
"Sayang,kau bukan penyihir jahat kan?" Tanya JJ Abrams, seperti anak kecil yang polos.
Camelia, terkejut mendengar ucapan sang kekasihnya dan menyipitkan bola matanya.
"Maksudnya apa ini?". Tanya balik Camelia,masih memantau sampai mana JJ Abrams berbicara melantur kemana-mana.
"Itu,kamu bukan penyihir jahat yang bisa menggunakan sihirmu untuk mengutuk seseorang atau seperti hantu. Maaf,aku menyinggung perasaan mu". JJ Abrams, menggaruk-garuk pelipisnya.
"Oh, jadi mereka yang sudah mengatai ku macam-macam. Awas mereka berdua,aku habisi sekarang juga!" Camelia, langsung mendorong tubuh JJ Abrams untuk di lewati.
"Sayangku, tunggu dulu! Jangan seperti ini,aku cuman ingin tau saja. Kamu benar-benar penyihir jahat,atau tidak". JJ Abrams,mencekal lengan Camelia.
"Kau percaya dengan ucapan mereka,ha? Aku bukan penyihir jahat, seperti hantu yang kamu katakan. Aku manusia JJ Abrams,manusia!". Bentak Camelia, lumayan keras dan menatap tajam ke arah kekasihnya.
"Sayang,aku minta maaf kepada mu karena... Tunggu,kau mau kemana?". JJ Abrams, secepatnya mengikuti langkah kaki Camelia. Astaga! Aku sudah melakukan kesalahan besar, seharusnya tidak berkata seperti tadi. Aaarghhh...semua ini, gara-gara mereka berdua dan mempengaruhi pikiran ku.
Camelia, calingukan melihat benda yang ingin di gunakan. Kebetulan sekali,ada samurai yang di panjang di dinding. Di langsung mengambil samurai,tanpa memperdulikan JJ Abrams membujuknya. "Kebetulan sekali,aku membutuhkan mu". Gumamnya pelan, menyeringai tajam ke arah samurai koleksi JJ Abrams.
Morgan dan Ardan, secepatnya berlarian dan bersembunyi dari kejaran Camelia yang mengerikan sekali.
"Astaga! Kau apakan samurai ku sayang,itu sangat tajam". JJ Abrams, panik melihat aksi kekasihnya itu tanpa takut terluka pun.
Anak buahnya JJ Abrams, Morgan dan Ardan tak bisa berkutik apapun lagi. Melihat Camelia,membawa samurai dengan sedikit berlarian. Mereka masing-masing mengamankan diri,takut kena imbasnya.
"kemana kalian berdua,ha? Jangan bersembunyi dariku,ayo buruan keluarkan kata-kata kalian. Dimana kalian berdua, sudah mengatai ku penyihir jahat! Buktikan keberanian kalian,sekali berbicara mengatai ku macam-macam. Akan aku penggal kepala kalian masing-masing,keluar!". Teriak Camelia,membuka setiap ruangan dan mencari sangat teliti.
"Sayang,jangan seperti ini? Lepaskan samurai itu, sangat bahaya sekali untuk mu. Dengarkanlah aku sayang,aku tidak bermaksud menyinggung perasaan mu. Ayolah, jangan marah-marah dan kita selesaikan baik-baik. Aku percaya dengan mu,kalau kau adalah manusia calon istri ku". JJ Abrams, berlahan-lahan mendekati kekasihnya dengan sigap mengambil alih samurai di tangan Camelia.
__ADS_1
"JJ, kembalikan samurai itu! Aku harus memberikan pelajaran kepada mereka, sudah mengatai ku penyihir jahat. Akan aku kabulkan perkataan mereka, bagaimana aku mengeluarkan sifat jahat ku di depan mata mereka sendiri!". Bentak Camelia, dadanya kembang kempes menahan diri.
"Hussssttttt....Cup...Cup... Tenangkan dirimu sayang, wajar mereka mengatai macam-macam. Kamu sudah melakukan tak wajar kepada, Morgan. Itunya loyo gak bisa tegak,apa yang sudah kamu lakukan?". JJ Abrams, memeluk erat tubuh Camelia dan mengelus lembut rambut yang.
"Kau menyebalkan sekali, JJ Abrams!". Camelia,geram kepadanya dan langsung mencubit Perutnya.
"Aaauukk... Ssshhhhttt....Auuukk...Ampun sayang,sakit!". JJ Abrams,menahan cubitan kecil dari kekasihnya sendiri.
Morgan dan Ardan, mengintip dari kejauhan dan bergidik ngeri melihatnya. Tidak terbayangkan, bagaimana sakit di cubit bagian perut.
