SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Rumah Sakit


__ADS_3

Arjun dan teman-temannya,keluar dari mobil dan memanjat pohon. Mobilnya tiba-tiba tak bisa hidup, tergesa-gesa keluar dan mengamankan diri masing-masing.


Bruaakkkkkkk...


Bruaakkkkkkk...


Beberapa kali, Camelia menabrak mobil Arjun di pinggir jalan dan masuk ke dalam got. Dia tertawa terbahak-bahak melihat Arjun dan teman-temannya berada di atas pohon.


"Camelia,kau tidak waras! Terang-terangan ingin membunuh kami,sialan kau!". Teriak Arjun,dia sangat ketakutan melihat seringai tajam Camelia.


"Benarkah? Apa kau terpesona dengan ketangguhan ku, terang-terangan memberikan pelajaran kepada kalian. Ayolah, kalian memang pria pengecut" Camellia, mengacungkan ibu jarinya ke bawah.


Arjun dan teman-temannya, begitu marah karena Camelia meremehkan mereka di hadapannya langsung.


"Brengseeekk... Tunggu pembalasan kami!" Teriak mereka, menjulurkan lidahnya.


Camelia, calingukan mencari sesuatu untuk menyusun rencananya. Ada senyuman merekah di bibir, tertuju pada sarang tawon di atas pohon tak jauh dari mereka.


Arjun dan teman-temannya, syok melihat aksi Camelia.


"Camelia, jangan lakukan itu! Aku mohon Camelia, maafkan kesalahan kami". Pinta Arjun, menggeleng kepalanya.


Camelia, menancapkan gas mobilnya dan menabrak pohon tersebut beberapa kali. Pada akhirnya sarang tawon,jatuh dan hancur.


"Aaaaaaaa....!" Mereka berteriak histeris melihat tawon,mulai berterbangan ke arah mereka.


Seseorang Camelia, sudah meninggal tempat tersebut dengan perasaan senang.


Mereka bergegas turun dari atas pohon,berlari secepat mungkin. Namun apa daya,ratusan tawon menyerang mereka dalam hitungan detik.


"Aaaaaaaaa....Arjun! Tolong aku! Arjun!". Pekik seorang wanita menjerit-jerit meminta pertolongan kepada, Arjun. Tubuhnya di sengat tawon, apa lagi mengenakan pakaian kurang bahan.


"Aaaaaaa....Aaaaa..!


Byurrrrrr...


Ketika mereka menemukan kolam, secepatnya melompat ke air dan menyelam sampai tawon menghilang.


Cukup lama mereka di dalam air, memberanikan diri menongolkan kepala dan calingukan melihat sekeliling.

__ADS_1


Wajah mereka tak berbentuk lagi, bentol-bentol bekas sengatan tawon dan terasa nyeri.


"Rrrggghhh....!".


*******************


Leo,membawa kiki masuk ke rumah sakit. Di temani Kaizam dan Rika, lagi-lagi mereka di temukan dengan seorang wanita duduk manis di kursi.


Camelia, tersenyum manis dan melambaikan tangannya.


Rika, terkejut melihat Camelia yang ada di rumah sakit. "Kau seperti hantu". Kata Rika, melewati Camelia.


Rupanya Camelia, pergi ke rumah sakit menjenguk keadaan nenek Sandra yang di rawat. Kondisinya semakin parah saja, bahkan tak bangun-bangun sudah beberapa hari.


Leo, begitu khawatir dengan keadaan Kiki masuk kedalam ruang UGD. Dia mengusap wajahnya dengan kasar, menemui Camelia tengah bersantai.


"Semua ini gara-gara kamu,Camel! Kalau kekasih ku terjadi apa-apa, kau harus bertanggung jawab"Menunjukkan jarinya tepat di depan, Camelia.


"Benarkah? Aku cuman mengikuti permainan kalian,dimana kalian mengerjai ku dengan melempar tanah lumpur. Lalu,kalian anggap itu bersenang-senang. Nah,aku pun sama Leo. Aku tadi cuman bersenang-senang,kenapa lawanku marah? Tadi aku tidak marah,ketika kalian sok belagu". Ucap Camelia, begitu santainya.


Leo, mengepalkan kedua tangannya dan ingin sekali memukul wajah Camelia. "Kau wanita licik, tidak punya hati!".


Leo, menghela nafas beratnya dan meninggalkan Camelia. Mau bagaimana juga, dia akan kalah melawan Camelia.


Kaizam,menepis tangan Rika yang ingin bergelut manja dengannya. "Jangan menyentuh ku, Rika" Membentak Rika, dengan cara berbisik.


