
Camelia, menghapus air matanya luruh sepanjang perjalanan pulang. Baru keluar dari mobil,ada sebuah mobil mewah berhenti.
"Siapa yang datang? Mana mungkin JJ Abrams,ini bukan mobilnya kecuali.....". Camelia, menggantung ucapannya dan merapikan penampilannya.
Deg!
Seorang wanita keluar dari mobil, melepaskan kacamata hitam dan tersenyum manis ke arah Camelia.
"Nyonya Zara". Lirih Camelia pelan, terkejut dengan kedatangan istri Down yang tiba-tiba.
"Nona Camelia,maaf aku tiba-tiba datang ke mansion mu tanpa memberitahu kepada mu dulu". Zara, langsung mendekati Camelia dan memeluknya tak tertinggal cipika-cipiki dulu.
Aroma parfum favorit Zara, tercium menyengat di hidung Camelia sangat harum sekali. "Nyonya Zara,aku sangat atas kedatangan mu ke sini. Silahkan masuk kedalam,kita bisa mengobrol lebih nyaman". Kekehnya pelan, bergandengan tangan dengan Zara.
Zara, calingukan melihat sekeliling mansion sangat mewah dan megah sekali. "Waw... Mansion Allen, sangat bagus dan mewah sekali". Ucapnya, mengiringi langkah kaki Camelia masuk kedalam.
Beberapa pelayan membawa makanan serta minuman menjamu tamu spesial majikannya.
Zara, mengambil segelas minuman dan menghirupnya. "Nona Camelia, aku sangat terkejut mengetahui hubungan antara Tuan JJ Abrams. Kau wanita beruntung bisa memilikinya, wanita lain banyak mengidamkan JJ Abrams. Nyatanya dia luluh lantak kepadamu,usia kalian jauh berbeda tapi tidak masalah soal umur. Di lihat-lihat JJ Abrams,masih muda kok". Kekehnya Zara, meletakkan gelas di meja.
"Yah,karena cinta melupakan segalanya bukan? Tidak masalah terpaut jauh lebih tua". Kata Camelia, tersenyum manis.
"Benar sekali, tapi kau yakin ingin menikah dengan Tuan JJ Abrams?" Tanya Zara, melirik sekilas ke arah Camelia.
__ADS_1
Deg!
Camelia, mengernyit heran mendengar pertanyaan Zara. "Kalau jodoh tak kemana, pasti kami akan bersatu dalam ikatan pernikahan". Jawabnya.
"Nona Camelia, menikah dengan pria seperti JJ Abrams. Pasti tau kan konsekuensi ke depannya nanti,kau harus berpikir panjang lagi. Seperti diriku menikah dengan Down,kami sempat pacaran,tunangan,itu adalah masa-masa indah kebersamaan kami. Aku sering kali di berikan kekecewaan, contohnya berjanji ke suatu tempat dan tiba-tiba Down tidak bisa pergi karena pekerjaan. Kita tidak bisa menganggap serius apa yang di katakannya,jangan terlalu berharap kepadanya karena perkataannya seringkali di ingkari. Tetapi,aku tidak marah sama sekali karena resiko memiliki kekasih pekerjaan seperti itu. Tepat kami mengurus pernikahan, ketika di hari menghalalkan diriku. Waktu terus di undur karena dia tidak bisa meninggalkan pekerjaan,aku masih sabar sejauh itu. Kemudian kami resmi menjadi suami-istri, tepat malam pengantin dia pergi beberapa hari karena ada masalah. Aku sebagai istri tentu sedih,mau bagaimana lagi karena suamiku siapa. Waktu terus berjalan,kami sepasang suami-isteri yang bahagia dan bergelimang harta. Tepat aku ingin melahirkan anak pertama kami,dia tidak ada karena perjalanan menuju pulang. Dia selalu menomorsatukan pekerjaan,demi membahagiakan keluarga kecilnya. Entah kenapa, tiba-tiba dia datang bersama wanita lain dan hatiku hancur kehidupan tak seperti dulu lagi. Sekuat apapun kita berjuang, berkorban,tetap tak di hargai sedikitpun. Aku tau, Down akan memperlakukan adil terhadap istri-istrinya. Paling sakit hati dalam hidupku, ketika maduku melahirkan dan di temani Down. Sakit sekali,mau marah atau mengamuk percuma karena aku sadar siapa suamiku. Camelia, kau harus berpikir panjang untuk mengambil keputusan ini. Seandainya waktu bisa terulang kembali,aku tidak akan menikah dengan down". Zara, menceritakan keluh kesahnya kepada Camelia.
