
"Camelia,kamu gila yah! Ingin mengenali JJ Abrams,kepada nenek. Kamu sadar apa yang,kamu lakukan? Astaga!". Jhonny,mengusap wajahnya dengan kasar.
"Apa masalahnya paman Jhonny,aku memperkenalkan dirinya kepada nenek? Aku memperkenalkannya sebagai pacar,bukan suami. Paham! Sudahlah paman,ini urusanku bukan urusanmu". Kata Camelia, tersenyum smrik.
"Camel,jangan gegabah dalam apapun. Kau tidak tau sama sekali,sikap JJ Abrams. Ini sudah kelewat batas Camelia,aku harap kamu berpikir panjang lagi". Jhonny, memejamkan matanya sebentar dan menggeleng kepala.
"Paman Jhonny,urus saja rumah tangga kalian. Ini adalah hakku, tidak boleh ada yang ikut campur". Camelia, melangkah pergi meninggalkan Jhonny masih berdiri di tempatnya.
"Aku sangat mencintaimu Camelia dan aku cemburu!". Kata Jhonny, lumayan keras. Sontak membuat Camelia, gelabakan karena takut ada tamu yang mendengarkannya.
"Hussssttttt... Jhonny,kamu gak waras yah! Jangan berbicara macam-macam,apa kamu lupa di mansion masib banyak tamu undangan. Apa kata mereka menilai kita,kau sudah memiliki istri tetapi mencintaiku. Yah,kalau orang tidak salah paham menilai kita". Camelia, tidak menyukai sifat Jhonny yang blak-blakan mengatakan apapun.
"Kenapa,kamu marah Camel? Seharusnya kamu senang,aku tidak main-main dengan mencintaimu. Mana ada orang lain berani membantah perkataan ku ini,kalau dia sayang nyawanya". Jhonny, menyahut perkataan Camelia begitu santainya.
"Ck,kau egois Jhonny. Tidak memikirkan perasaan istri mu,dia tengah hamil muda. Jujur saja, aku malah ilfil dengan sikapmu seperti ini. Kau bukan pria sejati, melainkan seorang pria munafik. Kau tau siapa aku? Kau tau apa yang aku alami selama ini, Jhonny. Aku pernah di posisi Olivia, tidak pernah ku jelaskan semuanya. Karena kau tau,apa yang aku maksud. Aku mohon,jangan menambah rasa benci ku kepadamu". Camelia, memohon kepada Jhonny dan menangkup kedua tangannya ke depan.
Jhonny, menundukkan kepala karena tidak bisa berkata apa-apa lagi. Lehernya terasa tercekik sudah,meneguk air liurnya terasa sakit.
Matanya menatap kepergian Camelia, menghilang di balik pintu kamar. "Aaaarrgghh.... Apa yang aku lakukan?". Jhonny, mengacak-acak rambutnya nampak frustasi karena memikirkan perkataan Camelia.
Sedangkan Camelia,menghela nafas berat dan memegang kepalanya terasa sakit. "Huuuff..... Maafkan aku Jhonny,ini demi kebaikan bersama". Gumamnya pelan, mengeluarkan ponselnya. Dia terkejut melihat berpuluh-puluh panggilan tak terjawab,serta pesan di WhatsApp nya lumayan banyak.
"Astaga! Kenapa mommy Leo, seperti itu sih? Mengganggu saja,aku ada urusan penting dengan JJ Abrams untuk memberikan dia pelajaran. Enak saja, seharian ini aku di olok-olok mereka. Apa lagi Jordan, benar-benar puasa mengejekku. Kok bisa sih, JJ Abrams mengirim emas batangan. Huuuff... Jangan-jangan nenek, tidak percaya sepenuhnya siapa kekasih ku itu?". Decak Camelia, menelpon JJ Abrams dan mengabaikan Leo dan kakaknya.
__ADS_1
Beberapa kali dia melakukan panggilan,namun JJ Abrams tak kunjung mengangkatnya. "Tumben sekali,dia tidak mengangkat panggilan telpon ku. Sial,awas kamu JJ bisa-bisanya mengabaikan ku". Gerutu Camelia,sontak langsung menyadarkan dirinya. "Eee...Kenapa dengan ku ini, marah-marah gak jelas dengan JJ Abrams tidak mengangkat telpon ku. Gak!Gak mungkin,aku mulai sok posesif terhadapnya". Camelia, menepuk-nepuk kepalanya.
[Oke,besok pagi aku ke sana dan membujuk mommy Dwi]. Camelia, membalas pesan Leo.
