
"Aaaaaaaaaa.... Indah sekali!" Teriak Camelia, di atas kapal pesiar milik Morgan. "Aaahh... sudah lama tidak berlayar jauh, melintasi lautan luas".
"Benar sekali,adik madu. Anginnya kencang sekali, menikmati suasana di tengah laut tepat di sore hari". Sambung Wina, merentangkan kedua tangannya.
"Akhirnya yah,kita bisa berlibur bersama di adik madu". Sambung Anggun, tersenyum manis.
"Benar sekali, liburan kali ini pasti lebih menyenangkan dari pada dulu dikarenakan ada adik madu". Ning, merangkul pundak Camelia dan di susul oleh Selfi.
Sesuai janji Ardan,membawa Camelia dan istri-istrinya berlibur di kapal pesiar milik Morgan. Memiliki fasilitas kemewahan,casino,game,hotel, restoran mewah dan lainnya.
Ardan, tersenyum sumringah melihat istri-istrinya tengah berbahagia dan mengawasi dari jarak jauh.
Tiba-tiba Morgan dan anak buahnya datang menemui,Ardan tamu besarnya sekaligus rekan bisnis.
Anak buahnya Ardan, memanggil Camelia untuk bergabung bersama. Sesuai kesepakatan dengannya, Camelia ingin tau bagaimana menjalani casino secara benar.
"Kenalkan Camellia, dia adalah Tuan Morgan pemilik kapal pesiar mewah ini". Ardan, memperkenalkan Camelia. "Tuan Morgan,dia adalah Camelia yang ingin bersaing dengan anda". Kedip Ardan, melirik ke arah Camelia yang menatapnya tajam.
Apa maksud bocah ini, menyebut diriku ingin saingannya? Apa jangan-jangan Ardan, ingin aku memiliki musuh.Batin Camelia, menyipitkan bola matanya.
"Wah...Nona manis, ingin bersaing dengan ku? Ardan, sudah menjelaskan semuanya secara detail.Dimana nona manis, membangun casino di tengah kota tidak seperti diriku ini. Yakin, ingin bersaing dengan ku yang jauh lebih berpengalaman?" Morgan, ingin menyentuh dagu Camelia.
Secepat mungkin Ardan, menepis tangan Morgan tidak boleh sembarangan menyentuh Camelia. "Tuan Morgan, jaga tangan anda yang Casanova itu. Anda tidak tau siapa,nona manis ini?"
"Oh, sungguh menantang perkataan mu Ardan. Katakan siapa pawang,nona manis ini? Apakah nona manis ini, tidak memiliki pasangan atau sudah menikah?" Morgan, mengedipkan matanya ke arah Camelia.
"Dia adalah adik madu kami". Kini Selfi, menjawab pertanyaan Morgan.
__ADS_1
Ardan, mendengus dingin mendengar ucapan sang istrinya.
"Apa! Hahahahha.. hahahaha...Kau benar-benar lucu, Ardan. Tidak cukup dengan istri 4,lalu menambah satu lagi. Waw.... Kau pria sejati,aku menyukai mu". Morgan,mencolek dagu Ardan yang bergidik geli.
"Iihhh...Kau tidak perlu mencolek dagu ku,tarik ucapan mu yang menyukai ku ini. Aku tidak menyukai suka sesama jenis,karena aku masih normal". Ardan, langsung menghapus bekas Morgan mencolek dagunya. "Satu lagi yah,nona Camelia bukan istri ku dan dia memiliki pawang. Jangan di percaya dengan ucapan istri ku,yang ingin sekali menjadi Camelia adik madunya".
"Yang benar saja,aku belajar dengan pria casanova ini?" Gumam Camelia,pelan melirik sekilas ke arah Morgan berwajah blasteran ini.
"Hahahahha...Apa ini, sebuah penolakan Ardan? Masa iya,kamu menolak nona manis menjadi istri Ke-lima mu. Ini adalah sebuah anugerah Ardan, istri-istri mu memberikan lampu hijau untuk menikah lagi. Ayolah,jangan kau sia-siakan kesempatan ini". Morgan, semakin bersemangat menyudutkan Ardan.
"Mana mungkin aku menikah dengan wanita ular ini, ketika aku bertemu dengannya selalu sial. Makanya aku ingin memperkenalkan dirinya kepada mu,agar kamu mendapat kesialan seperti ku" Bisik Ardan, menepuk pundak Morgan. "Dia adalah wanita berbahaya, seakan-akan seperti kutukan untuk kehidupan mu".
