
Camelia, berhati-hati menjahit lukanya sendiri tanpa bantuan seseorang. Tangannya gemeteran merasakan sakit luar biasa,air matanya mengalir terus tak henti-hentinya.
Meli,tak sanggup melihat keadaan Camelia yang memperihatinkan sekali. Dia terkejut mendengar cerita bosnya,ada seseorang yang ingin melenyapkan dirinya ketika di perjalanan. Dia membawa Camelia,ke sebuah penginapan tempat persembunyiannya.
Camelia, menghela nafas lega karena sudah selesai menjahit lukanya dan beristirahat sejenak.
"Kita harus bisa masuk kedalam pertambangan emas yang berada di puncak sana,tapi beberapa penjaga begitu ketat. Cuman daerah situ,aku belum memeriksa dan kemungkinan Tuan JJ Abrams ada". Meli, memperlihatkan sebuah peta menuju pertambangan tersebut.
"Di atas sana sebuah bangunan luas, sejenis pabrik untuk mengelola emas mungkin. Lebih baik kita mengambil jalan sungai, bisa menghindari penjaga juga". Meli, menunjukkan peta sebuah sungai lumayan luas.
"Kondisiku masih lemah, pagi kita akan berangkat ke sana". Ucap Camelia, tidak mungkin untuk memaksa dirinya.
"Baik, permisi mencari makanan untuk nona". Pamit Meli, keluar dari penginapan.
"Jika ada sesuatu yang tidak beres, pergilah jangan kembali ke sini. Jangan memikirkan keadaan ku, selamatkan dirimu saja". Kata Camelia, takut ada seseorang yang mengetahui dirinya di sini.
Meli,keluar dari penginapan dengan hati-hati. Beberapa sepasang mata, memandang ke arahnya itu.
Camelia, segera mengenakan rambut palsu dan tompel di samping bibirnya. Sekedar untuk mengelabuhi saja, siapa tahu ada seseorang yang mengincar dirinya.
Di sepanjang perjalanan tadi, ada melihat beberapa orang bertubuh besar tengah mengawasi sekitar Goa.
Jam dinding terus berjalan, tidak ada tanda-tanda kedatangan Meli. Merasakan ada sesuatu yang aneh, Camelia bergegas meninggalkan penginapan sebelum terjadi sesuatu.
Berjalan seperti orang biasa, Camelia yang waspada dengan sekitarnya. Mata tertuju pada mobilnya tadi,di bakar oleh beberapa orang bertubuh besar. Jiwa penasarannya meronta-ronta, anak buahnya siapa yang mengamuk-ngamuk tersebut.
__ADS_1
"Permisi,kenapa mereka membakar mobil itu? Lalu, mereka siapa?". Tanya Camelia, tersenyum manis.
"Oh, mereka anak buahnya Tuan Trevino. Katanya mencari seseorang, tidak tau siapa". Jawab wanita itu, melirik ke arah Camelia.
Glek!
Pasti ada hubungannya dengan Trevino,atas hilangnya JJ Abrams. Apa jangan-jangan Trevino, mengetahui kedatangan ku. Aaarghhh... Sialan, ucapan selamat datang di Goa ada cctv. Pasti Trevino, mengetahui kedatangan ku ke sini. Aku harus secepatnya,ke pertambangan emas di atas sana. Aku yakin sekali, Trevino mengurung JJ Abrams dan anak-anak ku.Batin Camelia, berjalan melewati beberapa orang dengan santai jangan sampai bergelagat mencurigakan.
Untuk apa Trevino, mengurung JJ Abrams? Apa jangan-jangan meminta JJ Abrams, untuk menikahi Maira? Sialan, jangan sampai aku terlambat datang.Batin Camelia,menatap peta menuju pertambangan emas yang lumayan jauh.
Ada beberapa gerombolan wanita, menaiki motor trak dan segera Camelia mendekati. "Maaf,kalian mau kemana?".
Wanita itu, langsung menoleh ke arah Camelia. "Kami menuju pertambangan emas, untuk bekerja di pabriknya sana. Kami mendapatkan jadwal malam, untuk bergantian dengan lainnya".
Wanita itu, tersenyum manis. "Ikutlah dengan kami,kau akan di bari upah setelah jam kerja selesai. Pekerjaannya enak tidak ada syarat apapun, asalkan rajin bekerja tanpa mengeluh".
Camelia, bersorak-sorai gembira karena rencanakannya berjalan dengan mulus."Terimakasih,aku membutuhkan uang untuk anak-anak ku". Akhirnya Camelia, naik ke atas mobil trak bersama wanita lainnya.
