
"Hari ini,aku begitu senang sekali mendapatkan job besar. Eee...Ada 4 serangkai tengah berkumpul di ruang tamu dan bertambah 3 orang lagi. Aku tidak tau,siapa 3 orang ini". Ucap Camelia, dengan nada suara bernyanyi-nyanyi.
Di kediaman JJ Abrams, tengah ada tamu penting. Ada Markus, Ardan, Morgan dan rekan bisnis lainnya. Mereka serempak diam tanpa berkata apapun, ketika JJ Abrams memberikan kode dan membiarkan istrinya berbicara apa.
"Ada Markisa,aku ingin sekali menggoreng ikan mahalnya. Ada juga Morgan,sudah pensiun satu bulan tapi di tambah lagi. Hmmm...Ada bocil unyu-unyu istrinya lumayan banyak,tapi mau manambah lagi". Camelia, menarik-narik kedua pipi Ardan tanpa rasa bersalah pun
Sang empunya pipi cuman diam,hanya pasrah yang dilakukan Camelia. Tak berani berbuat apa-apa, karena dia tengah di tatap tajam oleh JJ Abrams.
Kalau bukan istri Tuan JJ Abrams, habislah kau nona Camelia.Batin Ardan, cuman bisa menggerutu dalam hati.
Begitu juga, Markus dan Morgan cuman diam ketika Camelia mengacak-acak rambut mereka berdua.
3 orang lainnya hanya diam, menyaksikan kelakuan istri JJ Abrams sekuat tenaga menahan tawa mereka.
"Satu lagi adalah suamiku yang tercinta, sangat menggemaskan sekali". Kata Camelia, menari-nari lalu melingkar tangannya di leher JJ Abrams dari belakang.
"Suamiku hari ini istri mu sangat bahagia, sudah melaksanakan tugas yang aku impikan sejak dulu. Kalian akan mendapatkan kabar mengejutkan, tentu kabar itu sangat heboh. Aku mau membersihkan diri, silahkan kalian berdiskusi tentang pekerjaan. Dudududuudu...!". Camelia, melenggang pergi meninggalkan ruang tamu dengan hati senang.
"Tuan JJ Abrams, sepertinya istrimu tengah melakukan sesuatu yang aneh". Kata Ardan, sedikit berbisik.
"Ketahuan sekali,dia tengah melakukan sesuatu yang tak wajar. Tapi, apakah ada sangkut pautnya dengan kita?". Tanya Morgan, menggaruk-garuk kepalanya.
"Vikaaaa....Oh....Vikaaaa...!". Teriak Camelia,yang lainnya langsung menoleh ke belakang.
Mendengar namanya di panggil, Vika tergopoh-gopoh menghampirinya.
"Nona Camelia,ada apa?". Tanya Vika, tersenyum manis.
"Hari ini,aku sangat bahagia sekali. Siapkan bahan BBQ di halaman belakang,aku yang menyiapkan bumbunya biar lezat menggigit". Perintah Camelia, mengedipkan matanya. Untuk merayakan hari ini,aku mengadakan bakar-bakaran saja. Hmmm... Sudah lama tidak mengadakan BBQ, perutku sudah keroncongan tak sabar menikmatinya.
"Baiklah, kami akan menyiapkan segalanya. Aku sudah lama tidak bakar-bakaran, pasti beres nona". Vika, ikutan bersemangat menyiapkan BBQ di halaman belakang.
__ADS_1
"Sayang,aku tidak mengizinkan kamu memegang pisau atau apapun. Serahkan kepada mereka mengerjakannya,aku tidak mau kau kenapa-kenapa". Teriak JJ Abrams,dari kejauhan.
"Hussssttttt...Jangan bersisik sayangku, selesaikan pekerjaan mu itu". Camelia, meletakkan jarinya ke bibir.
"Padahal sedari tadi,dia begitu berisik dan bernyanyi sambil menari-nari tak jelas". Bisik Markus, memijit pelipisnya.
"Halo,kakak maduku". Camelia, menelpon salah satu istrinya Ardan bersandar pada dinding. Suaranya masih terdengar oleh JJ Abrams dan lainnya.
"Astaga! Kenapa dia menelpon istri ku?". Gumam Ardan, menggeleng pelan.
"Hahahaha.... Sepertinya,nona Camelia tidak bisa tanpa istri-istri mu itu". Kekehnya Morgan, mencolek pinggang Ardan.
"Kakak madu,aku mengundang mu bakar-bakaran di kediaman suamiku. Iya,jangan lupa di ajak yang lainnya. Sebetulnya sih,suami kak madu ada sini. Iya,iya, mereka tengah berdiskusi tentang pekerjaan. Terimakasih,aku akan menunggu kedatangan kalian. Bay". Camelia, menutup panggilan telpon dari Wina istrinya Ardan.
