SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Syukuran


__ADS_3

Waktu berjalan begitu cepat, usia kandungan Camelia berusia 7bulan. Nampak jelas perutnya membesar,hari ini JJ Abrams mengadakan syukuran. Sudah 7 bulan kehamilan sang istri, masih tidak diketahui jenis kelaminnya sang sulit dokter Mia mencarinya.


Acara syukuran di adakan mansion Allen,tepat di halaman depannya.


Para tamu undangan Camelia dan JJ Abrams,mulai berdatangan menghadiri acara syukuran tersebut. Namun, JJ Abrams menyediakan kaos biasa berwarna pink dan biru yang bertulisan bagian belakang twins. Para tamu undangan harus mengenakan kaos tersebut, sebelum masuk ke acara syukuran.


JJ Abrams,duduk santai mengawasi anak buahnya membagikan kaos biasa tersebut.


Markus, Morgan, Ardan dan istri-istrinya. Mereka datang secara bersamaan,tak mungkin melupakan momen syukuran Camelia.


"Ardan,ini adalah pakaian kaos biasa untuk mu dan ukurannya sangat spesial sekali". JJ Abrams, menyerahkan pakaian tersebut.


Ardan, memasang wajah masam dan mengambil kaos di tangan JJ Abrams. "Tau darimana ukuran bajuku". Gumam Ardan, menghela nafas beratnya.


"Masalah ukuran bajumu gampanglah, istri mu siap membantu ku". Kekehnya JJ Abrams.


 Bukannya hanya Ardan dengan wajah cemberutnya, melainkan Markus dan Morgan juga.


"Tuan JJ Abrams,apa anda tidak buta warna? Seharusnya yah,pria mengenakan kaos berwarna biru. Bukannya berwarna pink,ini warna untuk wanita". Ucap Markus, geleng-geleng kepalanya.


JJ Abrams, tersenyum sumringah mengenakan kaos berwarna pink dan bertulisan bagian belakang twins. "Aku mau yang beda lah, sesekali pria yang mengenakan baju kaos berwarna pink. Kalau berwarna biru,hal biasa".


"Yah... Ingat-ingat dong, pekerjaan kami apa? Mengenakan pakaian pink ini, jatuh harga diri kami". Kata Morgan, memandang lekat kaos di tangannya.


"Kalau tidak mengenakan kaos ini,jangan harap masuk kedalam". Tegas JJ Abrams, menyunggingkan senyumnya.


Dengan terpaksalah Markus dan Morgan mengenakan kaos tersebut.


"Senyum dong,kalah sama Mr.Down sedari tadi senyum-senyum gak jelas". Kata JJ Abrams,mendelik ke arah mereka berdua.


"Jelaslah bedalah, Mr.Down menyukai istri mu. Apapun yang di lakukan, pasti di turuti demi sang pujaan hati". Sahut Markus, terlihat imut mengenakan kaos berwarna pink yang melekat pada tubuhnya.

__ADS_1


 "Masih untung cuman mengenakan kaos berwarna pink, bagaimana nasib aku dan Ardan? Selama ini,aku masak dan kecipratan minyak panas". Kata Morgan, berkeluh kesah tentang dirinya tersiksa sekali.


"Hmmm... Tanganku juga luka-luka, bahkan melepuh mengangkat kue di oven lupa mengenakan sarung tangan". Ardan,juga ikutan mengeluh.


Morgan dan Ardan, menceritakan Semuanya. Dimana JJ Abrams, memberikan perintah untuk memasak dan membuat cemilannya.


Markus, bergidik ngeri mendengar cerita mereka berdua. Beruntung dirinya tidak terkena imbasnya,akan tetapi was-was takut menjadi target selanjutnya.


Acara syukuran terkesan sangat mewah dan meriah sekali. Para tamu undangan mengucapkan selamat atas kehamilannya, Camelia.


"Nona Camelia, selamat atas kehamilan mu dan kembar lagi. Sangat cantik sekali nona hari ini,gemes ingin mengelus-elus perutmu yang membesar". Kata Down, tersenyum sumringah.


JJ Abrams,sedari tadi berdiri di samping istrinya. Tidak mengizinkan siapapun yang menyentuh perut, Camelia.


 "Ck, Tuan JJ Abrams pelit sama perut istrinya. Mana mau kita sentuh, apa lagi bisik-bisik di perut nona Camelia". Ucap Morgan, menyunggingkan senyumnya.


"Emangnya kenapa, marah? Terserah akulah,ini perut istriku bukan istri kalian". JJ Abrams, tersenyum mengejek ke arah mereka semua.


"Akh cuman bilang, sudah cukup minta,ini, itunya karena kami jadi bahan korban. Kata orang kan,kalau ibu dan ayahnya ngidam pasti anak di dalam kandungannya yang pengen. Benar kan?". Kata Morgan, sontak menjadi bahan tertawa orang-orang sekitar.


