SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Penculik


__ADS_3

"Silahkan turun pengantin wanita ku". JJ Abrams, mengulurkan tangannya untuk Camelia. Apa Camelia, tidak keberatan mengenakan gaun ini? Tapi,dia terlihat baik-baik dan bahagia sekali.


"Terimakasih, suamiku yang tercintot. Love sekebun sayang,kebun orang tapinya". Kedip mata Camelia, sangat indah gaun melekat pada tubuhnya itu. "Semakin hari, semakin susah berjalan karena perutku sangat besar".


Camelia,turun dari mobil mengenakan gaun pengantin dan riasan make up tipis di wajahnya. Saat ini, dia tengah menghadirkan sebuah pesta pernikahan teman bisnis suaminya.


JJ Abrams, mengkhawatirkan keadaan istrinya mengenakan gaun berat tengah hamil besar. Dia enggan mengajak istrinya menghadiri pesta pernikahan ini,akan tetapi Camelia merengek-rengek ingin bertemu dengan pengantin wanita.


"Sayang, aku pengen di elus-elus perut sama pengantin wanitanya". Cicit Camelia, memasang wajah sedihnya dan diikuti buliran air mata.


Mau tak mau, JJ Abrams mengangguk patuh dan menuruti kemauan sang istri tercinta.


Camelia, menjadi pusat perhatian para tamu undangan sangat cantik di balik gaun mewahnya dan tengah hamil besar.


"Sayang, pengen kue ini". Pinta Camelia, menunjukkan kue pengantin di depannya.


JJ Abrams, menepuk keningnya karena permintaan sang istri aneh-aneh. "Sayang, jangan sekarang minta kue ini. Pengantinnya saja, belum memotong masa kamu duluan?".


 Kebetulan sekali rekan bisnis JJ Abrams, mendekati mereka dan tersenyum manis. "Tuan JJ Abrams,biar saya meminta pelayan memotong kue untuk ibu istri anda. Istri anda tengah hamil besar,orang hamil harus di turuti kemauannya". Ucap seorang wanita, melainkan istri rekan bisnis JJ Abrams.


"Nyonya, terimakasih atas semuanya. Aku sangat menginginkan kue ini,laper banget". Rengeknya Camelia, kesenangan karena mendapatkan keinginannya itu.


"Pak Jaya, saya minta maaf atas permintaan istri saya". JJ Abrams, menoleh ke arah istrinya senyum-senyum.


"Tuan JJ Abrams, tidak masalah cuman kue pengantin saja. Apa yang tidak boleh,jika Tuan menginginkan akan saya kasih". Kekehnya pak Jaya, tersenyum sumringah.


Camelia, melihat seorang pelayan memotong kue pengantin dan meletakkan di piring. Setelah itu, menyerahkan kepada Camelia yang tak sabar mencicipinya.


"Nyonya, perutku ingin di elus pengantin wanitanya. Apakah boleh?". Tanya Camelia, dengan mimik wajah imutnya.


"Tentu saja, silahkan ikut saya nona. Saya ibu kandungnya mempelai wanita,panggil bu Hana". Bu Hana, langsung menyetujui keinginan Camelia.


Camelia, mendekati suaminya dan meminta izin bertemu dengan mempelai wanita yang masih di rias.


"Sayang,aku di bolehkan sana bu Hana loh". Kata Camelia, memajukan bibirnya ke depan.


"Tuan,ini adalah permintaan seorang ibu hamil dan harus di turuti". Sahut bu Hana dan segera menuntun Camelia ke kamar pengantin wanita. Ketika JJ Abrams, mengangguk menyetujui permintaan istrinya itu.

__ADS_1


Sesampai di kamar pengantin,semua orang terpana melihat Camelia jauh lebih cantik daripada mempelai pengantinnya.


Bu Hana, mendekati anaknya yang duduk di kursi. "Yuni,dia adalah istrinya Tuan JJ Abrams. Menginginkan dirimu mengelus perutnya,yang lembut bisa jadi keinginan anak di dalam perut".


"Baik mah". Jawab Yuni, beranjak berdiri dan mendekati Camelia yang tersenyum.


"Maaf,aku mengganggu dirimu sebentar". Kata Camelia,merasa tidak nyaman dengan pengantin wanitanya.


"Tidak apa,aku senang sekali jika ada seseorang membutuhkan diriku. Berapa bulan, perutnya besar banget". Yuni,mulai berlahan-lahan mengelus lembut perut Camelia.


"Mendekati kelahiran kok, maklum besar soalnya kembar". Kekehnya Camelia, sontak membuat orang-orang sekitar kagum mendengarnya.


"Astaga! Benarkah,kembar? Lalu,apa jenis kelaminnya?". Tanya bu Hana, ikutan mengelus perutnya Camelia.


