
JJ Abrams, terkejut melihat 3 serangkai masuk kedalam mobilnya. "Ngapain Kalian masuk kedalam mobilku?".
"Tenang,kami ikut mencari istri mu". Jawab Ardan,duduk di samping JJ Abrams.
"Iya, tapi gunakan mobil kalian masing-masing sana!". Usir JJ Abrams, denger wajah datarnya. Ada-ada saja, mereka bertiga kelakuannya. pantesan saja, Camelia menyebut mereka 3 serangkai.
"Pssstt.... Sesekali kita ngerumpi di perjalanan,sambil mengejar nona Camelia yang di culik". Sahut Markus, meletakkan jari telunjuk di bibirnya.
3 serangkai baru saja datang, mendengar mempelai wanita dan Camelia di culik. Mereka langsung menyelonong masuk kedalam mobil, JJ Abrams.
"Kok bisa, nona Camelia di culik? Memangnya Tuan kemana?". Tanya Morgan, penasaran dengan jawabannya. Bisa-bisa seorang Tuan JJ Abrams,lalai menjaga istri. Bagaimana tidak lalai menjaga istri? baru ingat sifat sang istri bar-bar, pasti kewalahan menjaganya dan hamil besar lagi. Nona Camelia, tidak bisakah duduk manis jangan melakukan apapun
JJ Abrams, memijit pelipisnya memandang ke arah mereka silih berganti. "Aku di luar bersama pak Jaya, sedangkan Camelia ke kamar pengantin katanya mau di elus-elus perutnya sama mempelai pengantin wanita".
"Hmmm... Pantesan aja, jangan-jangan nona Camelia sengaja ikutan karena ingin di culik. Alasannya wanita hamil harus di turuti kemauannya, semenjak nona Camelia hamil kita menjadi sengsara". Ucap Ardan, menggeleng pelan.
Tuh kan, pasti ada saja yang di kerjakan nona Camelia. Kasian Tuan JJ Abrams, kesabarannya selalu di uji.Batin Margo, menahan tawanya.
"Benar, tersiksa sekali ketika nona Camelia hamil". Sambung Morgan,akhirnya bebas tidak memasak makanan untuk JJ Abrams.
"Nona Camelia, wanita paling santuy kalau di culik. Tidak perlu mengkhawatirkan keadaannya,dia memang tidak mempunyai perasaan orang yang mencarinya panik takut di kenapa-kenapa". Markus, mendengus dingin dan menatap ke luar jendela mobil.
"Masalahnya yah, istriku tengah hamil besar dan takut kenapa-kenapa. Perkiraan lahiran semakin dekat,takut jika tiba-tiba mau melahirkan. Hayo, bagaimana paniknya aku?". Bentak JJ Abrams. Aku harap Camelia dan anak-anak aku baik-baik saja. Aku tidak akan melepaskan orang yang berani menculik istriku,akan aku bari pelajaran setimpal.
"Hussssttttt... Percayalah nona Camelia, baik-baik saja. Dia pintar mengelabui musuhnya,apa lagi dia memiliki racun". Bisik Ardan, menyunggingkan senyumnya. Tidak ada yang bisa mengalahkan nona Camelia, meskipun hamil besar sekalipun.
"Ee..Tuan JJ Abrams,jangan membodohi kami ini. Pasti kamu tau kan, jika istrimu pelaku sebenarnya yang memiliki racun. Ayolah,kau itu pintar tidak bodoh". Markus, menepuk-nepuk pundak JJ Abrams. Hahahaha.. Dari raut wajah saja, Tuan JJ Abrams takut sama istri dan membungkam mulutnya dengan fakta sebenarnya.
"Tuan JJ Abrams,takut dengan istrinya itu. Makanya tutup mulut,sama tutup telinga". Sahut Morgan, memainkan kedua alisnya. "Sama dengan Ardan,takut sama istri-istrinya".
"Ck,kalian masih lajang belum menikah.Katika kalian menikah nanti, cuman kepada istri yang takut. Kalian berdua akan tunduk kepada istri, tidak tau kenapa?". Kata Ardan, tersenyum smrik.
__ADS_1
"Kenapa kalian yakin,jika istriku melakukannya?". Tanya JJ Abrams, menyipitkan bola matanya. Iya,aku memang mengetahui bahwa istriku yang melakukannya.
"Malah nanya kenapa, istri mu aneh bin ajaib. Sudah pasti dia pelakunya, Tuan JJ Abrams. Sebenarnya,kamu tau segalanya bukan?Ck,anda tidak pandai berbohong dengan kita-kita". Tunjuk Ardan, menyunggingkan senyumnya.
"Jelaslah aku menyimpan semuanya, karena Camelia belahan jiwaku". Ucap JJ Abrams, memainkan kedua alisnya.
"Hmmmm... Sudah aku tebak Tuan JJ Abrams,kena jampi-jampi nona Camelia". Gumam Ardan, masih terdengar oleh mereka bertiga.