"Angguki saja, daripada stres membahas tentang itu". Markus, geleng-geleng kepala karena tidak paham soal mengidam.


Plak!


"Jangan sentuh-sentuh perut istriku, mentang-mentang badanmu bocil suka seenaknya diam-diam mencari kesempatan saja". JJ Abrams, memukul lengan Ardan yang ingin menyentuh perut Camelia.


"Pelit banget sih, siapa tau aku ketularan punya anak kembar. Masa iya, aku punya istri 4 tapi gak ada yang kembar". Ardan, mengelus-elus tangannya terasa perih di pukul JJ Abrams.


 Dwi,tengah mendekati Camelia dan tersenyum manis. "Camelia, selamat atas kehamilan mu. Aku tidak menyangka, jika kamu hamil dan kembar lagi. Terimakasih,atas undangannya loh".


"Sama-sama, Tante. Nikmatilah hidangan yang disajikan,jangan sungkan cicipi rasanya". Camelia, berusaha untuk santai. Matanya melirik sekitar, rupanya tidak ada Kaizam dan Leo.

__ADS_1


"Kapan-kapan mampir kerumah mommy,yah. Anggap saja, memperbaiki kesalahapham di antara kita dulu". Dwi, menyentuh jemari tangan Camelia.


"Psst...Pssstt... Rupanya nona Camelia,punya musuh juga yah". Bisik Markus, samar-samar mendengar pembicaraan Dwi dan Camelia.


"Ck,mana mungkin nona Camelia tidak memiliki musuh". Bisik Morgan,juga.


Dwi, beranjak pergi meninggalkan Camelia yang sibuk bersalaman dengan tamu undangan rekan bisnisnya.


"Tuan JJ Abrams,apa tidak cemburu dengan istrimu. Bukankah mereka rekan bisnisnya, seringkali mengajak meeting dan berpergian kemanapun". Markus, mencoba memancing reaksi JJ Abrams.


"Istriku memang cantik,tapi tak mudah di taklukkan hatinya. Buktinya Mr.Dwon tak mampu mengambil hati istri ku". Jawab JJ Abrams, memandang istrinya dari jarak jauh. Memberikan ruangan untuk rekan bisnis istrinya, mereka tengah berbincang hangat.


"Jelas bedalah Tuan,Mr.Down sudah tua bangka, tidak seperti rekan bisnis nona Camelia. Masih terbilang muda, ganteng,dan tidak kalah dengan kayanya". Timpal Morgan, ikut-ikutan juga.


"Apa kalian buta,hmmm? Lihatlah,tubuh mereka tak kekar seperti ku. Sudah pasti perkasa aku di bandingkan mereka,aku mampu mencetak kecebong langsung dua". JJ Abrams, berkata sombong untuk melawan ucapan Markus dan Morgan.


"Kalian berkumpul di sini rupanya, JJ Abrams istri mu sangat cerdas sekali. Lihatlah, rekan bisnisnya banyak". Kata Down, ikutan bergabung dan menggandeng tangan istrinya.


"Semakin besar pula kepala Tuan JJ Abrams, mendengar pujian dari Mr.Down". Gumam Ardan,masih terdengar oleh Markus dan lainnya.


Nampak jelas dari kejauhan,Daira membawa kado lumayan besar dan mendekati Camelia.


Rupanya JJ Abrams, mengundang mantan kekasihnya ini.Batin Camelia, tersenyum manis.


"Selamat atas kehamilan mu ini,aku datang cuman untuk JJ Abrams. Bukan dirimu loh,kado ini bukan untukmu atau anakmu ini. Melainkan untuk masa laluku,yang masih ada cinta di hatiku ini". Bisik Daira, tersenyum smrik.


"Kau adalah masa lalu suamiku,tapi aku adalah masa depannya sampai maut memisahkan kami. Kasian yah, mantan gagal move on. Mana mantan nikah, mau punya anak lagi. Idiiih... Niat untuk jadi pelakor, emangnya bisa merebut suamiku?". Kedip mata Camelia.


Daira, mengepalkan tangannya dengan kuat. "Ck,jangan sombong kamu Camelia. Aku bisa melakukan apapun, termasuk menyakiti mu". Ancam Daira,namun Camelia tidak takut sama sekali.


"Mas sih? Auu...Aku Takut sekali,". Ejek Camelia, memiringkan kepalanya ke samping.

__ADS_1


"Daira,ayo pergi". Bisik Muna, menarik lengan Daira dan pergi menjauh dari Camelia. Muna,takut jika Daira gelap mata dan berbuat tak wajar di depan umum.


__ADS_2