SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Jalan-jalan


__ADS_3

"Mau kemana,sayang?". Tanya Sandra,kepada Camelia melewati ruang tamu. Melihat penampilan cucunya rapi dan cantik.


"Mau jalan-jalan sama Cika dan Rika,nek. Pergi dulu yah!". Kedip mata Camelia, sambil melambaikan tangannya.


"Pulangnya jangan sampai malam,kabarin nenek kalau ada apa-apa"Teriak Sandra,cukup keras.


"Iya, berangkat sama pak Muin nek". Jawab Camelia, membuat Sandra menghela nafas lega karena pergi bersama sang sopir.


Camelia, masuk kedalam mobil. "Pak kerumahnya Cika, yah". Katanya, langsung di angguki sang sopir.


Mobil favorit Camelia, keluar gerbang mansion. Membelah jalan raya,yang di padati beroda dua dan empat.


15 menit di perjalanan, akhirnya sampai di rumah Cika. Rupanya ada Rika, sudah menunggu kedatangannya rumah merek cukup saling berdekatan.


Setelah selesai berbasa-basi dulu, mereka bertiga naik ke mobil dan menuju ke tempat tujuan mereka.


"Temanku bikin status liat deh, sudah ramaikan sana". Cika, memperlihatkan status WhatsApp temannya.


"Wahh... Sudah pada kumpul yah,gak sabar lihat geng motor D.R.X. Ganteng-ganteng loh, Camelia siapa tau hatimu luluh dan naksir salah satu dari mereka". Rika, menyenggol lengannya.


"Apaan sih,hatiku tetap untuk dia seorang". Kekehnya Camelia,memang benar dia sudah menceritakan semuanya kepada dua sahabat ini.


"Camelia, sudah tiga tahun lamanya loh. Gak ada kabar sama sekali,dari pamanmu. Emangnya, kamu gak cari tau gitu?". Tanya Cika, menyipitkan bola matanya.


"Aku sudah berjanji kepada paman Jhonny, tidak melakukan apapun. Dia akan datang kok, menepati janjinya". Jawab Camelia, senyum-senyum sendiri.


"Dasar bucin,betah aja sama satu pria gak ada kabar sama sekali. Iya,pamanmu datang dan menepati janjinya. Kalau datang bawa calon istri,atau benaran istri. Gimana Camel, sia-sia perjuangan mu?". Sahut Rika, kebingungan jalan pikir sahabatnya ini.


Plak!


Cika, langsung memukul lengan Rika. "Kalau ngomong di jaga dong,liat wajah Camelia sedih".


"Maaf,aku cuman ngasih nasehat aja". Kata Rika, memasang wajah sedihnya."Maaf,aku tidak bermaksud apa-apa Camel. Aku,aku cuman kasian banget sama sahabat sendiri".


"Sudahlah,gak papa kok. Misalkan paman Jhonny,bawa istri pulang. Mungkin sudah takdirnya,kami gak jodoh. Ngapain ribet amat,banyak kok cowok lain". Kekehnya Camelia, matanya sudah berkaca-kaca. Kenapa perkataan Rika,ada benarnya yah? Jhonny, apakah kamu melanggar perjanjian kita? Masihkah hatimu untukku,atau berpaling ke wanita lain.

__ADS_1


"Makanya Rika,jangan ngomong aneh-aneh deh. Jadi kepikiran kan,gak mood deh". Gerutu Cika, cemberut.


"Aiss... Ngapain cemberut,yang di katakan Rika memang benar kok. Mungkin yah,akunya terlalu berharap kepada paman Jhonny dan memandang perjanjian kami". Camelia, mencairkan suasana tak nyaman ini.


"Semoga saja, pamanmu Jhonny tidak berubah perasaannya. Terus,liat kamu bahagia deh". Rika, bertepuk tangan dan cengengesan.


"Hmmm.. Sebentar lagi sampai,cuss...Kita cari kuliner enak". Sahut Camelia,kini suasana semakin heboh.


Tidak sadar sama, jika omongan mereka terdengar oleh pak Muin yang sedang bertelepon dengan seseorang. Panggilan telepon itu, langsung terputus.


Tiba mereka sampai di tempat tujuan, Camelia dan temannya mendekati sang sopir memberikan tatapan tajam.


"Ini adalah rahasia pak Muin,apa yang kami bicarakan di dalam mobil tadi. Tolong rahasiakan, jangan bilang sama siapapun". Tegas Camelia,sontak membuat pak Muin gelisah gusar dan mengangguk saja.


