SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Makan Malam


__ADS_3

"Aaaahh...Enak banget rujak buahnya,mana seger, pedas-pedas lagi. Bunga,ayo!". Kata Camelia, menikmati rujak buahnya dan menghabiskan 2 porsi dan menambah lagi. "Huuu... Pedasnya pas di lidah ku, sungguh nikmat hakiki Bunga.Tidak sia-sia untuk mengantri,demi rujak seenak ini".


Bunga, mengkhawatirkan keadaan Camelia begitu banyak menyantap rujak buah. "Nona, ini yang terakhir jangan nambah lagi. Takutnya perut nona sakit,kasian Tuan JJ Abrams mengkhawatirkan kondisi nona".


"Bunga, aku tidak apa-apa kok. Sumpah,ini enak banget tau". Camelia, tidak memperdulikan nasehat sekertaris pribadinya itu.


Setelah selesai menyantap rujak buah, Camelia berjalan kaki menuju penjual aneka gorengan di pinggir jalan.


Bunga,setia mengikuti bos besarnya itu. Takut kenapa-kenapa, harus waspada terhadap apapun.


Camelia, menyantap beberapa gorengan dan lainnya juga. "Mang, sosis bakar besarnya satu yah. Hmmm...Bunga, pesankan stik daging di sana". Pinta Camelia, menginginkan stik daging orang yang jualan di pinggir jalan.


Bunga, mengangguk pasrah dan meminta sang sopir menjaga Camelia jangan sampai lengah sedikitpun. "Astaga! Nona Camelia dan sopir, mereka berdua sama-sama menikmati gorengan". Menggeleng pelan,sambil menunggu pesanan yang di buat oleh sang penjual.


Beberapa menit kemudian,Camelia selesai menyantap beberapa gorengan dan minuman."Hmmmmmm... Akhirnya aku kenyang juga,puas makan aneka gorengan hari ini. Kebetulan sekali, tidak ada JJ Abrams yang selalu memarahiku makan yang aneh-aneh".


Hari semakin sore, sudah sampai di kediaman JJ Abrams. Segera bersiap-siap untuk menghadiri makan malam,di kediaman pak Karyo yang sudah ada janji.


Camelia, terlihat gelisah gusar karena JJ Abrams tidak ada membalas pesannya. "Tumben sekali, JJ tidak membalas pesanku. Bagaimana dengan si kembar? Huuf... Semoga saja, mereka tidak kenapa-kenapa". Gumam Camelia, tersenyum manis di pantulan cermin.


Keluar dari kamar yang sudah di tunggu Bunga, sudah waktunya berangkat menuju kediaman pak Karyo yang memerlukan waktu hampir 1 jam.


"Nona,aku mendapatkan informasi tentang Tuan JJ Abrams. Kata Meli,dia kehilangan jejak tidak menemukan keberadaan Tuan". Kata Bunga, sontak membuat Camelia panik dan perasaannya bercampur aduk.


"Aku kira JJ, membawa baby sitter untuk menjaga si kembar. Tapi,ada di kediaman tadi. Kata mereka berdua tidak di izinkan untuk ikut, meskipun JJ sanggup menjaga mereka berdua. Aku tidak bisa menghubungi JJ Abrams, nomornya tidak aktif bahkan Jecky juga". Camelia,menghela nafas beratnya.

__ADS_1


 "Meli, berusaha mencari keberadaan Tuan JJ Abrams. Di mansion Trevino, tidak ada cuman ada Maira dan Laure". Kata Bunga, perasaannya mulai tidak tenang.


Camelia, meminta Bunga untuk tetap berkomunikasi dengan Meli di sana. Meli,salah satu anak buah kepercayaannya Camelia.


*********************


Mobil mewah berhenti di kediaman Pak Karyo, yang di sambut hangat oleh sang empunya rumah.


Camelia, tersenyum sumringah melihat pak Karyo dan keluarganya itu.


"Selamat datang nona Camelia". Seorang wanita yang tidak muda lagi, langsung memeluk erat tubuh Camelia.


"Nona Camelia, terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk makan malam bersama. Kenalkan dia adalah istriku,Elani". Pak Karyo, memperkenalkan istri tercintanya. "Satu lagi, anakku Evelyn istrinya Kaizam dan Eka anak bungsu ku".


Camelia, berjabat tangan dengan mereka silih berganti dengan senyuman manisnya itu.


"Evelyn, seorang desainer terkenal. Aku kagum dengan desainer mu, bahkan beberapa produk yang aku kenakan". Kedip mata Camelia, sedikit melirik ke arah Kaizam yang diam saja.