"Sayang, bisakah kamu jangan mengenakan pakaian seksi dan ketat. Lihatlah,mata Morgan hampir copot melihat mu". JJ Abrams, langsung menendang kaki Morgan tak berhenti menatap istrinya.
"Sialan, posesif sekali". Gerutu Morgan, merasakan kakinya sakit.
"Kalau dia tak berhenti menatap ku,tinggal congkel matanya". Sahut Camelia, melenggang pergi dan masuk kedalam kamar.
Glek!
Morgan, cengengesan melihat tatapan tajam JJ Abrams. "Canda bos,maaf".
"Hmmmm... Sepertinya nona Camelia,telah melakukan sesuatu. Tidak berselang lama lagi, kita akan mendapatkan kabar buruk". Ucap Ardan, memegang dagunya.
"Benar, firasatku mengatakan hal itu". Sahut Markus, mendelik ke arah JJ Abrams.
"Hmmmm...Kita lihat saja,apa yang terjadi di kedepannya nanti". JJ Abrams,menghela nafas panjang dan bersandar pada sofa. Meminta yang lainnya melanjutkan tentang pekerjaan, sesekali melirik ke arah samping takut istrinya muncul dengan tebar pesonanya.
Beberapa menit kemudian, Camelia sudah selesai mandinya dan terkejut melihat suaminya duduk di tepi ranjang.
__ADS_1
"Kenapa menatapku seperti itu?". Tanya Camelia, menyisir rambutnya.
"Apa yang kau lakukan hari ini?". Tanya JJ Abrams, menangkup wajah istrinya.
"Hmmmm...Aku beraktivitas seperti biasanya,kuliah dan bekerja". Jawab Camelia, mengecup pipi suaminya.
"Yakin? Kau tidak melakukan apapun di belakang ku, maksudku melakukan hal gila". JJ Abrams, sempat menaruh rasa curiga kepada istrinya.
Tunggu dulu,apa JJ Abrams sudah mengetahui semuanya. Oh,dia mencurigai gerak-gerik ku karena mendengar omongan 3 serangkai itu.Batin Camelia, mengelus lembut wajah suaminya. "Tidak, aku tidak melakukan apapun sayang. Tanyakan saja,pada Bunga kami kemana hari ini".
"Oke,aku keluar sebentar dengan mereka. Ada sesuatu yang tidak beres, kau tidak apa tinggal?". JJ Abrams, menggenggam jemari tangan istrinya.
"Pergilah, aku sibuk ingin mengadakan acara ku". Camelia, mengangguk pelan karena tahu suaminya ingin kemana.
Lagipula suaminya pergi bersama 3 serangkai, masalah mereka tidak penting baginya.
"Berhati-hati dalam melakukan apapun, aku cuman sebentar pergi". Sebelum pergi meninggalkan istrinya, JJ Abrams mengecup bibir Camelia dengan lembut.
Selepas kepergian JJ Abrams, Camelia sesuka hati mengerjakan apapun di dapur. Dia menyiapkan bumbu BBQ,tak suka yang instan karena tak cocok di lidahnya. Pelayan kediaman suaminya,serta koki di sana ketakutan melihat nyonya mereka kenapa-kenapa.
"Nona,jangan memegang pisau terlalu lama. Ibu, takut jika kamu terluka dan lepaskan pisau itu". Pinta bu Minah, raut wajahnya terlihat cemas sekali.
"Nona, duduk manis di sini dan katakan apa yang harus kami lakukan". Vika, sedari tadi gelisah gusar di dekat Camelia.
"Astaga! Kalian terlalu berlebih-lebihan tau,aku tidak masalah mengerjakan apapun. Palingan cuma luka sedikit kok, jauh dengan jantung. Sekarang sudah siap,ayo kita ke halaman belakang". Kata Camelia, mengangkat satu mangkok berisi saos bakar-bakaran.
Vika dan pelayan lainnya,sigap mengambil alih mangkok berisi saos bakar-bakaran itu. Mereka tidak membiarkan Camelia, melakukan apapun.
"Nona, duduklah di kursi ini. Biar kami yang membakar semuanya,nona tinggal menyantap hidangan yang disajikan". Pinta Vika, was-was karena istri bos besar tak bisa diam.
Camelia, cekikikan menahan tawanya melihat mereka khawatir takut dirinya kenapa-kenapa. Vika dan lainnya, kewalahan menjaga bar-barnya.
__ADS_1