"Bawa mereka ke ruangan bawah tanah,aku akan memberikan pelajaran kepada mereka. Kau harus menuruti perkataan ku, JJ Abrams!". Ancam Camelia, melepaskan cubitannya.
Mau tak mau, JJ Abrams mengangguk pasrah dan meminta Morgan dan Ardan mengikuti ke ruangan bawah tanah.
Awalnya Morgan dan Ardan, enggan untuk mengikuti perkataan JJ Abrams. Akan tetapi, JJ Abrams menyeret mereka berdua seperti karung beras.
"Masuk! Kau juga, masuk ke dalam!". Perintah Camelia,kepada JJ Abrams sedari tadi di pintu jeruji besi.
"Sayang, yang benar saja aku dan mereka masuk kedalam penjara ini? Ayolah, kita selesaikan dengan kepala dingin". JJ Abrams, tersenyum dan membujuk Camelia.
"Jangan harap aku luluh, cepat! Masuk sana,masuk!". Camelia,geram dengan sikap JJ Abrams dan mendorong masuk kedalam.
Camelia, langsung memasang rantai dan menggembok jeruji besi dan membiarkan mereka bertiga terkurung di dalam.
"Nona manis,aku meminta kamu mencabut kutuknya. Aku tidak sanggup melihat punya ku loyo,kaya terong layu tak bisa di masak lagi. Ini aset kebanggaan ku nona, kau sudah mematahkan kebanggaan ku. Hiks...Hiks...Aku mohon nona manis,jangan jadikan aku sebagai mantan casanova". Morgan, memohon-mohon dan berlutut dihadapannya Camelia.
"Benar sekali, aku meminta nona Camelia mencabut kutukan mimpi buruk ku. Setiap kali tertidur, pasti mendapatkan mimpi begitu menyeramkan. Aku mohon nona, cabut kutukan itu". Ardan, langsung memohon juga.
__ADS_1
JJ Abrams, kebingungan harus memohon apa kepada sang kekasihnya itu. Dia menatap iba kepada Camelia, meminta untuk dikeluarkan.
"Sayang,kamu tidak benar-benar serius kan? Mengurung diri ku ini, bukankah aku yang kamu cintai. Sayang, bebaskan aku dari sini. Aku tidak salah apapun, mereka yang salah sayang. Tidak masalah jika mereka di kurung, beberapa hari juga gak papa". Rengeknya JJ Abrams, merentangkan kedua tangannya dan memasang wajah sedihnya.
Morgan dan Ardan, terperangah melihat sikap JJ Abrams begitu aneh sekali.
"Tetap tidak mau, kau harus di hukum karena mempercayai ucapan mereka". Camelia, tersenyum smrik dan melambaikan tangannya.
"Maaf,aku tidak mempercayai ucapan mereka cuman penasaran sayang. Kalau pun,kau benar penyihir jahat dan memiliki sihir. Ketahuilah cinta dan sayangku,tak akan hilang dan tetap untukmu". JJ Abrams, memajukan bibirnya ke depan.
"Kau ingin tau,kenapa aku mengutuk Morgan?". Tanya Camelia, mengelus lembut pipi JJ Abrams. Sang empunya cuman mengangguk pasrah, merasakan halusnya tangan Camelia.
Glek!
Morgan, sudah gelisah gusar karena tatapan Camelia. Pasti Camelia,akan mengatakan sebenarnya dan JJ Abrams marah langsung pastinya.
"Dia ingin menyentuh ku, menikmati tubuh ini". Bisik Camelia,namun masih terdengar oleh Morgan dan Ardan. "Makanya aku melakukan miliknya itu,tak bisa bangun selama satu bulan". Sambungnya lagi, membuat Ardan menutup mulutnya karena syok berat.
"Ha! Kau habislah Morgan,di lahap Tuan JJ Abrams. Aku tidak ikutan, tidak bisa menyelamatkan diri mu". Kata Ardan, mengundurkan langkahnya.
JJ Abrams, berbalik badan ke arah Morgan yang sudah di pojokan. "Tuan JJ Abrams,aku cuman tes kesetiaan kekasihmu. Aku salut dengan nona manis,dia setia dengan mu tidak berniat untuk menduakan mu. Cuman itu saja, percayalah". Morgan, langsung membela dirinya untuk mencari aman dulu.
"Kalau Ardan,dia mengatai mu karena lemah. Cuman mengancam doang, nyatanya omong kosong belaka". Kata Camelia, mengedipkan matanya ke arah Ardan.
Glek!
"Morgan!Ardan!". Teriak JJ Abrams, menggeretakkan giginya dengan keras. Bagaimanakah,nasib mereka berdua di tangan JJ Abrams?.
__ADS_1