SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Dibawa


__ADS_3

"Hahahaha... Hahahhaa...!" Morgan, tertawa terbahak-bahak melihat Marcus mendapatkan kesialan dalam hitungan menit.


Plak!


Bukan Marcus, menampar pipi Morgan melainkan Camelia. "Aku tambah milikmu tidak bangun menjadi 3 bulan, rasakan kamu!" Ucapnya dengan seringai tajam.


Morgan,mengusap wajahnya dengan kasar dan menelan ludahnya sendiri. "Apa!Nona manisku tiada duanya ini,mana mungkin di tambah lagi. Bukan salahku sepenuhnya,tapi Marcus menantang perkataanku. Nona,jangan membuatku semakin gila karena masalah ini".


"Diam! Atau aku beritahu semua rahasiamu,di depan kaktus itu". Ancam Camelia,sambil menekan dada bidang Morgan raut wajahnya terlihat marah sekali. "Kamu apa-apaan sih,main culik aku terus melibatkan masalahmu ini".


"Nona manisku, Tuan Marcus yang bersikukuh menantang takdir hidupnya. Dia begitu sombong karena tidak akan pernah kesialannya,datang kepadanya sendiri". Kata Morgan, setengah berbisik takut kedengaran Marcus dan lainnya.


"Lepas! Jangan sentuh aku, Morgan! Akan aku adukan kelakuan mu ini, kepadaku kekasih ku". Ancam Camelia, langsung menjewer telinga Morgan dengan kuat."Lagipula apa hubungannya kesialan dia terhadap ku ini, kau kira aku manusia apaan ha?"


"Aauukk.... Ssshhhhttt...Nona,ampun! Aku tidak akan melakukan ini,sumpah!" Morgan,meringis kesakitan di bagian telinganya. Iya,aku nurut saja takut dimarahi Tuan JJ Abrams. "Nona manisku,jika seseorang baru bertemu dengan mu pasti mendapatkan kesialan. Buktinya aku, Ardan dan kaktus. Ee... Maksudnya Marcus,salah menyebut nama orangnya lagi".


"Cepat! Bawa aku pulang dari sini,ayo!" Camelia, menjewer telinga Morgan sambil berjalan menuju pintu luar.


"Iya,kita pulang nona. Iya,kita pulang". Morgan, pasrah dan menurut perkataannya. Masalahnya sudah selesai, bukan? Baiklah,aku membawa pulang kekasih mu Tuan JJ Abrams. Harga diriku di injak-injak, diperlakukan seperti bocah kecil.


Marcus, mengusap wajahnya melihat Camelia dan Morgan mau pergi dari kediamannya. "Mau kemana kamu,ha? Ingin kabur secepat itu, setelah selesai membunuh ikan-ikan ku".


Marcus, langsung mencekal lengan Camelia dan menarik lebih dekat dengan tubuhnya. "Kau harus mengganti rugi atas perbuatanmu,nona. Enak saja kamu kabur tanpa memperdulikan semuanya, seakan-akan tidak terjadi apa-apa"


Nah..Nah...Ini masalahnya, kenapa aku ingin kabur dari sini? Rupanya kaktus tidak membiarkan aku pergi begitu saja, semua ini salah Morgan.Batinnya Camelia, menggeretakkan giginya ke arah Morgan yang cengengesan."Hehehehe....Jangan ganti rugi kepadaku, ikan-ikan mu sangat mahal. Aku tidak terima uangku menggantikan semuanya, mintalah kepada Morgan. Bukankah dia, sudah membawaku sejauh ini dalam masalah kalian?" Kekehnya Camelia, tersenyum semanis mungkin.


He... Sepertinya menarik wanita ini,dia menyukai uang Padahal dirinya kaya raya. Batinnya Marcus, menyunggingkan senyumnya."Oh,aku tidak membutuhkan uangmu nona. Tetapi,dirimu sebagai ganti ruginya". Sambil mengelus lembut rambut panjangnya,Camelia.

__ADS_1


"Tuan kaktus, maksudnya Tuan Marcus ku. Aku tidak tau apa-apa masalah ini, masa nkamu tega kepadaku yang manis ini. Ayolah, lepaskan wanita malang ini". Kata Camelia, mengedipkan matanya beberapa kali. Astaga! Mulutku tidak bisa di ajak kompromi, masih saja salah bicara dan mengatainya.


Kurang ajar kamu Morgan,menyeret ku ke dalam masalah mu dan dia. Lalu,dia menginginkan diriku untuk mengganti rugi atas ikan-ikannya yang jelek itu.Batin Camelia, menatap tajam ke arah Morgan yang calingukan melihat sekeliling.


 "Jangan banyak bicara,hari ini dan seterusnya ikut kemana aku pergi". Marcus, langsung menarik tangan Camelia menuju ke luar.