Morgan, mengerut keningnya mendengar ucapan Ardan. Dia memang tidak paham,mendelik tajam ke arah Camelia yang duduk santai sambil menikmati makanan di meja.
Morgan,duduk di samping Camelia yang sibuk sendirinya. "Nona Camelia,senang bertemu denganmu. Aku akan menjelaskan tentang bisnis casino, untuk mendapatkan keuntungan besar".
Morgan, seorang casanova tidak kenal tempat dan langsung di embat. Tangannya mulai bergerak ingin merangkul pinggang Camelia,namun mendapatkan tatapan tajam.
"Jangan menyentuh ku,jika tidak mau terjadi apa-apa dengan anda"Ancam Camelia, tersenyum smrik.
"Hebat! Aku suka dengan wanita galak, berkata kasar dan dan semakin menantang. Aku sudah lama tidak mencicipi wanita yang galak,behh...!" Morgan, mengigit bibir bawahnya.
"Tuan Morgan, jauhkan tanganmu dari pinggang nona Camelia. Kalau tidak mau,terima resikonya nanti. Kau tau, siapa pawang nona manis ini?" Ardan,tak sabar melihat Morgan syok berat.
Morgan, memandang lekat wajah Camelia yang begitu manis dan tak sabar mencicipi bibirnya. "Katakan padaku,siapa pawang nona manis ini. Akan aku rebut dia dari pawangnya, sampai tetesan darah terakhir".
"Bagian mana lagi,yang harus aku patahan?" Ucap seseorang suara menggelegar seisi ruangan, sorotan mata memerah manahan amarahnya.
__ADS_1
Ardan,duduk santai menikmati kesengsaraan Morgan dan sebagai target Camelia yang baru.
Glek
Morgan, beranjak berdiri dan menjaga jarak dengan Camelia. "Hai....Apa kabar Tuan JJ Abrams? Kita bertemu kembali, setelah kejadian kemarin".
JJ Abrams, langsung menarik lengan Camelia dan jatuh ke dalam pelukannya. "Katakan sayangku,tangan mana yang menyentuh mu?".
Deg!
Morgan, menatap tajam ke arah Camelia dan menggeleng pelan. "Tuan JJ Abrams,jangan salah paham kepadaku. Aku tidak tau, jika nona manis adalah kekasih mu". Kekehnya Morgan, mendelik ke arah Ardan yang sudah mengerjainya. "Nona manis, sebuah kesepakatan kerjasama antara kita". Morgan, langsung mencari ide untuk selamatkan diri dari amukan JJ Abrams.
"Baiklah, kesepakatan seperti yang kau katakan. JJ Abrams,dia tidak menyentuhku karena Ardan menjagaku dengan baik. Ngomong-ngomong nih,kemana saja baru datang?" Tanya Camelia, mengalihkan pembicaraan.
Morgan,masih gelisah gusar karena tatapan JJ Abrams dan ada rasa lega karena kekasihnya tutup mulut.
"Tadi ada urusan penting sayang, maaf sudah menunggu mu". JJ Abrams, mengelus lembut rambut panjang kekasihnya.
Morgan, terperangah mendengar ucapan JJ Abrams begitu lembut tak seperti biasanya. Benar sekali,ketika seseorang di mabuk cinta. keganasannya akan hilang, jika berhadapan dengan wanita yang di cintainya.Batin Morgan, melihat Ardan memainkan kedua alisnya.
"JJ,aku ingin belajar bagaimana mengurus casino dengan tuan Morgan? Apakah kau mengizinkannya,atau ada yang lain". Camelia, tersenyum manis untuk meluluhkan hati kekasihnya.
"Untuk apa kamu belajar dengannya sayang, meskipun aku tidak tau bagaimana kerjanya casino. Jangan kau ragukan kemampuan kekasih mu ini, Morgan ayo kita bermain!". JJ Abrams, ingin menantang Morgan sang pemiliknya langsung.
"Hehehehe....Aku tidak mood bermain dengan mu,apa lagi taruhannya yang tak masuk akal. Kalau taruhannya nona Camelia,boleh di coba". Kekehnya Morgan, tersenyum sumringah. Mana mungkin JJ Abrams, menaruhkan kekasihnya demi bermain judi.
"Aku setuju,tapi aku bermain dengan mu". Sahut Camelia, menantang perkataan Morgan.
__ADS_1
JJ Abrams dan lainnya, langsung terkejut mendengar sahutan Camelia yang begitu santai saja.
Ardan, memberikan kode kepada Morgan agar dia tidak mau. Apakah Morgan, mengambil tantangan Camelia atau tidak?.