SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Tamu


__ADS_3

Clara,marah padam terhadap suaminya Jordan. Bagaimana bisa, baru menikah bersama mantan kekasihnya Liliana? Dia langsung beranjak berdiri, mendekati mereka berdua.


"Jordan,jadi dia yang kamu maksud pergi dan meninggalkan aku! Aku istrimu Jordan,tega kamu!". Bentak Clara, dengan tatapan tajam ke arah Liliana. Apa mereka menjalin hubungan lagi, dibelakang ku? Tidak! Aku tidak mau, Jordan cuman milikku seorang.


"Hai, Clara! Rupanya kamu masih ingat dengan ku, baguslah". Kata Liliana, tersenyum manis.


"Kau! Pergilah dari sini,dasar pelakor. Bilang saja kan,kamu ingin menggodaku suamiku ha? Awas kamu, Liliana!". Clara, ingin sekali mencakar wajah cantik Liliana. Namun saat ini, tidak bisa karena di hadapan ibu mertua dan suaminya.


"Clara, pelankan suaramu. Dia adalah tamu kita, bersikap lah dengan sopan". Tegur Jordan, langsung


"Jordan,kamu membelanya ha? Aku istrimu loh, tidak pantas dia dekat-dekat dengan mu. Aku cemburu Jordan, hatiku sangat sakit". Clara, menepuk dadanya.


"Tante Sandra,lama tidak bertemu!". Liliana dan Sandra, saling berpelukan dengan erat. Membuat Clara, semakin murka melihatnya.


"Kamu cantik sekali, Liliana. Kagum loh, Tante liat kamu". Sandra, tersenyum manis.


"Jordan,apa maksudnya ini?". Kata Clara,air matanya luruh sudah. Kenapa Jordan,tega melakukan ini kepadaku? Apa tujuanmu Jordan,kamu sudah menyakitiku.


" Liliana,akan tinggal di mansion ini. Dia akan menjadi chef salah satu restoran milikku, Roy sudah aku pecat!". Tegas Jordan, melongos melewati istrinya. "Aku tau kok, Roy bekerjasama dengan mu. Dia adalah mantan kekasihmu kan,kenapa kaget?". Jordan, tersenyum smrik.


Clara, langsung mencekal lengan suaminya itu. "Tidak! Aku tidak mau Jordan,dia akan menjadi Chef barumu. Istri mana yang sudi, melihat suaminya bersama wanita lain. Apa lagi kalian,mantan kekasih di masa lalu. Aku yakin sekali,kamu bakalan sering-sering menemuinya".


"Kenapa kamu sakit hati, marah? Seharusnya kamu sadar Clara,kau yang membuat kami berpisah. Ini balasannya untuk mu,aku terpaksa menikahi karena ingin belas dendam!". Ucap Jordan, dengan mata melotot.


"Jordan,akan membawaku ke acara pesta-pesta nanti. Mana mungkin dia membawamu buruk rupa,yanga ada keluarga Allen bertambah malu". Sahut Liliana,puas mencampakkan Clara.


"Benar sekali, sungguh memalukan mempunyai menantu yang tak bisa di harapkan". Sambung Sandra, menatap sinis ke Clara.


Degggg....


Clara, terduduk lemas di lantai. Merasakan perutnya sakit sekali,obat yang di campurkan Camelia di jus sudah beraksi. Apa maksud semua ini,aku di bodohi oleh mereka. Sialan,aku terjebak di sini.Batinnya Clara, mengepalkan kedua tangannya.

__ADS_1


Bruutt... Prepepet.... Bruutt....


Clara,terkentut-kentut menahan rasa malu dan lainnya menatap jijik.


"Ck, tidak ada sopan santunnya menantu Tante. Masa kentut di hadapan Tante,". Kata Liliana, menatap jijik.


Jordan, mengusap wajahnya dengan kasar. "Masuk kedalam kamar,bikin malu saja!". Perintah Jordan, terpaksa Clara pergi berlarian. Dia sudah tak bisa menahan perutnya, sepanjang jalan perutnya terus berbunyi.


Camelia dan Jhonny, cekikikan tertawa mengintip kesengsaraan Clara. Untungnya Jhonny, mendukung mengerjai adik iparnya. Karena Camelia, kepergok sedang melakukan sesuatu di minum Clara.


Camelia dan Jhonny, menghampiri mereka di ruang tamu. Mata Camelia, berbinar seketika melihat Liliana.


Di kehidupan Katrina dulu,dia penggemar berat Chef Liliana. Untuk hari ini,dia tidak menyangka bertemu langsung. Liliana, seorang chef terkenal dimana-mana.


"Wahhhh..Tante Liliana,aku boleh minta tanda tangan mu. Aku fans berat loh,sama Tante!". Ucap Camelia, langsung menyerahkan buku dan pulpen.