"Aku terkejut atas kematian Ling Zhi, sebelum kematiannya di genjot Mr.Down habis-habisan. Sekujur tubuhnya memar kebiruan, bahkan wajahnya lembam karena pukulan. Bukannya Ling Zhi,ahli dalam bela diri yah? Kenapa, tidak mampu melawan Mr.Down?". Tanya Morgan, kebingungan jadinya.
"Efek racun, menguasai seluruh tubuh Ling Zhi tak bisa berbuat apa-apa". JJ Abrams, langsung menjawabnya.
"Waw...Racun itu, sangat mematikan sekali rupanya. Bagaimana caranya, nona Camelia mendapatkan racun itu?". Tanya Markus, menggaruk-garuk kepalanya.
"Jangan memikirkan hal itu, sekarang bagaimana dengan kondisi istriku?" JJ Abrams, memukul pangkal paha Markus.
Sang empunya meringis kesakitan, karena pukulan terasa perih di pahanya yang mulus.
Sedangkan di tempat lain, Camelia dan lainnya masuk kedalam sebuah rumah cukup besar.
Yuni, langsung berhamburan ke pelukan sang kekasih. Rupanya Yuni, sudah hamil dengan kekasihnya itu.
Akan tetapi,cinta mereka tak direstui oleh ke-dua orangtuanya Yuni. Sang kekasih langsung nekad menculik Yuni, tepat di hari pernikahannya.
"Sayangku,Yuni". Teriak pria itu, memeluk erat tubuhnya.
"Hiks... Hiks...Arjun, Akhirnya kamu menculik ku. Aku sangat takut menikah dengan pria pilihan ayahku,aku sangat mencintaimu". Yuni,terisak dalam pelukan sang kekasih.
"E'ehmmm... Bisakah kalian berdua jangan mesra-mesraan dulu,aku masih di sini". Camelia,duduk santai di sofa dan mengedipkan bola matanya.
"Siapa kau? Hei...Siapa dia!". Teriak Arjun, matanya memandang lekat wajah Camelia sangat cantik sekali.
__ADS_1
"Sayang,dia istrinya Tuan JJ Abrams dan anak buahmu menculiknya juga". Yuni, mencegat kekasihnya mendekati Camelia.
"Astaga! Ngapain kalian menculik wanita hamil besar ini? Emang yah, pekerjaan kalian ada saja yang tidak becus!". Bentak Arjun, menggeleng kepalanya.
"Ayolah, jangan memarahi mereka. Aku saksi bisu tentang percintaan kalian. Dari jalur ide cemerlang ku, pasti orangtuanya Yuni akan merestui hubungan kalian berdua". Kedip mata Camelia, tersenyum sumringah.
"Nona Camelia, benarkah itu?". Tanya Yuni, tersenyum manis dan memandang ke arah sang kekasih.
"Ck, memangnya kau bisa membantu apa?". Tanya Arjun, menarik lengan sang kekasih dan jatuh ke pangkuannya.
"Berkata suamiku JJ Abrams, pasti akan menyatukan kalian berdua" Jawab Camelia, menjentikkan jarinya
"Tunggu dulu,siapa namamu suami tadi JJ Abrams? Maksudnya Tuan JJ Abrams, pemilik pertambangan emas terbesar di kota ini?". pekik Arjun, matanya melotot sempurna.
"Anda benar,100!". Jawab Camelia, bertepuk tangan gembira.
"Apa! sayang,gawat ini! Gawat, nyawaku sudah di ujung tanduk karena menculik istri siapa! Aaarghhh... kalian benar-benar bodoh, sekarang kita dalam bahaya!". Teriak Arjun, langsung panik seketika.
"Arjun, tidak perlu panik bawa santai. Duduklah,aku tidak kenapa-kenapa kok. Pasti suamiku tidak memenggal kepala mu itu". Kedip mata Camelia.
"Nona Camelia,aku minta maaf dan anak buahku ceroboh. Tolong, ampunilah aku ini. Aku meminta kemurahan hati mu,agar aku bisa membina rumah tangga bersama Yuni wanita yang aku cintai". Arjun, bermohon-mohon di kaki Camelia.
"Nona Camelia, ampunilah calon suamiku ini. Kami akan mengembalikan nona,tapi jangan bunuh Arjunku". Yuni, ikut-ikutan mohon kepada Camelia juga.
"Hihihihihi.... Ayolah, jangan seperti ini. Berdiri kalian berdua, ngapain bersimpuh di kaki ku ha? Aku bukan orangtua kalian, tidak pantas seperti ini". Camelia, meminta Yuni dan Arjun berdiri.
Arjun dan Yuni, menggeleng kepalanya biarkan seperti ini dulu. Meskipun Camelia, sudah memaafkan mereka.
"Aakkhh.... Perutku...Ssshhhhttt... Sakiiitttt..mmmm... Sakiiitttt... Aaakkhh..!". mencekram sofa begitu kencang, sebelah tangannya sambil memegang perutnya.
Yuni dan Arjun, panik melihat kondisi Camelia meringis kesakitan. Otak sama-sama bleng,tak berfungsi lagi.
__ADS_1