
Acara pesta ulangtahun JJ Abrams, kembali meriah sesuai keinginan mereka. Seakan-akan tidak terjadi apa-apa, padahal masalah yang di lewati lumayan besar.
Ardan, kebingungan melihat sikap Tuan JJ Abrams kembali normal. "Tidak masuk akal, jampi-jampi apa yang di mantra oleh Camelia. Baru berjalan 10 menit, mereka berdua turun ke bawah dengan raut wajah bahagia.Hebat sekali Camelia,dalam sekejap meluluhkan hati Tuan JJ Abrams". Gumamnya pelan, menghabiskan secangkir minuman di tangannya.
Bergabung bersama istri-istrinya, tengah berjoget bersama yang lainnya. Dikediaman semakin ramai,banyak yang ikutan merayakan ulangtahun JJ Abrams.
"Apakah mau berdansa dengan ku?" Camelia, mengulurkan tangannya di hadapan JJ Abrams.
JJ Abrams,sontak terkejut melihat sikap Camelia membungkukkan sedikit badannya. Meninggalkan seseorang yang di ajaknya berbicara tadi, sekedar membahas bisnis kecil.
"Tentu,nona manis". Jawabnya, menyambut uluran tangan Camelia.
Alunan musik dansa sudah di mulai, sepasang kekasih mulai berdansa. Tak lupa di iringi lainnya, Ardan sudah pasti silih berganti dengan istri-istrinya tak mau kalah.
Cukup lama menari bersama, akhirnya mereka menikmati hidangan yang disajikan.
Camelia,membawa JJ Abrams ke suatu tempat. Ketika pintu terbuka, baru beberapa langkah masuk kedalam. Kelopak bunga mawar, berjatuhan persis seperti dulu yang dilakukan untuk Camelia. Ruangan tersebut di hiasi,lilin dan bermacam-macam bunga mawar. Sangat romantis sekali, JJ Abrams kagum melihatnya di tambah lagi. Dia tidak mengetahui sama sekali, rupanya Camelia menyiapkan semuanya dengan rapi.
Mereka berdua menikmati makan malam bersama, setelah selesai. Barulah Camelia,membawa JJ Abrams ke sungai dan naik perahu.
Melihat pemandangan di malam hari,di atas langit beribu-ribu bintang berkelap-kelip.
JJ Abrams, senyum-senyum apa yang di lakukan Camelia kepadanya. "Apa kita akan tenggelam di tengah, seperti dulu". Bisik JJ Abrams, tak sabar mencicipi bibir manis sang kekasih.
"Hahahaha... Ayolah,aku tidak ceroboh seperti anak buahmu". Kekehnya Camelia, merasakan geli di bagian lehernya. JJ Abrams, mencium seluruh lehernya di tempat terbuka.
"Aaahhh...Jangan seperti ini,aku malu loh". Camelia, mendorong kepala JJ Abrams. Astaga! Apakah dia tidak risih,anak buahnya melihat.
"Kalau tidak boleh di sini,ke kamar saja". Goda JJ Abrams, mengecup bibir Camelia.
"Gak! Takut khilaf". Tolak Camelia, tersenyum sambil menangkup wajah JJ Abrams. Nah,nah, ngelantur kemana-mana kan.
__ADS_1
Cukup lama mereka bersenang-senang di atas perahu,malam semakin larut. Camelia, sudah tertidur pulas di pangkuan JJ Abrams.
JJ Abrams, mengangkat tubuh kekasihnya menuju kamar. Suasana kediamannya mulai sepi, orang-orang pada pulang ke rumah masing-masing.
Membaringkan tubuh Camelia,di atas ranjang. Menyelimuti seluruh tubuhnya,lalu pergi keluar dari kamar. Mana sanggup dia, harus tidur di samping sang kekasih.
Ada ide cemerlang untuk mengerjai Jhonny,dia memerintahkan kepada anak buahnya mencari botol plastik.
"Bos, untuk apa botol plastik ini?". Tanya merek, kebingungan jadinya.
"Kalian harus mempelajari tentang ini,biar gak di sangka jomblo". JJ Abrams, meletakkan ujung botol ke lehernya. Sungguh hebat, menciptakan sebuah jejak ****** di lehernya.
"Waaahhh...Oh,persis seperti di ****** wanita bos. Makasih banyak bos,kami dapat ilmu baru lagi. Kalau begini caranya, pasti orangtua kami tidak mencurigai jomblo lagi".
JJ Abrams, memandang lehernya di pantulan cermin. Dia sudah menciptakan sebuah jejak ******, Jhonny pasti menduga bahwa Camelia yang melakukannya. Membuat jejak di leher JJ Abrams, lumayan banyak. Padahal semua itu,cuman bohong semata.