*************************
Sedangkan di dalam pabrik, sebuah ruangan lumayan luas dan banyak orang di sana. Trevino,tengah memutar-mutar botol minuman di meja. "Romantis sekali, istrimu tengah mencari keberadaan mu atau mencari anak-anak kalian. Tuan JJ Abrams,aku tidak bisa memberitahu dimana anak-anak kalian?".
Trevino,jangan main-main dengan istriku. Dia bisa mempercepat kematian mu itu, aku meminta baik-baik dan beritahu dimana anak-anak ku?". JJ Abrams, menatap tajam ke arah Trevino. "Bukan kau saja mendapatkan masalah besar dari istriku, melainkan aku juga. Kita doel satu lawan satu, asalkan anak-anak ku bebas".
"Trevino, seorang JJ Abrams malah takut dengan istrinya. Ckckck....Aku sudah memerintahkan anak buahku, untuk menangkap istri mu dan membawanya kemari. kita lihat,apa yang dia lakukan dengan mu". Sahut Pak Xyil, menyunggingkan senyumnya.
__ADS_1
JJ Abrams, mengambil kunci di meja dan menuju jeruji besi. Bahkan anak buahnya masuk kedalam, sontak membuat yang lain kebingungan. "Lebih baik aku mengamankan diri dari amukan istri ku". Katanya, mengunci dirinya di dalam jeruji besi.
Trevino dan pak Xyil, tertawa terbahak-bahak melihat aksi JJ Abrams yang begitu ketakutan kedatangan istrinya.
"Hahahaha...Tuan JJ Abrams,yang benar saja. Kau malah masuk kedalam jeruji besi,demi melindungi diri. Hahahaha...Kau lucu sekali, bahkan sekali jentik nona Camelia akan berlutut di hadapanku". Ucap Trevino, penuh dengan percaya diri.
"Hmmmmm... Terserah kau saja,aku tidak mau bertanggung jawab nantinya. Berisap-siap untuk menyelamatkan nyawa diri sendiri,aku yakin sekali istriku sudah dekat. Begitu juga, dekat dengan malaikat pencabut nyawa". JJ Abrams, menatap lekat ke arah pintu luar.
Pak Xyil, menoleh ke arah pintu luar cuman ada hembusan angin saja. "Tidak mungkin, istrimu sangat cepat sampai ke atas ini. Bagaimana caranya, melewati para penjaga dan pemeriksaan? Ayolah,jangan menakuti kami ini".
"Aku tidak menakuti kalian,karena aku sudah ketakutan sekali. Trevino, lebih baik bawa anak-anak ku ke sini jangan sampai Camelia mengetahui lebih dulu jika kamu menangkap anak kami. Ini adalah demi kebaikan bersama,kau akan terkena imbasnya nanti. Kalau tidak percaya, tanyakan kepada Ardan, Morgan dan Markus. Mereka jauh lebih tau, bagaimana rasanya berhadapan dengan istriku". Ucap JJ Abrams,masih setia di dalam jeruji besi.
"Tuan JJ Abrams, mereka mana mungkin mempercayainya. Kita berada di sini, menikmati siksaan nona dan menonton secara langsung. Sayang sekali, tidak ada popcorn". Kekeh Jecky, mendapatkan tatapan tajam dari bos besarnya.
"Bagaimana pak Xyil,ada kabar tentang istrinya Tuan JJ Abrams?". Tanya Trevino, merasakan bulu kuduk berdiri mengusap-usap belakang lehernya.
"Tidak ada. Mereka tidak menemukan tanda-tanda kedatangan nona Camelia,tapi mereka sudah menggeledah penginapan dan membakar mobil itu". Jawab pak Xyil, sesekali menghubungi anak buahnya yang berjaga-jaga.
"Kalian tidurlah dengan tenang,kita aman di dalam sini". Perintah JJ Abrams,rasa kantuknya tiba-tiba datang.
Bahkan Trevino mengerjapkan bola matanya,karena ngantuk berat. Begitu juga pak Xyil, beberapa kali menguap dan mengusap wajahnya dengan kasar.
"Sialan, aku kenapa ngantuk sekali?Hoaaam...Apa jangan-jangan ada yang tidak beres ini". Gumam JJ Abrams, mengerjapkan bola matanya dan samar-samar melihat bayangan wanita mendekat. Akan tetapi, JJ Abrams keburu tak sadarkan diri karena ngantuk berat.
Bahkan anak buahnya Trevino dan pak Xyil, serta bosnya terlelap tidur dan saling bersahutan dengkuran nyaring.
__ADS_1