
Rika, memandang dirinya di pantulan cermin mengenakan gaun pengantin berwarna putih tak terlalu mekar. Wajahnya di oles make up tipis, tersenyum kecil melihat kedatangan Camelia langsung masuk kedalam kamarnya.
"Kau sangat cantik Rika, inilah pernikahan yang kau impikan dulu". Kata Camelia,duduk di tepi ranjang. Masih mengenang masa-masa indah bersama dirinya,Cika dan Rika di kamar ini.
"Iya,itu dulu sebelum kejadian terjadi. Camelia,aku dan Cika minta maaf kepada mu karena sudah mengkhianati mu dan memilih mereka. Kau adalah seorang teman yang baik,aku sangat malu kepadamu". Kata Rika, dalam isak tangisnya.
Camelia,menghela nafas panjang dan menatap ke arah Rika di depannya. "Aku maafkan. Tapi, tidak bisa seperti dulu lagi. Sekedar teman biasa saja, tidak saling berkomunikasi jika bertemu cuman menyapa kata hai. Rika,aku tahu setiap manusia khilaf apa yang di lakukannya. Namun,aku tak bisa mempercayai orang yang sama mengkhianati ku".
Oh, baguslah kalau dia menyadari kesalahannya dan meminta maaf. Jadi, musuhku berkurang bukan? Tinggallah kaizam dan Leo, kapan mereka meminta maaf kepada ku?Batin Camelia, menyunggingkan senyumnya.
"Terimakasih, memaafkan kesalahan ku sungguh berharga bagi ku. Setelah akad nikah ini,aku akan pindah ke luar kota dan mengurus perceraian ku dan Kaizam. Lebih baik menyandang status janda, daripada aku tidak memiliki status tapi tidak suci lagi. Memang benar, pernikahan ini yang aku inginkan bersama kak kaizam. Tapi, cintaku bertepuk sebelah tangan dan kata-katanya menyakiti ku terus. Tiba waktunya aku harus mengalah, dan pergi menjauh". Ucap Rika, sontak membuat Camelia terkejut mendengarnya.
"Apa kau yakin dengan pilihan mu,Ri? Kamu harus berpikir panjang lagi,dalam mengambil keputusan ini". Kata Camelia, menggeleng pelan. Sebenarnya sangat bagus keputusan Rika,dia menjauhkan diri dari keluarga yang tidak pernah menghargai orang.
"Aku sudah berpikir panjang, Camelia dan keluarga ku merestui keputusan ku. Semoga saja, suatu hari nanti mendapatkan pria yang menyayangi apa adanya. Maaf,aku tidak pernah mendengar ucapan yang selalu benar. Aku menyesali pilihan ku itu, sangat bodoh sekali ". Rika,menyeka air matanya mengalir deras itu.
"Camelia, apakah keputusan ku ini salah? Sehingga kamu berkata seperti itu,atau ada pilihan lainnya?". Tanya Rika, memandang lekat wajah Camelia.
Camelia, beranjak dari tempat duduknya dan mendekati meja rias. Dimana ada sebuah foto terpampang di sana, dirinya, Cika dan Rika tengah tersenyum di pantai.
"Seandainya aku jadi kau,aku memilih pergi meninggalkan kaizam. Untuk apa bertahan Rika,jika tak di hargai dan malah mencampakkan perasaan. Kau tidak salah memilih keputusan ini,karena Kaizam tak mungkin berubah pikirannya. Dia cuman memanfaatkan dirimu,demi membalas dendam kepada ku. Maaf, gara-gara aku kalian terlibat dalam masalah ini". Camelia, tersenyum kecil dan mengusap gambar tersebut.
"Tidak,kau tidak salah sama sekali. Kau adalah teman yang sangat baik,kaminya saja yang bodoh tak mempercayai ucapanmu. Seandainya kami mempercayai ucapan mu, kemungkinan Cika masih ada bersama kita. Aku merasa kehilangan Cika, bahkan keluarga kami berpisah. Aku juga akan pindah kampus,jika kamu menikah dengan seorang pria jangan lupa undang aku yah". Rika, tersenyum ke arah Camelia dan menyentuh lengannya.
__ADS_1
"Iya,aku akan mengundang mu. Asalkan aku tau dimana tempat tinggal mu, Rika jangan putus asa dengan hidup mu. Aku doakan semoga saja,kau mendapatkan apa yang kamu inginkan. Ayolah,aku bantu memperbaiki riasan mu". Camelia, membawa Riri duduk di kursi.
Rika, menahan tangan Camelia dan memeluk erat tubuhnya. "Terimakasih,kau benar-benar teman yang baik. Aku tidak tau, harus berkata apa lagi dan sekarang merasakan apa arti karma. Aku sudah jahat kepadamu,aku ikhlas mendapatkan hukuman ini". Rika,menangis kesegukan di pelukan Camelia.