 "Ayo,kita masuk kedalam. Malah asyik mengobrol di luar saja, selamat datang di kediaman kami". Kekehnya pak Karyo, meminta semuanya masuk kedalam.


Elani, menuntun Camelia masuk kedalam sebagai tamu spesialnya itu. "Nona Camelia, sudah lama ingin mengajak mu makan malam bersama kami. Tetapi, aku takut merepotkan mu".


Camelia, menggeleng pelan. "Nyonya Elani,aku akan hadir jika tidak ada halangan. Maklum biasanya ikut suamiku,kemana dia pergi bahkan keluar kota".


"Berarti nona Camelia, seringkali ikut dengan Tuan JJ Abrams? Nona,aku sempat iri dengan anda karena mampu menaklukkan hati seorang pria bernama Tuan JJ Abrams. Aku sempat beberapa kali bertemu,jika ada acara lelang perhiasan dan sejenis lainnya. Sungguh pemandangan luar biasa,semua kaum wanita terpesona dengan suami nona". Sahut Evelyn, langsung.

__ADS_1


"Beberapa hari yang lalu, Tuan JJ Abrams ada Goa. Kebetulan aku ada pekerjaan di sana kemarin, tidak sengaja melihat". Kekehnya Eka, mengulum senyumnya.


"Hmmmm... JJ Abrams,ada masalah pekerjaan beberapa hari yang lalu. Tapi,pagi tadi pergi ke Goa lagi". Ucap Camelia, matanya calingukan melihat sekeliling.


Mereka tiba di meja makan lumayan besar, cukup untuk mereka semua. Camelia,duduk di samping samping Bunga dan Elani istrinya pak Karyo.


Elani, mengambil beberapa menu makanan agak jauh. "Nona Camelia, silahkan mau ngambil makanan apa. Di sini menu makanan spesial,di masak oleh koki terkenal. Sesuai request nona, tidak ada nasi di meja makan ini".


"Kami penasaran sekali, kenapa nona Camelia tidak mau ada nasi di meja makan ini?". Tanya Eka, penasaran yang di iringi anggukan lainnya.


"Sebenarnya,aku tidak sanggup melihat nasi dan langsung mual-mual. Tidak tau kenapa, mungkin ada bawaan sesuatu". Jawab Camelia, tersenyum manis.


"Aneh sekali,kaya orang hamil saja". Celetuk Evelyn,sontak membuat perhatian orang-orang sekitar.


"Hamil? Ee.. Benarkah nona Camelia,hamil?". Tanya Elani, memandang lekat wajah Camelia.


Camelia, menggaruk-garuk kepalanya karena belum pasti bahwa dirinya hamil atau tidaknya. "Hmmm... Tidak tau, belum di periksa". Kekehnya, menjadi salah tingkah.


"Senang mendengarnya,jika nona Camelia benar-benar hamil. Mana punya dua anak sudah, Evelyn tidak ada tanda-tanda hamil lagi. Padahal sudah cek kesuburan loh,tapi Kaizam tetap bersikukuh tidak mau cek kesuburannya". Ucap Elani, melirik tajam ke arah menantunya itu.


 "Belum waktunya di beri kepercayaan mah, pasti suamiku subur tidak ada masalah apapun". Evelyn,membela Kaizam di depan semua orang.


"Evelyn, tidak masalahnya untuk cek kesuburan pria. Siapa tahu,ada masalah dan bisa di obati sebelum terlambat loh. Ini adalah penting dalam urusan rumah tangga,saling menguatkan satu sama lain". Sahut Camelia, melihat sorotan mata Kaizam tidak suka dengan ucapannya itu.


"Apa yang di katakan nona Camelia,memang benar. Kaizam, setidaknya kamu harus periksa kesuburan mu. Apa kamu tidak memiliki perasaan sedikitpun kepada Evelyn,dia malu di tanya oleh orang lain yang tak kunjung hamil". Elani, sedikit membentak kepada menantunya itu.

__ADS_1


"Mah,aku percaya jika aku tidak bermasalah dan aku subur. Do'akan semoga cepat Evelyn,hamil dan memiliki keturunan. Lagipula Evelyn,tiap hari sibuk dengan pekerjaannya. Pasti kecapean tidak ada waktu banyak untuk istirahat, sehingga mempengaruhi hormon". Ucap Kaizam,membela dirinya sendiri. Menatap tajam ke arah Camelia, mampu menyudutkan dirinya di depan mertuanya langsung.


__ADS_2