SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Debat


__ADS_3

"kami ingin berbicara dengan mu, ikuti kami". Kata Cika, menemui Camelia di parkiran kampus.


Camelia, menyunggingkan senyumnya dan mengikuti langkah kaki Cika menuju sebuah ruangan dimana para benalu berkumpul di sana.


Apa mereka mencoba untuk mengeroyok ku yang sendirian ini,tapi tidak masalah sih.Batin Camelia, melipat kedua tangannya ke depan.


Awalnya Rika, duduk di sebelah kaizam dan kini mendekatinya dengan tatapan tajam. "Aku heran sekali dengan mu, Camelia. Kau sungguh berkuasa dimana pun,bisa melakukan apapun. Tetapi, hatimu begitu busuk sekali. Aku ingin tanya sama kamu,kenapa menolak ajakan kerjasama dengan ayah kami? Apa maksudnya Camelia, masalah kita tak ada sangkut pautnya dengan pekerjaan. Kau jangan seenaknya mengatur segalanya,Camel!" Rika, langsung membuang muka karena tak berani menatap wajah Camelia.


"Memang benar bahwa tidak ada sangkut pautnya dengan pekerjaan dan masalah kita. Tetapi,aku memang menolak ajakan kerjasama dengan ayah kalian. Ada beberapa kekurangan,aku tidak masalah jika kita tak seperti dulu. Aku bekerja secara profesional,jangan remehkan aku. Untuk apa aku menjalin kerjasama dengan perusahaan,yang hampir bangkrut tinggal di ujung tanduk. Aku sudah menyelidiki beberapa perusahaan lainnya,dimana merek pernah menjalin kerjasama dengan perusahaan ayah kalian. Kau tau hasilnya apa,mines tidak ada untungnya. Daripada memelihara benalu, mendingan aku mencari perusahaan yang lain". Kata Camelia, mengedipkan kedua bahunya.


"Tidak, mungkin! Kau jangan mengada-ada segala Camelia, mengatai perusahaan ayah kami hampir bangkrut. Kau kira kami percaya begitu saja,ha?". Cika,tak kuasa menahan dirinya.


"Loh,aku sok tau begitu? Sekarang aku menghandle dua perusahaan, saling berbisnis dengan yang lainnya. Jelaslah aku sok tau, tidak seperti dirimu cuman berfoya-foya dengan uang dari orangtua kalian. Sebenarnya yah, aku bisa membantu perusahaan ayah kalian kecuali memandang anaknya sebagai temanku. Namun sayang sekali,kita sudah berakhir menjadi teman". Camelia, tersenyum smrik ke arah Cika dan Rika.


"Ck,sayang kamu dengarkan apa yang di katakannya. Dia benar-benar licik tak punya hati,dalam kesusahan keluarga kalian. Camelia,malah menginjak-injak keluarga kalian yang ingin bekerjasama akan tetapi dia menolaknya. Cuih,segitu kejamnya kau Camelia". Sahut Kaizam, tersenyum kecil.


"Lalu, bagaimana maksudnya Kaizam? Mereka sudah mengkhianati persahabatan, berteman dengan musuhku. Setelah mereka mendapatkan masalah,terus meminta bantuan kepadaku. Oh,ini adalah hukum karma dibayar tunai. Mereka meninggalkan ku demi kalian, padahal aku biasa aja. Yang rugi siapa,yang kesusahan siapa? Kalau kalian meminta bantuan jangan kepadaku,Cika, Rika. Seharusnya sama mereka,kalian sudah memilih keputusan sendiri. Setahuku yah, orangtuanya Kiki memiliki perusahaan dan bisa membantu orangtuanya kalian. Oups....Apa orangtuanya Kiki,mau membantu perusahaan seperti itu?"Camelia, menutup mulutnya dan cekikikan menahan tawa.


 "Aku tidak pilih kasih dalam menjalin kerjasama dengan siapapun, asalkan kalian tau. Aku masih menjalin kerjasama dengan perusahaan orangtuanya Kiki, lumayan lama karena kinerja nya bagus dan menguntungkan. Hmmm...Mau protes,atau masih memaksa untuk menerimanya ajakan kerjasama dengan ayah kalian. Tanyakan dulu kepada ayahnya, Kiki. Mau tidak ayahnya Kiki, bekerjasama dengan perusahaan ayah Cika dan Rika?" Camelia,mencoba menantang mereka.


Kiki, terdiam membisu dan memikirkan bagaimana menghadapi sikap ayahnya yang keras.


