SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Sebuah Video


__ADS_3

"Boleh aku masuk?". Tanya Jordan, tersenyum melihat Camelia membukakan pintu kamar.


"Masuklah paman,kaya kamar siapa aja". Kekehnya Camelia, tersenyum sumringah.


Jordan, langsung masuk kedalam tak lupa menutup pintu dan menguncinya. Membuat Camelia, keheranan melihat sikap pamannya.


"Duduklah, ada sesuatu yang ingin paman bicarakan". Jordan, menepuk tempat duduk di sampingnya. Aku harap kamu baik-baik saja, Camelia. Setelah mengetahui semuanya,jujur aku tak sanggup berlama-lama memendam semuanya ini. Kau terlalu berharap, sehingga mengabaikan cinta lainnya.


Camelia, mengangguk pelan dan merasakan sesuatu yang tidak beres. Ada apa ini? Jantungku berdegup kencang, semoga aku mendapatkan berita bagus.Batinnya, duduk di sebelah Jordan.


"Camelia, Jhonny besok akan datang ke mansion ini". Kata Jordan, tersenyum kecil. Aku tau Camelia, pasti kamu sangat bahagia mendengar berita ini. Tetapi,duka yang dalam akan kamu tanggung.


Camelia,menganga lebar syok mendengarnya. "Paman Jhonny,ke sini besok. Hahahaha...Yes,yes! Aku sangat merindukannya paman, tapi ini bukan candaan kan?". Tanya Camelia, menatap lekat manik-manik mata Jordan. Dia sudah berjoget-joget kegirangan, loncat-loncat tak karuan. 3 tahun lamanya, memendam rasa rindu akhirnya terobati.


"Tidak,ini serius Camelia. Tadi siang,dia sudah mendarat di bandara dan menginap di hotel. Ingin memberikan kejutan kepada mu,dia sangat merindukan mu juga". Jordan, mengelus lembut rambut keponakannya. Maafkan Camelia, sebenarnya Jhonny ingin sekali ke sini. Tetapi,aku melarangnya karena ingin menjelaskan tentang Jhonny terlebih dahulu dengan mu.


Camelia, senyum-senyum sendiri tak sabar menunggu kedatangan Jhonny. Dia menyeka air matanya,ini benar-benar tidak menduga.


Jordan, menatap Keponakannya yang penuh harapan atas kedatangan paman yang di cintainya. Tetapi,dia merasa tak sanggup memberitahu kebenarannya.


"Paman Jordan,memang terbaik. Aku akan memberikan hadiah spesial untuk paman,hmmm... Apa yah,tapi kenapa paman memberitahu kepada ku sekarang?". Tanya Camelia, sesuatu yang tidak beres.

__ADS_1


Jordan, memberitahuku sekarang dan ada apa ini? Kenapa aku merasakan sesuatu yang aneh, astaga! Apa sebenarnya yang terjadi, akankah Jhonny masih setia dengan perasaannya cuman untuk ku.Batin Katrina, meremas tangan Jordan.


Jordan, mengeluarkan ponselnya dan memberikan kepada Camelia. "Lihatlah video ini,agar kamu paham Camelia. Aku harap kamu sabar, bersikap biasa saja. Dimana paman dan keponakan, tidak lebih. Aku tau sekali,bahkan nenek paham dengan tatapan mata mu. Kau sangat mencintai Jhonny, melebihi apapun. Harus kau ketahui,video itu jawabannya sudah jelas".


Tangan Camelia, gemeteran ketika memutar video di ponselnya Jordan. Seakan-akan jantungnya berhenti berdetak,air matanya mengalir deras.


"Keluarlah paman,aku ingin sendiri". Cuman itu,keluar dari mulut Camelia.


"Ikhlaskan cintamu Camel, bukalah lembaran baru. Umurmu masih muda, Jhonny sudah menemukan cintanya bukan kamu". Kata Jordan, melangkah pergi meninggalkan kamar Keponakannya.


"Aku harap kamu mengerti, Camelia. Maafkan aku, sudah menoreh luka yang sangat dalam". Gumam Jordan, matanya tertuju rekaman video. Dimana momen Jhonny,akad nikah dengan seorang wanita.


"Mah, sampai kapan kita menyembunyikan semuanya. Lebih baik Camelia,me mengetahui sekarang. Dia sudah dewasa, sudah berpikir jernih apa yang di hadapannya. Camelia, sesuatu perempuan yang berbeda mamah. Asalkan mamah tau, sampai detik ini aku benar-benar marah kepada Jhonny. Dia sudah menyakiti keponakanku, meninggalkannya cukup lama dan memberikan harapan palsu". Jordan,puas mengeluarkan amarahnya sudah.


