SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Permainan


__ADS_3

Satu persatu lawan gugur,tinggal lah JJ Abrams, Markus dan Down.


Sedari tadi Down, bersemangat untuk bermain dan tersenyum sumringah ke arah JJ Abrams. Aku akan memenangkan permainan ini,tidak sabaran berdansa dengan pujaan hati ku.Batinnya.


Ck, tidak akan aku biarkan begitu saja. Mr.Down,kau tidak tahu bagaimana licikku.Batin JJ Abrams, menyunggingkan senyumnya.


Mereka berdua kenapa? Saling menatap tajam,oh mereka merebut nona Camelia. Lalu, bagaimana perasaan mereka jika aku yang berdansa dengan wanita penyihir itu. Aku yakin sekali, Tuan JJ Abrams maupun Mr.Down cuman memendam iri dan amarah.Batin Markus, sesekali membuat dua orang ini kesal.


Alunan musik terus menggema, mereka bertiga harus merebut satu kursi di depan. Orang-orang bersorak-sorai gembira, menunggu siapa pemenangnya.


"Ayo!Ayo!Ayo!". Mereka serempak bertepuk tangan. suasana semakin tegang,tak sabar menunggu momen tersebut.


Dalam beberapa detik lagu akan berhenti, mereka bertiga siap-siap agar tepat waktu duduk di kursi tersebut.


Satu...Dua...Tiga...


Markus,menarik kursi dengan kecepatan tangannya. Namun JJ Abrams, menendang kursi tersebut. Down, langsung menendang lawan arah. Akibat kekerasan menendang, kursinya penyok dan terlempar jauh. Mereka terkejut melihat Camelia,duduk di kursi tersebut.


"Seri... Tidak ada yang menang". Ucap Camelia, dengan santainya. "Tidak ada yang berdansa dengan ku, tetapi aku akan mengajak salah satu dari kalian berdansa". Camelia, menepuk tangannya 2x.


"Sudah pasti aku,yang lebih dulu mengajak nona berdansa". Kata Down, merapikan pakaiannya.


"Ck, aku lah yang di pilih karena aku suami Camelia. Jangan besar kepala Mr.Down takutnya tersungkur ke lantai". JJ Abrams, tersenyum manis ke arah Camelia.


"Aku,aku, tidak tau". Kata Markus,kikuk ketika JJ Abrams menatap tajam ke arahnya.


"Hmmmmm....Tapi, aku tidak mood memilih kalian bertiga. Bos Ardan, ayo kita berdansa". Camelia, mengulurkan tangannya dan langsung di sambut hangat oleh Ardan.


"Ayo, kita berdansa istri-istri ku". Ejek Ardan, menyunggingkan senyumnya.


JJ Abrams dan Down, terperangah melihat Ardan di kelilingi 5 wanita cantik sekaligus.


"Musik,mulai!". Teriak Ardan, begitu bersemangat untuk memanasi perasaan JJ Abrams dan Down.


Alunan musik DJ menggema, mereka semua menikmati musik. JJ Abrams, langsung bergabung dengan istri tengah asyik berjoget bersama.

__ADS_1


Camelia, diam-diam meninggalkan tempat tersebut. Dia berjalan menuju toilet, akan tetapi di ikuti oleh Muna dan Daira.


Berpura-pura Camelia, masuk kedalam toilet dan menyiram kloset. Setelah selesai, barulah keluar dan mendapati dua wanita yang menunggu dirinya.


"Gara-gara kamu, suamiku tergila-gila ingin memiliki mu". Muna, mendorong tubuh Camelia.


"Ck,jadi wanita sok kecantikan sekali. Bangga dengan rayuan mu itu, sudah memiliki JJ Abrams. Kamu itu,bukan level tertinggi Camelia dan tidak pantas bersanding dengan JJ Abrams". Daira, memajukan badannya ke arah Camelia.


"Kata siapa,aku tidak pantas untuk JJ Abrams? Sepertinya otak kalian geser deh, nyatanya Mr.Down tergila-gila denganku. Sudah beberapa kali, mengajakku berdansa dan mengirim pesan rayuan mautnya. Ayolah,kalian mana mampu seperti ku". Camelia, cekikikan menahan tawanya.


Muna dan Daira,semakin geram di buat Camelia. Ingat sekali memberikan pelajaran, tetapi takut jika ada seseorang yang melihat aksi mereka.


"Sayang,kamu di sini". JJ Abrams, tiba-tiba datang dan menarik tangan Camelia ke dalam pelukannya. "Jika kalian berdua macam-macam dengan istriku, siap-siap kehilangan kepala". Ancam JJ Abrams.