"Ee... Morgan, tolong aku! Kau harus membawaku pulang,aku banyak pekerjaan. Morgan! Morgan! Sialan kau Morgan, casanova pensiun kau! Milik mu tidak akan bangun selamanya, Morgan!" Teriak Camelia, berusaha lepas dari cengkalan tangan Marcus.


Morgan, ingin sekali menolong Camelia yang di bawa Marcus ke dalam mobilnya. Tetapi, dirinya di tahan oleh anak buah Marcus tak bisa berkutik lagi.


Camelia, terpaksa masuk kedalam mobil bersama Marcus di sampingnya.


"Hey! Apa yang kau lakukan, Marcus? Lepaskan aku,lepas!" Camelia, menggeleng kepalanya melihat borgol di tangan Marcus.


"Bagaimana nona,kau tidak bisa kabur kemana lagi? Sebab tanganku dan tanganmu bersatu dalam borgol ini. Mulai sekarang kau akan menjadi kekasih ku,menurut apa yang aku katakan". Bisik Marcus,terasa hembusan nafasnya di telinga Camelia.


"Aaaarrgghh.... Ssshhhhttt...Sakit sekali, lepaskan cubitan mu! Aaarghhh... Sakitnya!" Marcus, mengusap-usap bagian yang di cubit Camelia.


Bekas cubitan di perutnya membiru seketika,masih terasa perih.


"Rasakan itu, makanya jangan sok-sokan terhadap ku Marcus. Bagaimana caranya nanti,jika aku kebelet ke toilet? Sedangkan tanganku di borgol seperti ini,sialan kau". Gerutu Camelia,membuang muka ke arah luar jendela mobil.


"Tenang saja,aku akan ikut ke dalam dan melihatnya". Marcus, terkekeh geli sambil memandang ke arah bawah.


"Mesum! Apa jangan-jangan kau casanova juga, persis seperti Morgan?" Camelia, repleks memukul lengan Marcus.


"Sialan,tidak bisakah kamu jangan memukul dan mencubit ku. Jauhkan tangan kasar mu dari tubuh ku ini, beruntung kamu adalah kekasihku sekarang. Kalau tidak,aku lempar kamu dari mobil ini". Bisik Marcus,menarik lengan Camelia agar jatuh dalam pelukannya.

__ADS_1


Namun, adegannya salah karena Camelia langsung mendorong kepala Marcus. "Ckckck...Kau kira aku akan jatuh dalam pelukan mu, begitu? Oh, itu adalah trik lama alias modus dan aku tidak tertipu oleh mu".


"Sialan, kepalaku kebentur kaca mobil kamu adalah wanita kasar yang pernah aku temui. Satu lagi,aku bukan casanova seperti Morgan itu". Marcus, mengusap rambutnya yang di tarik paksa oleh Camelia.


Anak buahnya Marcus, menahan tawanya ketika sang bos kalah dengan seorang wanita. Terkadang rambut Marcus,di tarik oleh Camelia di tambah lagi di cubit. Jika Marcus, ingin mencium pipi Camelia secara diam-diam. Lagi-lagi mendapatkan tamparan keras di lengannya,tak tertinggal cubitan maut dari Camelia.


"Oh,mau aku hajar habis-habisan kamu ha? Berani sekali, ingin mencium ku!". Camelia, menggeretakkan lehernya dan siap menerkam mangsanya.


"Auuukk....Sakit, lepaskan aku! lepaskan, rambutku! Aaaarrgghh... Hentikan cubitan mu, hentikan!". Teriak Marcus, mendapatkan cubitan bertubi-tubi.


Bughhh....


Bughhh..


Bughhh...


Camelia,juga menghajar habis-habisan menggunakan tas ditemukan di kursi belakang. Marcus, mendapatkan pukulan bertubi-tubi mencoba menghindari dan melindungi kepalanya.


"Hei... Hentikan, Camelia! Kau ini kenapa, kesurupan kah? Hentikan! Aku menyerah!". Teriaknya Marcus, hilang semua kekejamannya di tangan Camelia.


Marcus, ngos-ngosan mengatur nafasnya menangkis setiap tamparan dari Camelia dan menghindari cubitannya.


Tubuhnya sudah merah-merah kebiruan,karena cubitan kecil Camelia begitu mengerikan.


Camelia,geram dengan Marcus tidak mau memberikan kunci untuk melepas borgolnya. Semakin marah lagi,ketika Marcus membuang kunci ke luar jendela mobil dan jatuh di jalanan.


Camelia, langsung bertindak tegas dan menghajar habis-habisan terhadap Marcus. Tidak memberikan kesempatan kepada musuhnya, untuk melawan maupun menghindari.

__ADS_1


Camelia,menyeka keringatnya bercucuran membasahi wajahnya. Puas rasanya menghajar Marcus,yang tidak berdaya bersandar karena kelelahan.


__ADS_2