"Tidak tau,pintar sekali ngumpet sampai USG tidak tau jenis kelaminnya". Jawab Camelia, tersenyum manis.


"Wahhh...Bisa laki-laki ini,semoga laki-laki dan perempuan deh". Sahut ibu lainnya.


"Kalau di liat sih, ibunya suka dandan bisa berjenis laki-laki ini". Timpal ibu lainnya, mereka saling menebak jenis kelamin anak Camelia.


 Camelia dan lainnya,nampak terkejut mendengar keributan di luar sana.


Pintu kamar pengantin di buka paksa, beberapa orang menggunakan topeng masuk kedalam dan menodongkan pistol.


"Aaaaaaa....Aaaaaa...Aaa...!". Awalnya mereka yang ada di dalam kamar berteriak keras.


"Diam! Jangan ada yang bergerak,diam!". Teriak pria bertopeng itu. Sontak membuat yang lain terdiam dan berjongkok di lantai.


Camelia,yang tengah hamil besar cuman bisa duduk ditepi ranjang sambil menikmati kue pengantin tadi. Baginya biasa saja, menghadapi masalah ini tidak perlu teriak-teriak histeris.


"Woy, pengantinnya ada dua. Yang dibawa ini,satu hamil satunya ga?". Ucap yang lainnya, rupanya ingin menculik sang pengantin wanita.


"Kata bos,bawa yang hamil!". Teriak mereka salah satu.


"Masa sih, tapi hamilnya besar ini".


"Bodoh! Bawa mereka berdua gampangkan, takut salah nanti".

__ADS_1


"Wokeee...Anggap saja,bonus nanti".


Mereka segera membawa pengantin wanita, mulutnya di lakban tak bisa berteriak-teriak. Sedangkan Camelia, mulutnya penuh dengan kue dan nampak biasa saja.


Mereka semua keluar dari pintu belakang, menuju mobil yang sudah di sediakan.


"Tunggu! Aku bisa masuk sendiri, tolong pegang kue ini. Jangan di buang yah,aku masih menginginkannya". Ucap Camelia,masuk kedalam mobil sang penculik itu.


Sang penculik cuman patuh dengan perintah Camelia, memegang sepiring kue dan memberikannya kepadanya lagi.


"Terimakasih, ayo naik. Keburu di tangkap orang loh". Ucap Camelia, membuyarkan lamunan sang penculik.


3 mobil meninggalkan kediaman pengantin wanita,di dalam sana panik mendengar mempelai wanita di culik. Bahkan bersama istrinya JJ Abrams,semakin murka istrinya hamil besar di culik.


"Hmmmpptt.... Hhhmmmpptt....". Yuni, meronta-ronta karena tangannya diikat mulutnya di lakban. Meminta bantuan kepada Camelia,duduk di kursi depannya itu.


Camelia, cengar-cengir tidak karuan memandang ke arah mereka yang mengenakan topeng. "kalian mau kuenya?" Tawarnya.


"Tidak. Habiskan sendiri,hamil berapa bulan?". Salah satu pria bertopeng, menekan perutnya Camelia.


"Sudah mendekati lahiran". Jawab Camelia, tersenyum manis.


"Ngomong-ngomong siapa kamu,apa pengantin wanitanya?". Tanya merek lagi, namun Yuni duduk di belakang menggeleng kepalanya dan meronta-ronta.


"Iya,aku pengantin wanitanya. Kata suamiku tadi, silahkan turun pengantin wanita ku. Berarti pengantin wanita itu,aku kan?". Kini Camelia,balik tanya lagi.


Mereka saling pandang satu sama lain, serempak mengangguk kepala. "Benar". Jawab mereka.


"Terus,di belakang pengantin wanita juga?". Tanya merek, memandang ke arah Yuni seketika berhenti bergerak karena ketakutan.


"Iya, pengantin wanita juga. Uhuk... Uhukk....Keselek ini,mana air putih?". Pinta Camelia, tangannya ke sana kemari ingin mengambil sesuatu.


Mereka langsung mengambil sebotol air mineral,membuka botolnya dan menyerahkan kepada Camelia.


"Aahh... Terimakasih, sudah memberikan air kepadaku". Kekehnya Camelia, nampak santai saja.


Para penculik keheranan melihat Camelia,baru kali ini menculik seseorang tapi santai-santai dan tidak meronta-ronta.

__ADS_1


Seakan-akan para penculik ingin pensiun dengan pekerjaan ini, kalah dengan Camelia yang mulutnya tak berhenti berbicara. Menanyakan siapa yang menyuruh mereka menculik,lalu apa hubungannya dengan dirinya kenapa menculik pengantin wanita? Tempat kediaman bosnya dimana? Dan banyak lagi pertanyaannya.Para penculik kewalahan menjawab pertanyaan, Camelia.


__ADS_2