Yang lainya cekikikan tertawa, melihat tingkah laku Camelia yang menggemaskan sekali.


"Aduduhh.... Makasih banyak loh, Tante senang sekali mendengarnya". Liliana, mencubit pipi Camelia.


"Makasih banyak, Tante". Camelia, mengubah posisi duduknya. Akhirnya aku mendapatkan tandatangani Chef Liliana,aaaaaa....Senang sekali,huuu!.


"Tuan Jhonny,apa kabar? Lama tak jumpa". Ucap Liliana, mengulurkan tangannya untuk berjabatan tangan.


Camelia, tiba-tiba merasa tak senang melihat mereka berdua berjabat tangan. Apa aku cemburu? lihatlah Jhonny, tersenyum ke arah Liliana. Aaaarrgghh.... Menyebalkan sekali, perasaan ini.Batinnya menggerutu dirinya sendiri.


"Apa tidak masalah,aku tinggal di mansion ini?". Tanya Liliana, memasang wajah sedihnya.


"Hussssttttt...Jangan kamu pikirkan itu, Tante senang kamu ada. Mansion ini, sangat luas loh". Sahut Sandra, langsung.


"Bukankah kita merencanakan untuk balas dendam,jangan sampai di biarkan begitu saja. Ingat sesuai kesepakatan kita,oke!". Kata Jordan, memainkan kedua alisnya.

__ADS_1


"Baiklah,aku nurut saja". Jawab Liliana, matanya melirik ke Jhonny. Setidaknya aku mendapatkan kesempatan, untuk mendekati Jhonny.


*****************


"Apa, kita pisah kamar!". Clara, terkejut mendengar ucapan suaminya. Rupanya Jordan tidak mau sekamar atau seranjang dengan istrinya.


"Aku tidak bisa tidur nyenyak, apa lagi membayangkan wajahmu itu!". Bentak Jordan, memalingkan wajahnya.


"Jordan,malam ini malam pertama kita. Malam pengantin kita,mana mungkin pisah kamar. Aku tidak mau Jordan,titik!". Clara, tidak mau kalah dengan suaminya.


"Apa katamu,ha? Malam pertama, malam pengantin. Hahahaha.... Bodoh! Aku tidak sudi menyentuh dirimu yang menjijikkan itu,aku sekedar menikahi saja. Lalu, menyakiti mu dan menyakiti mu. Ini adalah balas dendam ku,karena sudah menghancurkan hubunganku dengan Liliana. Sejak awal kita pacaran,aku tidak pernah menyukai mu apa lagi mencintai mu. Ck,aku cuman balas dendam paham!". Jordan, menyunggingkan senyumnya.


"kurang ajar kamu, Jordan. Tidak punya hati,kau penipu!". Clara, mengamuk-ngamuk tak karuan.


"Rasakan neraka untuk mu, kau kira aku bodoh begitu. Jangan harap aku mengabulkan permintaan mu, yang konyol itu". Tegas Jordan, langsung menutup pintu kamar.


Clara, tersandar pada dinding dalam perasaan yang hancur."Aaarghhh... Gara-gara wajah ini,aku tertimpa sial dan sial". Gerutunya yang sudah frustasi.


Belum sampai ke kamar, Camelia dan Liliana mencegahnya. Tatapan Clara dan Liliana, sulit di artikan.


Bagi Camelia,ada untungnya juga kedatangan Liliana. Menambah rasa sakit Clara, sungguh mengasikan sekali.


"Minggir! Dasar pelakor,aku akan membongkar kebusukan di hadapan semua orang. Kedatangan mu di mansion ini,ingin merusak rumah tangga Jordan dan aku". Ancaman Clara, tersenyum smrik.


"Oh, silahkan Clara. Apa kamu yakin dengan ucapanmu itu,hemmm?". Liliana, tersenyum daj tidak takut dengan ancamannya.


"Menampakkan diri di hadapan orang lain, sedangkan Tante tak secantik dulu. Yang ada mereka semua, mendukung Tante Liliana bersama paman Jordan". Sambung Camelia, tersenyum sumringah.


"Camelia,kamu membelanya di bandingkan Tante? Dulu kamu selalu berpihak kepadaku,". Clara,nampak tak percaya dengan ucapannya.


"Oh,itu dulu Tante. Sebelum aku tidak mengetahui kejahatan mu, sekarang sudah kecewa berat". Jawab Camelia, dengan santainya.

__ADS_1


"Clara, kamu di mansion ini cuman sementara. Siap-siaplah untuk mendapatkan balas dendam dari ku,aku tidak terima atas perlakuan mu di masa lalu. Gara-gara kamu, adikku kehilangan nyawa". Liliana, menunjukkan jarinya dan sedikit mendorong bahu Clara


Clara,yang sudah ketakutan tatapan tajam dari Liliana. Dia langsung melongos melewati mereka berdua, tanpa menoleh ke belakang.


__ADS_2