
"Aku sudah menggugat perceraian kita". Ucap Rika, membuang muka ke arah lain. Tak sanggup memandang wajah Kaizam,tak ingin menumpahkan air matanya kepada pria yang menyakitinya itu.
"Yakin,kamu ingin bercerai dengan ku? Ck,jangan omong kosong belaka Rika. Palingan mau memancing reaksi ku kan,biar kasian dan memanjakan mu lagi". Kaizam, menyunggingkan senyumnya.
"Tidak. Aku yakin dengan pilihan ku, setelah akta perceraian kita keluar. Aku akan pindah kampus, meninggalkan semuanya". Rika, memejamkan matanya sekilas merasakan dadanya sangat sesak sekali.
Kaizam,menatap wajah Rika masih tidak percaya sepenuhnya. "Baiklah,jika itu mau mu. Lagipula aku tidak berniat memiliki seorang istri seperti mu,ck".
"Semoga kamu bahagia, Kaizam. Mendapatkan seorang wanita yang mencintaimu, lebih dariku yang sekarang. Aku memang mencintai mu,tapi melepaskan mu adalah yang terbaik". Rika, menyeka air matanya mengalir tak sanggup menahannya lagi.
"Tentu saja, kau tidak perlu mengkhawatirkan tentang itu. Aku tampan,mapan, memilih segalanya dan mudah mendapatkan wanita idamanku". Kedip mata Kaizam, tidak ada rasa kasian kepada Rika.
Rika, menyunggingkan senyumnya mendengar ucapan Kaizam begitu sombong sekali. "Kaizam, kau bisa berkata seperti itu. Tetapi, kemudian hari kamu akan mendapatkan karmanya atas perbuatanmu. Berhati-hati dalam ucapan mu itu,karena aku yang pertama mentertawakan diri mu ketika dalam keterpurukan".
"Hahahaha... Hahaha...". Kaizam, tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Rika. "Kau bilang apa, Rika? Maksud mu karma yang menimpa ku nanti,doamu yang munafik itu tak akan terkabulkan oleh Tuhan. Rika,jangan mimpi untuk melihatku sengsara".
Rika, menatap sinis ke arah Kaizam tangannya mengepal kuat. "Inilah Sifatmu yang munafik itu,aku harap jangan menyesali atas kehilangan ku yang tulus mencintai mu".
"Ck,simpan saja cintamu kepadaku. Aku sangat bahagia sekali,ketika kamu mengajukan gugatan perceraian kita. Aku tidak repot-repot memberikan uang nafkah, menyusahkan sekali". Kaizam, menjentikkan jarinya tepat di depan wajah Rika.
Rika, sedikit terkejut apa yang di lakukan Kaizam. "Berdoalah Kaizam, tidak selamanya keberuntungan akan selalu berpihak kepada mu".
"Aku tunggu akta perceraian kita keluar". Kedip mata Kaizam, meninggalkan Rika penuh dengan kebahagiaan.
Rika, menangis kesegukan merasakan hatinya teramat sakit sekali. "Aku bodoh! Aku bodoh!Aku bodoh!". Memukul dinding kampus bagian belakang.
******************
"Hoaaamm..... Pagi-pagi duduk manis di balkon, menikmati secangkir susu dan cemilan. Melupakan pekerjaan dalam sejenak, setelah liburan di sambut dengan pekerjaan menumpuk". Kata Camelia, tersenyum manis melihat pemandangan di sekitar hotel.
__ADS_1
"Dari semaleman JJ Abrams, tidak mengirim pesan kepada ku. Sudahlah, jangan terlalu memikirkan dirinya yang sibuk. Kemana yah,hari ini?". Gumamnya pelan, ingin ke suatu tempat daripada menghabiskan waktu di dalam kamar hotel.
"Ayo,kita bersiap-siap ke tempat tujuan yang ingin aku jelajahi". Kekehnya Camelia,masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Satu jam berlalu, Camelia memasuki SeaWorld tanpa ada seorang pun yang menemaninya.
"Hmmmmm....Ada seseorang yang aku kenal,Markisa kau ketahuan tengah bersama seorang wanita". Camelia, langsung mendekati Markus tengah menunjukkan jarinya ke arah ikan. Dia tengah tersenyum-senyum, memandang wajah seorang wanita rangkulnya.
"E'ehmmm....!". Camelia,berdehem kecil disamping Markus.
Akan tetapi, Markus tidak menghiraukan deheman di sampingnya.
"E'ehmmm... E'ehmmm... E'ehmmm...! Astaga,dia tidak mempedulikan deheman ku. Baiklah,aku akan menyenggol wanita mu itu". Camelia, tersenyum smrik langsung merencanakan aksinya.
"Aauu...Hai! Kau ini, harus berhati-hati". Ucap wanita Markus, langsung menegur Camelia.
Camelia, berbalik badan dan tersenyum sumringah ke arah Markus bersama pasangannya.
Markus, membulatkan bola matanya melihat Camelia tepat di depannya itu. "Astaga! Nona Camelia,kau di sini?". Markus,mengusap wajahnya dengan kasar.