Malam semakin larut,acara di mansion masih berlanjut. Teman-temannya Jordan, berdatangan dan merayakan pernikahannya. Camelia, sudah lelah seharian full duduk manis dan mendengar ejekkan Jordan dan istrinya.
Selesai membersihkan diri, langsung naik ke atas ranjang dan memejamkan matanya."Hoaaammm...Bobo cantik dulu, besok sekolah". Gumamnya pelan, menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
********************
Besok paginya, terpaksa Camelia meminta bantuan kepada Jhonny. Kalau tidak, bisa-bisa Dwi menahannya seharian full di rumahnya itu.
"Sudah aku katakan pada mu dulu, jangan terlalu sering menurut perkataannya. Lama-lama ngulanjak kan? Kaya kamu anaknya saja".
"Berisik! Dari berangkat tadi, sampai di rumah mommy Dwi gak henti-hentinya ngomel-ngomel kaya emak-emak tukang gosip. Kata-katanya cuman di ulang-ulang aja, emangnya aku anak TK gitu". Gerutu Camelia, langsung membanting pintu mobil.
Jhonny, terkejut dengan sikap Camelia dan mengelus dadanya. "Huuuff...Sabar". Gumam Jhonny, melirik ke arah Jecky yang menahan tawanya.
Sudah pasti Camelia, disambut hangat oleh Dwi dan langsung menuju ke meja makan. "Loh, kenapa pakai seragam sekolah Camelia? Bukannya kamu janji akan seharian bersama mommy,kita jalan-jalan yah. Ada acara pameran di hotel Mawar". Dwi, tersenyum manis dan mengelus rambut panjang Camelia.
"Gak bisa mommy,aku harus sekolah. Diluar sudah di tunggu paham Jhonny,aku tidak dapat izin darinya". Jawab Camelia, melirik ke arah Leo pasti sudah berkata macam-macam kepada mommy nya.
Menyebalkan sekali Leo, pasti dia tidak sejujurnya apa yang aku kirimkan pesan tadi. Awas kamu Leo, sudah membuatku sudah kesal.Batin Camelia,ujung matanya menyeringai tajam ke arah Leo.
__ADS_1
Gawat darurat ini, Camelia benar-benar marah kepada ku. Jangan sampai deh, dia membongkar jika aku memiliki pacar. Gimana mau jujur, pasti mommy tidak mau keluar dari kamar. Terpaksa deh,aku bohong.Batin Leo, memasang wajah sedihnya.
"Loh,kamu suruh aja pamanmu berangkat kerja Camel. Biar nanti mommy,yang izinkan kamu tidak turun sekolah. Kalau sehari aja,gak papa kan". Bujuk Dwi, tersenyum manis.
Camelia, menghembuskan nafas beratnya. "Gak bisa mommy,ini sudah jam 6 setengah jam saja aku di sini. Kalau lebih dari setengah jam,paman akan masuk. Tau sendirilah gimana paman Jhonny,aku tidak bisa berbuat apa-apa".
"Kamu kok gitu sama mommy, berusaha demi mommy". Dwi, memohon lagi kepada Camelia dan menggenggam jemarinya.
Mommy Dwi, apa-apaan sih? Maksa banget, ikut sama dia. Apa jangan-jangan mau pamer sama Tante Janeta ke acara pameran? Emangnya aku ajang rebutan atau pamer gitu. Batin Camelia, sudah menebak akal pikiran Dwi.
"Maaf, aku gak bisa mommy". Jawab Camelia, dengan wajah memelas.
"Gimana mommy,kalau pulang sekolah nanti mommy yang jemput kita". Usul Leo, sontak membuat Camelia semakin melotot sempurna ke arahnya.
Gila!yang ada JJ Abrams yang menunggu ku pulang sekolah. Siap, menyebalkan sekali Leo.Batin Camelia, ingin sekali mencakar-cakar wajah Leo detik ini juga.
"Hmmmm...Boleh deh, mommy yang jemput pulang sekolah. Mommy, bakalan masakin yang banyak. Leo,nanti kamu bawa Camelia ke mobil mommy pulang sekolah nanti". Dwi, tersenyum ke arah anaknya.
"Gak,aku bisa mommy. Sekali lagi,aku gak bisa". Camelia, langsung menolaknya lagi.
"Kamu kenapa Camel, selalu gak bisa? Apa ada masalah, katakan pada mommy". Dwi,mulai meninggikan suaranya.
Camelia, sedikit terkejut mendengar ucapan Dwi. Makin ke sini,makin tidak wajar dan ada sesuatu yang mencurigakan. Mampukah Camelia, memecahkan apa tujuan Dwi?.
__ADS_1