"Bagaimana Kiki,kau ingin membantu sahabat barumu ini? Katanya teman loh,masa gak mau". Camelia, tersenyum sumringah ke arah Kiki dan Leo.

__ADS_1


Cika dan Rika, memandang wajah Kiki yang sudah panik mendengar ucapan Camelia.


"Sayang, buktikan ucapan Camelia pasti ayahmu mau bekerjasama dengan perusahaan Cika dan Rika. Jangan kalah dengan ucapannya,sayang". Leo, menggenggam jemari tangan Kiki.


 "Kiki, buktikan ucapan Camelia. Kita harus menang melawannya,apa benar kinerja ayah kami seburuk itu". Kata Rika, menepuk pundak Kiki dan tersenyum manis.


"Ee...Akan aku bicarakan dengan ayahku, pasti ayahku mau". Jawab Kiki, langsung memastikan bahwa ayahnya mau. Kurang ajar sekali Camellia,dia malah menyeret aku dalam masalah ini.


Prok!


Prok!


Prok!


Kaizam dan Leo,mana mungkin bisa membantu Cika dan Rika. Sebab mereka tidak memiliki perusahaan, melainkan menjalani warisan dari orangtuanya sebuah hotel dan Leo membangun beberapa kafe.


************


Sepulang sekolah, Cika dan Rika memohon kepada Kiki agar ayahnya membantu perusahaan ayah mereka.


Kiki, terpaksalah mengangguk kepala karena tidak bisa berbuat apa-apa. Mau tak mau, harus melakukannya.


"Rika, kalau ayahnya Kiki tidak mau bekerjasama dengan perusahaan ayah kita. Bagaimana?". Tanya Cika, mereka berdua naik bus kota karena mobil masing-masing di sita. Sedangkan Kaizam,tak bisa mengantar pulang karena ada urusan katanya.

__ADS_1


"Masa,kita minta tolong kepada Camelia dan kembali kepadanya? Lalu, bagaimana hubungan kita Cika? Emang benar sih, aku gak mau jatuh miskin". Rika, kebingungan karena kehidupannya tak seperti dulu.


"Bahkan,kita tidak tau tentang perusahaan ayah kita mau bangkrut. Berarti Camelia, sudah mengetahuinya sejak dulu. Apa jangan-jangan Camelia, sengaja tidak mengatakan sebenarnya. Sekarang apa Rika, seandainya kita tidak kehilangan Camelia pasti di bantunya". Cika, memijit kepalanya yang nyut-nyutan.


"Bahkan ayahku meminta untuk membujuk Camelia, menerima kerjasama ini. Apa benar yah, kinerja ayah kita buruk? Apa Camelia, berbohong kepada kita sekedar menjadi beban pikiran. Tetap,ayah kita tak pernah semarah ini dan menyita barang-barang kita". Rika, gelisah gusar karena kehidupannya akan berubah drastis.


Cika dan Rika,masih terbilang keluarga dekat dan orangtuanya saling bekerjasama.


"Kalau kita tidak memiliki apapun lagi, apa mungkin kekasih kita bertahan? Takutnya yah,kita malah di buang begitu saja karena malu". Cika, memasang wajah sedihnya dan bersandar di bahu Rika.


"Huuuff....Semoga saja, ayahnya Kiki mau membantu perusahaan kita". Rika, tersenyum dan memandang ke luar.


**************


Sedangkan di tempat lain, Kaizam, Leo dan teman-temannya tengah berkumpul di halaman kafe.


"Kalau perusahaan ayahnya Cika, bangkrut dan jatuh miskin. Mana mau aku menjalin hubungan dengan perempuan kere,enak saja mau di modal kalau kemana-mana. Kaizam, bagaimana dengan mu?" Tanya Arjun,cengir kuda.


"Tinggalkan saja,aku tidak pernah mencintai Rika sepenuhnya. Menjalin hubungan dengan Rika, sekedar balas dendam samata". Jawab Kaizam, melempar bola basket ke arah Leo.


"Ryan,jangan lupa dengan tugasmu. Kakakmu seorang dosen, keluar masuk dari kantor kampus. Aku ingin Camelia, mendapatkan nilai jelek dan kalau perlu skripsinya nanti di tukar. Aku tidak sabar melihat Camelia, sia-sia belajar dan tidak lulus". Ucap Leo, tersenyum smrik ke arah Ryan yang memasukkan bola basket ke gawang.


Ryan,melirik ke arah Leo dan mengacungkan jempolnya. Mereka tidak tahu apa-apa,ada seseorang yang tengah mengawasi mereka dan merekam percakapan yang di bahas

__ADS_1


__ADS_2