Tiba menuju ruang bawah tanah, JJ Abrams tersenyum smrik tak sabar membuat Jhonny kepanasan.
Terlihat jelas senyum merekah di bibir, JJ Abrams. Sengaja melepas kemejanya, memperlihatkan otot-otot tubuh dan perut sixpack.
Mata Jhonny, tertuju pada leher JJ Abrams banyak sekali jejak di sana.
"Kalian bawa makanan itu,lalu berikan kepada mereka. Menunggu satu hari,atau dua hari akan menikmati hukuman dariku. Makanlah makanan itu,kenapa terkejut melihatnya? Tenang saja,aku sengaja memberikan makanan enak,karena hari ini adalah ulangtahun ku. Cuman hari ini,aku berbaik hati kepada kalian". JJ Abrams, memberikan kode untuk anak buahnya.
Sebuah kotak nasi lengkap dengan sayur dan ayam bakarnya, satu-persatu di berikan untuk mereka.
"Kenapa Jhonny,kau menatap ku seperti itu? Oh, apa jangan-jangan melihat tanda ini". JJ Abrams,malah memperlihatkan lehernya lebih jelas.
"Cuiihh...Kau malah bersenang-senang dengan wanita lain, tetapi Camelia tengah diculik. Kau pengkhianat JJ Abrams,bajingan kau!". Bentak Jhonny, amarahnya sudah mendidih.
"Hahahhaa...Aku pengkhianat,pria bajingan? Hahahaha.... Tidak salah,apa kau mengatai dirimu sendiri?Aku lupa mengatakannya, sebenarnya kekasihku Camelia tidak diculik oleh siapapun. Melainkan dirinya pergi meninggalkan ku, sekedar untuk mengerjai di ulangtahun saja. Jejak di leherku ini,dia lah yang membuatnya. Bagaimana Jhonny, sangat indah bukan? Aku yakin sekali, Camelia belum pernah menciptakan jejak di leher mu. Ssshhhhttt...Dia sangat ganas sekali,di atas tubuhku". JJ Abrams, sedikit mendesis dan menatap Jhonny.
__ADS_1
"Cuiihh...Kau brengseeekk...! Camelia,mana mungkin melakukan hal itu. Kau berbohong JJ Abrams, lepaskan aku!". Teriak Jhonny, sorotan matanya memerah manahan amarah.
"Terserah kamu,kalau tidak percaya. Oh,aku ingin menemui Camelia di dalam kamar ku. Malam ini,dia akan memberikan kado spesial untuk ku. Apa lagi,kalau bukan bercinta". Kedip mata JJ Abrams,berbalik badan dan melangkah pergi.
Jhonny, mengepalkan kedua tangannya. Tidak percaya sepenuhnya,jika Camelia mau di sentuh oleh JJ Abrams.
"Aaarghhh...Sialan, aku terjebak di jeruji besi ini! Sial,sial". Gerutu Jhonny, merasakan sakit di bagian kakinya.
"Kakimu tidak apa-apa, Jhonny? Apakah kamu masih mencintai, Camelia?". Tanya Jordan, penasaran dengan jawaban Jhonny.
"Aku baru tau,jika Camelia pernah memiliki hubungan lebih dari sebatas paman dan keponakan". Sahut Li Yun.
"Memangnya Camelia, tidak pernah bercerita tentang aku dan dia?". Tanya Jhonny, dengan tatapan tajam ke arah Li Yun.
"Tidak ada" Jawab Li Yun, mengangkat kedua bahunya."Berarti dugaan kita benar,jika Camelia tidak di culik oleh siapapun. Sialan,gak jadi keluar dari sini". Gerutunya,berdecak kesal.
"kalau Camelia, sudah ada di sini. Esok atau lusa, apakah Camelia akan memberikan kita hukuman?". Tanya Rey, sudah gelisah gusar.
"Mana mungkin Camelia, melakukan hal itu kepada kami pamannya sendiri. Kalau kalian jangan ditanyakan lagi, pasti di hajar habis-habisan olehnya". Sahut Jordan, tersenyum smrik.
"Hahahaha...Jangan sok belagu,pak Jordan. Nyatanya kalian jauh lebih keji lagi, sudah pasti Camelia akan memberikan pelajaran setimpal untuk kalian. Camelia, tidak memperdulikan kalian adalah pamannya sendiri". Li Yun, menyunggingkan senyumnya.
Prok!
Prok!
Prok!
Seorang wanita cantik, berjalan menghampiri jeruji besi mereka sambil bertepuk tangan.
Deggg...
__ADS_1