"Sayang,siapa dia?". Tanya wanita itu, dengan tatapan tajam ke arah Camelia.
"Huss... Pergilah,aku tidak mau bersama mu lagi. Nona Camelia,ayo kita pergi". Markus, mendorong tubuh wanita tadi dan menarik tangan Camelia.
Wanita itu, ingin menyusul Markus bersama Camelia. Akan tetapi,anak buahnya Markus, langsung mencegahnya dan memberikan kode untuk pergi.
"Kenapa kau buang wanita tadi? Aku tidak melakukan apapun,oh...Kau seorang buaya darat yah". Camelia, menyipitkan bola matanya dan mendekati tubuh Markus.
"Tidak. Aku memiliki segalanya Camelia, sudah sewajarnya bersenang-senang dengan wanita lain. Tidak seperti dirimu,fokus dengan satu pria saja". Markus, memainkan kedua alisnya.
__ADS_1
"Meskipun cuman satu,tapi aku tidak pernah mencicipinya. Markus,kau sedang apa di sini?". Tanya Camelia, menaikkan satu alisnya.
"Terserah akulah,mau kemanapun pergi. Tumbenan kamu pergi ke luar negeri,mana pawang mu yang bucin itu?". Markus, sedikit ketakutan melihat sekeliling mereka.
"JJ Abrams, tidak ada karena aku tidak mengizinkan ikut. Enak saja,ini liburanku bukan liburan sama dia. Ee...Aku cuman bersenang-senang sendirian saja,tanpa seorang pun". Kekehnya Camelia, pasti Markus mulut ibu-ibu komplek suka ngerumpi dan menyebar berita tentangnya.
Markus, memberikan kode kepada anak buahnya untuk mengantar dua minuman. "Kita seperti sepasang kekasih tengah berkencan, menikmati SeaWorld tanpa seorang pun yang menggangu. Ngomong-ngomong aku masih menjadi kekasih simpanan mu,kan?". Kedip mata Markus, kesempatan jauh dari JJ Abrams.
"Markus,aku sudah lama tidak berdoa kepada Tuhan agar di kirimkan seorang pria yang baik-baik. Yah... Tidak seperti dirimu, sifatnya kaya Dajjal". Kata Camelia, dengan santainya.
"Kesialan apa aku hari ini, bertemu dengan wanita seperti penyihir. Beruntung Ardan dan Morgan, tidak tau jika aku bertemu dengan mu. Pasti mereka mentertawakan diri ku, selalu menakuti. Nona Camelia,kau benar-benar mencintai JJ Abrams?". Tanya Markus,mulai mengorek-ngorek hubungan Camelia.
"Beritahu gak yah?". Kekehnya Camelia, menghirup jus jeruk baru di antar oleh anak buahnya Markus.
"Nona Camelia,kau langsung meminum jus jeruk itu. Apa kamu tidak curiga sedikitpun,siapa tau menaruh obat perangsang dan kita bercinta malam ini". Markus, tersenyum smrik dan mengedipkan sebelah matanya.
"Hmmmm.....!". Camelia, melirik ke arah anak buahnya Markus yang menggaruk kepalanya. "Kau tidak meminum jus jeruk mu, siapa tahu minuman yang ada obat perangsang nya? Mana mungkin kau meminumnya,karena takut". Ejeknya Camelia, membuat Markus murka dan langsung menghirup jus jeruk itu.
"Maaf bos,lupa gelas yang mana tadi?". Kata anak buahnya, sontak membuat Markus mengeluarkan jus jeruk di mulutnya.
"Iiyuuuhhh...Markisa! Kau sangat jorok sekali!". Bentak Camelia, bergidik geli melihat tingkah Markus memuntahkan jus jeruk itu.
"Maaf bos, obatnya lupa dimasukkan". Salah satu pelayan mendekati mereka. Markus, menepuk keningnya.
"Markisa,Markisa,kau ingin menculik dan membawa pulang? Aku tahu,jika kamu suruhan JJ Abrams kan. Mengikuti ke sini,alias mengawasi ku". Camelia, melempar obat di tangan pelayan itu ke arah Markus.
Markus,menghela nafas beratnya dan bersandar pada kursi. "Kebetulan sekali, aku ada pekerjaan di sini dan sudah selesai. Memang benar, Tuan JJ Abrams memintaku mengawasi mu karena takut kau di sentuh oleh pria hidung belang. Cuman pekerjaan tambahan semata, mengawasi kekasih dari seorang bos besar. Tuan JJ Abrams, pernah membantu ku dan menyelamatkan nyawa ku. Membantunya untuk mengawasi sang pawangnya, tidak masalah bagiku". Ucap Markus, menatap intens ke arah Camelia.
"Oke, terimakasih atas waktunya Markus. Aku pamit dulu,bay". Camelia, melenggang pergi meninggalkan tempat duduknya.
__ADS_1
Mau tak mau, Markus mengikuti dari jarak jauh demi kenyamanan Camelia.