Muna dan Daira, langsung ciut nyalinya. Mereka mengundurkan langkah.


"Mereka berdua tidak melakukan apapun terhadap ku, sayang. Malah baik loh, memberitahu dimana toilet". Camelia, langsung membela mereka berdua.


Muna dan Daira, terkejut mendengar ucapan Camelia yang menyelamatkan nyawa mereka.Namun, Camelia tersenyum sumringah seperti ada sesuatu yang di rencanakannya.


"Daira,aku sudah bilang sama kamu tadi. Lakukan apapun,agar JJ Abrams menjauh dari istrinya. Cuman seperti itu, tidak bisa melaksanakan tugas dariku". Down,nampak marah kepada sepupu istrinya.


"Aku tidak bisa berkutik apapun, Markus dan Morgan. Mereka berdua menghalangi jalan ku untuk mendekati, JJ Abrams. sebisa mungkin mencari celah, lagi-lagi di halangi istri-istrinya Ardan". Daira, sudah melakukan tugasnya.


"Sudahlah suamiku, untuk apa semua itu? Apa kurangnya aku, sampai nekad memiliki Camelia istri rekan bisnis mu". Muna, merasakan sakit hati. Ketika sang suami ingin menikah lagi, tapi merebut istri orang lain.


"Kau tidak tahu apa-apa,sayang. Aku akan memiliki Camelia, seutuhnya. Aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama,dia sangat berbeda dengan wanita lain". Down, terang-terangan menyatakan perasaannya kepada Camelia. Tepat di hadapan Muna, sungguh menyayat hatinya.


Muna, mengigit bibir bawahnya tak kuasa menahan air matanya. Dia bergegas meninggalkan suaminya, harus pasrah apa yang di inginkan suaminya itu.


Down,masuk kedalam kamar dan melepaskan pakaiannya. Meskipun berumur 45 tahunan,jiwanya masih terlihat muda. Memiliki badan kekar, postur tubuh yang bagus dan kaya raya.


Klik...


Down, terkejut mendengar seseorang mengunci pintu kamar dan langsung berbalik badan. Cahaya samar-samar memperlihatkan seorang wanita, rambut panjang terurai bebas. Kebingungan siapa yang masuk, sedangkan Muna rambutnya tak sepanjang itu.

__ADS_1


"Siapa kamu? Jangan sembarangan masuk dalam kamar ku!". Down, langsung menegur wanita itu. "Jangan macam-macam dengan ku,jika tak ingin melayangkan nyawa".


Wanita itu,masih tak bergeming untuk berbalik badan ke arah Down. "Hihihihih...!".


Deg!


Bulu halus Down, seketika merinding mendengar cekikikan tertawa yang menyeramkan itu. Dia berlahan-lahan mendekati wanita itu,karena sangat penasaran.


"Berbalik badan lah,jangan main-main dengan ku!". Teriak Down, sebenarnya takut jika setan beneran.


"Hihihihihi...Aku berbalik Mr.Down".


Deg!


Down, melonjak terkejut melihat sesosok wanita yang di inginkan. "Camelia,kau kah itu?".


"Iya, ini aku". Jawab Camelia, menyeringai tajam.


Down, tersenyum merekah melihat Camelia berada di dalam kamarnya. "Benarkah, kenapa masuk ke dalam kamar ku? Sedangkan tadi,kamu enggan mendekati ku. Oh,apa karena kamu malu sayang? Sinilah sayang, berbaring di samping ku. Tenanglah sayang,aku akan membuat dirimu terus mende-sah dan berbagai gaya yang aku inginkan".


Down, langsung melepaskan celana panjangnya dan menyisakan boxer saja.


"Hihihihihi... Benarkah, itu". Camelia,mulai mendekati tepi ranjang dengan tatapan menyeramkan.


Sreeet...


"Aaaa...Apa ini? Jarum,apa ini?". Down, terkejut jarum-jarum kecil tertancap pada perutnya.


"Akupunktur sayang, nikmatilah sensasi berbeda". Camelia, mengundurkan langkahnya dan hilang di balik kegelapan.


"Aaaarrgghh... Camelia! Bantu aku, Camelia! Jangan tinggalin aku, Camelia!". Teriak Down, tubuhnya tak bisa di gerakkan.


"Suamiku! Suamiku,bangun!Suamiku!". Muna,mencoba membangun suaminya yang ngigo berteriak-teriak histeris dalam tidurnya.


"Aaaaaaaaa....Ha...Ha..Ha..!". Down, mengatur nafasnya yang ngos-ngosan dan menatap sekitar. Keringat dingin mengucur deras di wajahnya, merasakan jantungnya berdegup kencang.

__ADS_1


__ADS_2