dp uangnya tentu tergiur langsung.
"Baik,kami akan mencarikan tikus-tikus untuk nona". Mereka langsung setuju, masalah sudah selesai.
Camelia, melenggang pergi meninggalkan tempat itu. Eitss...Tak lupa dia membeli sepasang marmut yang imut, tidak mau hamster suka mengigit.
__ADS_1
"Tunggu dulu, sepertinya hamster cocok untuk kado 3 serangkai itu". Kekehnya Camelia,tak sabar mengantar kado spesial untuk Ardan, Morgan dan Markus.
Setelah selesai membeli hamster, masing-masing sepasang dan langsung meminta seseorang mengirim paketnya itu.
*******************
Rika, mengurung diri di dalam kamar setelah selesai akad nikah tadi.
Ceklekk...
Kaizam,masuk kedalam kamar istrinya dan mendekatinya. "Kau ingin ikut kerumah mommy ,atau tinggal di sini? Aku tidak mau tinggal di rumah ini, terserah mau ikut atau gaknya".
"Aku tidak ikut Kaizam,aku ingin di sini". Jawab Rika,tanpa menoleh ke arah suaminya.
"Baguslah, setidaknya di kampus jangan sok dekat-dekat dengan ku. Kita menikah karena terpaksa karena ancaman mu itu, wanita gila!". Ucap Kaizam, membentaknya keras.
"Silahkan,kamu pergi dari sini!". Teriak Rika, bangkit dari duduknya dan menatap tajam ke arah suami.
Rika, mendapatkan tamparan keras di pipinya. Hatinya terasa teriris-iris mendapatkan kekerasan, padahal baru menjadi suaminya itu.
"Tanpa kau suruh,aku akan pergi!". Tegas Kaizam, berlalu keluar dari kamar istrinya.
Rika,luruh sudah di lantai dan menangis kesegukan meratapi nasibnya. "Jahat! Sesakit inikah,aku menikah dengan orang yang tak mencintai ku. Kau tega Kaizam, mencampakkan perasaan ku yang tulus ini. Aku istrimu yang bersumpah,kau tidak akan menemukan kebahagiaan kemudian hari. Aku tidak akan memaafkan diri mu,yang penuh kesalahan kepadaku!". Teriak Rika,meremas baju kebaya pengantin masih melekat pada tubuhnya itu.
Kaizam,masuk kedalam mobil yang sudah di tunggu ibunya. Leo, tidak hadir karena malu atas kejadian pernikahannya itu.
"Mana istri mu, Kaizam?". Tanya Dwi,yang sudah resah ingin pulang dari tadi.
"Dia tidak ingin ikut,mom. Biasalah Rika, orangnya keras kepala dan ingin dituruti kemauannya itu. Ck,mana sudi aku mengikuti apa kemauannya". Jawab Kaizam, mendengus dingin.
"Sudahlah,mommy juga tidak sudi memiliki menantu seperti dia. Untungnya yah,akad nikah cuman di hadiri beberapa orang saja dan tidak buat malu. Jangan kamu pikirkan tentang Rika, palingan juga nyusul nantinya". Ucap Dwi, menyunggingkan senyumnya.
__ADS_1
"Iya,mom". Jawab Kaizam,mobil ditumpangi mereka sudah jauh dari kediaman Rika.
"Kalau dia datang kerumah mommy,akan aku jadikan babu gratisan nanti. Enak saja,mau menumpang hidup enak-enakan. Biar tau rasa,sok belagu mengancam mu dengan video itu. Kita balas biar sadar Rika, sudah berurusan dengan siapa". Dwi,sudah menyusun rencananya membuat Rika menyerah dengan sendiri.
Mereka tidak tau,jika Rika sudah berencana untuk mengurus surat perceraian. Baginya mudah sekali,banyak bukti tentang kekerasan Suaminya itu.
"Benar,aku juga akan menyiksa Rika karena sudah lancang terhadapku. Gara-gara dia sampai menikah dengannya,lalu meminta mahar lumayan besar. Tapi,aku senang mom bisa membalas Rika sesuka hati ku nanti". Kata Kaizam, sudah berniat untuk menyiksa istrinya itu.
"Iyalah, mommy akan membuat dirinya sebagai babu dan mengerjakan seluruh rumah. Kau bisa bermesraan dengan wanita lain, tepat di hadapannya dan kita saksikan sampai mana dirinya menyerah. Rika, harus di beri efek jera kalau tidak dia masih mempertahankan rumah tangga kalian. Mommy, tidak pernah menginginkan menantu yang miskin itu". Dwi, bergidik geli membayangkan bagaimana mengenali Rika kepada teman-temannya.
"Tenang saja mom,aku sudah merencanakan segalanya. Pasti Rika,akan pergi dan mengakhiri pernikahan ini. Aku akan menyakiti hatinya, dulu cuman bersenang-senang semata saja". Kekehnya Kaizam, tersenyum kecil.
"Cuman bersenang-senang katamu Kaizam, tapi kenapa ceroboh dan Rika bisa merekam aksi kalian. Coba kamu pintar sedikit, pasti tidak rugi dan menikahinya segala". Sahut Dwi,masih kesal dengan sikap anaknya itu.
"Hehehehe...Lain kali aku akan hati-hati,mom. Maaf, Kaizam ceroboh waktu itu". Kaizam, mengelus-elus punggung tangan ibunya dan meminta maaf atas kesalahannya itu.
*********************
Kiki, tersenyum sumringah melihat kedatangan suami Leo. penampilannya sungguh berantakan sekali, wajahnya sangat kusam dan mengenakan pakaian tahanan.
Akibat perbuatannya itu, Kiki dan kedua sahabatnya masuk kedalam penjara. Semua bukti-bukti menunjukkan bahwa mereka bersalah, tak ada bukti pembelaan dari mereka juga.
"Leo, akhirnya kamu mengunjungi ku di sini. Aku sangat senang sekali, setiap waktu berdoa mengharapkan kedatangan mu. Leo, bebaskan aku dari penjara ini. Aku mohon Leo,aku adalah istrimu". Kiki, ingin sekali memeluk suaminya itu. Namu. Sayang, terhalang jeruji besi di antara mereka.
"Leo, kau ke sini untuk membebaskan aku kan? Aku tau, kau sangat mencintai ku dan memaafkan kesalahan ku. Suamiku, aku senang kau di sini dan membawaku pulang". Kiki, tersenyum bahagia sambil menangis.
Leo,mengusap wajahnya dan menghela nafas panjang. "Aku ke sini,bukan untuk membebaskan diri mu atau membawamu pulang. Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi, ketika kau begitu tega menyakiti ku. Kiki,kamu hamil dengan pria lain dan bergulat dengan pria tua di atas ranjang sambil mengeluarkan suara laknat itu. Asalkan kamu tahu, aku sudah mengurus perceraian kita. Aku tidak sudi memiliki seorang istri, suka menjual dirinya kepada pria tua". Ucap Leo, dengan nada tinggi.
Deg!
Kiki, menggeleng kepalanya mendengar ucapan Leo. Sesuatu benda besar menghantam hatinya, sangat sakit mendengar ucapan Leo yang ingin berpisah dengannya.
__ADS_1