"Astaga! Apa yang kamu pikirkan Jordan, tidak ada hasilnya marah kepada Jhonny. Ini adalah takdir,mamah juga kecewa dengannya. Mau apa lagi, sudah terjadi dan tidak bisa berubah lagi". Sandra, mengatur nafasnya memburu.


"Sudahlah mah,jangan temui Camelia dulu. Dia membutuhkan ketenangan, berharap besok dia biasa-biasa saja".


Dia berlalu pergi, tidak memperdulikan sang ibu memanggilnya.


Sandra, menatap ke arah pintu kamar cucunya. Ada benar juga, Camelia membutuhkan ketenangan saat ini.

__ADS_1


Sedangkan di kamar, Camelia menangis meraung-raung. Barang berserakan dimana-mana,dia meluapkan emosi.


"Pengkhianat kau Jhonny,kau sama saja dengan Rendy! Tidak pernah menepati janjimu, pengkhianat!". Teriak Camelia, mengeluarkan unek-uneknya.


"Aku tidak percaya dengan mu lagi,aku bisa tanpa cintamu. ingatlah Jhonny,aku adalah Katrina tidak membutuhkan cintamu lagi. Aku bisa melakukan apapun,akan aku buat kau tidak tenang. Lihatlah saja,siapa yang jauh lebih sakit lagi. Hatiku sudah membenci mu, sesosok pria pengkhianat dan pengecut. Aku Katrina,jangan harap aku mengeluarkan air mata di depanmu. Aku bukan wanita yang lemah, berbahagia Jhonny dan jangan sampai menyesali perbuatanmu kepadaku". Kata Camelia, tersenyum smrik.


Membasuh mukanya beberapa kali, memandang ke arah cermin. Seketika air matanya luruh, merosot ke bawah. Tangannya mengepal erat, mengigit bibir bawahnya. Sakit itulah yang di rasakan Camelia, lagi-lagi dia berteriak keras. "Aaaaaaaaaaaaaaaa..... Kau jahat Jhonny! Hatiku sangat sakit,luka yang kau berikan sangat dalam. Mana cintamu brengsek?Mana janjimu itu, dasar pengecut kau Jhonny! Puas sudah menoreh luka yang dalam, sedangkan kamu bersenang-senang dengan istri barumu. Ck,aku harap pilihan mu tidak salah karena sudah memilih wanita lain dan meninggalkan ku!". Kata Camelia, bangkit dan keluar dari kamar mandi.


"Aaaaaaaaa....Aaaaaaa...Awas kau Jhonny,aku tidak akan memaafkan kesalahan mu. Detik ini juga,kau akan mengenal siapa katrina. Baiklah,aku akan memperlakukan dirimu sebagai paman jauh. Tenang saja Jhonny,aku melupakan semua tentang kita. Ingatlah juga, segera mungkin bibirku bekas ciumanan mu akan aku hapus dengan pria lain. Kau ingin liat, betapa aku bisa menyakiti mu tanpa menyentuh mu sedikitpun".


Camelia, merebahkan tubuhnya di atas ranjang dalam keadaan meringkuk. Masih terngiang-ngiang dengan ucapan, Jordan. "Camelia, bersikap biasalah terhadap Jhonny. Sadarlah bahwa Jhonny, sudah menikah dan memiliki istri. Jaga sikapmu dengan baik,jangan sampai merusak rumah tangga mereka".


"Sialan,aku terngiang-ngiang dengan ucapan Jordan. Aku bukan pelakor, merusak rumah tangga orang lain. Tenang Jordan,aku sadar diri dan berpikir dewasa. Meskipun Jhonny,akan menjelaskan semuanya kepada ku. Hatiku tidak akan mudah luluh,satu hal lagi. Aku mana bisa bersama dengan wanita,yang sudah mengambil hati Jhonny. Biarkanlah bendera perang terus berkibar tinggi,aku tidak rela wanita sok baik dan menjadi pahlawan karena menang menjadi bagian hidup Jhonny. Kejutan untuk ku besok,pintar sekali kamu Jhonny. Apakah kamu akan membawa istri mu,atau menyembunyikannya di hotel. Aku tunggu permainan mu,jika kamu membuatku cemburu. Aku bisa melakukannya, bahkan lebih darimu". Camelia, menggeretakkan giginya. Dadanya terasa sesak, buliran air mata terus mengalir.


Mengambil ponselnya di meja,memutar musik sedih dan semakin terbawa suasana.


"Shope cod,shope cod, langsung bayar di tempat".


Terkejut mendengar iklan, sungguh membuat Camelia geram


"Sialan, musik pun tidak mau mewakili rasa sakit hatiku ini". Decak Camelia, mematikan musiknya.

__ADS_1


__ADS_2