Camelia, berusaha untuk santai jangan mengeluarkan air matanya. Dia melerai pelukan Rika, menghapus air matanya. "Sudahlah, sebentar lagi akad nikah akan di mulai dan kamu keluar menemui suamimu".
Camelia, menuntun Rika duduk dan memperbaiki riasan wajahnya.
Rika, semakin menyesal kesalahannya yang sudah menyakiti perasaan Camelia yang kini memperbaiki riasan wajahnya. Senyuman tulus Camelia,masih sama dengan dulu tak berubah sedikitpun.
Acara akad nikah Rika dan Kaizam, berjalan dengan lancar mereka sah menjadi suami-istri.
Rika, tersenyum manis mendekati sang suami dan mencium punggung tangannya. Senyuman yang penuh dengan kepalsuan itu,dari raut wajah Kaizam sangat jelas tak bahagia pernikahan ini.
Ting...
Sebuah pesan masuk dari JJ Abrams,ada senyuman kecil terbit di sudut bibirnya.
[Temuiku di restoran JK malam ini]
Camelia, langsung menyetujui ajakan sang kekasih itu. Tak mungkin berlarut-larut karena masalah ini,ujian dalam cinta memang ada dan kitanya harus sabar untuk menyelesaikan masalah tersebut.
*****************
__ADS_1
Lili, terkejut melihat kedatangan Camelia di restorannya. Kemarin tidak mendapatkan pinjaman darinya, karena tidak memberikan sertifikat tanah untuk jaminannya.
"Untuk apa kau ke sini?". Tanya Lili, langsung menghadapinya.
"Restoran mu lumayan ramai yah, pelayannya juga banyak dan baru di renovasi". Camelia, menyunggingkan senyumnya karena ketahuan berbohong. "Tante,aku kira aku bodoh hmmm... Restoran ini, bisnis paman Jordan dan aku ada hak ke sini. Kemarin tiba-tiba datang sekedar ingin meminjam uang, tetapi tidak mau menjaminkan sesuatu. Bilang saja, kamu mau minta uang dengan percuma kepadaku. Ayolah,jangan berbasa-basi mencari perhatian kepada ku. Mau minta uang berapa,hemmm? Seribu,dua ribu,tiga ribu,atau tujuh ribu. Aah... Jelaslah kau tak menginginkan uang recehan itu,yang kamu inginkan adalah puluhan juta".
Camelia, jalan-jalan sekitar restoran sambil berbicara. "Maaf, masalah uang aku sangat pelit apa lagi kepada Tante". Kedip matanya.
"Ck, pergi dari sini! Aku tidak membutuhkan seorang pelanggan seperti dirimu, pergi!". Teriak Lili, menunjukkan jarinya ke arah luar restoran.
"Baiklah,aku akan keluar dari restoran ini. Tapi, ada satu pesan untukmu Tante. Aku cuman mengabulkan perkataan mu kemarin,jika restoran mu sepi di ambang kebangkrutan,lalu restorannya sangat menyedihkan karena lama tidak di renovasi. Aku yakin sekali, perkataan Tante akan terkabulkan dalam waktu dekat". Ucap Camelia, melenggang pergi meninggalkan Lili masih terdiam.
"Tidak! Restoran ku tetap seperti ini, selalu ramai dan ramai. Jangan sok belagu kamu Camelia, emangnya ucapan mu bisa terbukti ha? Kau bukan Tuhan,aku jamin perkataan mu tidak akan pernah terjadi!". Teriak Lili, dadanya naik turun mengontrol dirinya.
"Oups...Bukan aku yang berkata seperti itu, tapi dirimu Tante. Masa lupa dengan ucapan mu kemarin,apa perlu aku menyebar luas rekaman cctv. Oh, Camelia bantulah aku dan pinjamkan uang untuk menyelamatkan restoran. Kau tahu, restoran sudah lama tidak di renovasi agar lebih menarik para pelanggan. Restoran di ambang kebangkrutan Camelia, tolonglah aku". Ucap Camelia,serta dengan gayanya di ambang pintu restoran.
Orang-orang yang tengah menyantap makanan di restoran itu,cuman cekikikan menahan tawanya melihat aksinya.
Lili, mengepalkan kedua tangannya dan mendekati Camelia agar cepat keluar dari restoran. "Lancang sekali kau! Pergi dari sini, jangan membuat masalah di restoran ku!". Bentak Lili, ingin mendorong tubuh Camelia tetapi langsung di tepis kasar.
"Jauhkan tangan kotor mu dari baju ku ini,paham". Camelia, tersenyum smrik dan berbalik badan. Tak lupa mengibas rambutnya ke belakang, mengenai wajah Lili.
"Ck,sialan kau!". Teriak Lili, menghentakkan kakinya.
__ADS_1