"Memang benar, menikah dengan JJ Abrams harus banyak bersabar dan memahami segalanya. Dia terkadang ada, tiba-tiba tidak ada dan menghilang bagaikan di telan bumi. Bersama dengan pria seperti itu, kitanya saja sanggup atau tidaknya". Kata Camelia,menghela nafas beratnya.
"Apa lagi, menikah dengan Tuan JJ Abrams bisa lebih parah dariku. Nona Camelia,diluar sana banyak pria yang sepadan dengan mu dan bisa kapanpun selalu ada untukmu. Pikirkanlah baik-baik dulu, sebelum menyebal di kemudian hari". Zara, mengelus lembut punggung belakang Camelia.
Camelia, mengulum senyumnya mengembang di bibirnya. "Nyonya Zara,kenapa tidak berpisah dengan suami? Nyonya, sanggup menahan rasa sakit hati karena diduakan".
"Karena anak,aku bertahan dalam pernikahan ini. Lagipula mau punya suami atau tidaknya,sama saja dan bebas kemanapun. Umurku tidak muda lagi,aku menjalani hari-hari ku seperti biasa. Nona Camelia, sepertinya aku harus pergi sekarang juga. Ingat pesanku yah,kau harus berpikir panjang lagi jangan mengambil keputusan secepatnya".
Mobil mewah itu, semakin jauh dari pandangan Camelia dan hilang melewati pintu gerbang.
Malam harinya, Camelia maupun JJ Abrams uring-uringan di kamar masing-masing dan di tempat yang berbeda.
"Huuu...Apa yang harus aku lakukan aku? Diam seperti ini,dalam masalah kami yang belum selesai". Gumam Camelia, memandang layar ponselnya. Meletakkan di atas meja, merebahkan tubuhnya lalu memejamkan matanya. Berharap esok hari akan baik-baik saja, seperti biasanya.
**********************
Masih dalam keadaan yang sama, sudah dua hari Camelia dan JJ Abrams tidak berkomunikasi. Masing-masing menyibukkan diri dengan aktivitas biasanya, meskipun perasaan yang berbeda.
__ADS_1
"Camelia,malam ini akad nikahku dengan Kaizam. Cuman acara kecil-kecilan saja, bisakah kau datang lebih awal". Pinta Rika, dengan tatapan sendu.
"Aku akan datang untuk menepati janji ku, karena dulu aku pernah berjanji mendampingi kalian menikah. Aku akan datang lebih awal, selamat menempuh hidup baru". Camelia,masuk kedalam mobil dan meninggalkan Rika masih terdiam mematung.
"Maafkan aku karena kecerobohan ku sendiri,maaf". Lirih Rika,dalam isak tangisnya.
Entah kenapa, Camelia juga ikutan menangis mengenang masa-masa indah mereka bertiga. Masih tak percaya atas kematian Cika, lebih dulu pergi jauh.
Sesampai di perusahaan ada seseorang yang tengah menunggu dirinya,masih mengenal siapa wanita di hadapannya ini.
"Ada perlu apa datang ke sini? Bukankah kita tidak ada urusan lagi, setelah aku memberikan hak Jordan untuk istrinya sebuah restoran yang di kelolanya semasa hidup". Camelia, memandang lekat ke arah Lili istri alm.pamannya Jordan.
"Aku ke sini ingin meminjam uang kepada mu, restoran yang aku kelola hampir bangkrut karena sepi. Aku tidak memiliki uang untuk renovasi restoran,atau tambahan lainnya untuk kembali jaya". Ucap Lili,dari tatapannya meminta bantuan kepada Camelia.
"Aku tidak mau berurusan dengan mu lagi,kau ingat itu". Camelia, menyunggingkan senyumnya.
"Camelia,aku masih punya hak atas perusahaan Malik karena suamiku Jordan pernah bekerja di perusahaan itu". Lili,menarik lengan Camelia dengan tatapan tajam.
Plak!
Camelia, melayangkan tamparan keras di pipi Lili. "Jordan, bekerja di perusahaan Malik mendapatkan gaji bukan miliknya. Kau sudah membawa kabur kartu atm Jordan,aku anggap sebagai sedekah waktu itu.Asalkan kau tau, Jordan sedikit demi sedikit menggelapkan uang perusahaan Malik!". Ucap Camelia, dengan suara kerasnya.
Lili, meremas ujung bajunya apa yang di katakan Camelia memang benar.
__ADS_1