Mau bagaimana lagi, Kaizam mempertahankan hubungan mereka karena ancaman Rika. Kaizam, terpaksa mengundur waktu sementara dan mencari tau dimana letak video yang di simpan Rika.


"Ingat Kaizam,kau harus menuruti kemauan ku dan berkata lemah lembut. Kalau tidak,aku tak main-main dengan ancaman ku". Rika,tak mau kalah dengan Kaizam yang semena-mena terhadapnya. Kaizam, mengusap wajahnya dan harus tunduk kepada Rika yang mengendalikan dirinya saat ini.


Di sisi lain, Kaizam tak akan tinggal diam. Cepat atau lambat,dia bisa meninggalkan Rika tanpa ada ancaman apapun. Untuk saat ini, bersabar dan mengikuti permainannya.


Camelia,masih betah berlama-lama di rumah sakit karena ada sesuatu yang ingin di ketahui nya.


Sesekali Leo, Kaizam dan Rika melirik ke arah Camelia yang duduk santai.


Pintu ruangan UGD terbuka lebar, seorang dokter keluar dan menemui mereka. "Maaf,dimana keluarga korban?" Tanya dokter tersebut, calingukan mencari seseorang yang lebih tua.


"Maaf, dok. Keluarga korban masih di jalan,saya adalah kekasihnya dan temannya juga" Jawab Leo, sebenarnya mereka belum menghubungi kedua orangtuanya Kiki.

__ADS_1


"Korban mengalami luka ringan dan syok berat apa yang di alaminya. Beberapa menit kemudian, kemungkinan akan sadarkan diri. Satu lagi..". Dokter, menghentikan ucapannya ketika orangtuanya Kiki datang.


Leo dan Kaizam, terkejut melihat kedatangan kedua orangtuanya Kiki karena mereka tidak memberitahu apa-apa. Dari kejauhan terlihat Camelia, melambaikan tangannya dan mereka tau siapa pelaku sebenarnya.


"Dokter, bagaimana keadaan anak kami?" Tanya seorang pria yang sudah berumur,namun terlihat masih gagah.


"Iya,dok. Bagaimana keadaan anak kami? Dia tidak kenapa-kenapa,kan dok?" Tanya seorang wanita yang tidak muda lagi, terlihat panik mendengar anaknya masuk kedalam rumah sakit.


"Leo, Kaizam, kenapa tidak memberitahu kepada om dan Tante? Kiki adalah anak kami, sudah sewajarnya kami di beritahu terlebih dahulu". Bentak ayahnya Kiki, nampak kecewa dengan Leo.


"Om Gito, Tante Riri, maafkan kami tidak memberitahu kalian karena takut mengkhawatirkan keadaan Kiki" Kaizam, langsung angkat bicara karena Leo sudah panik sedari tadi.


"Leo, Tante sudah mempercayai kepadamu sepenuhnya untuk menjaga Kiki. Nyatanya mana,ha? Kamu tidak memberi kabar,jika Kiki masuk rumah sakit. Memangnya apa yang terjadi, Leo, Kaizam?" Tanya Riri,ibu kandungnya Kiki matanya menatap tajam ke arah mereka.


"Maaf, bisakah kalian tenang? Ini adalah rumah sakit, selesaikan masalah di tempat lain". Dokter, langsung menghentikan pertikaian mereka.


"Baik,dok. Maafkan kami sudah membuat keributan,jadi bagaimana dengan anak kami?" Tanya Gito, menghawatirkan anak bungsunya itu.


"Keadaan pasien baik-baik saja, cuman mengalami luka ringan dan syok. Satu lagi, pasien tengah hamil". Ucap sang dokter, membuat yang lainya syok mendengar.


"Hamil!". Ucap mereka bersamaan, rupanya tidak percaya dengan kehamilan Kiki.


"Iya,pasien tengah hamil dan usia kandungannya beberapa minggu". Dokter, mengulangi ucapannya dan memberitahu usia kandungan Kiki.


Deg!


Leo, bersandar pada dinding mendengar sang kekasih hamil.


"Bajingan,kau!". Gito, langsung naik pitam dan memukul wajah Leo.


Bughhh...


Kaizam, langsung sigap menahan ayah Kiki yang menghajar adiknya itu. "Om,tenang dulu! Kita selesaikan secara baik-baik,jangan emosi".


"Hentikan,jangan membuat keributan di rumah sakit". Riri, langsung menghalangi suaminya itu.


Gito, benar-benar marah kepada Leo karena dia adalah kekasih anaknya. Sudah pasti Leo, pelaku atas kehamilan Kiki.


Keadaan rumah sakit mulai ricuh, melihat keributan yang terjadi. Dokter, terus-terusan menasehati mereka untuk tenang.

__ADS_1


__ADS_2