"Kalau pak Muin, menceritakan semuanya. Awas saja,lalu berhadapan dengan kami". Sambung Cika, mencibir bibirnya.


Rika, langsung menarik lengan kedua sahabatnya. Tak sabar mencicipi kuliner,yang berjejer di pinggir jalan.


"Sebenarnya yah,kita liat mereka balap motor atau makan-makan sih?". Tanya Cika, sambil memilih menu.


"Behh...Enak sekali,hmmm". Rika dan Cika, menikmati beberapa gorengan.


Beberapa aneka makanan, sudah di tangan mereka masing-masing. Tak lupa air minum, mereka menuju tempat duduk sambil menonton.


Para geng motor, berkumpul dengan rapi di pinggir jalan. Tentu saja,motor sport dan mahal-mahal karena dari anak kalangan berada.


Tibalah saatnya geng motor D.R.X, datang bersama yang lainya. Semua orang-orang bersorak-sorai gembira menyambut kedatangan mereka.


Camelia, Cika dan Rika menonton tak seheboh yang lainya.


Rupanya Leo, mengenali geng motor D.R.X. Sontak membuat Camelia, Cika dan Rika terperangah melihatnya.


"Apa!". Teriak Cika dan Rika, bersamaan.


"Astaga!Jadi Leo, sangat dekat dengan geng motor D.R.X. Tapi,kenapa gak cerita-cerita yah?". Tanya Rika,masih melihat ke arah Leo.

__ADS_1


"Yah... Mungkin dia,gak mau heboh atau tidak suka cerita sana kemari. Tau sendirilah,gimana Leo?". Sahut Camelia, matanya tertuju pada Li Yun ketika melepas helmnya dan bersalaman dengan Leo.


"Oh My God,Li Yun benar-benar ganteng banget!". Pekik Cika, gemes melihatnya.


"Ohh...Gak nyesal deh,ke sini kalau cuci mata. Lihatlah, cowok-cowoknya ganteng semua. Benarkan Camelia?". Tanya Rika, langsung di angguki Camelia yang tersenyum.


"Rupanya matamu bagus yah,tau mana yang ganteng. Kirain buta sudah,cuman paman Jhonny yang ganteng". Bisik Cika, cengengesan.


"Ngaco yah! Mataku masih bisa kali, ngenalin mana ganteng atau gak". Decak Camelia, menyuapkan cemilan ke dalam mulutnya.


Suasana semakin padat,para anak muda-mudi berdatangan. Ada yang satu sekolah,ada juga sekolah lainnya.


"Leo,sini!" Teriak Yuna,bersama temannya dan Anya juga ikut bergabung karena teman sekelas.


Namun Leo, memberikan isyarat untuk menghampiri dirinya dan geng motor D.R.X.


Yuna dan temannya, langsung bergegas ke sana. Karena kesempatan untuk mengenali geng motor D.R.X,ini adalah kesempatan emas membuat iri yang lain saja.


Tak hanya itu,geng motor D.R.X banyak teman-temannya. Semakin padat di kerumunan,tak terlihat lagi.


"Yah...Kita cari cemilan lagi yuk,gak bisa liat geng motor D.R.X. Tuh...di kerumuni sama cewek-cewek,sama fansnya. Ayo!". Cicitnya Cika, nampak kesal.


"Coba deh,kamu chat pacar mu Cik. Masa kamu,gak papa gitu? Liat pacarmu di kerumuni cewek lain,gak sakit hati kah?". Tanya Rika, penasaran.


"Apa hubungan kalian baik-baik saja?". Tanya Camelia juga,kini mimik wajah Cika berubah.


"Sebenarnya, hubungan kami renggang. Karena aku cemburu,marah terus, akhirnya dia kaya cuek dan jarang balas pesanku". Jawab Cika, menyeka air matanya.


"Waduhh...Teman kita sakit hati ini,ayo kita cari cemilan". Camelia, sudah beranjak berdiri dan membuatnya terkejut. Tiba-tiba Leo, sudah berada di belakangnya.


"Leo,kamu ada di sini?". Tanya Rika,ikutan terkejut.


"lah,kenapa gak bilang kalian ada di sini? Tumben sekali, ikut aku yuk! Kita ke sana,ada kak Kaizam". Ajak Leo, menatap Camelia.


Namun Rika, menyenggol lengan Camelia dan memberikan kode. Karena Rika,ada kesalahan pahaman terhadap Kaizam.

__ADS_1


__ADS_2